----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Begitu gampang jiwa manusia terombang ambing.
Begitu mudah emosi manusia dilanda histeri massal.


Sebentar lagi pemilu akan tiba di Indonesia. Para orator
baik yang dibayar mahal ataupun mubalig yang percaya
bahwa calon presiden pimpinan partainya adalah sebaik
nabi nabi suci , akan saling bertarung berkampanye
memperebutkan hati orang banyak.

Ribuan microphone akan basah oleh ludah.
Jutaan kata merdeka akan diteriakan. Kata " rakyat"
pasti akan dikumandangkan kemana mana. Presiden
kontet jelas akan menabur duit dan beras kemana mana.
sebuah karya seni bernama "Money politics in diguise "

Jutaan, ya Jutaan orang akan memenuhi lapangan.
Mereka akan memakai kaos berlambang partai.
Setiap kali tokoh mereka datang, mereka akan
bersorak sorak mengkultuskan. Emosi mereka larut
dalam semangat kepahlawanan semu. Mereka
akan men Tuhankan sang tokoh. Sebagian dari mereka
siap mati demi perjuangan sang idola demi sebuah
perubahan yang sebenarnya juga tidak mereka mengerti.

Katakan pada saya apakah mereka yg siap bertempur
dan membunuh manusia yang berlainan partai ini bukan
manusia bingung yang sedang menciptakan agama baru?

Di negara barat para new ager menciptakan new age theology.
Dari penyembah setan yang mempunyai temple di Melrose
Avenue sampai Heavens Gate cultism yang percaya pada UFO
dan bunuh diri massal di San Diego. Semuanya mempunyai ciri
ciri yang sama. Mereka memuja sang pemimpin sebagai wakil
Tuhan yang pantas dipercaya, disembah dan dituruti apa maunya.

Seperti Marshall Applewhite dari Heavens Gate, Jim Jones di Guyana.
David Koresh di Waco, Texas bagi orang orang barat. Di Indonesia
masyarakat menemukan figur nabi pada Suharto, Habibie, Amien
Rais, Megawati , Gus Dur dan Hamengkubuwono. Para Loyalist
pada tokoh tokoh ini punya gejala sama dengan pengikut cultism.
Mereka selalu membenarkan semua omongan sang pemimpin, mereka
percaya sacara total dengan itikad baik sang idola, mereka selalu
tersentuh dan siap mati demi orang orang ini.

Inilah yang saya bilang manusia bingung yang lemah otak seperti
kerbau. Tanpa berpikir mereka siap membajak sawah para
korup dan politikus ambisius . Mereka tidak pernah bertanya dan
tidak perlu mempertanyakan makna .Karena mereka sedang
Fisabillilah dalam sebuah perjuangan suci,
dan bila diperlukan mereka juga siap  disembelih demi agama baru
yang bernama "Partai Politik " beserta ayat ayatnya yang indah bernama "
Demokrasi"," Demi Rakyat ", " Kemajuan Bangsa" " Persatuan Nasional"
" Pembagian Adil Kue Pembangunan " , " Masyarakat Adil Makmur "
dan bla bla bla muncratan ludah orator lainnya.

Inilah yang saya bilang " kemandegan otak"
kalau kecerdasan buntu maka orang memang menjadi
cenderung fanatik.Ingat kawan, otak manusia itu mesti dinamis.

Evolusi dan Revolusi adalah sebuah perubahan dinamis.
Mahluk hidup selalu memerlukan kedua proses mutansi
itu untuk mengadaptasi terhadap lingkungan baru. Agar
bisa survive dan memenangkan pertarungan dalam hidup.

Tanpa Evolusi manusia akan tetap menjadi kera,
(well, beberapa kera memang tidak sempat berevolusi
menjadi manusia seperti Sudomo, AM Saefudin dan Baramuli ).
Tanpa Revolusi tidak akan ada negara Perancis, Amerika
dan Demokrasi. Dan kita tidak akan pernah mengenal hari, bulan
dan tahun karena bumi macet tidak ber revolusi memutari matahari.

Di negara barat cultism cuma di anut segelintir orang.
Di negara kita, santri memberhalakan Kyai  ( Noer Iskandar,
Zainnudin MZ, Qadir Jaelani ) Massa PDI memberhalakan
Mega, orang Muhamadiyah yang sok kota dan intelek
memuja Amien Rais, Orang jogja mendewakan Hamengkubuwono.
(dia  titisan dewa Jawa kuno barangkali ) Masyarakat NU
men Tuhankan Gus Dur ( si picek yang bingung ) dan orang ICMI
dan KISDI menyembah duit dan si botak Habibi.

Neo religion ini benar benar menandakan kekaburan iman.
Sebab pada orang orang yang paham terhadap agamanya
sendiri,mereka mengerti bahwa dikitab mereka tertulis " dilarang
memuja Tuhan yanglain selain Allah "  atau orang Kristen bilang "
 Cuma Yesus Juru selamat yang asli "atau di Budha dan di Hindu
sama saja.No way untuk main sembah sembahan.

Agama baru para manusia bingung , membingungkan anda bukan?
So, karena jaman nabi nabian sudah lama berakhir, sudah
saatnya kita berhenti menciptakan nabi nabi baru.

Pelajari agama lama dan jangan bingung.



Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 20:51:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke