----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: Indo Indonesia

Tertabrak dan harus ganti rugi karena keturunan Tionghoa ?
Ironis ? Tidak....wajar kalau di Indonesia.

Wahai para warga negara Indonesia baik Pri maupun non Pri ! Renungkan
artikel saya ini nanti dan berilah tanggapan kalian dengan mengirim
pandangan kalian ke rubrik ini.Tetapi tolong bepikirlah dulu apa yang
ingin disampaikan agar isinya juga berbobot !

Bagi para ahli bahasa atau yang hendak mengkritik tentang mutu
penyampaian pendapat ini , lebih baik tidak usah mengirim suratnya
karena itu sama sekali irrelevan .Saya bukan ingin menunjukan kemahiran
berbahasa saya tetapi ingin kita semua saling bisa berkomunikasi dengan
harmonis.Jadi sekali lagi jangan buang waktu untuk kritik atas mutu
bahasa atau penyampaian  langsung saja ke pokok permasalahan.

ISI CERITA

Saya seorang pria warga Indonesia yang "dikategorikan" oleh sebagian
besar masyarakat Indonesia sebagai "orang keturunan Tionghoa".

Pada tgl.25 Januari 1999 hari Senin pukul 14.00 siang, saya mengendarai
mobil Volvo tua saya di kawasan Jakarta Barat bersama istri saya utk
pergi ke dokter.

Saya melaju di jalan utama dan sampai pada perempatan jalan dimana mobil
Suzuki Katana sedang menunggu dari arah kanan jalan dan ingin membelok
ke arah jalan utama yang saya jalani.Setelah sampai di perempatan
tersebut, saya jalan lebih dahulu dan tiba - tiba terdengar suara
benturan di belakang mobil sebelah kanan.Saya melihat spion kanan saya
dan ternyata mobil Susuki Katana tersebut telah membentur mobil saya.
Mobil saya pinggirkan ke pinggir jalan dan mobil itu pun berhenti juga
ke pinggir di belakang mobil saya.

Setelah turun, saya melihat pintu belakang sebelah kanan mobil saya
sudah ringsek masuk kedalam terbentur oleh ujung kiri karet bemper
Suzuki Katana tersebut,Lantas saya melihat kodisi mobil Katana tersebut,
karet bempernya copot dan posisi bemper agak berpindah tempat ke kanan
dan grill di bawah kap mesin yang berlambangkan "S" sebagai Suzuki ada
yang pecah / putus.

Pengemudi Katana turun dan ternyata juga warga Indonesia yang
dikategorikan oleh "semua" orang di masyarakat sebagai orang "Pribumi".

Setalah saya balik usai melihat keadaan mobilnya saya mendatangi
pengemudi tersebut dan dia menanyakan kepada saya :"Jadi ini gimana ?"
saya langsung menjawab "ya udah lah gak papa.....mau diapain lagi pintu
udah begini ?"
Saya beranggapan bahwa mobil saya sudah ditabrak begini dan juga sudah
melihat kondisi bempernya yang hanya terlepas karet ujungnya dan menurut
perkiraan saya itu tidak separah pintu saya dan lagi pula saya pihak
yang ditabrak juga mengingat kalo mau diganti pintu tersebut mau berapa
duit dan melihat dari gelagat orang penabrak pasti tidak akan mengganti
kerugian, maka saya jawab bahwa seolah olah kita lupakan saja kejadian
ini.

"gak papa gemana luh ? elu yang nabrak , bawa mobil kaya jalanan elu
punya !" katanya.

Saya bingung, saya yang menabrak ? biarpun orang awam yang melihat
setelah kejadian tanpa melihat secara langsung pun dapat menebak siapa
menabrak siapa.

Saya menjelaskan,bagaimana pun juga posisi dia salah karena saya berada
di jalan utama dan dia dari posisi berhenti ingin membelok dan tidak
menunggu.Saya yakin kalau di bawa ke pengadilan pun posisi dia adalah
yang harus menunggu sampai keadaan memungkinkan untuk membelok.Lagipula
dengan melihat posisi pintu saya yang ditabrak, bagaimana mungkin saya
yang menabrak ?

Orang itu tetap mengotot bahwa dia sudah memberi tanda belok ke kanan
dan sudah masuk terlebih dahulu.
Walaupun begitu, saya berada di posisi kiri dari mobilnya dan dia ingin
belok ke kanan.Dengan bagaimana caranya saya dapat melihat tanda belok
kanannya ?

Baik,itupun tidak begitu penting dimana dia pasti beranggapan bahwa
posisi dia sudah tahu mau belok seharusnya diberi jalan.Kenapa harus
diberi jalan ? Saya berada di jalan utama dan tidak ada tanda prioritas
untuk memberi jalan kepada pengemudi yang datang dari arah kanan.

Debat punya debat, terjadilah suasana panas ditambah sengat sinar
matahari pada siang hari itu.Tangan kiri saya sempat dipegang dan
gelagat orang itu seperti siap ingin memukul setelah saya mengusulkan
untuk menyelesaikan perkara ini di kantor polisi.

"Gua beranggapan gua bener elu anggep elu bener.Ya udah kita ke kantor
polisi aja.Kalo seandainya dikatakan gua yang salah yah....langsung gua
ganti semua kerugiannya"

"Ngapain ke kantor polisi segala ? lagipula nanti elu keluar duit gua
juga keluar duit lagi "

"Bener juga seh.......menurut bapa gemana ? Bapa kan orang yang lebih
tua seharusnya lebih bijaksana dong melihat hal ini ?" tanya saya kepada
ayahnya yang juga berada di dalam mobil Katana tersebut pada saat
kejadian.

"Yah situ yang salah orang anak saya udah keluar duluan situ maen ngebut
aja nabrak ! Tunggu deh saya panggil adenya noh.Saya orang daerah sini
juga.Adenya juga polisi" kata bapaknya.

"Biarpun dia polisi , gak adil dong kan dia saudara bapa, pasti dia akan
bela bapa.Saya kan boleh ngebela diri kan ?" saya menjawab.

"Ya situ tentu boleh bela diri."

Setelah itu ibunya dan istri atau adik perempuannya pun ikut datang yang
juga dalam mobil tersebut pada saat kejadian.

Jawab mereka " Anak saya kalo ada saya mah bawa mobilnya ati ati kalo
dia bawa sendiri tuh.....mungkin saya gak bakal percaya.Orang saya liat
sendiri dia udah kasi sen mau belok ke kanan situ maen tabrak aja !"

"Lagipula ke kantor polisi mana ada saksi ? " jawab istri atau adik
perempuannya.

"Ya juga seh.....biarpun ada mana ada yang mau ?" kata saya.

"Begini dah pa, kita ke bengkel seberang noh utk estimasi harga
kerusakannya berapa kalo mau dibetulin"

"Ya nanti tunggu adenya dulu bentar." kata bapanya

Sementara menunggu, ibunya menarik anak itu beserta bapaknya untuk
berbicara secara pribadi.Tak lama kemudian datanglah dua orang laki laki
yang dimaksud sebagai adiknya itu.

Setalah melihat mobil masing masing, dia langsung berkata :"Jadi ini
maunya gemana ? Saya denger situ gak mau ngerti trus mau ke Polisi
segale yee.. katanya ?"

Melihat gelagat mereka, dalam hati saya berkata: cape dah.........ketemu
yang kaya beginian.

"Yah udah sebelum gua ceritain versi gua, gua ngomong dulu bahwa gua
akan ganti kerugian tapi tetep gua anggep gua gak salah."

Setelah menerangkan cerita saya , orang itu seperti dugaan saya tidak
mau tahu.Lantas saya usulkan utk pergi ke seberang jalan ke bengkel
untuk estimasi harga.

Si pengemudi bersikeras agar orang tersebut ikut ke mobil saya.

Setelah sampai di bengkel, saya langsung menemui pemilik bengkel
tersebut yang kebetulan juga orang warga Indonesia yang "dikategorikan"
sebagai "orang keturunan Tionghoa".

Bukan niat saya untuk mencari dukungan.Saya juga tidak tahu pemilik
bengkel itu orang apa.Lagipula kalau dipikir secara dewasa pun hal ini
irrelevan.

Saya menjelaskan ke pemilik bengkel itu bahwa saya mengalami kecelakaan
dan harus ganti rugi.Tolong estimaskan harga kalau diperbaiki di sini
mau berapa ongkosnya.

Setalah melihat kondisi bemper dan juga telah menelpon toko suku cadang
dia membuka harga RP.250.000 sambil memanggil saya ke pojokan untuk
berbicara secara pribadi.Dan dia menanyakan apa aka dibetulin di
bengkelnya atau tidak.
Saya menjawab itu terserah si punya mobil dan langsung saya memanggil
ayah dari si pengemudi itu dan membiarkan si pemilik bengkel yang
berbicara langsung soal harga.

Dia juga memanggil si pengemudi/anaknya dan setelah mendengar Rp.250.000
si pengemudi seperti agak keheranan dengan harga tersebut."Betulin
semuanya segitu ? sampe ganti karetnya ?"

"Iya....semuanya tambah karet lagi jadi Rp.350.000" jawab si pemilik
bengkel.

Lantas dia kembali melihat dimana lagi kerusakannya.Sementara itu saya
mendengar bapaknya berbicara dengan laki laki yang dianggap adiknya itu
"Orang - orang dah siap kan ?" sambil agak keras agar terdengar oleh
saya.

Lantas saya menjawab :"Nah dia bilang Rp.350.000.Setuju gak ?
Begini.......saya bayar Rp.700.000 untuk uang kagetnya juga, jadi sama
sama enak"

Setelah mendengar itu dia melihat lihat lagi bagian mana yang masih
harus diganti.Ternyata grill mesinnya yang ada lambang "S" juga harus
diganti katanya karena patah/retak/putus.

"ya sudah berikut itu jadi berapa ? " Total semua ternyata Rp.650.000,-
belum termasuk uang kaget.

Tapi si pengemudi mobil Katana itu berkata :"Gini deh gua cuma mau tahu
mobil gua beres.Gak usah ada uang kaget segala.Gua juga gak mau meres elu"

"Ya udah segitu setuju gak ?  yang lain juga setuju gak ? kalo setuju
uang itu yang gua ganti."

"Ya setuju " jawab semua."Tunggu sebentar " saya bilang.

Saya masuk ke mobil saya dan menghitung jumlah uang yang ada di kantong
saya.Ternyata hanya Rp.500.000 dan terpaksa saya meminjam dari istri
saya Rp.150.000 lagi untuk mencukupi.

Pada saat saya membayar uang itu dan menunggunya menghitung, bapanya
menyeletuk :" Iya saya soalnya kan orang sini juga mendingan bayar
deh.Kita kan orang Pribumi tau sendiri ?"

Saya mikir sendiri ngapain Bapaknya ngomong seperti ini ? Saya memang
sudah bayar kok masih mau ngancem segala.

Setelah semua beres dan bersalaman dengan semua "anggota
keluarganya",saya cuma bisa berhela napas sambil berkata:"
aduuuuuh..gila dah......udah ditabrak harus ganti rugi karena gua Cina ?
udah gila dah........"

Si pemilik bengkel berkata kepada saya:" gua kira elu yang mau di ganti
rugi bukannya dia.Lagian bukannya elu yang ditabrak ? Ngapain elu ganti ?"

"Jaaa..kaya gak tau aja ama orang gituan.Duit cepe aja bisa bunuh
bunuhan.Apalgi begini.Elu gak denger bapanya gertak udah nyiapin orang ?
Biarpun dia gertak, gua anggep bener dah, daripada bener bener kejadian
? Kita semua jadi susah." jawab saya.

"Sekesel apapun gua , emang bisa ape ? Gua ajak ke kantor polisi gak
mau, katenye kalo ke sono pasti dia yang di salahin.Berarti emang ngaku
salah dong ? Eh....alesannya bahwa dia dah sering urusan ama polisi.Ya
udah lah gua anggep buang sial aja.Lagipula emang bener juga seh malah
bakal keluar duit lebih banyak lagi.Biarpun enggak, elu liat gak dulu
kantor polisi aja berani dibakar, apa si polisi bisa nanganin ? Gua tadi
bukan sok kaya mau bayar dobel untuk uang kaget segala.Gua emang mau
betul urusan ini beres sampe gak usah nawar nawar lagi.Tapi dia bilang
gak mau meres gua yah udah.Kalo dipikir lagi udah tahu yang salah dia
tetep aja gua yang ganti rugi.Dan meres sih enggak tapi ngancem.Ngapain
pake nyiapin orang belakang segala ? Bapanya gua kira lebih bisa mikir
gak taunya lebih preman.Dia yang atur semuanya. Makanya elu orang bawa
mobil ati ati.......ditabrak orang ! terus kaya gua malah ganti rugi
kalo enggak dikroyok ! Susah dah ketemu orang kaya gitu" jawab saya.

Setelah saya menulis kejadian kecelakaan tersebut di rubrik ini, saya
ada sedikit rasa lega karena paling tidak saya bisa menyalurkan
kekesalan saya.

OPINI SAYA

Saya juga sudah bisa menduga dari sekian banyaknya orang yang membaca
artikel saya ini , sebagian besar akan beranggapan seperti ini :
emang elu Cina yah begitu atau ...........
yah...tiko elu lawan udah tau gak ada otak emang bener mendingan bayar
aja dah......
atau ................udah deh ngalah aja ngapain elu ngomong soal siapa
yang bener biarpun elu yang bener juga tetep aja elu yang salah karena
elu emang Cina ! Cari cari gara gara aja luh ! gak usah pake ngomong
soal hukuuuum, yang elu anggep ada hukum lalulintas,dia anggep ada hukum
rimba, yang kuat yah......dia yang menang ? Elu mau ke polisi segala ?
Polisi juga orang Pribumi ? Masa dia mau belain elu ? biarpun dia aparat
hukum juga ? Malah elu yang dikenain lebih banyak ditotok duit lagi kaya
gak tau aja.Cina bego juga luh ! Gua kira pinter ?! :p

Saya sudah melalang buana ke banyak negri orang di planet bumi ini.Dari
negara berkembang sampai negara maju.

Dari pengalaman hidup setelah berjumpa begitu banyak ragam orang di
dunia ini saya berani mengatakan bahwa sebagian besar orang atau
masyarakat Indonesia adalah salah satu dari orang-orang yang termunafik
di seluruh dunia !

Kenapa ? Yah kenapa ?..........Apa itu arti kata munafik ?

Menurut kamus besar bahasa Indonesia munafik adalah suka atau selalu
mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya ; bermuka dua.

Banyak kejadian lain selain kejadian dari kecelakaan saya itu yang
mengandung kemunafikan perilaku sebagian besar masyarakat Indonesia.

Mau pembauran bagaimana ? Saya bersikap apa adanya malah dari pihak
Pribumi sendiri yang membeda - bedakan. Apa dalam hal saya ini memang
sudah sepantasnya saya menerima perlakuan seperti ini ?

Dari kejadian kecil seperti ini pelajaran apa yang bisa kita ambil ?

Bagaimana semua orang keturunan semestinya bersikap terhadap orang
pribumi ? Tetap masih demikian ? terima kalah terus ? atau sudah saatnya
kita unjuk gigi ? Unjuk gigi dalam arti apa ? dan lagipula buat apa ?

Saya memang frustrasi dan kesal tapi tetap tidak bisa rubah keadaan.Saya
yakin pemerintah pun tidak sanggup menangani masalah ini selama di
dalamnya pun terdiri dari sebagian besar dari orang orang yang munafik.

Dalam hal ini saya tetap saya menganggap saya tidak bersalah tetapi
harus mengaku bersalah karena bukan karena kemunafikan saya tapi karena
terpaksa disebabkan oleh  keadaan kondisi masyarakat kita saat ini untuk
menyelamatkan nyawa saya dan istri saya sendiri.

Kalau seandainya saya munafik dalam hal ini, saya tidak akan menulis
artikel ini.

Jadi apa benar menurut pendapat kalian bahwa karena saya warga Indonesia
yang "dikategorikan orang keturunan Tionghoa" harus diperlakukan seperti
ini ?

Pada akhirnya juga yang tersisa hanya banyak pertanyaan tapi sedikit
atau tidak ada jawaban.

Ironis sekali.Negara yang begini kaya akan hasil bumi dan luas dengan
potensi yang sangat besar untuk kehidupan yang adil dan makmur dapat
berkembang seperti negara Afrika yang tingkat kelaparan dan kejahatannya
tinggi dimana di negara seperti Indonesia tidak seharusnya terjadi cuma
gara - gara tidak becus dalam menangani masyarakatnya.

Padahal dulu Jepang menjajah Indonesia.Mana ada sejarah Cina menjajah
Indonesia ? Tapi ironisnya lagi malah Jepang lebih disanjung karena bisa
meminjamkan uang untuk negara.

Ini kitanya yang bego apa memang betul kita adalah anggota orang orang
munafik dunia ?

Suka atau tidak suka kita memang munafik.Kita tidak akan pernah mau
mengakui kesalahan sendiri. Dan jangan harap pemerintah akan menggubris
masalah kecil saya ini yang di mana di negara tetangga seperti
Singapura, orang yang menabrak mobil saya itu bisa saya tuntut balik dan
malah saya yang menuntut uang kaget untuk istri saya.Itu pun kalau saya
mau mengikuti cara berpikir sebagian besar orang Indonesia yang pada
umumnya gak mau rugi.

Singapura hanya 1 jam 10 menit bisa ditempuh dengan pesawat terbang dari
Jakarta. Tapi perbedaannya seperti hampir bumi dan langit dengan keadaan
di Jakarta. Banyak alasan mengatakan bahwa Singapura kecil jadi
pengaturannya gampang.Mungkin benar, tapi ini bukan bisa dijadikan
alasan bahwa kita bisa berlaku seenak jidat ? Orang yang dikategorikan
"keturunan Tionghoa" harus diperlakukan seperti ini.Di sana pun ada
orang Indonesia Pribumi dan Melayu dll.Tapi tidak segila penindasan
seperti di Indonesia.

Bahasa nasional Singapura padahal bahasa Melayu yang dimana banyak
kemiripan sekali dengan bahasa Indonesia .Tetapi di masyarakatnya jarang
digunakan. Kenapa ?
Anda tahu sendiri jawabannya.Malah bahasa mandarin yang lebih sering
digunakan dan menjadi dominan.

Saya bukan mau membanggakan bahwa bahasa itu lebih bagus daripada yang
lainnya.Saya pribadi malah lebih suka berbahasa Indonesia karena lebih
mudah digunakan.

Pada tgl 24 Des 1998 malam setelah mengikuti acara Natal di Orchard Road
Singapura saya bersama keluarga saya ingin kembali ke hotel dengan
menggunakan taksi.Keadaan lalu lintas padat dan macet sekali.Dengan
menunggu secara tertib di tempat penugguan taksi di depan Centre Point
sampai 2 jam lebih dan kesal melihat orang lain yang sering sekali
menyerobot taksi tanpa mengantri akhirnya saya memutuskan melapor polisi
setelah melihat pertengkaran antara penduduk lokal Singapura dan orang
asing yang juga sudah kesal melihat penyerobotan tersebut, dimana orang
bule tersebut juga memutuskan untuk menyerobot.Selain daripada itu ada
juga sebagian orang India yang juga tidak ingin mengantri tetapi ditolak
oleh pengemudi taksi sambil menunjuk memberitahukan agar harus
mengantri.Orang India tersebut terpaksa tidak jadi naik ke taksi
tersebut.

Setelah saya menghubungi polisi setempat bahwa adanya kesemerawutan yang
terjadi di depan centre point, kurang lebih 3 menit kemudian datang dua
polisi yang sedang berpatroli di sekitar itu dan segera menertinkan
situasi.10 menit kemudian datang kira kira 6 orang petugas polisi lagi
untuk memberi dukungan dan semua yang menyerobot telah ditertibkan dan
antrian pun di belakang bertambah panjang.Kurang lebih 30 menit kemudian
baru kami berhasil mendapat 1 taksi yang mengantarkan ke hotel kami
kembali.

Dalam kasus ini waktu saya melapor ke polisi saya menyebutkan nama dan
asal negara saya serta memrotes apa semua turis diperlakukan seperti ini
? Lantas itu ditindak lanjuti denngan cekatan dengan permintaan maaf dan
dibarengi dengan tindakan. Dari pihak kepolisian tidak satu pun yang
meminta uang rokok atau uang Natal dari saya. Setelah saya menjelaskan
bahwa saya yang melapor.

Mungkinkah kejadian seperti ini bisa diterapkan di Jakarta / Indonesia ?
Boro - boro mungkin, kepikir saja tidak untuk menerapkan.Pokoknya itu
kan di Singapura kalo di sini harus yang punya bekingan yang menang kalo
enggak perang.Perang ? cuma karena soal sepele ? Bukannya saya memaksa
kehendak bahwa aparat keamanan di Indonesia harus persis berlaku seperti
di Singapura.Tapi paling tidak hak kita sebagai manusia dan warga negara
bisa mendapat penghargaan yang selayaknya.Tidak perlu muluk muluk.

Seandainya juga saya mempertahankan prinsip dan harga diri saya bahwa
saya tetap benar dan tidak bersalah, apakah aparat hukum bisa menangani
hal seperti ini ? Yang saya tebak dan pasti akan terjadi adalah saya
mati konyol bersama istri saya karena bertindak "benar " mempertahankan
prinsip.

Wahai para masyarakat yang dikategorikan sebagai "Pribumi", beginikah
yang kalian agung agungkan atas keramah tamahan orang Indonesia ? Dengan
membayar Rp.650.000 saya yakin dan seyakin yakinnya bahwa perbaikan
mobil Katana tersebut akan dilakukan sendiri atau mencari yang lebih
murah dari pada si pengemudi menerima "tanggung jawab" saya dengan
memperbaiki di bengkel tersebut.Karena dari selisihnya adalah
"kang-tao/keuntungan !"

Saya cuma bisa menganggap uang itu sebagai buang sial belaka dan saya
sumbang di muka untuk pemakaman dia nanti untuk beli peti ! Sampai
sejauh mana orang yang berpikiran dangkal itu bisa menikmati uang
sebesar Rp.650.000 dari hasil pengancaman ?

Setiap hari sekarang kita mendengar isyu ini isyu itu ditebarkan oleh
orang orang yang tidak bertanggung jawab yang tentu pula bersifat
munafik hanya untuk mewujudkan tujuan politik mereka.Sebagian besar
masyarakat Indonesia memang masih tergolong bodoh.Mudah sekali diadu
domba.Contohnya dari kasus saya , laki laki yang dimaksud sebagai
adiknya itu langsung menanyakan kepada saya dengan kalimat yang
direkayasanya sendiri dengan tujuan sedikit mengancam.Bisa dibayangkan
kalau memang seandainya dia telah mempersiapkan orang orang sekampungnya
untuk melakukan tindakan kriminal apa yang bakal terjadi.Padahal dia pun
apa untungnya ? Merasa hebat ? karena bersatu banyak yang dukung ?
Merasa ini memang hanya tempat untuk orang pribumi dan bukan pendatang ?
atau apa ?

Kalian para pembaca silahkan merenungkan siapa diri kalian sendiri
sebetulnya ? yang Pri dan yang Non Pri. Hidup begitu lama berdampingan
selama bertahun tahun belum juga selesai masalah antar ras seperti ini ?

Saya sendiri juga tidak beranggapan bahwa keturunan saya lebih baik
daripada pribumi.Kita semua sama, tergantung mau berbuat sesuatu yang
benar atau tidak. Lupakan pegangan Agama untuk sejenak yang mungkin
memblokir pemikiran kita masing masing.Saya bukan komunis ! Jangan
berpikiran dangkal ! (Kalo begitu elu komunis dong ! ) Tolong anda
pelajari dulu baik baik apa arti komunis sebelum anda menuduh bahwa saya
komunis ! saya beranggapan kita hidup di planet yang sama dan punya
kepentingan yang sama.Tidak usah pikirkan siapa yang menciptakan kita ,
bagaimana nanti setelah kematian , dsb.Karena hal ini bisa kalian jawab
masing masing begitu pun dengan ajaran agama yang memberi teorinya
masing masing.Apakah Tuhan ada ?Apakah Sinterklas ada ? Telur dan ayam
mana dulu yang diciptakan ? Silahkan jawab sendiri tapi jangan galang
kekuatan politik dari situ dan mengadu domba satu dengan lainnya.Karena
tidak akan ada habisnya.Perbedaan pendapat pasti ada malah itu
diperlukan untuk menjadi maju.buat apa kita persoalkan masalah kecil ?

Tentang agama saya berpandangan sesuatu yang boleh ada boleh tidak
tetapi tidak mutlak harus ada untuk dapat menjalani hidup ini .Saya
lebih percaya kepada keseimbangan kehidupan.Ada buruk ada baik, ada
siang ada malam, ada laki ada perempuan.Ini yang saya percaya seharusnya
di pahami dan dijalankan dan begitu pula denyut kehidupan ini
terjadi/berjalan.Saya juga tidak memaksa orang untuk ikut percaya dengan
pandangan seperti ini.Anda silahkan pikir sendiri.

Seperti misalnya kita melihat benda yang bisa digunakan untuk minum.Si A
bilang itu namanya cangkir, si B bilang itu namanya gelas.Mereka berdua
saling ngotot mau bunuhan bilang masing masing adalah benar.Padahal
kalau dipikirkan lagi, buat apa dipermasalhkan ? mau minum yah minum aja
buat apa harus bilang benda yang digunakan itu harus disebut cangkir
atau gelas ? Kalau keduanya tidak ada pun memangnya kita di dunia ini
sudah tidak bisa minum ? Mau minum langsung dari sumber air kek. dari
teko kek, dari gentong kek, dari tangan kek, apa bedanya ? yang penting
tujuan utama minumnya kan tercapai ?

Maka dari itu  tanyakan diri kalian sendiri : ANDA TAHU BAGAIMANA ? ANDA
TIDAK TAHU PUN BAGAIMANA ? tentang kebenaran agama masing masing ?
Jadi apa bedanya ?

Karena otak atau IQ sebagian besar masyarakat Indonesia padahal belum
sampe ke tingkat itu dan malah di salah gunakan untuk menggalang
kekuatan.

Menurut saya untuk penyelamatan bangsa ini, kepada para intelektual
bantulah mereka dan tunjukan mereka bagaimana seharusnya menangani
kelaparan, ketidaktahuan, keraguan dan hal lainnya yang bisa menyebabkan
mereka untuk tidak bisa menjadi manusia ! dari pada menggrogot dari pada
kelaparan itu sendiri karena pada akhirnya toh, apa yang kita akan dapat
? Jangan menyumpalkan mereka dengan sesuatu yang sifatnya keramat atau
bersifat religius kita kesampingkan saja itu untuk sejenak nanti kalau
saatnya tiba dimana orang tidak perlu khawatir lagi apakah mereka hari
ini bisa makan atau tidak, baru kita bicara soal itu untuk diskusi lebih
lanjut.

Bagi sebagian pembaca yang menanyakan dan merasa saya ada rasa benci
dengan orang pribumi yang dimana saya nyatakan padahal tidak , akan saya
jawab seperti berikut :

Saya tidak benci dengan kalangan pribumi.Saya bahkan tidak menganggap
adanya pembedaan pri dan non-pri.Itu hanya terjadi karena perilaku kita
masing masing.Saya hanya kesal pada sikap orang - orang yang berpikiran
dangkal dan digunakan sebagai alat untuk persatuan menggalang kekuatan.
Padahal mereka pun gak tahu apa yang mereka mau ? Banyak sekali yang
hanya ikut ikutan.

Orang yang berpikiran dangkal pun ironisnya dapat menjabat sebagai
presiden di negara yang indah ini.

Dari wawancara CNBC dengan Presiden BJ. Habibie , dia pernah mengatakan
bahwa dia bisa jadi, orang yang terbodoh di seluruh Indonesia tetapi
apapun yang terjadi dia adalah sang Presiden !

Bisa anda bayangkan kita punya presiden yang berani mengucapkan hal
seperti ini di depan televisi asing yang bakal dilihat oleh hampir
seluruh penduduk dunia ?

Kalau anda bepikiran kritis dan bukan berniat untuk menggulingkan
pemerintahannya , apakah anda yakin negeri ini akan menuju adil dan
makmur jikalau dipimpin oleh orang yang berpikiran seperti itu ?

Pernyataan itu seperti menyatakan : " Bisa jadi elu yang bener tapi
gemana pun juga gua pribumi dan elu Cina dimana elu harus kalah terus !
"

Banyak oposant dari Presiden Habibie pasti merasa itu sebagai pernyataan
sombong untuk kalangan yang kurang berpendidikan, dan kampungan untuk
orang yang lebih mengenyam pendidikan.

Tapi janganlah anda lupa bahwa sikap anda pun begitu terhadap orang yang
dikategorikan sebagai orang keturunan Tionghoa.Jadi anda semua juga
tidak lebih baik dari sikap presiden kita tersebut.

Sekarang begitu banyak aliran partai seperti di film silat.Masing masing
beranggepan dialah yang paling pinter dan benar. Mirip dengan kejadian
kecelakaan saya.Tetapi tidak ada satu pun yang dapat memberi jalan
keluar dari dilema yang kita alami saat ini.

Masih mendingan usulan saya dalam perkara kecelakaan saya untuk
menyelesaikan di kantor polisi.Dimana dalam hal ini bisa kita selesaikan
dengan masing masing mengambil cermin dan menanyakan diri masing masing
atas kesalahan sendiri dari pada saling menyalahkan.Mulailah kita
memperbaiki diri sendiri, jangan menyalahkan orang lain.

Saya juga tidak membela sepenuhnya orang yang dikategorikan keturunan
Tionghoa.Mereka pun banyak yang gak bener.Banyak yang memperlakukan
orang pribumi tidak seperti layaknya mereka seharusnya diperlakukan
hanya dengan pandangan bahwa mereka lebih tinggi derajatnya daripada non
pri. Kalau begitu buat apa kalian masih di sini ? Kalo masih tetap mau
di sini dan tidak mau diperlakukan secara beda beda, kita semua harus
merubah sikap salah kita masing masing.Tapi saya tahu itu lebih mudah
diucapkan dari pada dilaksanakan.Seperti kejadian saya itu.Berniat baik
malah kena sendiri.

Sikap kita yang membuat kita seperti apa yang kita dapat sekarang ini.
Terimalah kenyataan itu dan perbaiki sedini mungkin.

Dari seseorang yang menanyakan masih perlukah mencari keadilan atas hak
asasi manusia di dunia ini untuk dapat bertahan hidup ?

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jan 1999 jam 06:46:31 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke