---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Senin, 4 Januari 1999 Jakarta (Bali Post) - Ketua Umum PBNU Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dengan nada tinggi menantang Ketua Umum DPP Golkar Ir. Akbar Tandjung untuk membuktikan omongannya, bahwa Golkar memang ingin berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). ''Saya tantang dia (Akbar Tanjung-red) siapa yang benar, dia atau saya,'' ujarnya pada hari terakhir open house di kediamannya Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (3/1) kemarin. Sebelumnya, Akbar Tandjung mengatakan Gus Dur telah berbohong menyatakan Golkar ingin berkoalisi dengan PKB. Dikatakan, selama ini Golkar belum pernah menyatakan keinginannya untuk berkoalisi dengan partai mana pun. Menanggapi pernyataan itu, Gus Dur malah balik menuduh Akbar Tandjung yang telah berbohong. Soalnya, ia ingat betul bahwa Ketua Umum DPP Golkar itu datang ke rumahnya malam-malam untuk membicarakan keinginan koalisi. Jika kini dikatakan bohong, Gus Dur mengaku siap membuktikannya dengan mencari saksi-saksi yang ada pada saat pertemuan tersebut. ''Kalau Akbar Tandjung punya saksi, saya juga punya saksi, mari kita buktikan siapa yang benar, dia atau saya,'' katanya berulang-ulang. Pendiri PKB ini merasa dirugikan dengan pernyataan Akbar Tandjung itu. Jika pernyataan Akbar bisa mempengaruhi opini publik, berarti apa yang diucapkan Gus Dur selama ini selalu dianggap bohong oleh publik. ''Bung Akbar, sudah saatnya Anda tunjukkan muka, jangan bersembunyi dengan mengeluarkan kata-kata bagus ke muka umum, tetapi di dalam Golkar sebenarnya tak karuan,'' ucapnya. Gus Dur menambahkan, sebenarnya PKB atau partai mana pun rugi berkoalisi dengan Golkar. Dalam pemilu-pemilu sebelumnya Golkar selalu berbuat keji dan membungkusnya dalam praktik-praktik kampanye. ''Contohnya apa Gus?'' tanya wartawan. ''Semua orang pun tahu, termasuk juga warga NU,'' jawabnya. Kemudian ia memberikan contoh penganiayaan yang diterima warga NU oleh oknum-oknum Golkar ketika kampanye pemilu. Di daerah tertentu, ada warga NU yang dicukil matanya, bahkan ada yang diperkosa. Intimidasi semacam itu dimaksudkan agar warga NU memilih Golkar dalam pemilu, khususnya di masa Orde Baru. Melihat dari kelakuan itu, ia yakin, masyarakat tahu Golkar melakukan praktik-praktik kotor selama Orde Baru, dan orang pun tetap akan ingat hal itu, meskipun sekarang ini menyatakan diri sebagai Golkar reformasi. ''Walaupun menyatakan diri sebagai salah satu reformis, saya yakin Golkar tetap dibenci masyarakat,'' ujarnya. Meski demikian, Gus Dur memaklumi pernyataan terakhir Akbar Tandjung yang membantah keinginannya berkoalisi dengan PKB. Itu tak lepas dari tekanan yang ada di dalam tubuh Golkar sendiri, di mana kemungkinan ada friksi-friksi tertentu. Mengenai adanya acara open house sejenis yang dilakukan orang lain seperti Adi Sasono, Gus Dur mempersilakan. Malahan ia bangga kalau dialog macam itu bisa dilakukan semua orang, tidak saja melalui open house, tetapi dialog itu bisa dilakukan melalui berita atau media. ''Karena dialog macam ini bukan satu-satunya yang bisa dilakukan, saya batasi hanya 15 hari,'' tandasnya. Pada kesempatan itu, Gus Dur juga menjelaskan tentang kesimpulan yang diperoleh dari open house selama 15 hari tersebut. Ternyata, katanya, banyak pokok persoalan yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Tidak hanya dari persoalan para penggede macam pejabat, tetapi juga dari lapisan masyarakat bawah seperti petani, guru, dan mahasiswa. Dari hasil open house tersebut, lanjut Gus Dur, akan dijadikan sebuah buku untuk disampaikan kepada Presiden Habibie dan Pangab Jenderal Wiranto. Tujuannya, agar para pejabat tinggi negara itu dapat mempelajari semua masukan dari rakyat selama open house itu digelar.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Jan 1999 jam 09:01:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
