----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

From: Cornelius

Sdr Ali Baba yang saya kasihi di dalam Tuhan,
Kelihatannya anda kurang memahami politik dan karena itu anda kurang
sanggup mengolah dalam pikiran anda setiap manuver yang dilakukan oleh Gus
Dur. Anda berpikir bahwa apa yang dilakukan oleh Gus Dur itu seluruhnya
berasal dari pikiran beliau. Saya pikir anda keliru!!! Anda harus
mengetahui siapa orang-orang dibelakang Gus Dur itu. Saya ingat beberapa
tahun yang lalu saya membaca suatu wawancara terhadap Gus Dur di majalah
FORUM. Si pewawancara/wartawan bertanya kepada Gus Dur:"Anda sekarang
kelihatannya sangat dekat dengan Benny Murdani"? Jawab Gus Dur:"Ya, supaya
saya tahu apa yang harus saya lakukan di masa depan". Anda tentu tahu bahwa
sebelum bertemu Pak Harto, beliau bertemu dahulu dengan Pak Benny Murdani.
Anda tahu apa yang dikatakan oleh Gus Dur tentang Benny Murdani dalam
Majalah DR, ketika wartawan menanyakan beliau mengapa ia harus bertemu
Benny. Gus Dur katakan:"Pak Benny itu orangnya selalu tepat dalam menilai
orang lain". Dan ada seorang jendral yang saya kenal pernah
mengatakan:"Benny Murdani, He knows everything". Mungkin agak berlebihan,
tetapi banyak orang yang mengakui hal itu.

Karena itu saya berkesimpulan bahwa Gus Dur tidak main sendirian, dan juga
bukanlah bahwa semua manuver-manuvernya berasal dari dirinya sendiri. Saya
percaya beliau terus berhubungan dengan Pak Benny Murdani dan orang-orang
dari CSIS. Dan saya setuju dengan dilibatkannya Suharto dalam dialog
nasional, karena siapapun tak dapat memungkiri bahwa beliau masih punya
power. Hanya orang bodoh dan buta politik yang mengatakan Pak Harto sudah
habis. Maaf, saya bukan orang SUharto, bukan pendukungnya dan bukan orang
GOLKAR. Saya setuju bahwa Pak Harto harus diadili, meskipun caranya harus
sopan, karena beliau mantan Presiden. Tapi adalah keliru mengatakan Pak
Harto tidak punya dukungan lagi.

Hal lainnya, meskipun Pak Harto gagal dalam mendidik anak-anaknya supaya
tidak serakah, tak dapat disangkal bahwa ada banyak hal yang sudah ia
lakukan selama 32 tahun memerintah. Ini yang banyak dilupakan orang. Mereka
hanya melihat sisi jeleknya, lupa sisi baiknya. Pak Harto memang bersalah
menyebabkan kita jatuh ke dalam krisis seperti ini, tetapi pernahkan kita
memikirkan bahwa negara-negara besar seperti Amerika (George Soros) turut
"bermain" menyebabkan kita hancur seperti ini.

Jadi kiranya kita sebagai bangsa Indonesia harus belajar melihat segala
sesuatu secara luas dan tidak berpikiran sempit. Meskipun saya setuju bahwa
beliau harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, tetapi kita juga harus
belajar mengampuni dosa-dosa beliau, sebagaimana Tuhan juga dengan
anugerahnya yang luar biasa besar itu telah mengampuni dosa-dosa kita. Jadi
sebagai Umat Tuhan kita harus mampu memahami 2 sisi dari eksistensi Tuhan,
yaitu keadilanNya dan AnugerahNya. Di satu sisi, Tuhan itu adil, karena itu
Ia pasti akan menghukum dosa-dosa umatNya. Namun di sisi yang lain, Tuhan
itu Maha Pemurah, dan karena itu Ia pasti akan mengampuni dosa siapa saja
yang mau bertobat. Bagi Dia tidak ada dosa yang terlalu besar yang Ia tidak
dapat ampuni, asal ada pertobatan. Tetapi dosa yang kecil sekalipun tidak
akan Ia ampuni, kalau si pendosa tidak mau bertobat dan minta ampun.

Saya memohon kepada Tuhan supaya Pak Harto yang sudah uzur itu hatinya
digerakkan oleh Roh Tuhan supaya, suatu waktu kelak, sebelum ajal
menjemputnya, kiranya ia mau merendahkan hati dihadapan Tuhan, menyesali
segala dosa-dosanya dan minta ampun kepada Tuhan. Supaya ia menyadari bahwa
hidup di Surga lebih berarti daripada hidup di dunia, meskipun di dunia
banyak harta. Saya berdoa kiranya Tuhan akan mengampuni dosa Pak Harto
serta dosa-dosa keturunannya, dan menerima Pak Harto serta keturunannya di
sisiNya. A M I N

"Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku
menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan
penyakit sampar diantara umatKu.
dan UmatKu, yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan
mencari wajahKu, lalu berbalik dari jalan-jalanNya yang jahat, maka Aku
akan
mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan
negeri mereka" (2 Tawarikh 7:13,14)

Ferdinandus Simatupang

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Jan 1999 jam 08:59:25 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke