----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Kemelut Perbankan, benang basah yang kusut.

Perbankan di Indonesia saat ini benar-2 dalam keadaan kemelut yang
sangat parah, ia seperi kumpalan benang basah yang kusut.. Lebih dari
dari 50 bank yang dibekukan, belasan lagi yang perlu direkap dan
sejumlah lagi di take over. Bank-2 yang tersisa yang sekarang
dikatagorikan dengan klassifikasi A , karena masalah kredit macet dan
negatif spread kalau diaudit kembali oleh international auditor
kemungkinan besar  sudah turun klas menjadi katagori B atau C yang
potensial untuk dilkuidir. Dikhawatirkan Bank akan menuju titik kematian
sehingga nantinya hanya  ada Bank milik Pemerintah dan bank
asing.Mudah-2an itu tidak terjadi.

Kalau dilihat penyebab dari kehancuran perbankan di Indonesia sebenarnya
selain masalah faktor external economy  juga tidak terlepas dari
internal factors akibat ulah sementara pemilik dan pengelola. Akibatnya
ratusan trilyun uang negara menjadi korban, sebagai akibat dari
likuidasi dan rekapitalisasi. Anehnya pelanggaran hukum yang menyebabkan
kerugian tersebut tidak mendapat penyelesaian, misalnya penyalahgunaan
kasus BLBI . Dari kasus BLBI tiga Mantan  Direksi sudah menjadi
tersangka demikian juga beberapa pemilik Bank sudah dipanggil tetapi
hasilnya dalam proses hukum lebih lanjut tidak ada.

Demikian juga kasus valas BANK EXIM yang menggegerkan seluruh dunia
perbankan yang merugikan negara secara efektif sebesar Rp 20 triyun
sampai saat ini tidak kabar berita proses lanjutannya walaupun sudah dua
orang pejabat yang dinyatakan tersangka. Kasus sebesar tersebut yang
melanggar aturan Bank Indonesia, yang tidak wajar dilakukan oleh seorang
bankier, menyangkut traksaksi dalam waktu singkat dan besarnya tranksasi
menurut beberapa praktisi perbankan sangat mustahil  dilakukan hanya
oleh dua orang tersangka saja. Jangan-2 kedua orang tersebut hanyalah
merupakan pion dari suatu konspirasi yang lebih besar, menggelar kasus
ini dipengadilan merupakan jalan keluar yang sebaik baiknya untuk
melihat siapa pelaku dibalik hal tersebut.

Belum lagi kasus diproses, terdapat pula berita kredit macet Bank calon
BANK Mandiri akan diserahkan ke AMU, jumlah ratusan trilyun rupiah,
disini kalau mau diverifikasi sebenarnya dapat terungkap suatu misteri
yang sangat mengerikan dari perilaku bankier dalam mempermainkan uang
negara. Dengan dalih restrukturasi kredit banyak debitur menjadapat
keringanan yang sangat rendah sampai pembenanan tingkat suku yang
terendah didunia , sekitar 2 % pertahun. Belum lagi pemberian kredit
yang tidak berdasarkan penilaian yang wajar tetapi lebih banyak atas
pertimbangan KKN.  Benar-2 Perbankan merupakan benang basah yang kusut
yang harus diselesaikan secara hukum dari sekarang (walaupun
terlambat),kerugian ratusan trilyunan rupiah sudah didepan mata masak
tidak tergerak untuk segera menyelesaikannya secara hukum  atau
diserahkan kepada pemerintahan baru?

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Mar 1999 jam 04:59:39 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke