---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Ada yang mengkhawatirkan pada generasi muda di Indonesia. Juga pada para wong cilik yang bermiskinan dan bertebaran di pelosok negara kita. Melihat cara cara berkampanye setiap pemilu, Ketika ribuan anak muda bercampur dengan manusia manusia miskin kecil, yang memakai atribut partai idolanya,mengenakan kaus atau mencat wajahnya dengan warna partai, mengibarkan bendera seperti serdadu militan dan dengan gagah tidak mengenal lelah dibawah jemuran matahari Indonesia yang terik menyengat meneriakan " Hidup Golkar" atau "Hidup PDI" atau "Hidup PAN" atau "Hidup PKB " sambil tidak lupa melantunkan nama pemimpin partai yang diteriakan menggema ke udara penuh debu dan polusi ,mengalahi suara Azan yang memanggil orang untuk menyembah Tuhan. Manusia adalah mahluk yang rasional, jika anda berdiri dan melihat langsung ribuan manusia yang histeris dan siap berjibaku dalam setiap rapat rapat akbar para partai di stasiun sepak bola tanpa ikut terlibat didalamnya, anda akan sampai pada satu kesimpulan baru, Pertama manusia selalu membutuhkan idola dan figur,jauh didasar hati setiap orang, kita sebenarnya adalah anak kecil yang terus melolong lolong dahaga oleh tokoh tokoh heroik, haus akan bimbingan sang Bapak atau Ibu atau para pahlawan yang heroik. Kedua, ketika emosi pemberhalaan tidak bisa didapatkan dari orang tua sendiri di rumah karena mereka tidak nampak cukup cerdas atau punya kemampuan merubah keadaan, manusia cenderung mempercayai mitos dalam cerita cerita kepahlawanan. Baik dari buku buk sejarah, atau cerita cerita agama. Ketiga, dalam setiap orang selalu terdapat egosentris dan inferior complex yang berlebihan. Begitu melihat seorang tokoh yg dianggap cerdas, pintar dan kharismatik dan pandai berpidato sedikit, tiba tiba diri kita kehilangan diri sendiri, lenyap dan merasa rendah. Hilang daya kritis dan semangat menyembahpun mucul ke permukaan. Ya keminderan itu bercampur dengan emosi yg ego karena selalu disertai bayangan bahwa dgn dukungan seluruh jiwa pada sang tokoh , kita mengharapkan bisa turut serta mengukir sejarah. Manusia adalah mahluk yang rasional, tapi menjadi irasional ketika mereka mulai ketagihan pada instink heroisme atau memakai Heroin. Militansi, Fundamentalise, Extrimisme, Radikalisme, selalu membutuhkan figur dan memuja figur secara berlebihan. Didalam otak manusia seperti ini, Heroisme lebih penting dari apapun,sifat altruisme yang tidak logis ini sebenarnya adalah manifestasi dari ketidak percayaan diri yang over dosis yang mengakibatkan impotensi daya kritis. Pamuja hero yang militan adalah seperti para pemakai heroin. Ada kesamaan pencarian yang linear.Mereka adalah sekelompok manusia impotent yang merindukan orgasme dengan memakai medium atau alat alat yang bisa membawa diri mereka ke awang awang, mereka tidak perduli dengan resiko, seperti serdadu Nazi pada Hitler, orang Taliban pada Osama bin Laden,prajurit ABRI pada sang Pangab, Islam ekremist pada ide " Bumi yang seluruhnya Islam ", Pada penyembah Adi Sasono di KISDI,rombongan umat Islam di NU yang nggih nggih pada Abdurahman Wahid. atau orang orang Jogja yang sungkem sunkem pada Hamengkubowono. Atau simpatisan PAN yang merasa intelek dengan masturbasi memikirkan Amien Rais for the President. Dan ribuan orang yang anda saksikan dalam rabat akbar, adalah pecandu heroin dalam cara yang lain.Dan inilah yang sangat mengkawatirkan... Kita perlu oposisi yang kuat, bukan cuma sekedar menjadi oposisi lemah gemulai. Bila cara cara berpikir militan yang didahulukan, pemberhalaan tanpa batas,pengkultusan yang tanpa pamrih yang lebih mendominan, maka tidak perlu seorang visionary untuk menebak masa depan Indonesia yang pasti akan semakin temaram. Kita mesti terbebas dari candu candu heroin yang memabukan seperti ini.Orang di PAN misalnya harus belajar berani argumentasi dengan Amien Rais, orang di PDI mesti punya keberanian untuk menentang Mega bila dianggap omongannya atau sikapnya tidak konsisten.Dan para santri di PKB itu masya Allah, mengapa terus menerus memberhalakan Gus Dur? Bangsa Indonesia menjadi demikian bodoh dan biadab adalah karena militansi partai, sukuisme, dan agama. Bangsa Indonesia menjadi cupet lantaran heroisme yang ditebarkan dalam pendidikan nasional disekolah sekolah, pada Panca Sila dan Nasionalisme picik yang dijalani oleh kementrian propaganda orde baru yang bernama Departemen Penerangan dan P&K beserta halusinasi masal ala klopencapir yang ditebarkan dengan penataran penataran. Bila Goebels versi Indonesia jaman orde baru adalah Harmoko, maka jaman pra pencerahan sekarang ini terdapat Goebels ala Adi Sasono, Sumargono, Qadir Jaelani Akbar Tanjung, Baramuli , Theo Syafei,Fortuna Anwar bahkan Matori serta Amien Rais sendiri. Sudah waktunya kita berhenti memakai heroin dan sunkem sunkem pada sang Hero.. Sudah cukup kita mengangkat 2 Hitler ( Sukarno dan Suharto ) dan 1 Pemain srimulat yang tidak lucu dan berwatak ( Habibie) sebagai pemimpin. Please jangan ciptakan Diktator baru dengan memuja muja dan membaktikan diri secara total pada Amien Rais, Mega, Gus Dur atau si raja jawa bloon, Hamengkubowono. Kita perlu oposisi. dan oposisi bisa dimulai melalui orang orang yang mengaku mempunyai semangat reformasi, Kita harus beroposisi, karena cuma dengan oposisi, kita sanggup menghentikan ke diktaturan. Pembodohan masal dan kesewenang wenangan sebuah rejim. Kita mesti punya sikap oposan dan kritis. Dan itu bisa dimulai dari anda sendiri. Berhentilah menokohkan tokoh tokoh Idola anda secara berlebihan. Karena tanpa sikap kritis, Kita sebenarnya sedang menciptakan sebuah rejim totaliter baru yang akan menenggelamkan masa depan Indonesia pada palung yang lebih dalam... Entah atas nama Nasionalisme atau Agamaisme,atau etos Satrio Paninggit yang sedang ditunggu tunggu orang Jawa... Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Mar 1999 jam 17:44:16 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
