---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: TMNet Membaca adanya kekisruhan dalam hal pinjaman beras dari pemerintah Jepang saya merasa tergelitik untuk ikut menulis akan hal tersebut. Dalam kondisi rakyat betul-betul membutuhkan beras mengapa pemerintah Indonesia bisa menerima pemberian batuan yang notabene adalah sebagai hutang, kendati pemabayarannya berjangka 30 tahun tetapi harga yang harus dibayarnya itu sangat aduhai sebesar 500 Yen/kg atau Rp. 31.500/kg. Mungkin sudah kodrat orang Indonesia akalnya panjang sehingga untuk tidak merugi menjual beras yang sedemikian mahal kepada rakyat yang sedang berkekurangan sama artinya memberi subsidi 10 kali lipat maka ditukarlah beras untuk rakyat dengan beras yang berharga lebih murah, namun akibatnya beras itu kini menumpuk di gudang. Barangkali beras yang yang sebegitu mahal dicadangkan untuk dijual kepada kalangan atas yang mampu membelinya yaitu kalangan pejabat yang korup atau kalangan pengusaha yang mempunyai hutang bertumpuk yang tak kalah banyaknya dengan tumpukan beras di gudang tersebut. Dari hal tersebut diatas saya berfikir pemerintah yang dikatakan pemerintah reformasi masih saja belum berfihak kepada rakyat kebanyakan, lebih dari itu pula di cap sebagai tidak memegang amanah oleh yang memberi batuan. Kalau lah ada orang yang akan memberi bantuan ajukan penawaran untuk harga yang betul-betul membantu rakyat, kalau tidak lebih baik jangan lah diterima tawaran itu. Karena ujung-ujung nya tujuan utama tidak tercapai sedangkan yang terjadi barang menumpuk tiada pembeli, pemerintah yang secara tidak langsung rakyat Indonesia hutangnya bertambah, dan yang lebih menyakitkan lagi ialah perasaan kaum petani karena selama ini hasil karya mereka belum pernah dihargai sebanyak yang pemerintah hargai untuk petani negara lain. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 11:36:59 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
