----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Wednesday 27 January 1999 14:50 UTC



** INDONESIA BERSEDIA MELEPASKAN TIMOR TIMUR

** JUMLAH KURSI FAKSI ABRI BERKURANG MENJADI 38

** LEBIH 1000 ORANG TEWAS AKIBAT GEMPA BUMI DI KOLOMBIA

** PENYELENGGARA OLIMPIADE DI NAGANO DIAJUKAN KE PENGADILAN

** TOPIK GEMA WARTA: MENGAPA JAKARTA AKHIRNYA BERSEDIA MELEPAS TIMOR
TIMUR?




* INDONESIA BERSEDIA MELEPASKAN TIMOR TIMUR
Pemerintah Indonesia bersedia melepaskan kekuasaannya di Timor Timur.
Demikian Menteri Penerangan Yunus Yosfiah, yang mengatakan Indonesia
akan melepaskan Timor Timur apabila mayoritas penduduk setempat menolak
usul Jakarta mengenai otonomi luas. Apabila begitu, maka pemerintah akan
mengajukan usulan kepada MPR untuk memerdekakan Timor Timur. Demikian
dikatakan Yunus Yosfiah setelah akhir sidang kabinet Rabu petang.
Disiden Timor Timur dan pemenang hadiah Nobel Perdamaian, Jose Ramos-
Horta bereaksi pesimis. Ramos-Horta cemas Jakarta kemudian akan mencabut
kembali atau mengubah usul tersebut. Sementara itu, Menteri Kehakiman
Muladi mengumumkan rencana untuk memindahkan pemimpin perlawanan Timor
Timur, Xanana Gusmao, dari rumah tahanan Cipinang ke sebuah rumah yang
dijaga ketat. Rencana ini harus terlebih dulu disetujui kabinet. Pada
tahun 1992, Xanana Gusmao divonis penjara 20 tahun dengan tuduhan
melakukan tindak subversi.


* JUMLAH KURSI FAKSI ABRI BERKURANG MENJADI 38
Partai Persatuan Pembangunan menyetujui kompromi pembagian jumlah kursi
baru di DPR/MPR. Dengan ini terbuka jalan untuk pemilihan umum, yang
dijadwalkan tanggal 7 Juni mendatang. Dalam sebuah usulan yang diajukan
komisi DPR, faksi ABRI mendapat 38 dari 500 kursi di DPR. Saat ini ABRI
menduduki 75 kursi. Akan diadakan pemungutan suara Kamis besok, dan
menurut perkiraan kompromi ini akan diterima. Sebelumnya dicemaskan
tidak akan diambil keputusan mengenai jumlah wakil ABRI di DPR, yang
dapat menyebabkan rangkaian kerusuhan baru di Indonesia.


* LEBIH 1000 ORANG TEWAS AKIBAT GEMPA BUMI DI KOLOMBIA
Menurut kalangan otorita, lebih dari 1000 orang tewas akibat gempa bumi
di Kolombia. Saat ini jumlah korban resmi masih diberitakan 620 orang,
dan jumlah korban yang cedera melebihi 1000 orang. Dicemaskan jumlah
korban tewas bisa melebihi 2000 orang. Ibukota propinsi Armenia
diberitakan menderita paling parah, serta sangat sulit bagi regu
penyelamat untuk mencari korban di bawah puing reruntuhan. Puluhan desa
dan wilayah-wilayah perumahan hanyut diratakan dengan tanah. Sarana
komunikasi dan listrik rusak, serta jalan-jalan tidak bisa digunakan
lagi.


* PENYELENGGARA OLIMPIADE DI NAGANO DIAJUKAN KE PENGADILAN
Sebuah LSM di kota Nagano Jepang, mengajukan pihak penyelenggara
Olimpiade Musim Dingin 1998 ke pengadilan, dengan tuduhan
menyalahgunakan pajak negara sewaktu kampanye, agar terpilih sebagai
penyelenggara olimpiade. Masyarakat Jepang menuntut uang ganti rugi
sebesar 7,3 juta dolar. Walikota Nagano, Tasuku Tsukada, salah seorang
tertuduh, sudah mengaku bahwa ongkos kampanye melebihi anggaran. Tetapi
Walikota Nagano membantah tuduhan telah menyuap para anggota Komite
Olimpiade Internasional, IOC. Saat ini IOC sedang menyelidiki cara-cara
berkampanye sejumlah kota, agar terpilih sebagai penyelenggara
olimpiade. Sejumlah anggota IOC terbukti menerima uang suap dari kota
Salt Lake City, Amerika Serikat, tempat diselenggarakannya Olimpiade
Musim Dingin tahun 2002 mendatang.


* IRAK AKAN TETAP MENYERANG PESAWAT-PESAWAT INGGRIS DAN AMERIKA
Wakil Presiden Irak, Taha Yassin Ramadan menyatakan, negaranya akan
tetap menembak pesawat-pesawat Amerika Serikat dan Inggris yang terbang
di atas Irak. Pernyataan Ramadan dikeluarkan setelah Pentagon memberikan
ijin kepada pilot-pilot Amerika yang ditugaskan di Teluk Persia, untuk
menyerang lebih banyak lagi sasaran Irak di wilayah larangan terbang di
Irak Utara dan Selatan. Pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat tidak
perlu lagi membatasi sasaran hingga instalasi serangan udara Irak,
tetapi juga boleh menyerang instalasi militer lainnya. Selasa kemarin
pesawat-pesawat tempur Amerika kembali menyerang instalasi penangkal
serangan udara Irak, di sekitar kota Mosul.


* PAUS YOHANES PAULUS DISAMBUT DI AMERIKA SERIKAT
Di kota Saint Louis, Amerika Serikat, Presiden Bill Clinton dan istrinya
Hillary, menyambut kedatangan Paus Yohanes Paulus II. Di pusat kota
Saint Louis, Sri Paus disambut meriah puluhan ribu umat Katolik. Tidak
lama kemudian pemimpin gereja Katolik ini berbicara empat mata dengan
Presiden Clinton. Sebelumnya, seorang juru bicara menyatakan pertemuan
itu antara lain akan membahas masalah Irak, Kuba dan hak asasi manusia.
Senin kemarin Paus Yohanes Paulus kembali mengkritik serangan Amerika
Serikat terhadap Irak, dan bahwa Vatikan tidak mendukung embargo
perdagangan terhadap Kuba. Paus yang berusia 78 tahun ini, sedang
melakukan perjalanan ke luar negeri yang ke-85. Selasa kemarin Paus
Yohanes Paulus mengakhiri kunjungan empat hari di Meksiko.


* MATA HARI TIDAK PERNAH MELAKUKAN TINDAK MATA-MATA BERBAHAYA
Tokoh mata-mata legendaris, Mata Hari, tidak pernah melakukan aktivitas
mata-mata yang serius. Demikian laporan Dinas rahasia Inggris yang
diumumkan Selasa kemarin. Penari Mata hari, yang nama aslinya Margaretha
Geertruida Zelle, berasal dari kota Leeuwarden Belanda Utara, dan
ditembak mati oleh tentara Perancis tahun 1917, karena menjadi mata-mata
Jerman sewaktu Perang Dunia Pertama. Tetapi menurut seorang agen rahasia
Inggris yang mengawasi secara intensif kegiatan penari ini sejak tahun
1915, Mata Hari tidak pernah memberikan informasi penting kepada Jerman.
Selain itu, dalam laporan juga disebutkan, bahwa Inggris melatih
sejumlah burung elang untuk menyerang dan membunuh burung-burung merpati
pos Jerman. Tidak jelas apakah ini benar-benar pernah dipraktekkan.


* SIDANG PENGADILAN KETUA ALIANSI DISIDEN CINA
Di Cina dimulai sidang pengadilan terhadap disiden terkemuka, Wang Ce,
yang belum lama ini kembali ke Cina, setelah tinggal di Spanyol selama
10 tahun. Wang Ce yang berusia 50 tahun ditahan bulan November lalu di
kota Hangzhu, Cina Timur, dengan tuduhan, antara lain, melakukan tindak
subversi. Selanjutnya Wang Ce dituduh memberikan dana bantuan kepada
pendiri Partai Demokrasi Cina yang terlarang, Wang Youcai, yang bulan
lalu dijatuhi hukuman penjara 11 tahun. Wang Ce adalah ketua Aliansi
Demokrasi Cina, organisasi terbesar para disiden Cina di luar negeri.


* MENGAPA JAKARTA AKHIRNYA BERSEDIA MELEPAS TIMOR TIMUR?
Hanya sesaat sebelum pembicaraan segitiga tingkat pejabat tinggi atau
SOM, senior officials meeting, antara Indonesia, Portugal dan wakil
Sekjen PBB dibuka di New York, pemerintah di Jakarta membuat kejutan.
Indonesia bersedia melepas Timor Timur apabila rakyat Timor Timur
menolak otonomi luas yang ditawarkan. Banyak pihak, terutama kalangan
perlawanan Timor Timur, menanggapi dengan skepsis, tetapi ada beberapa
alasan untuk lebih optimistis. Sebuah ulasan redaksi di Hilversum.

Menurut rencana, SOM atau pembicaraan segitiga tingkat pejabat di New
York itu akan dimulai besok, untuk membicarakan substansi dari wujud
otonomi luas. Kalau ini sukses, pembicaraan akan dilanjutkan dengan
konsultasi Utusan Sekjen PBB Jamsheed Marker dengan wakil-wakil Timor
Timur di penjuru dunia, lantas kedua menteri luar negeri Indonesia dan
Portugal, harus menyepakati substansi tsb. Baru setelah itu, perundingan
segitiga teoretis dapat diakhiri dengan kesepakatan yang harus disahkan
oleh Sekjen PBB, atau jika perlu, oleh Majelis Umum PBB. Sebab, yang
menjadi patokan perundingan sejak 1983 adalah solusi Timor Timur harus
"just, comprehensive and internationally acceptable", artinya harus
secara adil, bersifat luas dan dapat diterima masyarakat internasional.

Sekarang, pemerintah Indonesia tampaknya mengambil jalan pintas dengan
menawarkan kemungkinan MPR hasil pemilu yang akan memutuskan melepas
Timor Timur dari wilayah negara R.I. Padahal, baru sebulan yang lalu,
tak kurang Menlu Ali Alatas sendiri mengungkap optimisme untuk mencapai
kesepakatan Timor Timur April yang akan datang. Dengan kata lain,
pemerintah Indonesia tampaknya tidak melihat sinar lagi di ujung
terowongan perundingan yang selalu gelap itu. Masalahnya, dalam rencana
perundingan yang dibahas hanyalah periode dan wujud otonomi yang menurut
Jamsheed Marker harus diisi dengan pengurangan tentara, kehadiran
lembaga PBB dan pemilihan umum bebas, khusus untuk Timor Timur dan
pembebasan serta keterlibatan Xanana Gusmao dalam perundingan. Kalau
semua ini disepakati, itu saja sudah penting, tetapi yang paling alot
bagi Indonesia, adalah tahap berikut, tentang status otonomi, final atau
sebagai transisi menuju referendum.

Di sini pun, Jakarta tampaknya tidak melihat lagi prospek kemungkinan
dapat menekan Portugal dan memperoleh persetujuan Majelis Umum PBB untuk
menyetujui status otonomi yang final. Krisis moneter dan ekonomi
Indonesia membutuhkan obat pemulihan kredibilitas internasional, tetapi
kepercayaan dunia tidak mungkin hanya diperoleh melalui pemilihan umum 7
Juni mendatang. Bagaimana dunia mau percaya pemilu yang jurdil jika
kerusuhan terus menyala di mana-mana dan ada indikasi rekayasa dalam
kemelut kwasi-religius itu? Untuk Timor Timur, janji penarikan tentara
saja tidak dipenuhi. Jadi, bagaimana dunia bisa percaya pada janji
otonomi luas bagi Timor Timur yang bermayoritas Katolik, jika pemerintah
pusat yang akan bertanggungjawab atas politik luar negeri, moneter dan
keamanan itu, tidak mampu menjaga keamanannya sendiri?

Maka, tak ada jalan lain yang lebih terhormat bagi pemerintahan Habibie
berbau Soeharto untuk menyerahkan masalah Timor Timur kepada MPR dan
pemerintah baru yang betul-betul PASCA-Soeharto. Lagi pula, Bank Dunia
baru saja menyatakan krisis di beberapa sektor dan kawasan tidak separah
yang diduga semula, sehingga Jakarta tidak perlu terlampau khawatir akan
terjadi "mimpi buruk Bosnia" (Bosnian Nightmare) yaitu bahaya
separatisme di Nusantara, apabila Timor Timur lepas dari Indonesia.

Jadi, apa yang diumumkan oleh Menpen Yunus Yosfiah didampingi Menlu Ali
Alatas Rabu kemarin boleh jadi merupakan suatu terobosan yang serius.
Ironisnya, terobosan itu diumumkan oleh seorang mantan perwira yang
dituduh terlibat kejahatan pembunuhan beberapa wartawan asing di Balibo
tahun 1975.
Bagaimana pun juga, menarik dicatat, terobosan itu dibuka setelah Pangab
Jendral Wiranto membersihkan pucuk ABRI, mengkonsolidasi diri dan
membuka pembicaraan dengan oposisi, singkatnya setelah Wiranto mulai
bergerak dengan kepercayaan akan kekuatannya sendiri. "Wiranto breaks
with the past", atau menutup masa silamnya, kata kalangan yang
optimistis di Jakarta seperti Ketua DPP Golkar dan pimpinan Komnasham
Marzuki Darusman.

Namun demikian, optimisme ini harus dikawal kewaspadaan. Wiranto harus
mampu mengendalikan ABRI yang taat janji untuk menjamin pemilu Indonesia
yang jurdil dan untuk mundur dari Timor Timur. Kalau serius, maka
berarti pemerintah Habibie telah berjasa membuka jalan bagi pemerintah
baru nanti untuk merampungkan soal Tim-Tim secara demokratis melalui
penarikan ABRI dan menyiapkan referendum yang diawasi PBB. Kalau tidak,
Habibie akan rugi, citra negara akan runyam, krisis tetap gawat, dan
Indonesia tetap menjadi negara yang menjajah tetangga kecil.

Arsitek Orde Baru dan arsitek konflik Timor Timur, Mayjen Ali Murtopo
pada tahun 74 mengkerdilkan bangsa Timor Timur sebagai "gatal-gatal di
ketiak Indonesia", kemudian, sejak Pembantaian Santa Cruz tahun 91,
Presiden Soeharto menyebutnya "jerawat di wajah Indonesia", lalu Menlu
Ali Alatas mempopulerkannya sebagai "kerikil di sepatu Indonesia". Sudah
tiba saatnya Indonesia menghentikan semangat megalomania dan mulai hidup
secara demokratis baik di kandang sendiri maupun dengan para
tetangganya.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jan 1999 jam 15:59:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke