---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PARTAI-PARTAI CENDANA USULKAN POSKO PDI PERJUANGAN DIBUBARKAN JAKARTA (SiaR, 31/3/99) -- Gerilya untuk menggembosi partai-partai oposan terus dilakukan oleh para pendukung status-quo. Sejumlah partai-partai gurem yang didanai Ibnu Hartomo, kerabat Keluarga Cendana, Selasa (30/3) mendesak Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rudini untuk mengeluarkan aturan yang membubarkan keberadaan posko-posko partai besar seperti milik PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rudini menyetujui usulan tersebut dan dalam waktu dekat akan mengelu- arkan aturan mengenai keberadaan posko-posko tersebut. Partai-partai bentukan keluarga Cendana yang memprotes keberadaan posko-posko tersebut antara lain Partai Bulan Bintang (PBB) melalui Ketua DPP Hartono Mardjono SH, dan Sekjen DPP Partai Indonesia Baru (PIB) Soekarno Tomo. Argumentasi yang dilontarkan kedua pimpinan partai tersebut, bahwa keberadaan posko-posko parpol itu menimbulkan kesemrawutan kota, kotor, dan berpotensi menimbulkan ketegangan, bahkan keributan atau bentrokan antarparpol. Begitu gencarnya para pendukung status quo tersebut menggerilya kehadiran posko-posko partai tersebut, sehingga partai-partai gurem bentukan keluarga Cendana tersebut meminta Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso untuk menertibkan posko-posko partai di wilayah Jabotabek. Gubernur Sutiyoso sendiri menolak permintaan tersebut, dan menyerahkan masalah tersebut sepenuhnya kepada partai-partai dimana posko-posko mereka didirikan. Terhadap usulan penertiban dan pembubaran posko-posko milik PDI Perjuangan tersebut, Soetardjo Soerjogoeritno, salah seorang Ketua DPP PDI Perjuangan menyatakan, usulan tersebut sebagai tidak realistis dan tidak memahami realitas obyektif dukungan masyarakat terhadap partainya. "Jangan meng-underestimate dan menganggap rakyat bodoh dong. Kehadiran posko-posko ini berbeda dengan kuningisasi-nya Golkar dulu. Kalau kuningisasi itu kan modelnya top-down, sedangkan berdirinya posko-posko itu modelnya bottom-up. Itu prakarsa dan inisiatif rakyat sendiri. Itu kan bentuk kesadaran politik yang murni, tidak seperti di masanya Golkar berkuasa dulu" ujarnya. Ia sendiri merasa heran, kenapa tiba-tiba banyak pihak bicara soal kesemrawutan sekarang ini, padahal dulu tak ada suara yang nyaring menentang kuningisasi dengan logika serupa terhadap kehadiran posko-posko PDI Perjuangan. Soetardjo menambahkan, sekarang ini ada kecenderungan partai-partai gurem memanfaatkan keberadaan KPU untuk memaksakan kehendaknya yang tidak proporsional dan tidak demokratis terhadap lawan-lawan politiknya. "Rudini mesti hati-hati terhadap hal-hal seperti itu. Mereka koq jadi otoriter, dan mau memaksakan kehendaknya," tegasnya. Menurut pantauan SiaR di wilayah Jabotabek sendiri banyak warga masyarakat merasa terlindungi dengan kehadiran posko-posko PDI Perjuangan tersebut, karena ternyata posko-posko tersebut kehadirannya diperuntukkan sebagai sarana kamtibmas. Cholid, seorang pengurus Posko PDI Perjuangan di kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara menyatakan, telah ada kesepakatan antara pengurus posko dan warga masyarakat yang menghendaki posko tersebut agar dipergunakan juga untuk menjaga lingkungan seandainya terjadi kerusuhan besar. "Warga secara sukarela menyumbang sejumlah uang agar posko-posko itu berdiri. Kalau ada usulan dari partai lain untuk dibubarkan, silahkan bubarkan sendiri. Mereka akan berhadapan dengan warga yang justru merasa terlindungi dengan kehadiran posko-posko itu," tegasnya. Dalam beberapa peristiwa kerusuhan seperti di Kebumen, Pemalang, Brebes, dan Karawang beberapa waktu lalu, ternyata kehadiran posko-posko PDI Perjuangan itu justru melahirkan dampak yang positif. Satgas-satgas dan anggota PDI Perjuangan yang sedang piket di posko-posko tersebut segera mengambil inisiatif untuk mengambil tindakan persuasif menenangkan massa perusuh agar tidak melakukan berbagai tindakan yang destruktif dan anarkis sifatnya. Di Karawang misalnya, Gereja Imanuel di Jalan Tuparev yang telah dikepung dan siap dibakar massa perusuh, urung dibakar setelah para satgas dan anggota PDI Perjuangan yang berasal dari posko sekitar 100 meter dari gereja, melakukan persuasi terhadap massa perusuh. Sedangkan aparat keamanan sendiri, seperti diungkapkan sejumlah saksi mata, sudah tak mampu menenangkan massa yang beringas. Demikian juga dalam kasus kerusuhan di Kebumen, sejumlah rumah ibadah dan toko-toko urung dijarah dan dirusak massa setelah para satgas dan anggota PDI Perjuangan yang berasal dari posko-posko setempat menjaganya. Pengamat politik UGM Cornelis Lay ketika dihubungi SiaR, hanya tertawa mendengar usulan pembubaran posko-posko tersebut. Menurut dia, itu manifestasi bentuk kecemburuan dari partai-partai gurem, dan tak ada hubungannya dengan ketegangan antarparpol, apalagi menjurus ke bentrok fisik segala. "Lha, dalam berbagai kesempatan kehadiran posko itu malah berdampak positif. Kemarin bentrokan massa PKB dan PPP di Magelang malah didamaikan oleh massa PDI Perjuangan yang bermarkas di posko-posko didekat lokasi bentrokan tersebut," ujarnya. Menurutnya, hingga sekarang belum ada bukti-bukti atau laporan masyarakat yang menyebutkan kehadiran posko-posko tersebut telah membawa dampak merugikan mereka, apalagi sebagai sarang kriminalitas segala. Ia bahkan menyebut, praktik premanisme yang dilembagakan oleh salah satu ormas kepemudaan onderbouw-nya Partai Golkar justru lebih konkrit untuk dipersoalkan, daripada mempersoalkan kehadiran posko-posko PDI Perjuangan tersebut. "Lagi pula mengawasi praktik-praktik money politics parpol tertentu lebih mendesak, daripada meributkan posko-posko. Ada-ada saja," katanya lagi.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 31 Mar 1999 jam 11:21:10 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
