---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- From: Nouva MAHASISWA IKIP MANADO TOLAK BARAMULI MASUK KAMPUS APA PERSEKONGKOLAN TURANG-BARAMULI? Wisuda IKIP Manado pada hari Selasa, 30 Maret 1999 ditinggalkan oleh Sang Rektor Prof. Jan Turang bersama Ketua DPA Baramuli, Sang Pelindungnya, lewat pintu belakang gedung serbaguna IKIP Manado; suatu peristiwa yang hampir jarang terjadi dalam dunia akademik dengan status Sidang Senat Terbuka, dan pertama kali terjadi di Manado. Tak tahan melihat spanduk-spanduk yang ditebarkan di sekitar gedung pertemuan serta bertuliskan slogan-slogan yang berintikan penolakkan kehadiran Baramuli di IKIP Manado serta dengungan kejengkelan para wisudawan, Baramuli memutuskan untuk tidak berlama-lama berhadapan dengan warga IKIP Manado. Yang paling menarik adalah terjadinya penghadangan kendaraan yang ditumpangi Baramuli tepatnya di depan pintu gerbang masuk kampus di Tondano. Di tempat itu sekelompok mahasiswa yang mencurigai kendaraan yang dinaiki beliau langsung ditahan walaupun dikawal oleh mobil petugas keamanan. Sementara sebagian mahasiswa menebarkan spanduk yang bertuliskan "Mahasiswa IKIP Manado Tolak Baramuli Masuk Kampus IKIP Manado", dan "Baramuli No - Juwono Yes", ada yang justru bergantungan di bagian depan mobil. Pintu pagarpun ditahan tertutup, dan terjadi tarik menarik antara mahasiswa dan petugas. Lebih dari itu, pada waktu Baramuli dan rombongan memasuki lokasi wisuda, dia disambut oleh beberapa kelompok mahasiswa lainnya juga dengan spanduk-spanduk, sambil meneriakkan yel-yel kejengkelan di depan mahasiswa dan orangtua serta undangan lainnya. Suasana memalukan ini muncul akibat kecurigaan warga IKIP Manado akan konspirasi Turang dan Baramuli dalam pencalonan rektor untuk periode 4 tahun mendatang. Turang yang tidak dipercaya lagi dan masih mengantongi status 'tersangka' dalam 68 kasus KKN masih berupaya dengan segala cara walau harus menggantungkan nasib pada Ketua DPA, bukan lagi DEPDIKBUD, mencoba membuktikan diri masih diperhitungkan dalam pencalonan rektor, yang baginya adalah periode ke 2. Memang kontradiktif, di DEPDIKBUD beliau bukan lagi calon, bahkan sudah didiskualifikasi, namun mengapa di DPA beliau justru didukung. Bukankah ini melompati pagar, dan memasuki kapling orang lain? Masihkah sosok yang kotor namun bertopengkan tokoh agama dan tokoh masyarakat ini dipertahankah? Barangkali, persekongkolan antara Turang dan Baramuli menjadi jawabannya, padahal yang sempat disimak DEPDIKBUD telah dengan matang menggodok nama calon Rektor IKIP Manado pada periode 1999 - 2003. Bukankah ini departemen yang berwenang untuk hal itu? Ataukah Turang tidak lagi dipercaya oleh DEPDIKBUD? Dunia pendidikan di Sulawesi Utara akan bobrok sampai ke titik beku terendah, seandainya Jan Turang akan menjadi rektor IKIP Manado untuk periode mendatang. Pengalaman kepemimpinannya pada periode yang lalu yang telah merebut sekitar 6 miliar Rupiah sesuai tuntutan telah membuktikan bahwa IKIP Manado hancur dalam berbagai sisi, akademik, administratif, dan lebih lagi mentalitas guru dan calon guru. Ke manakah IKIP Manado akan diantar oleh Turang dan Baramuli? Yang pasti, lembaga ini bukanlah perusahaan tempat menggali keuntungan bagi kedua sosok yang tidak laik untuk masa reformasi. Yang satu meraut keuntungan material dengan dalil politik lewat partai berwarna kuning, yang lain berkoak-koak dengan ambisi pribadi. Trik-trik politis untuk memberi kesan kepercayaan pejabat tinggi terhadap Rektor dan suguhan semu dukungan masyarakat bagi GOLKAR nampaknya makin membuat partai ini terpuruk dan ditinggalkan, karena justru figur Turang yang bobrok akibat kelicikan dan kelihaiannya yang penuh dusta. Contohnya masyarakat di beberapa desa wilayah kampanye Sang Rektor pada musim kampanye yang lalu justru sedang mengejar-ngejar beliau yang membohongi mereka. Kalau figur ini masih dipakai oleh GOLKAR, barang kali partai ini harus menerima kekalahan fatal di SULUT; dan Baramuli janganlah sampai keliru menilai keadaan. Sebaiknya Baramuli mengambil posisi sebagai Ketua DPA dan jangan mencampur aduk politik dan akademik. Turang jangan lagi menjadi Rektor walau Ketua DPA membacking dan membuka jalan baginya. Turang jangan lagi menjadi pijakan bagi kemenangan GOLKAR, karena beliau akan menjerumuskan partai ini. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Apr 1999 jam 04:53:54 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
