---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Friday 22 January 1999 15:20 UTC ** JUMLAH KORBAN TEWAS AKIBAT KERUSUHAN DI AMBON MENCAPAI 45 JIWA ** PEMERINTAH RUMANIA BERSEDIA BERUNDING LANGSUNG DNEGAN PARA BURUH TAMBANG ** IRAK MEMPERKUAT PASUKANNYA DI PERBATASAN DENGAN KUWAIT ** YUGOSLAVIA MENUNDA PERINTAH PENGUSIRAN KETUA PENGAMAT OSCE ** TOPIK GEMA WARTA: INDONESIA MENCARI BENTUK PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI GUSMAO * JUMLAH KORBAN TEWAS AKIBAT KERUSUHAN DI AMBON MENCAPAI 45 JIWA Sedikitnya 45 orang tewas akibat bentrokan yang terjadi antara umat muslim dan kristen selama beberapa hari ini di Ambon. Tidak tertutup kemungkinan, jumlah tersebut masih akan bertambah. Demikian dinyatakan oleh kepala polisi Maluku, Kolonel Karyono. Sebelum itu dilaporkan jumlah korban tewas mencapai 24 jiwa. Keadaan kota Ambon hari ini dikabarkan telah tenang kembali, namun sejumlah pengamat mengatakan suasana masih terasa tegang. Jalan-jalan di kota tersebut dipenuhi oleh ribuan tentara dan polisi yang didatangkan dari wilayah-wilayah sekitar. Sementara, puluhan wisatawan dan warga asing telah dievakuasikan ke Darwin, Australia. Kerusuhan dimulai Selasa lalu ketika seorang pemuda muslim berkelahi melawan seorang pengemudi bis kristen. Perseteruan semakin meluas ketika pendukung masing-masing pihak turut campur tangan. * PEMERINTAH RUMANIA BERSEDIA BERUNDING LANGSUNG DNEGAN PARA BURUH TAMBANG Perdana Mentri Rumania Radu Vasile, masih bersedia melangsungkan perundingan langsung dengan para buruh tambang yang mogok. Hari ini, Vasile bertolak ke kota Ramnicu Valcea, yang terletak sekitar 150 kilometer dari ibukota Bukarest, dimana para buruh tambang telah mendirikan perkemahan. Sejauh ini, pemerintah Rumania hanya berunding melalui pihak ketiga. Sejak pekan lalu, sebanyak sepuluh ribu buruh tambang telah memulai pawai protes mereka menuju ibukota Bukarest. Para demonstran itu memprotes rencana pemerintah untuk menutup dua tambang. Polisi anti huru hara telah berulangkali berupaya mencegah arak-arakan para buruh tambang, tetapi gagal. Kemarin pecah bentrokan sengit antara para demonstran melawan polisi, namun para demonstran berhasil menjebol blokade polisi. Sementara Presiden Rumania Emil Constantinescu mengatakan akan mengumumkan keadaan darurat apabila para demonstran tidak menghentikan aksi mereka selambatnya jam 20.00 w.i.b. Apabila hal itu sampai terjadi, maka pemerintah akan menurunkan tentaranya. * IRAK MEMPERKUAT PASUKANNYA DI PERBATASAN DENGAN KUWAIT Menurut pemancar Inggris BBC, Irak telah mengirim pasukan ke perbatasan dengan Kuwait. Menurut seorang koresponden di kawasan itu, prajurit dalam jumlah besar dan tank-tank telah diangkut ke kota Basra di Irak Selatan. Demikian pula dengan sejumlah senjata pertahanan udara. Gubernur militer kota Basra mengatakan telah memperkuat pertahanan dan menerima perintah untuk menembak jatuh pesawat-pesawat musuh. Dalam beberapa pekan belakangan ini, pesawat-pesawat tempur Barat telah menembaki sejumlah posisi Irak. * YUGOSLAVIA MENUNDA PERINTAH PENGUSIRAN KETUA PENGAMAT OSCE Ketua pengamat Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa OSCE di Kosovo, William Walker, sementara masih boleh tinggal di Yugoslavia. Pemerintah Beograd telah menunda perintah pengusiran ketua OSCE itu. Sejak awal pekan ini, Walker dinyatakan sebagai orang yang tidak diingini di Yugoslavia, sesudah ia menyatakan bahwa pasukan Serbia bertanggungjawab atas pembunuhan 45 warga Albania di desa Racak baru-baru ini. Beograd kemudian memerintahkan Walker untuk meninggalkan negara itu dalam 48 jam yang kemudian diperpanjang dengan 24 jam sampai kemarin. Walker sendiri menyatakan untuk tetap tinggal di Yugoslavia. Amerika Serikat berpendapat bahwa konsesi tersebut tidak memadai dan NATO tetap meneruskan persiapan bagi suatu aksi militer. Washington menambahkan, apabila presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic menghendaki ancaman aksi militer itu diakhiri, maka Yugoslavia harus menarik keluar sebagian besar pasukannya dari Kosovo. * KORBAN KEDUA SKANDAL KORUPSI KOMITE OLIMPIADE INTERNASIONAL Skandal sekitar penyelenggaran Olimpiade musim dingin di Salt Lake city Amerika Serikat tahun 2002 nanti, telah meminta korban kedua. Anggota Komite Olimpiade Internasional asal Libia Bashir Mohammed Attarbulasi telah menyampaikan surat pengunduran diri kepada ketua IOC Juan Antonio samaranch. Sebelum ini anggota IOC asal Finlandia juga mengundurkan diri. Komite penyelenggara Olimpiade Salt Lake city dilaporkan telah menyuap para anggota IOC agar kota tersebut dipilih menjadi tuan rumah Olimpiade musim dingin tahun 2002. Skandal penyuapan ini telah menyebabkan pergunjingan internasional. Para penyandang dana Olimpiade telah menuntut langkah-langkah ketat. Minggu ini, komisi penyelidikk IOC akan menyampaikan laporan mereka mengenai skandal korupsi tersebut. * PAUS YOHANES PAULUS KEDUA MENGUNJUNGI MEKSIKO DAN AMERIKA SERIKAT Paus Yohanes Paulus Kedua telah meninggalkan Roma menuju Meksiko dan Amerika Serikat dalam rangka kunjungan enam hari. Pemimpin gereja katolik Roma, berusia 78 tahun itu pertama-tama akan berkunjung ke Meksiko city. Malam ini, sri Paus akan menandatangani pernyataan penutup sinode uskup Amerika yang diselenggarakan sekitar satu tahun lalu di Vatikan. Selasa depan, sri Paus akan melanjutkan perjalan ke Amerika Serikat, dan akan bertemu antara lain dengan Presiden Bill Clinton. * 50 TAHUN PENJARA BAGI SAUDARA MANTAN PRESIDEN MEKSIKO Di Meksiko, saudara mantan presiden Carlos Salinas telah dijatuhi hukuman 50 tahun penjara karena pembunuhan kontroversial. Pengadilan di Meksiko city menyatakan bahwa Raul Salinas bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap teman separtai dan sekaligus mantan iparnya Jose Fransisco Ruiz Massieu. Mantan orang nomor dua dalam partai pemerintah PRI itu ditembak mati di jalan. Menurut pengadilan, Salinas menyingkirkan Ruiz Massieu karena motif pribadi dan politik. Sejak ditahan tahun 1995 dulu, Raul Salinas, 52 tahun, selalu menyatakan dirinya tidak bersalah. * ARGENTINA INGIN MENGGANTI MATA UANGNYA DENGAN DOLAR AMERIKA Argentina ingin mengganti mata uang nasionalnya, Peso dengan mata uang Dolar Amerika sebagai alat pembayaran yang sah. Demikian dinyatakan oleh presiden Bank Sentral Argentina Pedro Pou. Dalam praktek, rencana itu berarti bahwa pemerintah di Buenos Aires akan menyerahkan kebijakan moneternya kepada pemerintah Amerika Serikat. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menghindari devaluasi mata uang nasional Argentina seperti yang terjadi di Brasil pekan lalu. Dalam pada itu, nilai tukar mata uang Argentina sudah sejak 1991 dipatok dengan Dolar Amerika. Presiden Bank Sentral mengatakan bahwa rencananya tersebut diharapkan sudah bisa terwujud dalam dua atau tiga tahun lagi. Ia menambahkan rencana itu telah dibicarakan dalam kelompok kerja dengan pihak Amerika, namun Washington membantah. * INDONESIA MENCARI BENTUK PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI XANANA GUSMAO Pemerintah Indonesia tampaknya tengah mencari bentuk untuk memberi keringanan hukuman bagi pemimpin perlawanan Timor Timur Xanana Gusmao. Bentuk yang dicari tidak hanya bentuk hukum sesuai undang undang yang berlaku, tapi juga bentuk politik yang tidak mempermalukan pihak Indonesia. Demikian pendapat kalangan pengamat di Jakarta menyusul berita santer seputar rencana mengubah penahanan Xanana menjadi penahanan rumah. Xanana Gusmao ditangkap tahun 1992 dan dijatuhi hukuman penjara 20 tahun yang kemudian diubah menjadi 10 tahun. Belakangan desakan dunia makin meningkat agar dia dibebaskan dalam rangka mencapai solusi damai bagi masalah Timor Timur. Menyusul Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela yang bertemu Xanana di Jakarta tahun 1996, tahun lalu Sekjen PBB Kofi Annan, Uni Eropa dan pekan lalu Australia juga meningkatkan desakan yang sama. Akhirnya Xanana Gusmao yang semula resmi berstatus tahanan kriminal, sekarang diperlakukan secara politik. Menurut Jakarta, Xanana Gusmao hanya akan dibebaskan apabila sudah dicapai kerangka solusi damai untuk konflik Timor Timur. Tetapi ini pun mendapat tekanan dari luar maupun dari dalam Timor Timur. Sekarang sumber sumber di Australia mengatakan, Menteri Luar Negeri Ali Alatas mengusulkan agar Xanana dikenakan tahanan rumah saja, tetapi Menteri Kehakiman Muladi menolak karena tidak ada undang undang Indonesia yang memungkinkan perubahan menjadi penahanan rumah. Akhirnya direktur penerangan Departemen Luar Negeri membantah sama sekali adanya gagasan untuk meringankan hukuman penjara bagi Xanana itu. Jadi, apa sebenarnya yang terjadi? Menurut Triagus Siswomihardjo, dari Solidamor, yaitu organisasi solidaritas untuk penyelesaian damai Timor Timur, pihak Indonesia tengah mencari bentuk hukum dan bentuk politik yang paling tepat untuk, paling kurang, memberikan pembebasan bersyarat bagi Xanana Gusmao . Triagus Siswomihardjo (TS): Saya kira di dalam Departemen Kehakiman sendiri, dalam benak Muladi sendiri, sedang dipikirkan bagaimana mengusahakan atau mengupayakan agar Xanana tetap dibebaskan. Hanya saja dia mungkin sedang kebingungan bagaimana caranya. Radio Nederland (RN): Jadi ini hanya soal bentuk, ya, soal cara saja, sementara dari segi iktikad politik sudah ada untuk membebaskan Xanana, secara bersyarat paling tidak atau tahanan rumah. Apa sebenarnya latar belakang kok tiba-tiba ada kemauan politik ini? TS: Ya, saya kira dunia ini sudah sedemikian rupa berkembang. Dan di dalam negeri Indonesia sudah sedemikian rupa cepat perkembangannya. Di luar semua berubah mendukung agar ada self determination di Timor Timur, maksud saya. Misalnya baru-baru ini pemerintah Australi, kemudian beberapa kelompok prodemokrasi di Indonesia sudah semakin santer suaranya agar diberikan referendum di Timor Timur. Dan referendum, menurut desakan-desakan di dalam negeri adalah bagian tidak terpisahkan dari reformasi, sehingga mau tidak mau pemerintah yang sekarang atau mungkin pemerintah nanti yang lebih bagus, tentu akan memikirkan masalah ini. RN: Tapi partai-partai besar seperti PKB, PAN dan segala belum bicara mengenai Timor Timur ini, kan? TS: Beberapa partai besar sudah, terutama PAN. PAN sangat eksplisit. Bahkan Amien Rais sudah berkunjung ke Xanana dan mengeluarkan pernyataan mendukung self determination di sana. Sementara secara person Megawati maupun Gus Dur, ketika bertemu tiga orang dengan Uskup Belo, dua orang ini mengatakan bahwa apa yang terjadi di Timor Timur saya akan mengikuti Uskup. Nah, sementara Uskup pendiriannya adalah mendukung rakyat untuk menentukan nasib sendiri. Itu secara eksplisit sudah dikatakan dua tokoh PDI dan PKB. RN: Jadi singkatnya pemerintah di Jakarta dijepit baik dari dalam negeri maupun luar negeri ya. Kembali kepada masalah Xanana Gusmao, andaikata toh mendapat tahanan rumah, bagaimana bentuknya itu? Apakah kembali ke Dili atau dalam bentuk apa? Ataukah bersyarat? Kalau bersyarat bagaimana? RN: Kalau tahanan rumah, saya belum pernah mendapatkan contoh untuk itu. Apakah contoh seperti Aung San Su Ky yang sama sekali (dikenai) tahanan dan akses keluar tidak boleh, bahkan fax juga tidak boleh dan orang masuk juga sangat selektif. Saya tidak tahu apakah seperti itu. Apakah seperti Amaral yang ditahan rumah, di rumahnya atau di rumahnya orang- orang Murdani pada waktu itu. Tapi saya kira tidak akan seperti itu. Karena itu bukan bentuk penahanan rumah, tapi bentuk isolasi oleh militer. Jadi bukan melalu Departemen Kehakiman. RN: Itu akan merepotkan Indonesia di mata dunia. TS: Saya kira itu tidak akan terjadi, yang dua bentuk ini. RN: Jadi tinggal satu-satunya kemungkinan adalah pembebasan bersyarat? TS: Ya, saya kira-kira satu-satunya kemungkinan adalah pembebasan bersyarat. Dan itu saya kira yang sedang dicari jalannya dan hukum- hukumnya. Kalau hukum-hukumnya yang selama ini ada: setiap narapidana menurut hukum Indonesia, boleh bebas bersyarat, kalau sudah menjalani hukuman dua pertiga masa hukuman. Sedangkan kita tahu Xanana baru enam tahun menjalani masa hukuman yang dua puluh tahun itu. Jadi belum sampai dua pertiga. Akan tetapi desakan yang begitu gencar yang membuat Muladi dan Departemen Kehakiman berpikir agar harus ditemukan formula di mana barangkali semacam pembebasan bersyarat plus. Nampaknya itu seperti apa, apakah Xanana tiba-tiba mendapat remisi istimewa, saya kira itu yang sedang dipikirkan. RN: Tapi kesediaan dari pihak Indonesia untuk melonggarkan ini apakah karena dikejar waktu berkenaan dengan perundingan di New York yang akan berlangsung minggu depan? TS: Menurut saya tidak kaitannya dengan pertemuan di New York, karena saya kira semua pihak kurang menganggap arti perundingan di New York itu penting, apalagi bagi kelompok perlawanan. Karena bagaimanapu, perundingan itu tidak mengikutsertakan kelompok-kelompok perlawanan. Hanya saja, saya kira, bagi pemerintah Indonesia, dengan pembebasan, kalau itu terjadi, akan menjadi semacam kredit buat Indonesia yang telah melakukan upaya, sehingga Portugal juga melakukan upaya-upaya tidak seperti yang selama ini tidak dikehendaki oleh pemerintah Indonesia. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Jan 1999 jam 16:36:58 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
