----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

                 TAKTIK PERANG ABRI MENGHADAPI PEMILU: DIVERSION, ETC.

ABRI mempunyai kelebihan yang menyolok daripada kita orang sipil betapapun
juga pakarnya di bidang politik, sosiologi, psikilogi karena mereka adalah
ahli
perang yang menggunakan taktik dan strategi perang jangka pendek, jangka
panjang, baik untuk defensi maupun offensif sekaligus..

Mereka telah mempelajari baik teori maupun sejarah taktik perang yang tidak
pernah kita pelajari samasekali karena merupakan bidang khusus. Alhamduli-
lah karena saya otodidak "kutu buku" maka sepintas lalu saya  baca buku buku
taktik & strategi perang.

Yang paling penting diketahui adalah taktik diversion, smokescreen, dan Intel,
semuanya dalam rangka offensif dan defensif sekaligus. Kalau sudah kepepet
mereka menyimpan surprise element sebagai pukulan final sebagai senjata
pamungkas yang paling ampuh dan sukar kalau tidak mustahil untuk diatasi
nya.

Dalam politik di Indonesia ABRI berhasil mempraktekkan berbagai takti diver-
sion yang sangat membingungkan lawannya. Umpamanya yang terakhir soal
Pam Swakarsa, Ratih, Kamra, semuanya merupakan diversion dari serangan
langsung kejantung ABRI: dwifungsi.

Demikian pula mutasi ABRI merupakan diversion (mengecoh untuk membelok-
kan perhatian kita kearah yang lain), seolah olah kekuatan Suharto mau come-
back sehingga rakyat yang lebih anti-Suharto daripada anti-dwifungsi ABRI
dapat membenarkan tindakan Wiranto.
Padahal tujuan Wiranto dengan mutasi itu adalah untuk konsolidasi diri ter-
hadap calon lawan lawannya yang bisa menggantikannya setiap saat sam-
bil memperkuat posisinya yang sudah terpuruk oleh citra buruk akibat
pembantaian pembantaian Muslim di Aceh dan Timtim, Irja yang kemudian
disusul dengan pembantaian pembantaian menyolok mata di Jakarta mulai
13 Mei sampai yang terakhir.

Mutasi adalah diversion dan smokescreen juga terhadap RUU pemilu yang
dituntut jurdil oleh semua golongan reformis, bahkan oleh Senator John Ker-
ry dari Amerika.
Sampai detik ini RUU pemilu jurdil masih menjadi kontroversi, namun dengan
liciknya pula ABRI memberikan jaminan bahwa pihaknya akan netral terhadap
Golkar karena Golkar sudah "arrive" (binnen) dilindungi mutlak dalam RUU
takjurdil itu jarena parpol parpol lain yang rata rata Senen-Kemis dana pemi-
lunya - di AS, Jerman, dll parpopl diberi dana pemilu yang berkecukupan wa-
laupun sebagai pinjaman disamping grant - sedangkan Golkar sudah berlim-
pah dananya dari hasil KKN para pendukungnya.

Kelebihan Golkar yang dilindungi oleh RUU Pemilu takjurdil itu ialah bahwa
organisasi mereka di 27 propinsi sudah teratur rapih sejak 7 pemilu yang lalu,
suatu hal yang tidak mungkin bisa disusul oleh parpol parpol lainnya, jangan-
kan diatasi, baik oleh parpol baru yang kecil kecil maupun oleh parpol besar
seperti NU, PAN, PDI. Barangkali dalam hal ini PDI paling baik organisasinya
di propinsi propinsi lain walaupun sudah digembosi dan dipecah belah oleh
rejim Suharto yang dilanjutkan oleh rejim Habibie dengan pengangkatan Men-
teri PDI kelanjutan PDI kolaborator Suryadi.

Kecuali daripada itu parpol parpol dibersi "syarat Draconian" (mahaberat):
harus
mendapat dukungan sejumlah propinsi si luar Jawa. Komunikasi bargi parpol
parpol baru praktis kritis karena tiadanya dana dan manpower untuk melaksa-
nakannya, baik bagi NU, PAN, apalagi bagi parpol kecil, kecuali brangkali PPP.
NU dan PAN sudah mempunyai kelebihan dengan pengikutnya yang berjumlah
puluhan juta di Jawa. Namun menjadi masalah besar bagi parpol lainnya yang
mmpunyai basis di Jawa seperti PUDI, dll.

Kecuali daripada itu ABRI sudah safe dengan jatah wakilnya di DPR, DPR yang
tidak bisa ditawar tawar lagi, di mana mereka dapat 50 wakil yang sama dengan
mewakili ...........berapa juta, puluhan juta, suatu jumlah yang harus
diperjuang-
kan mati matian oleh parpol parpol. Ini jelas takjurdil!

Dengan situasi demikian maka ABRI berkaok kaok netralisme terhadap Golkar
dan parpol lainnya karena sudah "arrive" tanpa perjuangan politik yang harus
ditempuh oleh parpol.

Di mana kejurdilan Pemilu Juni 1999 yang diharapkan akan merehabilitasi kita
dari krisis ekosospol yang mengancam survival nasional itu.

H.S. Supangkat
New York.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Jan 1999 jam 17:08:37 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke