---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Kota Ambon: Sejak tgl. 18 Januari 1999 kota Ambon terjadi kerusuhan disebabkan perkelahian antar warga yang dipicu oleh issue Sara. Sudah sebelas orang tewas dan ratusan luka2 parah,karena massa membawa senjata tajam,seperti parang, panah dsb.Sampai tgl. 20/1 menurut koresponden Ibu Sin dari korespondensi harian Ambon kerusuhan terus berlanjut, walau sudah didatangkan 400 personel Kostrad dari kota Ujungpandang.Malah sudah ada perintah untuk tembak ditempat bagi perusuh. Akibat kerusuhan kota Ambon lumpuh total,semua surat kabar,radio dan siaran teve lokal tidak aktip ,karena listrik padam total.Malah sebuah kapal penumpang telah ditunda untuk sandar dipelabuhan Ambon,karena pertimbangan keamanan para penumpangnya.Issue SARA antar agama,menyebabkan kemungkinan serbuan kota Ambon oleh para massa dari pulau-pulau di sekitarnya. Kota Ceribon : Ada dua kejadian pada malam Lebaran saling lempar batu antara massa dengan aparat keamanan,saat diselenggarakan pesta kembang api disalah satu mal.Untung segera diselesaikan aparat sehingga tidak meluas menjadi aksi perusakan mal tsb. Kemudian kejadian kedua didaerah Suramenggala kabupaten Ceribon, melewati jalur mudik pantura arah kota Indramayu. Korban meninggal dunia satu orang dan puluhan luka parah.Pertikaian ini disebabkan oleh perselisihan antara warga desa, yang sudah dilandasi oleh dendam sejak lama. Kegiatan Ceribon telah kembali pulih sejak didatangkan aparat keamanan dari Bandung. Demikian berita berupa wawacara yang disiarkan oleh radio Elshinta Fm 90,05 perihal kerusuhan dikota Ambon dan Ceribon,tgl.20 Januari 1999. " Berusahalah sendiri dahulu dan Tuhan akan membantumu " ( La Fontaine ) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Jan 1999 jam 04:46:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
