----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Prof.Jeffrey Winters :
Oposisi Perlu Tradisikan Perjuangan Damai
Reporter : I. Ardiansyah
detikcom-Yogyakarta - Pengamat politik dari Northwestern University,
Chicago, AS, Prof. Jeffrey A. Winters menyarankan agar kalangan tokoh
oposisi terkemuka di Indonesia mentradisikan lagi perjuangan damai dalam
masyarakat.

Menurut Winters, Gus Dur, Megawati dan Amien Rais, perlu segera
meningggalkan pola-pola paternalisme dan elitisme untuk mendukung upaya
pentradisian kembali perjuangan damai dalam masyarakat. ''Inilah ujian
kepemimpinan yang sebenarnya bagi tokoh-tokoh yang suatu hari nanti mungkin
akan dihargai sebagai pahlawan,''ujarnya dalam diskusi dan peluncuran dua
buah bukunya Dosa Politik Orde Baru dan Power in Motion di University Center
UGM, Yogyakarta, Selasa sore (23/3).

Jeffrey menuturkan, salah satu tantangan terbesar dari sekian banyak masalah
yang dihadapi bangsa Indonesia adalah bagaimana mentradisikan kembali
perjuangan damai dalam kehidupan sosial-politik. Menurut dia, Indonesia
mendapat kesempatan besar untuk menunjukkan bahwa rezim Soehartolah, baik
dalam bentuk lama maupun barunya -dalam pemerintahan Habibie- yang
bertanggungjawab atas berbagai tindak kekerasan yang terjadi di berbagai
pelosok negeri ini.

Pihak oposisi, lanjut Winters, tidak cukup menjadikan demokrasi dan keadilan
sebagai simbol utama mereka. Mereka juga mesti mempopulerkan cara-cara
perjuangan damai sebagai metode yang sah untuk mendirikan pemerintahan yang
sah.

Winters menyatakan, bila kalangan oposisi mampu membangkitkan kembali
tradisi perjuangan damai rakyat, maka hal itu akan menjadi titik balik yang
penting dalam pergolakan di Indonesia, yang selama ini berlangsung di antara
elit, tanpa menghiraukan keberadaan rakyat. Menurut dia, selama ini kaum
elit Indonesia masih sering memprovokasi berbagai tindak kekerasan dalam
masyarakat demi kepentingan politik mereka.

''Kaum elit pro status-quo mengetahui cara-cara yang paling efektif untuk
melakukan hal tersebut,"kata Winters. Winters juga mengisyaratkan bahwa
seandainya Golkar menang dalam Pemilu Juni 1999 nanti, maka besar
kemungkinan investor asing tidak akan masuk ke Indonesia.

''Kemenangan Partai Golkar yang otomatis akan membawa Presiden B.J. Habibie
sebagai presiden kembali akan membuat investor asing dan domestik enggan
menanamkan modalnya kembali di Indonesia,'' ujarnya menjawab pertanyaan
peserta diskusi.

Masih dalam forum tanya jawab yang berlangsung hingga pukul 18.00 WIB,
Jeffrey juga menegaskan bahwa Kamis (25/03/1999) ia akan diperiksa di
Kejaksaan Agung berkaitan dengan data-data harta kekayaan mantan Presiden
Soeharto.''Saya dipanggil Jaksa Agung kemarin, dan saya akan datang hari
Kamis,'' ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, Mabes Polri juga memanggilnya sebagai tersangka, ''
Jadi, sebenarnya ini serius. Karena sekarang ini saya dianggap kriminal,''
katanya. ''Saya tidak tahu apakah saya boleh pulang pada Jumat (26/03/1999).
Yang saya tahu saya harus mengajar di Northwestern University hari Senin
depan.''

Hak Cipta ) detikcom Digital Life

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 10:27:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke