----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

PEMBUKAAN CATUR NUSANTARA

A Not-bad Week
Minggu yang sedang berjalan ini menunjukkan perkembangan Catur Nusantara
yang cukup menarik.  Mulai tampak hal2 yang seharusnya dilakukan
pemerintah habibi dari dulu. Hal2 yang secara rasional seharusnya
dilakukan, dalam posisi mereka yang kepepet.  Sambil memberikan harapan
adanya otak waras di batok kepala mereka.  Berdasar otak waras, bukan
berdasar kebaikan, tetap demi keuntungan pribadi, maka para pelaku harus
melakukan apa yang dilakukannya minggu ini.

GOLKAR - Menyadari posisi.
Ini adalah kunci tindakan golkar.  Para pejabat Indonesia, topeng
pertama Kultur Dewa, adalah tidak punya malu.  Baramuli itu adalah
specimen khas.  Bacot ngablak, tanpa malu.  Kalau ditegur (soal
menggolkar di sulsel) malahan sengaja (bagi2 duit), untuk membuktikan
betapa tak pedulinya daku sama omongan dikau.   pembuktian terbalik
begini adalah ajaran soe si anak desa.  Kalau tak setuju dia tidak tega
ngomongnya, tetapi dari tindakan, dengan sengaja melabrak ketentuan  kau
mau apa hayo! .  Semua kalangan abri menganut aliran ini.  Baramuli
sungguh contoh orang ge-er  menggelikan, karena makluk tuwo ini relatif
tidak berbahay, kita jadi geli kaya liat singa ompong meng-gerung2.
Malah lucu.  Ditegur kolega, ngablak.  Dituntut barnas, ngeplek.  Bagi
duit sekalian.  Ha ha , teori jowo diterapkan orang sabrang yang blas
ora-dep-isin.  Jadi persis wong edan klinis.  Saya khan pejabat....  hua
haa ha.
Cukup2.  Kikik adalah anathema baramuli.  Mestinya.  Dalam hostile
environment seperti kalangan golkar, kirik siji iki bisa saja amblas
jadi ajag.  Eh ternyata environment berubah (sedikit).  Mulai dari
kegenitan akbar minta maaf.  Lalu debat ramai soal PNS.  Golkar jelas2
di-kipret oleh kakaknya, Abri. Lelanang abri  masih tetap mbaurekso.
Nanti kita bahas.  PNS di PP kan.  Golkar cengengesan.  Mungkin ini
adalah deal pertama di Indonesia yang basisnya pakai rasio relatif
dominan.  Biasanya deal kan blantikan, debat jualan mobil bekas, yaitu
yang ngomong (dan gertakannya) paling keras doang.

Habibi juga berperan mending, dengan bersikap sungguh2 soal PNS.  Bayi
tuwo ini memang ada beda sama setan-kemusuk.  Soe kalau kepepet pastilah
mbanggel (=kaya anjing dipegang ekornya, menggigit sambil memelantingkan
diri) pake segala macam isu yang ndeso2 asal menang.
Alhasil, PP dibuat.  Eh, keluar lagi  ciri  orbaniyah, setelah bikin
persetujuan, pas diketik nyolong lagi ! Tadi siang, ternyata PP5 PNS
diselusupi klausul2 maling soal  penyelamatan  PNS yang berjuang selama
pemilu lalu balik lagi  berbakti demi negara  dalam 5 tahun.  Ngelu
berat.  Untung FPP tegas.  Kita lihat besok.   Soal PNS ini adalah isu
benar2 antara golkar dengan rakyat (proxynya PPP).  Karena soal isu
proporsional dati 1 atau 2 sebenarnya tidak terlalu tajam.  Golkar akan
diuntungkan dengan  distrik  di tingkat dati 2, tetapi tidak dapat
dipastikan benar.   Bagimanapun semangat untuk adanya  jual-beli  dalam
DPR bukan sesuatu yang inheren jelek.  Yang penting adalah semangat
jual-beli yang setara.  Bukan jaman soe loe jual-nyawa gue beli nasib.
Isu kursi abri memang lain.

PPP   lesson in democracy.
FPP tentu saja bukan the best team untuk negosiasi, namun performance
FPP melebihi dugaan.  DPP nya kurang tajam, tetapi team FPP nya sungguh
boleh.  Tentu saja ini semua juga sekaligus merupakan langkah rasional
terbaik mereka.  Sangat boleh dihargai bahwa mereka bisa memilih
bertingkah rasional dan terbaik itu, tanpa harus ngeplek di gencet atau
disogok (biasanya) untuk jadi bodo.  Tentu saja,  para pimpinan partai
yang mengijinkan mereka setuju angka 38 yang ngelu super itu.  PDI,
untuk pertama kalinya membangkitkan simpati, dengan wafatnya seorang
legislator di meja rapat.  Inna lilahi.
Hal yang sama mungkin dapat dikatakan pada team perumus yang muda2.
Pengalaman pertama ini harusnya dapat menunjukkan bahwa didalam
legislative, yang disebut  bijaksana  itu tidak selalu ditakar dengan
uang, atau sogokan lain.  Dari dulu, Metaerum Suryadi, semua adalah
maling sogokan baik duit maupun indirek chip lain.  Let this be a start.

ABRI   tough business
Abri, lepas dari retorikanya yang paling mbledor, adalah the bad guys
disini.  Termasuk sang calon-boyo SBY yang sok-puitis.   Abri berhasi
menuntaskan goalnya 38 kursi.  Jelas ini adalah berita jelek, karena
memang abri ikutan di legislatif ini benar2 teori rakus-kekuasaan model
kuno whatever shits say.  Tetapi lebih lagi, ini dikombinasikan dengan
rapat ciganjur-plus-bedil (plus rambut taneman wir) , menentukan titik
tegas masuknya wiranto sebagai contender untuk presidency.   Kita akan
banyak mendengar omongan2 diatur (john robert power-ish) dari manusia
abri ini.  Untung-buntung, wiranto will be here to stay.
Kombinasi keseluruhan tampilan abri ini, ditengah badai kerusuhan dan
kegagalan keamanan (baik hasil maupun niat).  Perusuh sesungguhnya
dibiarain, atau dibelain,  perusuh  bocah mahasiswa dianggap musuh
beneran.  Waktu dikritik tentang hal ini, menunjukkan penjahat2 kecil
yang ditembak sebagai bukti (hopo tumon ?) bahwa bukan hanya mahasiswa
yang gue bedil.  Gue tetep ngawur.
Militer Indonesia mempunyai muka typical militer negara ketiga, kekuatan
mereka, dalam persepsi mereka hanyalah pada bedilnya.  Harus kereng,
galak, tidak ngalahan.  Terutama harus fisikal. Orang lain pake otak,
gue lain, gue terobos langsung.  Macho2an anak teen-ager.
Kombinasi ini yang tetap nampak.  Kerusuhan2 yang jelas2 diketahui oleh
pimpinan abri, disimpan dulu untuk  dijual  pada harga tertinggi.  Dan
mereka pikir itu good politics.  Persis preman.
Ngalah 2 kursi ini sudah sangat hebat bagi Fabri, yang blas tidak
melihat kenapa perlunya.  Sebagai wong jowo, Pandita tidak akan menolak
rejeki.  Tentu saja not good enough, tetapi pelajaran buat abri ngurangi
kursi karep sendiri ini sudah  mending .  Tinggal nantinya kita pelototi
yang duduk2 disitu agar ndrojot (=gemetaran) atau ke-malu2an.  Sangat
mungkin terjadi.
Tetapi kalau wiranto sendiri tampaknya sudah beyond help.  Dia benar2
memandang kedepan, white-house calling (yok2e di amrik). Perwira staf
kurang balung ini memang senang politik, tinimbang field-work yang dia
rodo wedi.

HABIBI   the real chess game player
Habibi menunjukkan pembukaan yang lumayan minggu ini.  Lepas dari maling
PP 5 nya, yang berbau maling kere, merubah kesepakatan secara sepihak
(dan berharap can get away with that ? Maling).  Memang ada bedanya
 wong mangan bangku sekolahan londo , selain minder berat sama
bule-jerman, ada baiknya adalah kemampuan melihat realita.  Tidak ngimpi
dadi raja terus bagi wong ndeso jowo gak skolah.
What bie did this week is shrewd.  Licin punya.  Sekali lagi Pandita
mengharap dari dulu harusnya biang minder ini begini, mikir pakai
logika.  Menekankan PNS netral, menegaskan no negara Islam, dan bahkan
melepas bom Timtim.  A bit much for one week, bie.   Not bad at all.
Peran gibi berbaik bagi negara ini adalah memasang landasan bagi negara
demokratis Indonesia, yang Pandita sangat yakin he can make a hell lot
of differences, kalo mau.  Mengingat para pejabat kita yang kebanyakan
model baramuli edannya, di kipret dikit oleh presiden, walaupun seorang
presiden yang blas gak wibawa model si kurcaci dari jerman ini, pasti
masih ada gunanya.  Dan perbuatan ini indeed ada baik, seperti Pandita
sebut, memperbesar kemungkinan nama habibi jadi nama gang, ada
menguntungkan di long term punya. Dari dulu kekhawatiran terbesar adalah
gibi cannot see this.  Ketutupan triplek (bagian depan podium !).
Tentu saja, gebrakan2 gibi ini adalah gebrakan catur.  PNS dikotori
dengan maling teks.  Timtim masih sangat dini, bombshell ini bisa saja
another very shrewd move. Ide Alatas ini pasti sudah dibahas dengan
gibi, karena tampak dari bau2nya, ide simplisistis, ke-kanak2an
juvenile.  Kayak banci ngadat, gak mo gini ya emoh aku... Yang lucu
adalah sang alatas membawakannya.  Timtim is a very sad story, dan in
essence Pandita setuju bahwa baikan mereka dilepas saja dari RI, sambil
diberi pesangon atas inconveniences done by prabowo.  Walau tentu saja
ini belum tentu yang terbaik bagi rakyat timor.  Well, for us, we have
enough in our hands.
All in all, move gibi kali ini ada baik.  Kendhel maneh sithik, tegas
sama menteri2nya,  tambah ada baik si gibi tanpa resiko (nothing to
lose) ini

Tentu saja, minggu ini juga baik buat Gus Dur.  Setelah bertempur dengan
keraguan2 masyarakat atas move2nya yang mbingungi setan, pelan2 mulai
kebaca  koan nya.  Bahwa berisi-kosong, kosong berisi, asal-diomong, gue
udah menang. Menangi wong edan (soe)   memang kudu gini.   Secara
berkelok dan aneh, geliat2nya adalah satu2nya upaya mengendorkan
ketegangan negara yang riil.  Bukan kaya abri, yang pura2 tak tahu dan
tutup mata sama kerusuhan.  Dengan psikologi premannya : gue ndak
untung, egepe.  Mau hasil nyata - duit didepan.  Maka abri (dari
pimpinan dan instruksi ke bawahan) berhasil total memainkan kerusuhan
untuk keuntungan mereka (di pikiran mereka, di pikiran orang lain semua
kegagalan keamanan berarti kegagalan abri , wir, boy!), jadi preman
tanpa memuntahkan darah dengan tangan sendiri.  Ini secara tidak
langsung memang berhasil, membuat orang yang menyangkal orang klemer
kaya wiranto takut juga.  Waras ngalah !
Tentang sang biang kerusuhan sendiri, provokator.  Well istilah ini naik
daun menggantikan reformasi.  Tetap sejahtera.  Dengan m.o (modus
operandi) yang sama dari dulu sejak jaman babi makan mobnas, sampai kini
tetap manjur.  Malah mungkin mereka bisa menghemat props nya.  Kaya baju
item, topeng ninja, blati2 clurit2 bisa dipake ulang.  Sang Provokator
Agung dasamuka belon main penuh.  Baru menjajagi dengan langkah pion ke
sektor pinggir, prabu berkenan ke solo.  Ngetes air.  Ujar2 sedikit.
Esensinya kita jangan pedulikan, omongan2 itu khan cuma ngetes seberapa
jauh tanggapan.  Dan pelan2 nanti para gedibalnya naik kedepan.  Si
 belut-ireng  setiawan jodi itu sudah tidak menyangkal soeharto lagi
(ndak kaya dulu bilang sudah putus).  Dimas probo mulai mbacot lagi.
Kita daripada liat.

BAGI KITA
Apa artinya semua ini ?  Perbaikan.  Ya perbaikan.  Sedikit.  Move
kearah rasionalitas adalah good move bagi kita.  Yang tadinya blas ndak
ada rasio.  Jaman semono dibawah daripada soe, weleh weleh logika nalar
amblas jauh banget.   RUU Politik ini, tentu saja dengan PP5 diperbaiki,
memang bukan karya agung.  Dan masih agak jauh dari ideal.  Tetapi
considering modal super-kere yang ada dibatok kepala pemerintah dan DPR,
mungkin kategori acceptable.  Sebagai aturan dasar pemilu mending2,
tinggal implementasi.
Isinya sih mediocre.  Serba setengah.  Mungkin masalah PNS itulah yang
terbaik.  Tetapi cara pencapaiannya not bad lah.  Dan ini atas jasa
fraksi yang lumayan meragukan , PPP, yang tampaknya akan menyeger
setelah lengsernya situa cempreng metaerum.

YA, termasuk dengan tingkah abri yang tetap premanistis, minggu ini
tidak jelek.  Peraturan apapun sebenarnya selalu bisa dilanggar, dan
dibelokkan.  Peraturan dalam sebuah lapangan yang adil (basket NBA atau
apa saja) tidak perlu terlalu susah, asal fair berlaku bagi semua.
Penerapannya.
Itulah esensinya.  Dan cara2 blantikan politik minggu ini tidak terlalu
bau jamban seperti biasanya (ingat debat2 komisi 1 dan 2 wiranto dan
hartono ? sejuta tahun yang lalu ?).  Itu yang penting.
Perjalanan masih jauh, jika sang dasamuka megol lagi meja bisa buyar
lagi.  Sementara ini biar saja itu urusan gus Dur angon kebo edan soe.
Secercah bau segar merebak, catur ini , Catur Nusantara, bisa2 jadi
catur normal.  Dimana kita bisa membaca gerak gerik manusia dari
pertimbangan rasio, bukan pertimbangan jidat edan jaman soe, atau libido
sarpakenaka tutut.  Blas gak iso dipikir.  Kudu weruh sadurunge winarah.

Tentu saaja, soal tujuan tetap asal menang.  Politisi kebret semuanya,
kaya jerman kohl atau siapapun adalah asal menang.  Tetapi jika mereka
harus berjuang, it will keep them honest.
Dan kita sebagai penonton dan pemilik sirkus ini, rakyat, bisa tambah
kajen (=dihargai).

PENUTUP

That s it.  Not a bad week. A baby step to better tomorrow.
Soal kerusuhan ya tetep wae.  Itu adalah next battle, mengapa wiranto
harus melindungi para pelaku kerusuhan ?  Mengapa para pemerkosa gadis2
tak bersalah, para kolektor janin dari ibu2 hamil, para kolektor daun
telinga manusia sipil,  harus dilindungi demi  politik  ?
Ini adalah pertanyaan2 berikutnya pada abri dan wiranto.  Pada putaran
ini mereka masih bisa maksa dapat bye, pada putaran berikut kita harus
pastikan mereka bite the bullet.    Juga untuk para gerombolan Islam
palsu.  Minggu ini kita lihat si gogon dan egi , his majesty s hyenas,
sudah mulai pelok2 si buta dari ciganjur.  Mereka gak laku minggu ini,
but we have not seen the last of them.
Let the show continue !!
We ve been waiting....

Kumbokarno.  Sang Pandita.  28 Jan 1999.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Jan 1999 jam 02:34:01 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke