---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Ketika saya menulis tulisan ini, di Indonesia pasti subuh sedang riuh oleh gema azan. Malam takbiran semalam suntuk di penuhi oleh suara petasan. Dimana mana Takbir menggema, Para keluarga berkumpul, sebagian bergadang semalam suntuk. Sebagian tidur beristirahat untuk bangun pagi hari agar tidak terlambat sholat ieds di jalan raya di didepan mesjid, Ketika saya menulis sekarang ini, anak anak kecil ditanah air pasti sedang tertidur dalam senyum nya. Sebagian kecil akan berlebaran dengan baju dan sepatu baru. Sebagian besar harus memakai baju lama yang usang, karena orang tua mereka tidak sanggup membeli barang baru.Ribuan keluarga akan menikmati idul fitri dalam pesta pora.Keluarga yang elit ada yang ke Mekah berbondong bondong agar bisa lebih dekat dengan Kabbah dan Allah. Setelah dekat pada Tuhan , tidak lupa mereka akan mampir ke Paris, London dan Rome untuk melengkapi koleksi baju, sepatu dan perhiasan Istri, anak mereka yang kuliah di Boston jelas dibelikan mobil Ferrari lagi, Ketika saya menulis ini, Om Amir di Jakarta pasti wajahnya sedang berkerut, seperti lebaran tahun lalu lagi lagi dia gagal membuat keluarganya sebuah lebaran yang nyaman dan terhormat karena sebagai orang kecil bergaji kecil di perusahaan kecil , jelas dia harus maklum kalau lebaran kali ini dia tidak dapat pesangon lagi. Ketika saya break ke kamar mandi, Bu Meni di Karet tengsin pasti sudah bangun dan sibuk memasak ketupat lebaran.Dan ini adalah lebaran ke 7 dia tidak mengirim ketupat pada Ibu saya karena sahabat dekat nya ini sudah meninggal sekian lama. Keluarga polisi ini jelas juga akan berlebaran lebih sederhana. Untunglah anak sulungnya berhasil menjadi dokter. Cuma satu satunya itu kebanggaan bu Meni diantara tetangga di kemsekonya. Ketika saya mencuci piring di dapur, dan memasak nasi di rice cooker, Abang saya pasti masih tidur lelap di Jakarta, seperti kebiasaannya, dia tidak pernah perduli dengan segala atribut lebaran.Masa bodo dengan sholat Ied dan salam salaman. Dia akan bangun siang, dan mengetik di komputer, puasanya jelas batal 30 hari. Seperti puluhan ramadhan yang yg telah dia lalui. Ketika saya membuka pintu dan bersiap untuk memanaskan mobil, Keponakan saya yang cantik di Jakarta pasti sudah bangun, dia akan minum susu ( susu? Yess..uang kiriman oomnya membuat mereka masih bisa minum susu ) dan akan pergi berwudhu, sebentar lagi orang tuanya akan mengajak mereka sholat ieds di mesjid betawi atau ulu jami. Ketika saya bersiap mandi, saya ingat besok akan lebaran disini. Sebuah lebaran di tempat asing, Ketika saya menghirup sebentar udara diluar, saya menoleh kelangit barat. Saya tidak kenal siapa anda, saya juga tidak yakin saya punya dosa buat anda, begitu juga anda tidak berdosa terhadap saya. Tapi seperti sebuah tradisi yang tidak rugi untuk dinikmati, saya ingin juga mengucapkan: "Minal Aidin Walfaizin, semoga anda semua bisa merayakan sebuah lebaran yang nyaman, layak dan terhormat..." Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Jan 1999 jam 20:57:05 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
