Dengan hormat, Saya rasa, adalah tidak benar jika kita mengutuk dan meminta kepada Yang Di Atas untuk mencelakakan orang lain, apa pun alasannya. Dalam ajaran agama Kristen, disebutkan agar kita mengasihi musuh kita. Karena, jika kita hanya mengasihi keluarga kita, apakah bedanya kita dengan orang jahat, karena orang jahat juga mengasihi keluarganya. Mudah-mudahan ajaran Islam demikian juga. Dan juga, janganlah bertindak kekanak-kanakan dengan memanas-manasi suasana demi kepuasan diri pribadi. Jika kita sendiri masih berbuat kesalahan-kesalahan, bagaimana kita dapat menghakimi orang lain dengan mengatakan orang tsb. berbuat salah, padahal kita juga melakukan hal yang sama? Perbuatan ini adalah perbuatan yang munafik dan sombong dari kita sebagai manusia. Biarlah jika orang yang berbuat kejahatan, maka hukuman akan dijatuhkan oleh lembaga yang sah di negara tsb. selama orang tsb. di dunia dan oleh Yang Di Atas setelah orang tsb. tidak berada di dunia lagi. Terima kasih, damai bagi anda semua. Dewanto ---------- > From: Who Am I <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; HAREDA OYA <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: APAKAH BENAR DENGAN MENERIMA TUHAN YESUS KRISTUS DAPAT KEPASTIAN MASUK SORGA?. > Date: Kamis, 14 Januari 1999 12:48 > > Ayo Hareda Oya berani nggak menerima tantangan dari Ahmad Sudirman. Masing-masing > berdoa sama tuhan masing-masing untuk saling mengutuk. Kesambar petir kek atau > kecemplung ke jurang kek, untuk membuktikan siapa yang benar. Kalau Hareda Oya seperti > yang dikatakan oleh Ahmad Sudirman nggak berani juga menerima tantangan ini, hehehehe, > kita tahulah seperti apa kualitas manusia bernama Hareda Oya ini. > > Kita tunggu nih sama-sama. Pasti seru deh. > > Salam, > > Whoami. > > > Ahmad Sudirman wrote: > > > http://www.dataphone.se/~ahmad > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Stockholm, 13 Januari 1999 > > > > Bismillaahirrahmaanirrahiim. > > Assalamu'alaikum wr wbr. > > > > APAKAH BENAR DENGAN MENERIMA TUHAN YESUS KRISTUS DAPAT KEPASTIAN MASUK > > SORGA?. > > Ahmad Sudirman > > Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. > > > > Selamat melaksanakan ibadah puasa untuk kaum Muslimin dan salam damai > > untuk kaum penganut agama lain. > > > > Jawaban untuk Saudara Hareda Oya (Indonesia). > > > > Pada tanggal 12 Januari 1999 Saudara Hareda Oya telah mengirimkan > > kembali tulisannya dengan subject "KHILAFAH AHMAD SUDIRMAN - STOCKHOLM", > > (tulisannya saya lampirkan di bawah). Dimana isi tulisannya itu bukan > > berisikan jawaban terhadap ajakan saya untuk "bermubahalah" tentang Nabi > > 'Isa yang disampaikan kepada Saudara Hareda Oya dalam dua tulisan saya > > yang lalu, melainkan berisikan tulisan untuk melupakan ajakan saya > > tersebut. > > > > Ajakan pertama untuk "bermubahalah" ini saya tulis dalam tulisan > > "Pandangan non muslim terhadap undang undang Madinah yang dibuat dan > > dikemukakan oleh Rasulullah dan pandangan terhadap Nabi 'Isa" (tulisan > > ini bisa dibaca di kumpulan artikel di http://www.dataphone.se/~ahmad ), > > yang dipublisir pada tanggal 16 Nopember 1998, merupakan tanggapan saya > > kepada Saudara Hareda Oya yang menulis dengan subject "TANGGGAPAN > > U/BPK.AHMAD SUDIRMAN-STOCKHOLM SWEDIA". Dimana bunyi ajakan itu adalah > > "Inilah Saudara Hareda Oya jawaban-jawaban dan tanggapan-tanggapan saya. > > Dan apabila Saudara Hareda Oya masih membantah tentang cerita Nabi 'Isa > > yang telah saya sampaikan ini, maka saya mengajak Saudara Hareda Oya > > yaitu seperti yang difirmankan Allah : "Siapa yang membantahmu tentang > > cerita 'Isa sesudah datang ilmu, maka katakanlah : "Marilah kita > > memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan > > istri-istri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah (masing-masing > > pihak diantara orang-orang yang berbeda pendapat mendo'a dengan > > sungguh-sungguh) kepada Allah dan kita minta supaya la'nat Allah > > ditimpakan kepada orang-orang yang dusta" (Ali 'Imran, 61)." > > > > Karena ajakan saya yang pertama untuk "bermubahalah" ini tidak dijawab > > oleh Saudara Hareda Oya, melainkan dia mengirim kembali tulisan dengan > > diberi subject "UU Ahmad Sudirman - Swedia" pada tanggal 21 Desember > > 1998 yang berisikan pemikiran dan sikap negatif Saudara Hareda Oya > > terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW, dimana Islam dianggap sebagai > > agama yang bohong dan Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai seorang > > pembohong serta masyarakat muslim pada zaman Rasulullah dianggap > > masyarakat yang jahil atau bodoh dan Nabi 'Isa merupakan YESUS yang 100% > > TUHAN dan 100% MANUSIA, maka saya sampaikan ajakan kedua untuk > > "bermubahalah" kepada Saudara Hareda Oya. Dimana ajakan kedua untuk > > "bermubahalah" ini saya tulis dalam tulisan "Sekali lagi tentang > > pandangan non muslim terhadap zaman jahiliyah dan pandangan terhadap > > Nabi 'Isa" (tulisan ini bisa dibaca di kumpulan artikel di > > http://www.dataphone.se/~ahmad ), yang dipublisir pada tanggal 22 > > Desember 1998. > > > > Dimana bunyi ajakan kedua itu adalah "Karena perbedaan pendapat, pikiran > > dan pandangan tentang Nabi 'Isa AS, Islam dan Nabi Muhammad SAW telah > > berlangsung beribu tahun dan sampai sekarang belum bisa diselesaikan, > > contohnya sebagaimana dalam tulisan Saudara Hareda Oya yang sudah > > sanggup dan berani secara terbuka mengatakan bahwa Islam sebagai Agama > > bohong dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul yang pembohong, maka > > untuk membuktikan siapa diantara kita (antara Saudara Hareda Oya dan > > saya, Ahmad Sudirman, yang benar-benar pembohong) melalui tulisan ini > > untuk kedua kalinya saya mengajak Saudara Hareda Oya untuk melakukan > > "mubahalah" artinya masing-masing pihak diantara orang-orang yang > > berbeda pendapat mendo'a dengan sungguh-sungguh kepada Allah dan kita > > minta supaya la'nat (kutukan) Allah ditimpakan kepada orang-orang yang > > dusta. Dimana ajakan saya yang pertama untuk "mubahalah" tentang Nabi > > 'Isa AS yang saya tulis dalam tulisan "Pandangan non muslim terhadap > > undang undang Madinah yang dibuat dan dikemukakan oleh Rasulullah dan > > pandangan terhadap Nabi 'Isa" yang dipublisir pada tanggal 16 Nopember > > 1998, ternyata belum dijawab oleh Saudara Hareda Oya, melainkan hanya > > membuat tulisan baru lagi dengan isi seperti yang saya sebutkan diatas. > > Dalam "mubahalah" ini ada tiga hal yang besar yang perlu diselesaikan > > dan dimintakan kepada Allah jawabannya, yaitu pertama, apakah benar > > Islam Agama yang diturunkan oleh Allah, atau Agama bohong?. Kedua, > > apakah benar Muhammad adalah Nabi dan Rasul Allah, atau seorang > > pembohong?. Ketiga, apakah benar Al Masih 'Isa putra Maryam adalah Nabi, > > atau merupakan YESUS yang 100% TUHAN dan 100% MANUSIA?. Inilah Jawaban > > singkat saya dan ajakan untuk "ber-mubahalah" dengan Saudara Hareda Oya, > > saya menunggu jawabannya dari Saudara". > > > > Ternyata kedua ajakan saya untuk "bermubahalah" itu tidak dijawab oleh > > Saudara Hareda Oya, melainkan untuk kesekian kalinya Saudara Hareda Oya > > hanya menyampaikan tulisan yang mengambil subject "KHILAFAH AHMAD > > SUDIRMAN - STOCKHOLM" yang dikirimkan pada tanggal 12 Januari 1999, > > (tulisannya bisa dibaca di bawah). > > > > Dengan tidak dijawabnya ajakan saya oleh Saudara Hareda Oya untuk > > melakukan "mubahalah" yaitu masing-masing pihak diantara orang-orang > > yang berbeda pendapat mendo'a dengan sungguh-sungguh kepada Allah dan > > kita minta supaya la'nat (kutukan) Allah ditimpakan kepada orang-orang > > yang dusta, maka saya mengambil kesimpulan bahwa Saudara Hareda Oya > > hanya menuliskan angan-angan-nya yang kosong belaka dan apa yang > > ditulisnya itu adalah tidak bisa dijadikan sebagai suatu pegangan > > kebenaran yang bisa dipertanggung jawabkan dihadapan Allah, yaitu Tuhan > > saya dan Tuhan Saudara Hareda Oya. > > > > Sebagai tulisan yang terakhir untuk Saudara Hareda Oya, kalau Saudara > > sudah percaya, mengaku dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan > > dan Juruselamat Pribadi, sebagaimana yang ditulis oleh Saudara Hareda > > Oya yaitu "Kitab Suci tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada > > manusia. Agama juga tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada > > manusia. Nabi-Nabi juga tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada > > manusia. Hanya Tuhan Yesus Kristus yang memberikan janji KEPASTIAN Masuk > > Sorga kepada manusia. Barangsiapa yang MAU percaya MAU mengaku MAU > > menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi, maka > > orang itu memiliki KEPASTIAN MASUK SORGA", maka dengan ini Saudara telah > > memiliki KEPASTIAN MASUK SORGA. > > > > Nah, karena Saudara Hareda Oya sudah memiliki KEPASTIAN MASUK SORGA, > > maka saya akan bertanya kepada Saudara, yaitu mengapa Saudara Hareda > > Oya masih tetap betah tinggal di atas bumi ini sehingga umur Saudara > > makin tua dan makin berkurang, padahal Saudara telah dapat KEPASTIAN > > MASUK SORGA, tidakkah sebaiknya Saudara bersama-sama dengan mereka yang > > sealiran dan sepemahaman dengan Saudara secepatnya angkat kaki dan > > meninggalkan dunia ini untuk bertemu dengan Tuhan Saudara, Tuhan Yesus > > Kristus Juruselamat Pribadi dan masuk sorga ?. > > > > Inilah Jawaban singkat saya kepada tulisan dan tanggapan Saudara Hareda > > Oya. > > > > Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada > > [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada > > waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang > > menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan > > lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad > > > > Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita > > memohon petunjuk, amin *.* > > > > Wassalam. > > > > Ahmad Sudirman > > > > http://www.dataphone.se/~ahmad > > [EMAIL PROTECTED] > > > > ------------------------------- > > Saudara Hareda Oya wrote: > > > > Yth. Bpk Ahmad Sudirman > > > > Dengan hormat > > > > Khilafah yang Bapak anjurkan sangat bagus bila disertai dengan KEPASTIAN > > masuk Sorga dari para pelaksana dan pengikut Khilafah itu. Memiliki > > KEPASTIAN masuk Sorga dan Khilafah itu adalah pasangan yang sangat tepat > > dan serasi. Apa-lah gunanya bila para pelaksana dan pengikut Khilafah > > itu hanya di dunia saja berjaya tapi tidak memiliki KEPASTIAN masuk > > Sorga kelak kalau sudah mati. Memang mungkin kedengaran-nya agak ganjil, > > tapi ini memang harus dipikirkan sematang-matang-nya. Apalah untung-nya > > bila para pengikut dan pelaksana Khilafah itu sukses di dunia yang hanya > > ber-usia tidak lebih 120 tahun dan kemudian harus mendekam di dalam > > Neraka kekal seumur-umur.Untuk menjadi pelaksana dan pengikut Khilafah > > yang baik, seharus-nya memiliki KEPASTIAN masuk Sorga ketika masih hidup > > di dunia ini. Dengan memiliki KEPASTIAN masuk Sorga, maka itu berarti > > bahwa para pengikut dan pelaksana Khilafah telah memiliki hubungan > > dengan Kerajaan Sorga. Memiliki hubungan dengan Kerajaan Sorga, maka itu > > ber-arti bahwa para pelaksana dan pengikut Khilafah itu telah sah > > menjadi Warga Sorga. Jika para pengikut dan pelaksana Khilafah itu telah > > menjadi Warga Sorga, maka tidak ada satu kuasa-pun yang dapat > > mengeluarkan mereka dari KEPASTIAN masuk Sorga jika mati kelak. > > > > Para pelaksana dan pengikut Khilafah itu tidaklah selama-lamanya tinggal > > di dunia ini. Pada suatu saat mereka harus angkat kaki dari dunia ini. > > Sangat kasihan dan amat menyedihkan bila para pengikut dan pelaksana > > Khilafah itu tidak memiliki perhentian > > di dalam Sorga. Mereka akan sangat sedih bila nanti ternyata mereka > > ber-ada di Neraka karena Bapak sebagai penganjur Khilafah itu lupa atau > > tidak menyatakan kepada mereka bahwa hidup setelah kematian itu adalah > > penting dan KEPASTIAN > > masuk Sorga adalah paling penting. > > > > SETIAP ORANG DI DUNIA INI SELALU INGIN KEPASTIAN. > > > > Seorang pelajar/ir atau mahasiswa/i ingin memiliki KEPASTIAN naik kelas > > / tingkat / lulus. Walaupun mereka sudah belajar sungguh-sungguh, maka > > tetap saja mereka ingin memiliki KEPASTIAN naik kelas / tingkat / lulus. > > > > Seseorang yang akan menikah ingin memiliki KEPASTIAN tentang jodoh yang > > tepat baginya. Berbagai macam cara digunakan untuk memiliki KEPASTIAN > > jodoh yang tepat. Hitung menghitung tanggal dan buku-buku primbon dibaca > > hanya untuk memiliki KEPASTIAN jodoh yang tepat. Bahkan tidak jarang > > mereka yang rela bertanya kepada dukun bahkan kepada arwah orang mati > > hanya untuk mendapatkan KEPASTIAN tentang jodoh yang tepat. > > > > Seseorang karyawan / pegawai ingin memiliki harta yang dapat memastikan > > bahwa dikemudian hari mereka tidak kekurangan. Berbagai macam cara > > ditempuh untuk memiliki banyak harta agar dikemudian hari memiliki > > KEPASTIAN tidak berkekurangan. Tidak heran bila mereka yang memiliki > > kesempatan korupsi, maka mereka bila tidak kuat-kuat akan menggunakan > > kesempatan itu hanya agar memiliki KEPASTIAN agar tidak berkekurangan di > > masa mendatang. Ketakutan akan ketidak PASTIAN di masa mendatang telah > > mendorong setiap manusia untuk bekerja serajin mungkin. > > > > Dalam bidang usaha juga orang ingin memiliki KEPASTIAN. Pasar yang > > PASTI. Pembeli yang PASTI. Produk yang PASTI laku. Usaha yang PASTI > > untung. Harga yang PASTI. Kwaliteit yang PASTI. Distribusi yang PASTI. > > Perputaran uang yang PASTI. Moneter yang PASTI. Dan lain sebagai-nya > > yang serba PASTI. Meskipun ini hanya suatu ke-inginan, tapi di dalam > > hati manusia, maka manusia itu ingin KEPASTIAN. > > > > Bila berbagai macam corak bentuk kehidupan di dunia ini, setiap manusia > > ingin memiliki KEPASTIAN. Maka tidaklah berkelebihan bila manusia juga > > ingin memiliki KEPASTIAN MASUK SORGA bila mati kelak. Dikarenakan oleh > > kesibukan atau rasa malu untuk meng-utarakan-nya, maka manusia > > seolah-olah acuh tak acuh mengenai KEPASTIAN MASUK SORGA. Atau mungkin > > juga karena kesombongan dan gengsi yang begitu tinggi sehigga manusia > > ber-usaha acuh tak acuh mengenai KEPASTIAN MASUK SORGA. Manusia merasa > > diri-nya kurang berharga bila membicarakan tentang KEPASTIAN MASUK > > SORGA. Berbagai alasan dikemukan untuk menutupi ke-enggan-an manusia > > untuk berbicara tentang > > KEPASTIAN MASUK SORGA. Mungkin nanti ketika kelak ajal sudah di ujung > > hidung, maka manusia tergopoh-gopoh untuk memiliki KEPASTIAN MASUK > > SORGA. > > > > Kitab Suci tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada manusia. Agama > > juga tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada manusia. Nabi-Nabi > > juga tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada manusia. Hanya Tuhan > > Yesus Kristus yang memberikan janji KEPASTIAN Masuk Sorga kepada > > manusia. Barangsiapa yang MAU percaya MAU mengaku MAU menerima Tuhan > > Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi, maka orang itu > > memiliki KEPASTIAN MASUK SORGA. > > > > Mengapa harus TUHAN YESUS KRISTUS? Karena Kitab Suci, Agama, Para Nabi > > Tidak Pernah NAIK TINGGAL SELAMA-NYA DI SORGA. Tetapi TUHAN YESUS KRITUS > > telah NAIK DAN TINGGAL SELAMA-NYA DI DALAM SORGA. Tgl 21 Mei hari kamis > > 1998 atau tgl. 13 Mei hari kamis 1999 adalah peringatan kepada manusia > > bahwa TUHAN YESUS KRITUS telah NAIK DAN TINGGAL SELAMA-NYA DI DALAM > > SORGA. Dan barangsiapa yang telah menjadi PENGIKUT Yesus akan memiliki > > KEPASTIAN tinggal bersama-sama dimana YESUS tinggal yaitu di > > DALAM SORGA. > > > > Manusia harus bergegas untuk percaya mengaku menerima Tuhan Yesus > > Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi. Mengapa mesti > > menunda-nunda lagi jika manusia tidak memiliki pilihan lain untuk > > KEPASTIAN Masuk Sorga? Segeralah Percaya Mengaku Menerima Yesus, dan > > KEPASTIAN Masuk Sorga sudah ber-ada di tangan. Jangan tunda kesempatan > > ini. Para Pelaksana dan pengikut Khilafah akan sangat bahagia bila telah > > percaya mengaku menerima Yesus guna memiliki KEPASTIAN MASUK > > SORGA.Sekian Terima Kasih. > > ---------------------- > > > > ---------------------------------------------------------------- > > This MailingList is provided by Studi Khilafah Dalam Perspektif Qur'an & Sunah > > To Post a message : Send Mail to [EMAIL PROTECTED] > > To Unsubscribe : Send Mail to [EMAIL PROTECTED] with Subject: "UNSUBSCRIBE" > > ---------------------------------------------------------------- > > ------------------------------------------------------------------------ NextCard - the First, True Internet VISA: Get online account info, transfer balances and rates as low as 2.9% APR with no annual fee! Learn more at: http://offers.egroups.com/click/203/0 eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
