----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Langit yang mendung, tidak berhasil menghentikan
niat saya untuk memancing hari ini, tekad saya untuk
memancing semata mata cuma  karena saya ingin mempunyai
hobby baru selain sudah terlalu sumpek membaca buku,
atau bergelap gelapan dalam bioskop menikmati film setiap
minggu.

Istri saya menyiapkan makanan piknik,beserta soda dingin
dan blanket . Saya membeli alat pancing di Bass Pro super
store, toko perlengkapan outdoor terbesar di dunia di south
Campbell, 21 dollar untuk pancingan, 11 dollar untuk fishing
permit yang berlaku selama satu tahun.

Di Gelena, kota molekul di sebelah tenggara Nixa, kami
berhenti ditepian James river . Istri saya menebarkan
blanket dan mengeluarkan makanan kecil, saya bergegas
pergi ke sisi sungai dan langsung menceburkan kail.

Hari tetap mendung, kata orang overcast day seperti
ini adalah saat terbaik untuk mendapatkan ikan.
Sambil menikmati arus sungai yang airnya transparan
tidak heran kalau saya bermimpi untuk menyantap
fried fish di dinner nanti, Beberapa ikan jumpalitan
menimbulkan riak riak air, dan saya menunggu
dengan kesabaran Paswalpres galak  yang berdiri bagai
patung di depan Istana merdeka dan hobby membentak
pejalan kaki yang salah menyisir jalan.

Melihat trout yang berseliweran tanpa menyentuh umpan,
saya mencoba mengganti umpan plastick worm itu
dengan worm yang lain, saya ceburkan kembali,
dan saya menunggu kembali..

Hampir satu jam saya bulak balik menceburkan
dan menunggu umpan termakan ikan,

Satu jam pun lewat, jam kedua bahkan pelampung
di ujung kail seperti tidak bergerak. Maka kesabaran saya
pun mulai hilang. Sekejab saya membenci olah raga
yang menghabiskan waktu ini. Saya membayangkan
dengan 32 dollar, sebenarnya saya bisa membeli
setumpuk fried fish di Captain Dee atau mengolah
sendiri ikan mentah yg bisa didapatkan dari
supermarket dengan mudah.

Sesuatu yang aneh terjadi, kedongkolan saya
pada sang Ikan yang tidak terjebak dengan segala
umpan di pancingan, mengingatkan saya pada orang Aceh...

Saya merasa seperti Habibie yang sedang
berkunjung ke Aceh, yang sedang berlagak baik
dan siap memberi janji janji baru, dari apology,
sampai mencoba mengerti dan mengangkat anak
anak anak yatim korban DOM, sampai berjanji
membangun lapangan terbang sampai pelabuhan
di pesisir Aceh.

Saya adalah Habibie yang sedang memancing
Aceh, dan janji janji muluk itu adalah plastik worm
atau live worm , umpan hidup yang saya siapkan
untuk Ikan ikan Aceh yang selama ini sudah sering
di dinamit para tukang pancing ilegal, atau di racun
para birokrat yang kemaruk.

Saya terus berpikiran demikian sampai seorang
Officer dari convervation agent yang sedang mengadakan
sidak memeriksa license para pemancing keluar dari
Jeepnya yg berhenti dipinggiran sungai
menegur saya dan menanyakan " are there
any biting ?"  saya menggeleng tanpa perasaan getir.
Dia lalu menanyakan license , dan saya mengeluarkan
nya sambil kembali memikirkan Aceh.

Aceh, jangan mau dikelabui oleh janji janji,
Aceh jangan mau termakan oleh makanan yang
kelihatannya nampak lezat.

Ingat, bujuk rayu dan segala gombal untuk
mengangkat anak dan bla bla lainnya tidak akan
pernah membuat Aceh bertambah baik.

Ingat , Bahwa  sejak dulu Aceh selalu dikhianati
oleh pemerintah pusat, di kentuti, ditindas dan
dirampok kekayaan alamnya.

Satu satunya cara agar Aceh bisa makmur dan kaya
adalah memisahkan diri dari Republik. segeralah
memberi pendidikan bagi orang orang aceh
pengetahuan baru, bahwa Republik Aceh yang
berdiri sendiri adalah yang terbaik bagi bangsa
Aceh.

Sang Officer berlalu dan mengucapkan " Good
Luck ", Saya berkemas lalu beranjak mendatangi
Istri yang sedang membaca koran , setelah menyedu
soda dingin, saya ajak dia untuk segera pulang

Istri saya bertanya " Sudah menyerah ? "
Saya menganggukan kepala tapi tanpa ada
perasaan kecewa. Entah kenapa timbul rasa
senang saya ketika mempersamakan orang Aceh
dengan Ikan di James River yang tidak gampang
dirayu dan di umpan dengan segala cacing cacing .

Bererapa pemancing yang nampak profesional
dengan segala peralatan di ujung sana juga kelihatan
menyerah, mereka berkemas pulang.

Aceh, jangan mau termakan jebakan.
Karena begitu kalian memakan umpan.

Nasib kalian akan berakhir di penggorengan...


Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 29 Mar 1999 jam 07:33:40 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke