----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Edizal,
Kamu bertanya apa mauku dengan semua tulisan itu?
Seperti juga kamu, aku adalah perantau yg jauh dari
anak negeri, jiwaku gelisah, pikiranku tidak tenang.

Edizal,
Kamu bertanya apa mauku?Seakan aku ini orang terkenal.
Seakan aku bisa merubah semuanya dengan tulisan.
Dan seakan aku adalah dai kondang yang mata duitan.

Mauku, dibumi ini Edizal,
Agar manusia Indonesia jangan gampang diperalat tokoh tokohan..
Agar kita melihat manusia sebagai manusia.
Agar kita tidak berkaca  mata dengan bingkai agama.
Agar kita tidak meneropong manusia dengan etnis.
Agar suku suku yang bermental inferior bangkit dan
sadar. Ketika bangsa asing tempat kita tinggal telah  jauh
meninggali kita dalam peradaban ,budaya dan ilmu pengetahuan,
Bangsa kita  di tanah air masih bergelimpangan dengan
kebanggan etinis dan budaya mundur lurus..

Mauku, Edizal.
Agar manusia Indonesia tidak terjangkit kanker fanatisme
Beragama dan Nasionalisme dan sukuisme.
Mauku, agar tidak ada lagi dai kondang yang mata duitan,
Mauku agar Ceramah Jumaat tidak disertai doa dalam
Bahasa Arab.

Mauku , semua jemaah mesjid mengucapkan Amin
dengan tulus karena mengetahui arti doa yang Imam
sedang ucapkan..

Mauku, agar orang minang berhenti ber sok sok Islam.
Padahal dengan alasan Islam itu mereka merayakan
poligami . Dan berhenti untuk menjadi Tuhan dengan
memaksa kawin keturunannya atas kemauan orang tua.

Mauku, Kita berhenti berhamba hamba pada orang Arab.
Mauku kita tidak gampang mengucapkan Asaalamualaikum dalam
setiap pidato dan ceramah, Salam yang baik ini telah menjadi
bagian dari budaya birokrat,tengkulak,koruptor dan prokem yang
membuntingi banyak gadis, setelah berhasil menipu orang
tua sang Gadis dengan ber asalamualakum, menjual
image suci dan  alim.

Mauku,Indonesia tidak rendah diri dengan bangsa lain.
Mauku, Indonesia tidak perduli dengan apa agama orang.
Mauku, Kristen ,Islam, Budha , Hindu dan Atheis diperlakukan sama.
Mauku,orang Indonesia telanjang, juga orang Islam..
Karena dengan telanjang, baru kita bisa membersihkan
diri sendiri dari borok borok propaganda dan indokrinasi
murahan yang menempel selama ini..

Edizal, Kita sama sama Minang dan Islam.
Tapi aku yakin kita sudah lepas dari perangkap
perangkap etnis dan ceramah religi  dan
nasionalisme  murahan...

Mauku, orang Jawa membubarkan feodalisme.
Mauku, Raden, Kanjeng dan Raja rajaaan dibubarkan.
Mauku Orang Makasar sedikit lebih pintar.
Mauku, Aceh merdeka.
Mauku, Timor Timur dikembalikan kepada rakyatnya.
Mauku, Orang irian tidak tetap memakai koteka
Biarkan mereka memiliki negeri sendiri yang kaya raya.

Edizal,
Kita sama sama telah mengecap nikmatnya makmur.
Kita tahu apa arti merdeka dan sedikit berharta..
Kamu di Jepang dan aku di Amerika,

Mauku, Indonesia berhenti membuat slogan slogan
kampungan tentang Panca Sila..
Mauku, kita belajar demokrasi dan toleransi dari
orang luar.Jangan malu untuk mengaku bodoh
dan terbelakang. Itu adalah manusiawi..

Edizal,
Mauku ABRI dibubarkan.
Suharto di nusa kambangkan.
Dan semua yang berdosa membuat negara ini rusak
di adili disini, dibumi ini, sebelum mereka keburu mati.

Mauku orang Islam menghargai perbedaan pendapat.
Mauku mereka jangan pandai mencap kafir pada opini
orang, pada iman  dan itikad orang.

Mauku, Sorga dibagi bersama secara adil.
Mauku,kita berhenti melokalisasi Tuhan dengan
agama kita masing masing. Agama bukanlah partai,
dan Tuhan bukanlah ketua partai yang lebih mendukung
satu partai dari partai lainnya.

Dan mauku, Edizal,
Kita berhenti berkampanye seolah olah cuma agama
kita yang terbaik..

Edizal, Mauku hidup ini tidak rumit.
Mauku semua orang senang dan bahagia.
Mauku.kita semua bersaudara..


Edizal, aku telah menjawab apa mauku,
sekarang aku ingin bertanya,
bagaimana dengan kamu?

Ah, pasti jawaban kita akan sama bukan?



Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Jan 1999 jam 21:29:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke