---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Rasyid Gondokusumo Siapa sebenarnya dibalik PUI (Partai Ummat islam) Partai gurem ini didirikan oleh sekelompok eks alumni HMI UI, yang dipimpin oleh Yudilherry cs. Kelompok ini dikalangan alumni HMI (KAHMI) kurang dapat diterima karena figur Yudilherry yang tidak jelas asal usulnya serta arahnya. Yudilherry adalah anak seorang tentara (dulu bertempat tinggal di Jalan Siliwangi - Jakarta), bekas Sekjen Dema UI yang terlibat peristiwa Malari tahun 1974. Semasa mahasiswa Yudilherry pernah beambisi untuk menjadi ketus PB HMI ,namun gagal. Kemudian segala kecurangannya dia berhasil menjadi ketua korps alumni HMI jakarta, dengan harapan suatu saat akan menjadi ketua korps alumni HMI nasional. Tapi karena tidak pernah mendapat dukungan dari HMI maupun Korps Alumni HMI maka ambisi Yudilherry tidak pernah tercapai untuk menjadi tokoh KAHMI nasional. Peran Yudilherry dalam PUI adalah otak sekaligus pelaksana harian, dan dia berhasil membujuk Deliar Noer dan HM Sanusi untuk menjadi pimpinan PUI. Dari mana Yudil mendapat dana? Yudilherry pernah mendapat dana dari Belanda untuk program kegiatan kemanusian yang untuk digunakan dikalangan kampus UI, tapi nyatanya uang tersebut digunakan Yudilherry pribadi untuk modal membiayai ambisinya menjadi ketua KAHMI Jakarta. Adik Yudilherry (Iing) adalah sendiri salah satu komisaris perusahaan yang dimiliki oleh Titik Prabowo, dan Yudilherry sendiri adalah salah satu direkturnya. Karena itu pembiayaan PUI jelas-jelas diperoleh dari Titik Prabowo. (keluarga Cendana). Sayangnya orang-orang tua seperti Deliar Noer (73 tahun ) dan HM Sanusi (78 tahun) karena terhambat karirnya selama masa pemerintahan Orba masih menyimpan keinginan untuk tampil. Padahal tanpa disadari oleh Deliar Noer dan HM Sanusi, PUI didirikan malah memperoleh dukungan finansial dari keluarga Cendana. Target utama PUI sebetulnya hanya untuk memecah belah pemilih dari kalangan ummat Islam, dengan cara untuk menggembosi PAN dan Amien Rais. Lihat saja dengan pernyataan-pernyataan Deliar Noer yang sekarang mulai menyerang Pak Amien dengan memanfaatkan momentum hanya dari ucapan ucapan Pak Amin Rais. Padahal pandangan Deliar Noer tidak ada mutunya lagi. Mungkin karena usianya yang menjelang senja. Yang penting Deliar Noer hanya menjalankan misi asal lain dengan Amin Rais. Seharusnya Deliar Noer sebagi tokoh senior ummat Islam, dapat berdialog dengan Pak Amin Rais, Tapi karena sudah terjebak oleh Yudilherry cs yang merupakan koordinator pendanaan PUI, maka secara tidak langsung maka pak Deliar Noer sekarang malah berkolusi dengan keluarga Cendana, Beliau kelihatannya sama sekali tidak punya arah, sayang sekali orang tua sekaliber Deliar Noer dimasa tuanya akhirnya hanya menjadi alat permainan kotor keluarga Cendana. Den Haag, 23 Maret 1999 Wassalam Rasyid Gondokusumo. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Mar 1999 jam 03:58:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
