---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Tanty Pertiwi Saya sedih juga membaca berita di Media massa bahwa telah ditemukan unsur melawan hukum (KKN) dari kasus mantan Presidan Soeharto. Sedih karena hampir semua para pejabat dan pendukung beliau seolah lupa pada jasa Pak Harto yang telah membuat mereka jaya, berkuasa dan kaya raya. (Maaf saya juga bukan bermaksud membela Pak Harto). Saat Pak Habibie sebagai Menristek, dan disorot oleh Media massa terutama majallah Tempo, karena membeli kapal kapal rongsokan ex Jerman, Pak Harto langsung membela dan mengambil alih masallah dan selamatlah Habibie waktu itu. Begitu hebatnya Pak Harto mempertaruhkan dirinya untuk membela "kesalahan" Habibie (karena kapal tsb dibeli dengan harga yang jelas diragukan dan beberapa kali dirobah untuk menutupi sorotan pers). Jadi saya sedih, kok sekarang Pak Habibie tidak ada keikhlasan membantu Pak Harto yang lagi di hujat dari segala penjuru. (Padahal Gus Dur telah membuka jalan). Jika Pak Harto menganggap Habibie sebagai anak, betul betul dibuktikannya. Tetapi Habibie menganggap Pak Harto sebagai Bapak dan Guru Besar, kelihatanya sekarang sukar dibuktikan, soalnya Pak Habibie justru mengultimatum urusan pemeriksaan Pak Harto harus selesai sebelum Pemilu. Dari sini kelihatan Pak Habibie lebih mementingkan kemenangannya dalam Pemilu, karena jika Pak Harto siap diadili, menjadi prestasi bagi Habibie bahwa beliau serius mengadili Pak Harto, dan rakyat akan bersimpati dan seolah mendukung reformasi dan memilih Habibie. Maaf, mungkin kurang tepat jika dikatakan "durhaka", tetapi paling tidak ketegasan Habibie tsb lebih bernuansa demi keuntungan pribadi beliau dalam tujuan dan ambisi politis. Ini sangat disayaangkan. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 11:35:48 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
