---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: REVOLUSI INDONESIA YG DI "TIMING" AKAN BACKFIRE Dialog nasional di Hotel Sahid Jaya tentang Reformasi atau Revolusi hampir sepen- dapat bahwa reformasi masih bergulir dan bisa dipercepat, namun revolusi belum tiba waktunya karena situasi kontradiksi belum mencapai tahap tinggi yang me- minta (warranted) revolusi. Mereka juga mengerikan revolusi yang akan meminta korban banyak. Saya sependapat dengan para pembicara: Cak Nur, Emil Salim, Siswono dan Ich- lasul Amal yang seolah olah mau "alon asal kelakon" tanpa menempuh bahaya yang tidak perlu, kalau situasi di Indonesia tidak separah sekarang ini, di mana justru bukan revolusi yang jelas mempunyai sarana dan tujuan akhir, malah amuk amukan yang ngawur yang akan meledak di Indonesia akhirnya karena: 1. Jumlah rakyat melarat sudah mencapai lebih separuh dari jumlah penduduk yang rata rata tinggal di Jawa, antara 100 dan 140 juta. Kalau mereka sudah tidak ta- han lapar tidak ada kekuatan di dunia yang akan bisa menahannya dari amuk amukan ngawur karena lapar. 2. Persediaan dan suplai sembako masih didasarkan kepada situasi pra-Krismon: distribusi berdasarkan subsidi sedangkan uang subsidi pemerintah hasil pinjaman baru IMF banyak yang disalah gunakan ke bidang yang tidak esensial seperti: pe- laksanaan politik luar negeri yang tidak disesuaikan dengan krismon, rekapitalisasi banking swasta yang bangkrut, subsidi untuk menunjang kurs rupiah terhadap US$, pembiayaan KAMRA, SI MPR dan pengamanannya yang sia sia belaka, dll.dll. sedangkan penyakit parah ekonomi,sosial, politik diobati dengan sistem yang "jauh panggang dari api". 3. Semuanya itu sudah merupakan pemicu revolusi atau setidak tidaknya pemicu kerusuhaan dahsyat kalau sampai jumlah rakyat di Jawa yang ngamuk kelaparan sudah mencapai ratusan ribu atau jutaan. Mereka itu bukan aktor aktor revolusi, revolusi sosial karena tidak ada pemimpinnya yang bertanggung jawab. Ini malah lebih mengerikan daripada revolusi. 4. Penjarahan penjarahan, penculikan penculikan, pembantaian pembantaian mas- sal, kejahatan kejam yang semakin marak sudah merupakan amukan nasional "by installment" (dengan cicilan) dan menjadi fenomena serius yang meminta pembacaa, pengkajian yang lebih serius supaya tidak meledak menjadi amukan nasional yang jauh lebih mengerikan daripada revolusi dan revolusi sosial yang terpimpin. Revolusi yang di timing atau yang dibikin bikin seperti revolusi Bung Karno akan Back- fire dan menelan kreatornya sendiri. Kita harus belajar dari sejarah nasional jangan sam- pai membuat blunder yang sama untuk kedua kalinya. Rakyat lapar yang sudah terlalu lama menunggu nunggu Godot akhirnya akan sampai pada kesimpulan bahwa Godot tidak akan kunjung datang dan mereka harus berbuat sesuatu untuk mengganjel perutnya yang sudah lama kepedihan. Kalau jumlahnya sudah mencapai ratusan ribu apalagi kalau jutaan, apakah yang akan terjadi? Tidak ada pasukan ABRI ditambah KAMRA sekalipun yang akan mampu membendung kekacauan total ratusan ribu atau jutaan rakyat lapar. H.S. Hidayat Supangkat New York. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Jan 1999 jam 04:57:13 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
