----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Salam Referendum


Assalammualaikum Wr Wb.


Para Netter


Demo Mahasiswa di DPRD Pidie

Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh, yang
menamakan dirinya "Forum Mahasiswa Reformasi Pidie" (Fomarepid), Senin siang
(5/4) mengadakan unjuk rasa ke DPRD Pidie. Mereka mendesak anggota dewan
menandatangani mosi tidak percaya dengan tujuan memaksa Bupati M Djakfar Is
untuk mengundurkan diri.

Tapi bung Djakfar Is mengatakan bahwa unjuk rasa itu adalah hasil rekayasa
oknum pejabat yang tidak puas dalam mutasi eselon III dan IV di lingkungan
Setwilda Pidie baru-baru ini.


Mahasiswa Pro-Referendum Ditendang Aparat

Serambi , Peureulak, Selasa 6 April 1999


Dua truk tentara yang melintas di kawasan Alue Nireh, Peureulak, Aceh Timur,
Kemarin sore membubarkan aksi mahasiswa yang sedang membuat grafiti
Referendum di jalan negara. Aparat itu sempat menendang mahasiswa dan
masyarakat yang berada di lokasi itu. sebelumnya, Sabtu (3/4) tentara juga
membubarkan aksi mahasiswa pro-referendum di Desa Leuge Peureulak.


Kapolsek Peureulak, Lettu Pol Bakhtiar Is yang dikonfirmasi Serambi di Banda
Aceh pukul 23.15 WIB tadi malam, pihaknya sudah menerima laporan dari
mahasiswa dan masyarakat yang terkena sasaran pukulan dari petugas berbaju
loreng itu.


Kendati ada kejadian, sebut bakhtiar is, belum ada laporan diantara
mahasiswa yang terluka. Saya hanya menerima laporan dari mahasiswa tentang
insiden itu. Mengenai kejadian sebenarnya, saya tidak tahu persis," ujar
Bakhtiar lagi.


Menurut laporan dari warga kepada Serambi tadi malam, selain membubarkan
aksi penulisan referendumm, anggota ABRI itu juga sengaja berbuat kasar
terhadap warga yang berada di lokasi itu. Beberapa warga setempat, mengalami
memar di kaki akibat ditendang aparat.


Namun, kata M Jamil, seorang warga yang lain, insiden itu tidak berlanjut
lama karena puluhan anggota ABRI yang berada dalam dua truk dari arah
Lhokseumawe - Medan, kembali melanjutkan perjalanannya beberapa saat
kemudian. Pasukan yang belum diketahui jenis kesatuannya itu memang sengaja
merusak alat yang digunakan untuk menulis kata referendum.


Kejadian serupa juga terjadi dua hari yang lalu di kawasan Desa Leuge atau
persisnya di Depan PT Telkom Peureulak. Pada insiden yang sempat turun
tangan Muspika Peureulak, tidak ada mahasiswa yang terluka. Hanya saja,
seluruh peralatan seperti, cat, kuas, dan beberapa buah drum yang digunakan
sebagai rambu-rambu jalan, rusak akibat ulah aparat.



-Mr. Rael-

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Apr 1999 jam 11:03:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke