---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Monday 11 January 1999 14:00 UTC ** ABRI AKUI PEMBANTAIAN TAHANAN ACEH ** MAHASISWA INDONESIA AKAN LANJUTKAN AKSI SETELAH LEBARAN ** AMERIKA DAN CINA PULIHKAN PEMBICARAAN TENTANG HAK ASASI ** AMNESTY MENGUGAT PENGGUNAAN KANAK-KANAK SEBAGAI TENTARA ** "ABRI MASIH TETAP BERINGAS DI ACEH" * ABRI AKUI PEMBANTAIAN TAHANAN ACEH ABRI mengakui satuan satuannya di Aceh telah melakukan pembantaian terhadap empat penduduk desa yang ditahan. Penguasa setempat mengatakan, selain empat korban tewas, puluhan lainnya mengalami luka luka berat selama di tahan di penjara militer. Peristiwa itu terjadi menyusul penangkapan sejumlah besar penduduk di desa Meunasah Blang Kandang, dekat Lhok Seumawe, dalam upaya ABRI mencari Ahmad Kandang, yang dituduh memimpin Gerakan Aceh Merdeka. Ke-30 anggota ABRI yang terlibat penyiksaan dan pembunuhan para tahanan tsb, telah ditahan dan akan dibawa ke peradilan militer. Situasi Aceh belakangan memburuk menyusul pembantaian dan pelenyapan tujuh anggota ABRI. Kalangan hak asasi di Aceh menyerukan agar Operasi Wibawa 99 dihentikan dan ditarik, sedangkan Gubernur Aceh Syamsuddin mengusulkan agar dibentuk Kodam tersendiri bagi Aceh. Saat ini Aceh berada di bawah Komando Militer Bukit Barisan, dan dulu pernah tersendiri sebagai Kodam Iskandar Muda. * MAHASISWA INDONESIA AKAN LANJUTKAN AKSI SETELAH LEBARAN Gerakan mahasiswa akan melanjutkan aksi protes massa setelah perayaan Idul Fitri tanggal 19 atau 20 Januari mendatang. Mereka tetap menuntut agar Presiden Habibie mengundurkan diri, Dwi Fungsi ABRI dicabut dan mantan Presiden Soeharto diadili. Demikian dikatakan oleh salah satu jurubicara Forkot, Forum Kota, mewakili sejumlah forum yang memayungi berbagai organisasi mahasiswa, dalam jumpa pers khusus di Jakarta. Diserukan agar para mahasiswa tidak terganggu oleh tuduhan tuduhan yang menganggap mereka anarkis atau komunis. Sampai awal bulan Ramadhan, pertengahan Desember lalu, mahasiswa hampir setiap hari melakukan aksi protes. * AMERIKA SERIKAT DAN CINA PULIHKAN PEMBICARAAN TENTANG HAK ASASI Di Washington, wakil-wakil pemerintah Amerika Serikat dan Cina hari ini membuka kembali pembicaraan mengenai hak hak asasi manusia. Dialog tersebut dihentikan atas permintaan Cina, empat tahun lalu. Pembicaraan berlangsung secara tertutup selama dua hari. Cina diwakili oleh Wakil Menlu Wang Guangya. Belakangan ketegangan antara AS dan Cina meningkat berkenaan dengan penangkapan sejumlah aktivis politik Cina. Tiga di antaranya baru-baru ini dijatuhi hukuman penjara untuk waktu lama karena ingin mendirikan partai politik. Uni Eropa, Australia dan Kanada juga mengadakan dialog dengan Beijing, tentang situasi hak asasi di Cina. * KOMISI EROPA MENCOBA MENENTANG MOSI TIDAK PERCAYA PARLEMEN EROPA Ketua Komisi Eropa, Jacques Santer, berupaya keras agar Parlemen Eropa tidak mengajukan mosi tidak percaya terhadap Komisi, yang merupakan dewan eksekutif Uni Eropa. Dalam sebuah wawancara, Santer memperingatkan, Uni Eropa saat ini tengah menjalankan perombakan yang dapat tertunda jika mosi tersebut diterima. Hari ini Ketua Komisi Eropa itu akan menyampaikan tanggapannya atas tuduhan-tuduhan kecurangan Komisi, di muka parlemen di Strassbourg. Dua anggota Komisi dituduh oleh Parlemen Eropa melakukan kecurangan keuangan. Komisai Eropa dapat dijatuhkan jika duapertiga anggota Parlemen Eropa mendukung mosi tidak percaya tersebut. * AMNESTY MENGGUGAT PENGGUNAAN KANAK-KANAK SEBAGAI TENTARA Organisasi hak asasi sedunia Amnesty International memperingatkan, dewasa ini semakin banyak anak-anak digunakan sebagai tentara. Trend itu juga diperkuat karena persenjataan baru makin ringan, sehingga kanak- kanak berusia 10 atau lebih muda, dapat dikerahkan dalam konflik bersenjata. Amnesty menunjuk, indoktrinasi dan ritual yang diajarkan oleh orang dewasa untuk membuat kanak-kanak tersebut menjadi mesin perang yang kejam. Selain itu kanak-kanak juga dimanfaatkan sebagai tenaga pembersih ranjau darat atau sebagai budak seksual. Diperkirakan paling sedikit 300 ribu kanak-kanak terlibat dalam konflik bersenjata. Amnesty International mendesak agar usia minimal bagi prajurit ditingkatkan dari 15 menjadi 18 tahun. * PEMBERONTAK KOSOVO BERSEDIA BEBASKAN PARA SANDERA SERBIA Tentara pemberontak Kosovo UCK menyatakan bersedia membebaskan delapan sandera tentara Yugoslavia untuk ditukar dengan sembilan kerabat perjuangan mereka yang ditahan. Kelompok UCK mengatakan hal itu kepada tim peninjau internasional dari Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa, OSCE. Sabtu lalu, tentara Yugoslavia melancarkan serangan di Kosovo untuk membebaskan prajuritnya yang disandera, menyusul gagalnya perundingan yang diupakan oleh tim OSCE. Dalam serangan tsb, banyak korban tewas dan terluka. Ahad kemarin keadaan Kosovo agak tenang. * JAM MALAM DI HEBRON Larangan keluar malam yang diberlakukan di kota Hebron, Tepi Barat, mulai hari ini dicabut. Tindakan itu diambil pekan lalu setelah dua wanita pemukim Israel mengalami luka-luka dalam tembak menembak. Dalam demonstrasi menentang jam malam pekan lalu, seorang pemuda Palestina tewas dan kemarin empat demonstran luka-luka ringan. Di Hebron terdapat sekitar empat ratusan pendatang Yahudi yang dikenal radikal. Penduduk Palestina di kota itu berjumlah sekitar empat ratus ribu. * PRESIDEN KAZAKHSTAN NAZARBAYEV TERPILIH KEMBALI Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev seperti diduga terpilih kembali untuk masa bhakti selama tujuh tahun. Dalam pemilu presiden Ahad kemarin dia memperoleh 78 persen suara. Sejumlah organisasi hak asasi meragukan kejujuran penyelenggaraan pemilu tersebut. Saingan terpenting Nazarbayev tidak ikut serta karena kesalahan administratif. Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa OSCE sebelumnya sudah menyatakan tidak akan menerima hasil pemilu tersebut. * SPANYOL DAN PRANCIS DILANDA BADAI SALJU Bagian utara Spanyol dan bagian selatan Prancis dilanda badai salju yang hebat. Jalan-jalan raya yang menghubungkan kota-kota tidak dapat dipakai dan banyak pengendara mobil macet di jalanan. Di kawasan Pyrene saluran listrik bagi puluhan ribu rumah penduduk putus. Kerugian material diduga mencapai nilai hampir satu milyar gulden. Kecepatan angin dikabarkan mencapai 100 kilometer per jam. Kepulauan Kanari juga dilanda badai. * ABRI MASIH TETAP BERINGAS DI ACEH Sabtu lalu Satgas Wibawa 99 melakukan operasi ke desa Meunasah Blang kecamatan Muaradua di Kandang - Lhokseumawe untuk mencari Ahmad Kandang. Karena yang diburu tidak ditemukan, aparat Satgas menangkap dan menahan 40-an orang di gedung KNPI untuk diperiksa. Sore hari sejumlah oknum ABRI yang terdiri dari Yonit 113 memasuki gedung KNPI, melakukan penganiayaan yang mengakibatkan 26 orang luka-luka parah, 3 dalam keadaan kritis dan 4 orang meninggal dunia. Sejak dulu tidak jelas siapa yang diburu tentara di Aceh dengan tuduhan terlibat Gerakan Aceh Merdeka. Yang ada hanya insiden-insiden kekerasan saja. Demikian Yakob Hamzah direktur YLBHI Iskandar Muda di Lhokseumawe. Berikut rangkuman wawancara RADIO NEDERLAND dengan Yakob Hamzah. Yakob Hamzah (YH) : Saya baru mengenal Ahmad Kandang mungkin baru dalam 2 bulan ini. Sebelumnya saya tidak pernah tahu dengan nama Ahmad Kandang. Menurut pemerintah Ahmad Kandang itu merupakan tokoh daripada GPL yang pernah melakukan kejahatan perampokan bank BCA. RADIO NEDERLAND (RN) : MENGENAI SATUAN SATGAS YANG MENYIKSA PENDUDUK YANG DITUDUH SEBAGAI PENDUKUNG GERAKAN PENGACAU. ITU BUKAN HAL BARU. MEMANG SUDAH LAMA TERJADI PRAKTEK-PRAKTEK DEMIKIAN DI ACEH ? YH : Saya melihat beberapa contoh. Seperti misalnya ada tuduhan terhadap Robert, sementara Robert itu sendiri saya tidak pernah mengenalnya dan juga tidak pernah tahu aksinya apa. Kemudian Robert itu disidang dalam sidang in-absentia di pengadilan negeri Lhokseumawe dengan hukuman mati. Sampai dengan saat ini juga Robert tidak pernah ditemukan. Dan kasus Robert ini hampir sama dengan Ahmad Kandang. Ahmad Kandang juga menjadi buronan dua bulan ini tetapi kita tidak tahu siapa sebenarnya Ahmad Kandang itu. RN : JADI MEREKA BARU MENDUGA-DUGA SIAPA ORANG-ORANG YANG TERTUDUH ITU ? YH : ya. RN : BAGAIMANA SITUASI ACEH SELAMA AKHIR PEKAN INI ? YH : untuk kondisi Aceh, saat ini yang masih berlangsung sangat meresahkan mungkin di desa Pusung kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe, kemudian desa Menasablang kecamatan Muaradua di Kandang - Lhokseumawe yang masih meresahkan karena beberapa ratus aparat keamanan yang sekarang ini masih berlangsung di daerah tersebut. Mereka melakukan "sweeping" ke rumah-rumah penduduk dengan memeriksa KTP dan identitas penduduk lainnya. Itu yang saya temui sampai dengan hari ini ( redaksi : hari Senin ). RN : BELUM LAMA JAKARTA MENGUTUS KOMNASHAM KE ACEH. JUGA DARI KONTRAS. APA SAJA YANG MEREKA LAKUKAN DI ACEH ? YH : Saya kira KomNasHAM datang ke Aceh ini tidak ada artinya bagi masyarakat Aceh. Karena KomNasHAM sendiri tidak bisa berbuat banyak sementara rekomendasi-rekomendasi yang dilakukan oleh KomNasHAM tidak pernah ditindak-lanjuti oleh pemerintah. Saya kira itu yang dilakukan oleh KomNasHAM di Aceh. Sementara kemarin beliau ( redaksi : Albert Hasibuan) datang ke Lhokseumawe beliau sendiri tidak menemui masyarakat korban seperti di desa Menasablang. Seharusnya kalau memang mau berpikir untuk menegakkan HAM, maka KomNasHAM harus menjumpai masyarakat untuk mendengarkan keterangan mereka. Tapi KomNasHAM selama ini hanya datang ke kantor-kantor pemerintah dan mereka melakukan pertemuan-pertemuan resmi dengan beberapa pejabat dan penguasa di daerah. Saya kira tidak ada artinya, karena beliau sendiri tidak langsung melihat kenyataan-kenyataan yang ada di desa-desa yang telah terjadi pelanggaran HAM selama ini. RN : ADAKAH ANGGOTA KOMNASHAM JUGA MENGHUBUNGI LBH DALAM HAL INI LBH ISKANDAR MUDA DI LHOKSEUMAWE ? YH : Saya sendiri yang ketemu sama KomNasHAM. Waktu itu saya bertemu dengan bapak Dr. Albert Hasibuan. Saya meminta kepada dia untuk membuat suatu rekomendasi tentang penarikan Satgas Wibawa yang dibentuk oleh Menhankam/Pangab selama ini karena menurut saya telah terjadi penyimpangan-penyimpangan hukum dimana penangkapan, penahanan, pemblokiran jalan sewenang-wenang oleh pihak aparat. Jadi Satgas itu tidak menguntungkan bagi masyarakat sehingga dalam hal ini perlu ditarik. Dan ini juga sudah merupakan rekomendasi dari KomNasHAM yang akan disampaikan kepada pemerintah. Bukan KomNasHAM yang menjumpai saya tetapi saya yang menjumpai KomNasHAM. RN : KALAU KITA BICARA SOAL SITUASI DI ACEH. APAKAH MEMANG TERJADI AKSI-AKSI DARI GEROMBOLAN PENGACAU DI ACEH ? YH : Tidak benar. Tidak ada aksi-aksi dari gerombolan karena kita tidak melihat secara struktural bahwasanya di Aceh ini ada Aceh Merdeka. Tidak ada itu. Yang ada adalah aksi-aksi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi saat ini. Saya kira bukan gerombolan Aceh Merdeka karena tidak secara struktural kita lihat itu. RN : JADI MENURUT PENGAMAT BAPAK, MENGAPA JAKARTA BEGITU CEMAS AKAN SITUASI DI ACEH ? YH : Nah, disinilah yang saya sayangkan, pemerintah dalam hal ini tidak mengambil kebijaksanaan yang benar sehingga tahapan-tahapan ini telah terjadi beberapa penyimpangan. Seperti tahapan violence ( redaksi : kekerasan ). Pemerintah selalu membiarkan persoalan-persoalan hukum yang seharusnya segera ditangani ini, tidak ditangani. Sehingga tidak terdapat kepastian-kepastian hukum sehingga ada masyarakat yang tidak bertanggung-jawab tadi melakukan aksi-aksi yang diluar daripada ketentuan hukum. DEMIKIAN YAKOB HAMZAH DIREKTUR YLBHI ISKANDAR MUDA DI LHOKSEUMAWAE. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Jan 1999 jam 15:09:50 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
