---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk MASYARAKAT LAUTEM RAYAKAN PASKAH DALAM SUASANA MENCEKAM DILI (MateBEAN, 3/4/99) Akibat suhu politik Timtim yang tak menentu, kini rakyat Timor Lorosae hidup dalam suasana ketakutan dan kecemasan. Memasuki hari raya Paskah 1999 pun mereka rayakan dalam suasana yang mencekam. Pasalnya, di semua pelosok Timtim para politikus tengah melakukan kampanye politik dengan menggunakan aksi teror dan intimidasi. Rakyat yang menentang akan menerima risikonya mati atau hidup. Di Lospalos, misalnya, setiap kampanye elit politik selalu membawa massa bersenjata. "Kalian harus dukung integrasi dan otonomi dengan Indonesia. Jika ada rakyat yang menolak maka kalian tidak selamat. Kami babat dengan senjata. Pilih merdeka itu mau makan apa. Kalian tidak bisa buat jarum jahit, tapi mau merdeka," kata Bupati Lautem Edmundo Conceicao e Silva kepada masyarakat di Desa Com, Kecamatan Lautem pekan lalu. Ungkapan orang nomor satu di wilayah Lospalos (Lautem) itu tentu membingunkan rakyatnya. Sebab tawaran dukung integrasi/otonomi itu terkesan dipaksa. Bahkan rakyat Lautem diteror dan diintimidasi sehingga rakyat pun menjadi bimbang untuk menentukan pilihannya. "Seharusnya sebagai seorang pimpinan daerah jangan bersikap demikian. Berikan kebebasan kepada rakyat untuk memilih. Bukan dengan cara teror dan intimidasi," kata Krizanto Monteiro, warga Desa Com, Kecamatan Lautem. Krizanto yang tergabung dalam Dewan Mini Solidaritas Lautem itu, menegaskan, "Jika pimpinan daerah Lautem tidak mampu memimpin rakyat Lospalos maka lebik baik mengundurkan diri. Masih banyak orang Lautem yang lebih mampu memimpin rakyat Lospalos. Masa seorang bupati ikut teror dan intimidasi rakyatnya." Menurutnya, rakyat Lautem kini hidup dalam suasana mencekam karena tim Alfa dan organisasi paramiliter pimpinan Bupati Edmundo kini sedang melakukan kampanye integrasi/otonomi a la Indonesia kepada rakyatnya. "Sejak 10 Maret hingga kemarin, Bupati Edmundo dengan Tim Alfa melakukan teror dan intimidasi terhadap rakyat Lautem. Kebebasan hidup dan pilihan rakyat diisolasi semua. Kini rakyat Lautem dipaksa untuk memilih integrasi dan otonomi dengan Indonesia. Jika rakyat menolak integrasi dan otonomi maka resikonya adalah mati," jelas Krizanto serius. Dia mengimbau agar rakyat Lautem tetap tenang menghadapi ancamana teror dan intimidasi tim Alfa yang terkesan memaksakan kehendaknya itu. "Jangan panik. Hadapilah ancaman teror dan intimidasi tim Alfa dengan tenang. Terutama rakyat di Desa Com, Lautem. Ini lah risiko dari sebuah perjuangan. Kita harus hadapi semuanya dengan hati yang tegar tanpa ketakutan," tambahnya.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Apr 1999 jam 10:40:31 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
