---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Monday 05 April 1999 19:50 UTC ** PENDAFTARAN PEMILU DIBUKA ** KERUSUHAN SEPEKAN DI MALUKU RENGGUT 55 NYAWA ** PERTEMUAN TAHUNAN CINA - ASEAN ** OPERASI TERBESAR NATO DI YUGOSLAVIA ** TOPIK GEMA WARTA: KELOMPOK PRO INTEGRASI DAN INDIPENDEN BENTROK DI TIMTIM * PENDAFTARAN PEMILU DIBUKA. Pendaftaran Pemilu dimulai. Pemilu mendatang merupakan ujian demokrasi pertama bagi Indonesia sejak empat dasa warsa. Dalam harian Jakarta Post, ketua Komisi Pemilu KPU Rudini, menyerukan masyarakat agar mendaftarkan diri sebagai pemilih. Pendaftaran pemilu ditutup tanggal 4 Mei mendatang. Pesta demokrasi 7 Juni mendatang menentukan 500 anggota baru DPR sekaligus merupakan pemilu pertama sejak Suharto turun Mei tahun lalu. Di masa kekuasaannya, Suharto memerintah dengan tangan besi dan pemilu selalu dimenangkan Golkar. Di samping itu Suharto hanya memperbolehkan dua partai oposisi saja. Presiden Habibie mengakhiri pola tiga partai tersebut. Pemilu mendatang diikuti 48 partai. Pada pemilu 97 silam, terhitung sekitar 124 juta elektor. Mereka yang berhak memberikan suara yaitu yang berusia diatas 17 tahun atau mereka yang telah menikah. * KERUSUHAN SEPEKAN DI MALUKU RENGGUT 55 NYAWA. Jumlah korban tewas akibat kerusuhan Sara di Maluku mencapai 55 orang. Di pulau Larat ditemukan 20 mayat hangus terbakar bersama rumah mereka. Sebelumnya di kepulauan Kei juga pecah pertikaian antara penganut Islam dan Kristen, mereka antara lain bersenjatakan parang dan tombak. Hari Senin ini situasi di Maluku dilaporkan mulai tenang kembali. Sementara itu di Timor Timur dilaporkan juga terjadi bentrokan antara kelompok pro-dan kontra kemerdekaan propinsi Tim-Tim. Bentrokan terjadi di desa Liquisa, 30 kilometer dari Ibukota Dili. Menurut saksi mata, kerusuhan mengakibatkan tujuh orang mengalami luka tembak dan tusuk. * PERTEMUAN TAHUNAN CINA - ASEAN. Di kota Kunming Cina berlangsung pertemuan tahunan antara Cina dengan ASEAN. Mereka dijadwalkan akan membahas kerjasama ekonomi yang lebih luas dan krisis pasar modal Asia. Sejumlah pengamat menduga Cina dan ASEAN juga akan membicarakan perihal kepulauan Spratly. Beberapa negara menyatakan memiliki kedaulatan atas kepulauan yang startegis dan diduga kaya minyak tersebut. Di Hanoi negara-negara yang bersangkutan, tahun silam telah mencapai sebuah rancangan kesepakatan mematuhi Piagam Perairan Internasional. * DUA WARGA LIBYA TERTUDUH PEMBOM LOCKERBIE DALAM PERJALANAN MENUJU BELANDA. Dua warga Libya yang dituduh melakukan aksi pemboman pesawat Pan-Am di Lockerbie tahun 1988, kini berada dalam perjalanan menuju Belanda. Senin pagi Tripoli menyerahkan kedua tersangka kepada PBB. Beberapa jam lagi kedua warga Libya diharapkan akan mendarat di Bandara Rotterdam Belanda. Mereka akan diadili di Belanda oleh hakim dan hukum Schotlandia. Peledakan pesawat Pan-Am tahun 1988 tersebut menewaskan 270 orang. * PESAWAT AMERIKA DAN INGGRIS KEMBALI SERANGAN IRAK. Pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat dan Inggris kembali menyerang sasaran-sasaran di Irak Selatan. Mereka menembaki sebuah instalasi rudal dan dua pusat komunikasi. Menurut Kementrian Pertahanan Amerika serangan ini merupakan sanksi terhadap pelanggaran pesawat Irak, di kawasan larangan terbang atau No-Fly-Zone di Irak Selatan. Seorang juru bicara militer Irak melaporkan seorang korban cedera akibat aksi tersebut. * PEMBERONTAK ALJAZAIR BUNUH 22 TENTARA. Akhir pekan silam 22 tentara Aljazair tewas akibat sebuah serangan pemberontak ekstrim fundamentalis. Media cetak Aljazair melaporkan, iring-iringan kendaraan militer tidak jauh dari ibukota Algiers mendadak diserbu. Selanjutnya 12 pemberontak juga tewas akibat baku tembak dengan tentara. Pemerintah Aljazair mengirimkan pasukan tambahan menuju kawasan tersebut guna memburu pemberontak. Propinsi Blinda itu merupakan salah satu kawasan Aljazair yang terkenal peka peperangan antara pemberontak dan tentara. Di propinsi tersebut terdapat beberapa pangkalan militer dan terdapat pula markas pemberontak. * OPERASI TERBESAR NATO DI YUGOSLAVIA. Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO mengumumkan Minggu malam silam, telah melancarkan operasi udara terbesar terhadap Yugoslavia. Pesawat pesawat NATO menghancurkan jaringan infra struktur penting Yugoslavia, antara lain Bandara Beograd. Disampig itu gedung markas Angkatan Udara Yugoslavia di Barat Laut Beograd juga ditembaki. Amerika Serikat mengirimkan 24 helikopter tempur jenis Apache menuju Balkan. Helikopter ini mampu terbang rendah dan sangat handal untuk memburu tanks dan tentara Yugoslavia. Sementara itu tentara NATO di Albania mendirikan tenda-tenda penampungan bagi sekitar 200 ribu pengungsi Kosovo keturunan Albania. Regu bantuan melaporkan kekurangan pangan, selimut dan tenda. Akibat cuaca buruk, kondisi di kamp-kamp semakin memburuk dan memprihatinkan. Negara-negara NATO diduga mulai mengirimkan bantuan. Di Makedonia NATO juga membentuk wilayah kantong guna menampung sekitar 100 ribu pengungsi Kosovo. Dalam waktu dekat sebagian pengungsi juga akan ditampung di negara-negara NATO. Jerman menyatakan siap menampung 40 ribu pengungsi, sementara Turki dan Amerika Serikat masing masing 20 ribu. * KELOMPOK PRO INTEGRASI DAN INDIPENDEN BENTROK DI TIMTIM Sementara duapuluhan mayat dilaporkan berhasil dikeluarkan dari puing- puing rumah yang terbakar akibat bentrokan antarwarga di Maluku, maka dari Timor-Timur dilaporkan terjadinya bentrokan antara kelompok kemerdekaan melawan milisi Merah Putih Pro Integrasi yang jumlahnya mencapai puluhan. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan luka-luka, baik karena tembakan maupun bacokan. Dalam bentrokan tersebut, kelompok milisi Merah Putih mendapat bantuan dari ABRI, seperti yang disampaikan oleh Ruiz Trez Dos Santos dari Yayasan HAK, di Dili, Timor-Timur, dalam sebuah wawancara dengan Radio Nederland: RUIZ: Peristiwa yang terjadi hari ini bermula dari kejadian kemarin, di mana ada beberapa orang pemuda dari kelompok bis merah putih datang ke daerah Liquisa, mereka merusak dan juga membakar sepeda motor milik salah seorang pro kemerdekaan, namanya pak Francisco. Dengar adanya kejadian itu tokoh masyarakat di Liquisa, ingin pergi menyelesaikan masalah itu dengan kelompok bis merah putih di markas Koramil di Liquisa kota. Namun kemarin persoalan itu tidak bisa diselasaikan dan mereka dari kelompok bis merah putih dan juga dari kelompok pro kemerdekaan berjanji akan menyelesaikan masalah itu hari ini. Tetapi apa yang terjadi? Pagi-pagi sekitar jam sepuluh kelompok bis merah putih datang menyerang warga di desa Vatubo, kampung Buelete. RN: Mengapa mereka datang menyerang,pak? WTT: Masalah ini kita lihat sudah lama, jadi di mana di Maubara itu ada kelompok bis merah putih yang menguasai daerah di kecamatan Maubara, enam desa itu. Akibat daripada tindakan mereka banyak warga yang mengungsi dan motivasinya tidak lain tidak bukan, mereka ingin menguasai kelompok pro kemerdekaan yang sekarang mengungsi di kabupaten Liquisa. Jadi karena warga di kecamatan Maubara itu sudah banyak yang berada di Liquisa, mereka tetap berupaya untuk menguasainya. Bagaimana bisa menguasai masyarakat di kota Liquisa secara keseluruhan. Namun upaya mereka itu boleh dikatakan selama tiga bulan ini tidak berhasil. Sehingga baru sekarang ini mereka baru mencapai di pinggiran kota kabupaten Liquisa itu. RN: Lalu apa yang terjadi hari ini? WTT: Pertama-tama itu terjadi bentrokan antara kelompok merah putih, bis merah putih dengan kelompok pendukung pro kemerdekaan di situ. Terjadi saling lempar batu. Tetapi menurut informasi yang kita terima, kelompok bis merah putih datang bersenjata tradisional: panah, parang. Di situ mereka menyerang, karena mereka jumlahnya sedikit, bisa diatasi, artinya kelompok pro kemerdekaan itu banyak sekali mereka saling kejar-kejaran. Akhirnya kelompok merah-putih mundur. Setelah mereka mundur....mungkin.. dan ini nampaknya juga didukung oleh beberapa aparat militer setempat yang mendukung para kelompok bis merah putih itu. Kelompok bis merah putih yang bersenjata panah dan parang itu mundur ada beberapa anggota ABRI yang melepaskan tembakan dengan senjata AK, MA 16 dan SKS mengenai kelompok pro kemerdekaan. RN: Jadi ABRI tidak melerai tetapi justru mendukung kelompok merah putih dan menembaki kelompok pro kemerdekaan? WTT: Iya, sangat betul sekali. Menurut beberapa korban...mungkin saya bisa sampaikan korban-korban yang kita identifikasi hari ini. Yang meninggal menurut informasi yang masuk kita belum tahu persis, karena masih simpang-siur belum pasti. Jadi kita harus berbicara berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Korban hari ini ada tujuh orang. Yang pertama Manuel Caldera, 27 tahun, kena tembakan pada lengan kiri. Yang kedua Zerillo Dos Santos, seorang siswa SMA, kena tembakan pada paha, yang ketiga Pauline de Jesus, 23 tahun, seorang ibu rumahtangga dan anaknya masih bayi, umur tiga bulan, kena bacokan pada lengan, bahu, dahi dan tulang rusuk, bagian kiri; yang keempat Manuel Flores, 23 tahun, kena tembakan dekat pusar dan korban ini sangat parah; yang kelima Zainy dos Santos, 25 tahun, berikut Tomas, 23 tahun, yang ketujuh Fransisco 25 tahun. Zainy, Tomas dan Fransisco, ketiganya dirawat di rumahsakit. Kemudian tentara-tentara yang terlibat itu sempat diidentifikasi oleh korban itu dua orang, namanya satu Teofidu, pangkatnya tidak jelas, yang kedua Antoni Gomez, pangkatnya Kopral 1. Keduanya tentara dari Koramil setempat. Itu yang ABRI, yang sempat dikenali oleh korban. Barangkali yang lain-lain itu tidak kenal karena mereka dari arah yang cukup jauh dan berdiri di pinggir-pinggir jalan yang ada semak. RN:Jadi bentrokan yang tadi pagi itu sebenarnya melibatkan berapa puluh atau berapa ratus orang dari masing-masing pihak? WTT: Menurut informasi para korban, memang dari kelompok bis merah putih juga cukup banyak, ya di atas 50 orang. Dibantu lagi dengan aparat dari Koramil dan pasukan teritorial setempat. Keterlibatan ABRI dalam kasus ini kita sangat sayangkan. Di mana hari ini juga di Dili ada pertemuan tokoh-tokoh politik, baik yang kontra maupun yang anti, itu di kediaman uskup untuk membicarakan rekonsiliasi. Termasuk juga pemerintah Indonesia, termasuk ABRI-nya yang diatas itu berbicara bahwa semua itu menjaga keamanan dan ketertiban dan ABRI akan mendukung sepenuhnya opsi apa yang ditawarkan oleh pemerintah terhadap rakyat Timor Timur dan apa yang rakyat Timor Timur mau, dan itu ABRI akan mendukung. Tetapi di lapangan ini yang terjadi sebaliknya. Malah ABRI secara diam-diam mendukung salah satu kelompok dalam hal ini kita terus terang saja, kelompok pro integrasi itu. Jadi di sini tidak fair. Makanya di sini banyak kelompok, terutama masyarakat-masyarakat kecil dan juga tokoh- tokoh pro kemerdekaan, mereka karena perbuatan yang seperti ini adanya keterlibatan ABRI dan adanya keberpihakan seperti ini, mau tidak mau kita sangat mengharapkan adanya pasukan perdamaian di Timor Timur supaya bisa menjaga stabilitas di sini. RN: Yang anda maksudkan adalah pasukan perdamaian PBB ya? WTT: Iya. Ini sangat kita harapkan supaya bisa datang. Kalau tidak konsultasi popular yang direncanakan itu bisa saja tak jadi terlaksana di TimTim, karena kelompok-kelompok ini sudah menciptakan situasi yang kaos. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Apr 1999 jam 21:56:29 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
