---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: PARA DELEGASI PBB GUNJINGKAN "CALON ANGGOTA BARU" Ancaman politik mutung Indonesia telah ditanggapi dengan serius di PBB. Para de- legasi mulai menggunjingkan kemungkinan kemerdekaan negara baru, Timtim. Malah sudah ada yang "carried away" (dihanyutkan oleh arus) terlalu jauh dan dan mempersoalkan bantuan ekonominya melalui semacam Marshall Plan. Ada pula yang menggunjingka perlindungan payung "umbrella protection" dari kemungkinan "Saddam Hussein II" dari.........mana lagi kalau bukan dari Indonesia! Semua pembicaraan merupakan pergunjingan informal. Namun demikianlah per- hatian besar yang sudah dicurahkan secara tiba tiba kepada "calon anggota baru" PBB. Namun mereka cukup realistis dan kembali kepada pernyataan Menlu Alatas dan delegasi Nugroho yang menolak mutlak referendum. Nugroho mengakui Indonesia akan memberikan kemerdekaan sebagai "worst case scenario", skenario paling buruk pada instansi terakhir. Diperdebatkan pula masalah referendum. Semua setuju referendum yang diperta- ruhkan di meja perundingan sejak lama oleh Portugal dan Sekjen PBB yang untuk sementara ini dipeti eskan sampai usulan otonomi luas Sekjen PBB diperundingkan sampai tuntas, diterima atau ditolak. Jamsheed Marker dan delegasi Portugal Neves keduanya mengkhawatirkan marak- nya tindakan kekerasan di Timtim yang bisa menggagalkan perundingan Tripartit. Pihak delegasi Indonesia tidak terdengar vokal dalam hal ini. Laporan media Barat marak tentang "marauding militia" (pam swakarsa) yang dipersenjatai Indonesia menteror penduduk sipil yang pro-kemerdekaan. "Saya sudah mengimbau semua pihak di Timor Timur untuk memerlihara perdamai- an dan tidak membiarkan unsur rasial kedua pihak untuk merusak atau menyim- pangkan proses Tripartit karena kami sudah dekat kepada solusi" demikian Marker. Perundingan Tripartit akan dilanjurkan hari Selasa sedangkan isyu yang tidak bisa dirundingkan lagi akan diserahkan kepada perundingan Tripartit tingkat Menlu men- jelang akhir bulan Pebruari di PBB. H.S. Supangkat PBB ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 31 Jan 1999 jam 21:36:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
