---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk RIWAYAT GOLKAR BAKAL HABIS GARA-GARA MONEY POLITICS JAKARTA (SiaR, 26/1/99), Golkar kebanjiran sejumlah kecaman keras karena mulai melakukan money politics. Beberapa partai baru juga mulai meragukan pelaksanaan Pemilu Mei 99 bisa berlangsung jujur dan bersih. Setelah Ketua DPA AA Baramuli membagikan uang sebanyak Rp 206 juta dengan masing-masing sebesar Rp 100 ribu untuk alasan sebagai ongkos menjahit pakaian seragam pada pengurus Golkar tingkat desa dan kecamatan di Gowa, Sulsel, maka kecemasan partai partai Pro Reformasi selama ini terbukti. Golkar akan menempuh "cara curang apa pun untuk tetap menang" pada Pemilu Mei 99 nanti. Sejumlah pihak menyatakan cara tersebut tak lain adalah siasat penggunaan "money politics" dan mencuri start yang menunjukkan arogansi politik rezim ini secara tak sportif. Kecemasan yang pernah dilansir Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dr Amien Rais ini ternyata mulai terbukti. Senin (25/1) kemarin saat RUU Politik dibahas Pansus di DPR, Ketua Umum PAN ini datang bersama 500 pasukan PAN ke gedung DPR. Ia menyampaikan 5 tuntutan yang sekaligus ultimatum menyangkut soal pengangkatan ABRI di DPR, basis penghitungan suara di propinsi, soal pegawai negeri sipil dan parpol, Komite Penyelenggara Pemilu dan soal "money politics". PAN berpendapat bila bahaya politik uang ini tidak dicegah , akan menyabot proses reformasi. Karena pada akhirnya mereka yang banyak uang yang akan memegang kedaulatan dan bukan rakyat yang berdaulat. Kecaman lain datang dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Matori Abdul Jalil, Bendahara PDI Perjuangan Laksamana Sukardi dan Ketua Umum Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) DR. Ir. Sri Bintang Pamungkas. Ketua Umum PKB Matori Abdul Jalil mengecam tindakan Baramuli tersebut sebagai perbuatan yang tidak sportif. Menurut Matori, setiap pemberian yang berlatar belakang politik itu jelas Money Politics. Pendapat senada juga dilontarkan Laksamana Sukardi yang mengatakan, apa yang dilakukan Baramuli sangat demonstratif sekaligus menunjukkan kalau masih ada sifat arogansi pejabat negara. Seharusnya Baramuli jangan pamer kekuasaan pada saat susah. Banyak orang kelaparan tapi dia malah bagi bagi uang, itu juga dapat menimbulkan kecemburuan sosial. "Uangnya itu darimana " ujar bekas direktur Lippo itu. Pendapat paling keras dinyatakan oleh Ketua Umum PUDI Sri Bintang Pamungkas. "Golkar sudah habis riwayatnya. Mau apalagi dia. Percuma saja Baramuli membagi bagi uang, apalagi cuma Rp 200 juta," kata Sri Bintang. Menurut Bintang, kalau bagi-bagi dalam rangka lebaran tidak apa apa, itu minta berkah namanya. Menurut Bintang jumlah 200 juta sangat kecil jika dibandingkan dengan pembagian uang yang dilakukan keluarga Cendana kepada sejumlah partai politik baru. "Sepertiga partai baru yang yang ada itu dibentuk Cendana. Tampaknya kecurangan Baramuli sudah menjadi stereotip Golkar baik di era Orde baru maupun era Orde yang menamakan diri reformasi ini," lanjut Bintang.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Jan 1999 jam 15:04:17 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
