----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

MAHASISWA DAN PENTUNGAN

Bila kita menyaksikan melalui televisi dan pemberitaan surat kabar ,
bentrokan fisik antara mahasiswa yang berdemonstrasi dan petugas
keamanan yang terjadi pada tanggal 17 Desember 1998, terlihat bahwa
sebagian mahasiswa memang telah siap dengan "pentungan dan batu".
Saya sama sekali tidak mengerti kenapa mereka harus mempersiapkan
atribut semacam itu.
Hal ini menimbul pertanyaan apakah para demonstran telah mempersiapkan
untuk bertarung dengan petugas ?? Artinya mereka telah bersiap untuk
mengajak "perang" dengan para petugas.
Kali ini menurut saya demonstrasi kurang simpatik dan kelihatannya telah
berniat tidak baik.
Demonstrasi yang murni selayaknya tidak membawa benda yang membahayakan.

Kalau kita menyalahkan petugas keamanan pertanyaannya adalah "Apakah
petugas hanya tinggal diam apabila di dipukul atau di lempar"??
Memang saat ini lebih enak "menyalahkan" pihak keamanan dan pemerintah
ketimbang mengoreksi diri kita sendiri. Semua orang akan membela anda
apabila anda vokal dalam mengoreksi/berkomentar/apalagi menyalahkan
pihak pemerintak atau pihak keamanan.

"ANDA TIDAK AKAN POPULER APABILA  ANDA MEMBELA PEMERINTAH DAN PIHAK
KEAMANAN".

Sepertinya  "telah tertutup pintu untuk semua kebenaran" bagi pihak
keamanan dan pemerintah. Dan apakah hujatan2 kesalahan saja kepada
mereka??"Mungkin kita harus berfikir jernih lagi"apa benar yang kita
perbuat.Setelah terjadi peristiwa diatas , tidak satupun komentar yang
berpihak kepada aparat keamanan.Semuanya menyalahkan.
Kita lupa bahwa pihak keamanan adalah manusia biasa yang juga adalah
bagian manusia Indonesia juga, yang mempunyai tanggungan anak dan istri
yang ditinggalkan untuk mengamankan tempat2 sakral Negara.
Rasanya tidak pernah ada "secercah kebenaran" berpihak kepada pihak
keamanan , dan kebenaran itu hanya ada pada pihak oposisi dan pihak
demonstran.

KAPAN KITA BISA BERKATA YANG BENAR ITU BENAR DAN YANG SALAH ITU ADALAH
SALAH ???

Saya setuju dengan "demonstrasi" demi tegaknya demokrasi di
Indonesia.Tetapi demonstrasi itu sendiri harus juga menunjukkan ciri
demokrasi yaitu dengan tidak memaksakan kehendak. Kalaulah demonstrasi
dilakukan secara "tulus dan ikhlas" demi tegaknya demokrasi di Republik
ini dan mau salin menghargai saya percaya bahwa tidak akan terjadi hal2
seperti peristiwa tragis sebelumnya.
Selama kita tetap memaksakan kehendak didalam berpolitik maka kita
jangan mengharapkan adanya demokrasi di Negeri tercinta ini.

Demonstrasi yang tulus ikhlas dimaksud adalah demonstrasi damai yang
tidak ada sama sekali niat untuk memaksakan kehendak dan melawan
peraturan2 yang berlaku saat ini.
Kalau kita telah memberi contoh untuk melanggar peraturan yang berlaku
apalagi sebagai orang2 yang termasuk beruntung mengenyam pendidikan
tinggi , lalu bagaimana orang2/rakyat yang tidak beruntung mengenyam
pendidikan tinggi mungkin akan lebih brutal lagi.

Mungkin kita perlu cepat "mengintropeksi dir"i sesegera munkin agar kita
tidak membawa negara ini kejurang kehancuran yang lebih dalam lagi.
Mari kita berdemo dengan tidak merugikan orang lain termasuk pihak
keamanan.Perlu kita sadari bahwa petugas keamanan di lapangan sebagian
besar kurang beruntung dalam mengenyam pendidikan tinggi seperti anda.
Barangkali mereka dan keluarga lebih menderita dari anda.

Kita tidak perlu melanggar ketentuan2 yang berlaku dan mari kita hindari
bentrokan fisik diantara anak bangsa sendiri. Mari kita memperbaiki diri
dalam berdemontrasi.

Terima kasih , mudah2an berguna.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Dec 1998 jam 09:14:53 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke