----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Thursday 08 April 1999 13:50 UTC



** INDONESIA SETUJU PENYIDIKAN INTERNASIONAL DI TIMOR-TIMUR

** 13 WARGA KALIMANTAN BARAT TEWAS AKIBAT BENTROKAN DENGAN APARAT
KEAMANAN

** KONGRES INGATKAN CLINTON TIDAK SEGERA SETUJUI CINA JADI ANGGOTA WTO

** NATO TEMBAKI GEDUNG PEMERINTAH SERBIA DI JANTUNG KOTA BEOGRAD

** TOPIK GEMA WARTA: PEMERINTAH DINILAI TIDAK OBYEKTIF KALAU KEMBALIKAN
XANANA KE PENJARA

** TOPIK GEMA WARTA: MENGAPA BANYAK KALANGAN INDONESIA MINTA BANTUAN
INTERNASIONAL?




* INDONESIA SETUJU PENYIDIKAN INTERNASIONAL ATAS PERTUMPAHAN DARAH
TIMOR-TIMUR
Pemerintah Indonesia menyetujui penyidikan indipenden internasional
terhadap pertumpahan darah di Gereja Paroki Liquica Selasa silam.
Menteri Luar Negeri Ali Alatas menyatakan menyambut baik kehadiran tim
penyidik Palang Merah Internasional. Sebelumnya Portugal menyerukan
penyidikan internasional mengenai pembantaian awal pekan ini di Gereja
Paroki Liquica yang menewaskan 25 orang. Sebagian sumber melaporkan
jumlah korban sedikitnya 40 orang. Kelompok pro-Indonesia diduga
melempar granat ke arah ratusan massa yang berlindung di gereja.


* 13 WARGA KALIMANTAN BARAT TEWAS AKIBAT BENTROKAN DENGAN APARAT
KEAMANAN
Sekitar 13 orang tewas akibat tembakan polisi dan tentara yang berupaya
menghalau kerusuhan massa di Kalimantan Barat. Rabu silam ribuan warga
suku Melayu dan Dayak turun ke jalan di Singkawang. Mereka menuntut
pembebasan sekitar 100 rekan yang ditahan polisi awal pekan ini.
Bentrokan timbul ketika aparat keamanan berupaya menghentikan arak-
arakan massa. Sumber resmi hingga saat ini belum mengumumkaan jumlah
korban. Otoritas Singkawang masih mengadakan penyidikan terhadap kasus
ini.


* KONGRES INGATKAN CLINTON TIDAK SEGERA SETUJUI CINA JADI ANGGOTA WTO
Anggota Kongres Amerika mengimbau Presiden Bill Clinton agar tidak
tergesa-gesa menyetujui Cina menjadi anggota Organisasi Perdagangan
Dunia WTO. Sebanyak 48 anggota Kongres meragukan apakah Cina akan
mematuhi aturan perdagangan internasional. Mereka beranggapan Cina tidak
menghormati perjanjian internasional antara lain mengenai hak asasi
manusia dan perjanjian pelucutan senjata. Imbauan Kongres tersebut
menyusul pernyataan Presiden Clinton sebelumnya yang menyambut baik Cina
menjadi anggota baru WTO. Di Gedung Putih, Presiden Clinton menerima
Perdana Menteri Cina Zhu Rongji yang mengadakan lawatan resmi di Amerika
Serikat. Beberapa saat sebelumnya Cina mengumumkan pembelian dua pesawat
Boeing dan pencabutan larangan impor gandum Amerika. Di samping itu Cina
juga menyetujui perluasan trayek penerbangan Cina-Amerika. Zhu Rongji
merupakan Perdana Mentri Cina pertama yang mengunjungi Amerika secara
resmi, dalam 15 tahun belakangan. Sementara itu sekelompok aktivis HAM
Cina di New York mengimbau Presiden Clinton agar mendesak pembebasan
beberapa tahanan politik yang mendekam di penjara Cina. Para tahanan
adalah aktivis demonstrasi pro-demokrasi di Lapangan Tienaman, Beijing
tahun 1989.


* NATO TEMBAKI GEDUNG PEMERINTAH SERBIA DI JANTUNG KOTA BEOGRAD.
Gedung pemerintah di pusat kota Beograd dijatuhi tiga rudal NATO. Akhir
pekan silam pesawat NATO juga menembaki markas kepolisian dan kementrian
dalam negeri Beograd. Beberapa jam belakangan NATO juga menyerbu
sejumlah sasaran di Novi Sad dan Pancevo. Untuk pertama kali pesawat
Amerika menembaki iring-iringan pasukan Yugoslavia di Kosovo. Di samping
itu Amerika Serikat mengumumkan nama delapan komandan pasukan Yugoslavia
yang dituduh melakukan kejahatan perang. Selama empat hari belakangan
pasukan Serbia membakar hangus puluhan desa, dengan tujuan agar para
pengungsi tidak kembali ke rumah mereka, demikian NATO. Menurut Sekjen
Nato Javier Solana, Presiden Slobodan Milosevic harus dihadapkan ke
Tribunal Yugoslavia di Den Haag. Rabu kemarin, Presiden Milosevic untuk
pertama kali mengakui adanya malapetaka kemanusiaan di Kosovo. Namun ia
menambahkan bahwa gelombang pengungsi tersebut diakibatkan oleh pemboman
NATO.
Nasib puluhan ribu pengungsi Kosovo yang hingga Selasa silam berada di
perbatasan Makedonia, hingga kini masih belum diketahui. Puluhan ribu
pengungsi yang berada di daerah tak bertuan dalam kondisi yang sangat
mengkhawatirkan tersebut dievakuasi dalam waktu yang singkat. Sebagian
besar diduga dipaksa pasukan Yugoslavia kembali menuju Kosovo. Sementara
itu Beograd menyatakan bahwa para pengungsi bisa dengan aman kembali ke
rumah masing-masing karena sejak Selasa malam pasukan Serbia mematuhi
gencatan senjata yang secara sepihak diumumkannya, demikian Beograd.
Amerika Serikat menyangkal gencatan senjata, dan menambahkan bahwa
pasukan Serbia masih terus melancarkan aksi pembersihan etnik di Kosovo.


* KUBA SIAP BANTU MENAMPUNG PENGUNGSI KOSOVO KE GUANTANAMO.
Kuba siap membantu operasi penampungan pengungsi Kosovo di pangkalan
Angkatan Laut Amerika Guantanamo, demikian Kementrian Luar Negri Kuba.
Guantanamo adalah pangkalan Angkatan Laut Amerika di Kuba Tenggara. Rabu
kemarin pemerintah Kuba masih mengkritik rencana Amerika untuk memberi
penampungan sementara kepada sekitar 20 ribu warga Etnik-Albania di
Guantanamo. Sebelumnya Amerika menggunakan pangkalan militernya di Kuba
tersebut untuk menampung pengungsi perahu asal Kuba dan Haiti yang
berupaya menyeberang ke Amerika Serikat.


* DEWAN KEAMANAN  BICARAKAN RANCANGAN BARU KEBIJAKAN TERHADAP IRAK
Dewan Keamanan PBB mengawali serangkaian pembicaraan membahas rancangan
baru kebijakannya terhadap Irak. Mereka dijadwalkan akan membahas
pelucutan senjata Irak dan dampak embargo minyak terhadap negara
tersebut. Menurut pakar PBB, Irak masih tetap memiliki senjata berat.
Rusia menghendaki agar Ketua Komisi Senjata PBB Richard Butler tidak
diikutsertakan dalam pembicaraan tertutup tersebut. Sebelumnya Rusia
juga menghendaki Butler mundur sebagai ketua Komisi. Perancis, salah
satu anggota tetap Dewan Keamanan, menghendaki pembentukan sebuah komisi
baru. Moskow beranggapan bahwa laporan Richard Butler tentang Irak
merupakan penyebab utama serangan Amerika dan Inggris terhadap Irak
akhir-akhir ini. Dewan Keamanan melanjutkan pembicaraan Jum'at besok dan
pekan depan.


* HUTAN BRASILIA MUSNAH LEBIH CEPAT DARI YANG DIPERKIRAKAN
Musnahnya hutan-hutan di Brasilia berlangsung lebih cepat dari yang
selama ini diperkirakan. Tim penyidik Amerika melaporkan setiap tahun
sebanyak 15 ribu hektar hutan Brasil lenyap akibat penebangan dan
kebakaran. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat prakiraan selama ini,
yang merupakan hasil pemantauan satelit. Selanjutnya para tim pakar juga
menandaskan bahwa pemantauan satelit tidak bisa memberi gambaran yang
akurat penggundulan hutan. Penyidikan para pakar tersebut didasarkan
pada wawancara dengan sekitar 1400 buruh industri kayu Brasilia.


* PEMERINTAH DINILAI TIDAK OBYEKTIF KALAU KEMBALIKAN XANANA KE PENJARA
intro: Pernyataan pemimpin perlawanan Timor Timur Xanana Gusmao supaya
rakyat Timtim kembali mengangkat senjata melawan Indonesia, dinilai
Menteri Kehakiman Muladi tidak baik bagi upaya penyelesaian masalah
Timor Timur. Oleh karena itu pemerintah berniat meninjau kembali status
tahanan Xanana, dan tidak tertutup kemungkinan akan dikembalikan ke LP
Cipinang. Pengacara Xanana, Johnson Panjaitan SH, dari PBHI menilai
pernyataan Menteri Muladi ini tidak adil dan obyektif:

JOHNSON PANJAITAN [JP]: Pak Muladi itu tidak obyektif dan fair (adil,
Red.) melihat persoalannya, karena baik Pak Xanana maupun Pak Muladi itu
hanyalah menerima akibat dari perkembangan yang terjadi di Timor Timur.
Itu kan semua akibat tindakan ABRI dan sipil yang dipersenjatai yang
melakukan pembunuhan terhadap penduduk di Timor Timur, kan. Kan Pak
Muladi selama ini punya pengalaman bekerjasama dengan Pak Xanana untuk
menciptakan rekonsiliasi dan perdamaian, kan. Itu secara kongkrit kan
dilakukan. Akan tetapi kan di luar kekuasaan kita semua apa yang terjadi
di Timor Timur sana.

Tapi, problemnya bagi Pak Xanana sebagai Presiden CNRT (Dewan Nasional
Perlawanan Bangsa Timor, Red.) dia berada pada posisi yang sangat sulit
dan tertekan, karena situasi pembunuhan dan tindakan kekerasan yang
terjadi di sana itu semakin meluas, dan dia dipertanyakan oleh banyak
kalangan, bagaimana kita mau melakukan rekonsiliasi kalau pembunuhan itu
sekarang makin meluas dan korbannya juga semakin meningkat. Jadi saya
kira Pak Muladi tidak obyektif dan fair kalau begitu melihat
persoalannya.

RADIO NEDERLAND [RN]: Lalu, bagaimana upaya anda sebagai pengacara
Xanana menghadapi ancaman Pak Muladi ini?

JP: Yang pertama tentu, saya sudah menjelaskan kemarin kepada Pak
Dirjen. Saya ketemu juga dengan Pak Dirjen Pemasyarakatan. Dan saya
menjelaskan bagaimana suasana dan posisinya, dan saya kira, Pak Muladi
dan jajarannya sangat tahu persis kok duduk persoalan yang sebenarnya.
Apa penyebabnya. Dan saya yakin sebenarnya, dia tidak begitu saja
menyalahkan Pak Xanana karena apa yang terjadi sekarang hanyalah akibat
dari keadaan yang sangat buruk di Timor Timur.

RN: Kalau begitu kongkritnya apa tindakan anda berikutnya sebagai
pengacara Xanana?

JP: Inikan baru pernyataan Pak Muladi. Sampai sejauh ini saya merasa
belum ada masalah yang sangat urgent (mendesak, Red.). Itu barulah
sebuah pernyataan. Karena selama ini komunikasi kita sangat baik sekali.
Jadi kita belum bisa bereaksi apa-apa karena itu sebuah pernyataan
tentunya, kan?

RN: Berita terakhir, pemerintah Indonesia meminta untuk menunda
pertemuan di New York, walaupun dikatakan bahwa penundaan itu tidak
berhubungan dengan situasi Timor Timur saat ini.

JP: Soal itu kan sudah dijelaskan dengan Ibu Anna Gomez (diplomat
Portugal di Jakarta, Red.) kemarin, setelah dia bertemu dengan Pak
Xanana. Itu sangat terkait dengan perkembangan terjadinya pembunuhan dan
tindakan kekerasan bersenjata di Timor Timur. Kemarin Ibu Anna Gomez
secara tegas-tegas menyatakan hal itu, setelah dia mengadakan pertemuan
di Departemen Luar Negeri.

RN: Demikian pengacara Xanana Gusmao, Johnson Panjaitan.


* MENGAPA BANYAK KALANGAN INDONESIA KINI MINTA BANTUAN INTERNASIONAL?
INTRO: Trend terakhir dalam politik Indonesia sekarang adalah mencari
bantuan internasional atas masalah dalam negeri yang tidak
terselesaikan. Keterlibatan pihak luar negeri dalam politik Indonesia
sebenarnya bukan hal baru. Masalahnya, seberapa jauh pemerintah memang
benar-benar berwibawa di dalam negeri. Laporan koresponden Djohan
Talisipat dari Jakarta:

Dari hari ke hari, pemerintahan Habibie nampak berkurang kewibawaannya.
Kontras, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan,
bermaksud akan membawa kasus penculikan ke ICC, International Criminal
Court, yang segera didirikan di Den Haag. Kontras kecewa dengan dengan
hasil keputusan majelis hakim terhadap kasus penculikan yang dibacakan
di Mahmilti II Jakarta Selasa lalu. Kontras menilai ICC bisa melakukan
tekanan secara langsung kepada pemerintahan Indonesia. Dan Puspom ABRI
Mayjen Djasri M ketika ditanya pers soal ultimatum Kontras itu,
menyatakan "silahkan saja membawa masalah penculikan itu ke mahkamah
internasional." Ia tidak berwewenang untuk hal itu. "Siapa saja bisa
mengatakan pengadilan tidak fair. Tetapi kita harus menghormati lembaga
pengadilan."

Selain Kontras, pemuka masyarakat Timor Timur, Xanana Gusmao dan Uskup
Carlos Felipe Ximenes Belo juga meminta bantuan internasional. Kedua
tokoh Timor Timur itu meminta PBB mengirim pasukan perdamaiannya ke
wilayah sengketa ini. Sebelumnya karena frustrasi dengan pembunuhan
orang-orang Timor Timur pro-kemerdekaan, baru-baru ini Xanana
memerintahkan rakyat Timor Timur untuk kembali berperang melawan ABRI
dan orang-orang pro-integrasi. Belakangan Xanana membantah hal itu
tetapi meminta PBB mengirim pasukannya ke wilayah sengketa itu. Namun
PBB menolak permintaan Xanana tersebut. Menko Polkam Feisal Tanjung,
tokoh garis keras Orde Baru dalam pemerintahan Habibie, menyatakan
kepada pers, ABRI akan menumpas pemberontak di Timor Timur karena Timor
Timur adalah bagian Indonesia. Ia pun berpendapat bahwa Xanana dan wakil
Portugal tidak berhak meminta bantuan internasional.

Amien Rais, Ketua Umum PAN yang bersikap netral, menilai kedua belah
pihak jangan tantang menantang. Sebaiknya bersikap realistis saja, kata
tokoh Islam ini yang pernah meminta bantuan Amerika Serikat untuk
mengatasi kerusuhan di Indonesia. Amien Rais juga menyalahkan ABRI yang
membagi-bagi senjata kepada masyarakat Timtim. Menurut seorang diplomat,
elit politik Indonesia dari hari ke hari nampak bingung dan kurang
percaya pada diri sendiri sehingga setiap kali menghadapi jalan buntu
langsung meminta bantuan internasional. Pemerintahan Habibie pun nampak
tidak bersikap mandiri tidak mampu berdiri diatas kaki sendiri. Segala
sesuatu diatur oleh IMF dan Bank Dunia. Politik dalam negeri selalu
digariskan di Washington. Tokoh-tokoh Ciganjur pun hingga kini tidak
punya platform yang jelas kecuali Amien Rais. Demikian diplomat Asia
tersebut.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Apr 1999 jam 16:08:26 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke