----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Warga Madura Akan Kembali Ke Asal

Jakarta, (26/03/99)

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Aspar Aswin mengatakan, tak bisa
berbuat banyak jika masyarakat Kalimantan Barat menolak kehadiran warga
Madura di wilayahnya. Namun, Aspar berjanji akan melakukan pendekatan
agar keberadaan warga Madura dapat diterima masyarakat Kalbar.  Tapi
saya tidak mengharapkan mereka dikembalikan ke Madura, mereka kan sudah
menjadi penduduk Kalbar , tandas Aspar di Gedung DPR-RI, Jum at (26/03).
Jika masyarakat ternyata tetap bersikeras, Aspar berjanji akan
merelokasikan warga Madura ke wilayah lainnya, meski dia belum
menentukan dimana lokasinya.

Namun, Aspar mengaku optimis warga Madura akan diterima kembali asalkan
pemerintah daerah, DPRD, Parpol, beserta para pemuka adat dan agama
melakukan pendekatan bersama-sama ke kedua warga yang bertikai ini.
Tuntutan dari masyarakat Kalbar selama ini untuk memulangkan warga
Madura ke daerah asalnya ditanggapi Aspar sebagai luapan emosi warganya
yang belum stabil.   Kondisi emosi masyakat kan masih panas,  belum
cooling down, jadi masih sulit , ujarnya.

Saat ini, kata Aspar, masyarakat Kalbar lainnya sudah siap menerima
kembali warga Madura, kecuali wilayah Sambas. Aspar mengakui untuk
mengembalikan kondisi sosial kemasyarakatan Kalbar memerlukan waktu yang
cukup panjang, namun ia mentargetkan sebelum pemilu nanti, masalah ini
sudah akan selesai.   Ini kewajiban pemerintah maupun aparat penegak
hukum untuk melindungi hak setiap penduduk yang tinggal disana , ucapnya
tegas.

Akar persoalan kerusuhan yang menyebar ini menurut Aspar karena tingkah
laku warga pendatang Madura yang tidak mengerti adat penduduk asli.
Kemudian rasa jengkel, dan emosi yang lama terpendam terhadap warga
Madura yang tidak pernah dicarikan akar masalahnya inilah, maka
perkelahian pribadi akhirnya meluas menjadi antar kelompok suku.

Ia menyangkal adanya provokator yang menyulut kerusuhan ini, namun tak
menyangkan jika adanya warga masyarakat yang memanas-manasi untuk
mengusir warga Madura dari Kalbar.  Tapi, saya sekarang belum menemukan
siapa orangnya , katanya.

Sementara menunggu penyelesaian dari masing-masing pihak beserta
pemerintah, kepala adat dan tokoh agama, para pengungsi Madura
dipindahkan pemda ke tempat yang lebih aman.
Menurut Aspar, sampai saat ini jumlah seluruh pengungi sebanyak 27 ribu
orang, dan korban meninggal dunia sebanyak 176 orang. Untuk mencegah
korban yang lebih banyak, Aspar meminta masyarakat Kalbar untuk
menenangkan diri, dan tidak terpancing melakukan pengrusakan.   Sekarang
tenang dulu, agar kita bisa bicarakan sama-sama solusinya , ucap dia.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Mar 1999 jam 05:02:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke