> > > > > hi...... mau duit...... klik saja........ > > > > > http://xtracash.webjump.com/000340.html > > > > > > > > > > ada yang baru nih......penghasilan tanpa batas dan dijamin pasti > > > > dapat..... > > > > > end .....syaratnya mudah > > > > > dan mendapatkan bonus terus-terus....dan terus........ > > > > > hanya mengklik...... http://xtracash.webjump.com/000340.html > > > > > > > > > > ayoooooo segera...... > > > > > > > > > > ################## > > > > > ingin bonus abadi silakan klik : > > > > > http://xtracash.webjump.com/000340.html > > > > > http://www.ratesaver.com.au/index.htm?$i5nk > > > > > ================================================= > ---------- > From: Nadjmuddin Oemar <[EMAIL PROTECTED]> > To: Grifa Libran <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] > Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] > Subject: [mimbarbebas] Re: [acehnet] YOK MERDEKA RAME-RAME! > Date: 15 Maret 1999 11:15 > > Cocok, lanjut terus...... > Bagaimana pendapat orang-orang Indonesia lain di Qatar? > > Wassalam, > > > Nadjmuddin > [EMAIL PROTECTED] > Jkt > > > > At 15:06 11/03/99 -0000, Grifa Libran wrote: > >Perjuangan demi mencapai kemerdekaan seperti sekarang yang lagi tumbuh > subur seperti jamur di musim hujan. Kita mengenal Aceh, Timor Timur, Papua > Barat, Maluku (dengan RMS-nya?), belakangan Riau sudah mulai dan sebagai > urutan berikut yang ingin merdeka. Bukan mustahil daftar daerah yang mau > merdeka di masa akan datang akan semakin panjang. Ada Tapanuli, Dayak, > Minahasa, Palembang, Bali dan seterusnya. > > > > > >Tidak tertutup kemungkinan semua daerah tersebut di atas akan memperoleh > kemerdekaannya kelak. Namun yang pasti Allah SWT sajalah yang maha tahu > jawabannya. Bila itu memang terjadi, samalah kita menghadapi nasib seperti > negara-negara Teluk Balkan sana, atau lebih luas lagi kita hanya mengulang > sejarah dunia muslim yang pernah ada. Dunia Islam pernah bersatu demikian > lamanya di bawah beberapa daulah, mulai dari pesisir barat benua Afrika > hingga negeri jamrud khatulistiwa, kesemua itu ada dalam bersatu di tengah > perbedaan geografis dan warna kulit. Tapi karena watak dasar manuisa di > wilayah yang luas ini mudah dipecah belah, jadilah kondisi seperti sekarang > ini, bersatu dalam kepalsuan persaudaraan muslim. > > > > > >Negara-negara di pantai utara Afrika dan kawasan Timur Tengah, kesemuanya > adalah negara muslim [minus Israel]. Yang satu dengan sikap ultra > sekulernya, yang satu ortodoksinya, yang satunya lagi dengan moderatismenya, > masing-masing menampilkan keegosentrisannya sebagai negara atas dasar nama > suatu bangsa. Ada yang bercumbu asyik masuk dengan si Jahudi, sementara yang > lainnya bercinta dengan si kapitalistik Amerika, dan ada pula lupa dunia > dengan berpeluk mesra dengan si komunis Rusia. Kesemua mereka mengaku Islam, > berkoar-koar tentang mimpi persaudaraan atas dasar seiman, namun di saat > yang bersamaan mereka secara sadar merelakan diri dijepit ketiak si Barat. > Menurut patuh dengan apa saja yang didiktekan Barat. Demi perkara sejengkal > [antara hati dan perut sejengkal jaraknya], mereka telah mempertuhankan > Barat sebagai dewa pelindung. Untuk memuaskan nafsu perut [baca: ekonomi] > maka mereka lupa segala tentang yang namanya persaudaraan kecuali mengemis > dengan Barat. Dan karena rusaknya hati, maka persaudaraan sesama iman hanya > menjadi utopia belaka. Selanjutnya mudahlah dilihat, Barat menikmati kondisi > maha buruk yang terjadi di negara2 muslim ini. > > > > > >Fenomena ini selalu berulang-ulang dalam sejarah dunia muslim. Inilah yang > juga sedang berlangsung di negara kita. > > > >Pada awalnya ya itu tadi, perkara sejengkal. Soal perut yang tidak > terpuaskan. Memang benarlah adagium yang mengatakan : perut tidak bisa > menantikan! > > > > > >Karena perlakuan jatah perut yang tidak fair dan curang2 amat oleh > segelintir [seratusan] manusia berkelamin iblis selama setengah abad, maka > apa boleh buat kesabaran toh akan ada batasnya. Wujudnya ialah dengan apa > yang kita kenal dengan kehendak ingin memisahkan diri. Merdeka! > > > > > >Ini suatu hal yang wajar meski untuk itu harus menggunakan istilah > kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Karena aku X dan bukan Z, maka aku > ingin pisah dengan kamu sekalian. Padahal inti dasarnya cuma soal sejengkal! > Sejengkal antara perut dan hati. Perut tak terpenuhi dengan kemewahan dan > hati yang beragam keinginan! > > > > > >Kalau itu memang pokok pangkalnya, MENGAPA PERJUANGAN/JIHAD TIDAK DIARAHKAN > PADA PERGESERAN/PERGANTIAN/PENDEPAKAN/PENYINGKIRAN MANUSIA2 YANG BERLAKU > KEJAM DAN CURANG ITU? Mengapa mesti mengedepankan alasan keunggulan ras dan > hak kepemilikan satu wilayah yang menjadi dasar pendirian suatu negara > merdeka? Lupakah kita dengan berpijak pada kesombongan warna darah dan > merasa si pemilik suatu wilayah kita dengan sendirinya telah memulai > mengoyak-ngoyak persaudaraan seiman dengan yang lainnya kemudian bercerai > berai? > > > > > >Karena aku X dan bukan sepertimu yang Z, maka selamanyalah aku X dan di > bumi yang menjadi milik kami X. Aku X dan negaraku X belaka, maka aku hanya > mau sebagai X! Hei bung, engkau Z dan negaramu Z, jangan coba-coba > mencampuri urusan negaraku X! Engkau Z maka tetaplah negkau dengan > ke-Z-tanmu itu. Sekali lagi, engkau Z tak serupa denganku yang X, > uruslah dirimu sendiri sana! > > > > > >Di sini hilanglah konteks persaudaraan seiman itu, sebab siapakah aku dan > di bumi manakah aku berpijak menjadi utama dan segala-galanya. Kalau mau > melihat contoh, lihatlah kawasan Timur Tengah. Cuma ada satu negara Jahudi, > tetapi negara muslim lainnya hanya jadi pecundang. Sebab tak adanya > persatuan dan makna persaudaraan itu menguap di awang2. Negara2 di kawasan > ini memang perutnya penuh dengan kenikmatan dan merdeka kalau itu dilihat > dari sudut peta wilayah. Namun sayang, hanya sebatas itulah yang mereka > punyai sementara mereka tumbuh dalam asuhan negara yang tak pernah ingin > melihat muslim itu bersatu. > > > > > >Maha benarlah Allah SWT dengan segala firmannya : "Dan sebagian orang kafir > membantu sebahagian lainnya [mereka bersatu]. Jika kamu [hai kaum mukmin] > tidak berbuat demikian [bersatu padu menghadapi mereka], niscaya akan > terjadi kekacauan dan kerusakan yang besar di muka bumi". [Al Anfaal :73]. > > > > > >Kerusakan yang besar itu sudah terjadi dari dulu dan hingga sekarang. Dan > akan ada lagi yang bakal terjadi dengan bercerai berainya Indonesia, menjadi > negara2 X, Y, Z dan seterusnya. > > > > > >Semakin kecil suatu negara, semakin besar ketergantungannya akan > pertolongan negara lain. Sedang negara besar saja masih bergantung, konon > pula yang kecil-kecil. Contoh ini ada banyak di muka bumi. Sayangnya, pada > siapa negara2 muslim minta bantuan, adalah negara yang memang getol2nya > membuat perpecahan dunia dengan segala kemunafikan dan kehipokritannya. > > > > > >Kembali ke tujuan mencapai kemerdekaan, bila alasan pokoknya adalah > perlakuan segelintir manusia yang zalim dalam memutar negara ini > [Indonesia], adalah lebih baik usaha maksimal diarahkan pada penggantian > penguasa yang ada. Caranya dan motivasinya boleh kita menggunakan berbagai > istilah, apakah itu jihad, perjuangan suci, dan atau lainnya. Pada > hakekatnya semua itu untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Setahu saya > jihad itu bukan bertujuan penguasaan satu wilayah, tetapi penegakan keadilan > dan kebenaran itu semata. Sebaliknya atas dasar mempertahankan wilayahlah > kita harus berjihad, jadi bukan malah mencabik-cabiknya ke bentuk > keping-keping negara X, Y, Z dan seterusnya. Apakah kita memang telah tak > bisa lagi menganggap siapa saja manusia seiman di muka bumi adalah bagian > dari diri kita? > > > > > >Bila segelintir orang Jawa [dan non Jawa] adalah dajjal, tidak sepatutnya > kita memetakan seluruh Jawa sebagai manusia dajjal yang penjajah. Lalu > bagaimana dengan ratusan jiwa Jawa lainnya yang tidak lain adalah saudara > kita itu? Kita bercerai dari kesatuan? Tidakkah kita sebaiknya berjihad > menggusur manusia2 dajjal yang menguasai negeri ini? > > > > > >Mestinya kita tidak perlu terjebak dengan pemujaan pengertian bahwa > kemerdekaan adalah hak asasi segala bangsa kalau kita tak ingin disebut > hipokrit nantinya. Atau bila demikian memang pilihan yang tak bisa ditawar, > suatu saat juga kita harus bisa antara kata dan perbuatan sejalan. Misal, > kalau Aceh sudah merdeka Aceh harus juga bisa memerdekakan Gayo, Tamiang > dst. Begitu juga Sumatera Utara merdeka, harus mau melepas Karo merdeka, > Deli merdeka, Tapanuli merdeka, Pakpak merdeka. Begitu seterusnya dengan > wilayah lain di nusantara ini. Masalahnya setiap orang memang punya haknya > untuk mengatakan aku bukan bangsa Aceh, aku bukan bangsa Deli, aku bukan > bangsa Dayak, aku bukan bangsa Lorosae. Semua kita lupa akan apa yang > Allah SWT sitir di Al Quran : "Hei kamu orang Arab, tidak ada keunggulanmu > sebagai Arab yang muslim, kecuali kualitas imanmu yang kupandang!". > > > > > > > > > >GriFA LibrAn > > > > > > > > > > > ><!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD W3 HTML//EN"> > ><HTML> > ><HEAD> > > > ><META content=text/html;charset=iso-8859-1 http-equiv=Content-Type> > ><META content='"MSHTML 4.72.3509.100"' name=GENERATOR> > ></HEAD> > ><BODY bgColor=#ffffff> > ><DIV><FONT size=5> > ><P align=justify><FONT size=3>Perjuangan demi mencapai kemerdekaan seperti > >sekarang yang lagi tumbuh subur seperti jamur di musim hujan. Kita mengenal > >Aceh, Timor Timur, Papua Barat, Maluku (dengan RMS-nya?), belakangan Riau > sudah > >mulai dan sebagai urutan berikut yang ingin merdeka. Bukan mustahil daftar > >daerah yang mau merdeka di masa akan datang akan semakin panjang. Ada > Tapanuli, > >Dayak, Minahasa, Palembang, Bali dan seterusnya. </FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Tidak tertutup kemungkinan semua daerah tersebut > >di atas akan memperoleh kemerdekaannya kelak. Namun yang pasti Allah SWT > sajalah > >yang maha tahu jawabannya. Bila itu memang terjadi, samalah kita menghadapi > >nasib seperti negara-negara Teluk Balkan sana, atau lebih luas lagi kita hanya > >mengulang sejarah dunia muslim yang pernah ada. Dunia Islam pernah bersatu > >demikian lamanya di bawah beberapa daulah, mulai dari pesisir barat benua > Afrika > >hingga negeri jamrud khatulistiwa, kesemua itu ada dalam bersatu di tengah > >perbedaan geografis dan warna kulit. Tapi karena watak dasar manuisa di > wilayah > >yang luas ini mudah dipecah belah, jadilah kondisi seperti sekarang ini, > bersatu > >dalam kepalsuan persaudaraan muslim. </FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Negara-negara di pantai utara Afrika dan kawasan > >Timur Tengah, kesemuanya adalah negara muslim [minus Israel]. Yang satu dengan > >sikap ultra sekulernya, yang satu ortodoksinya, yang satunya lagi dengan > >moderatismenya, masing-masing menampilkan keegosentrisannya sebagai negara > atas > >dasar nama suatu bangsa. Ada yang bercumbu asyik masuk dengan si Jahudi, > >sementara yang lainnya bercinta dengan si kapitalistik Amerika, dan ada pula > >lupa dunia dengan berpeluk mesra dengan si komunis Rusia. Kesemua mereka > mengaku > >Islam, berkoar-koar tentang mimpi persaudaraan atas dasar seiman, namun di > saat > >yang bersamaan mereka secara sadar merelakan diri dijepit ketiak si Barat. > >Menurut patuh dengan apa saja yang didiktekan Barat. Demi perkara sejengkal > >[antara hati dan perut sejengkal jaraknya], mereka telah mempertuhankan Barat > >sebagai dewa pelindung. Untuk memuaskan nafsu perut [baca: ekonomi] maka > mereka > >lupa segala tentang yang namanya persaudaraan kecuali mengemis dengan > Barat. Dan > >karena rusaknya hati, maka persaudaraan sesama iman hanya menjadi utopia > belaka. > >Selanjutnya mudahlah dilihat, Barat menikmati kondisi maha buruk yang > terjadi di > >negara2 muslim ini. </FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Fenomena ini selalu berulang-ulang dalam sejarah > >dunia muslim. Inilah yang juga sedang berlangsung di negara kita.</FONT><FONT > >size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Pada awalnya ya itu tadi, perkara sejengkal. > Soal > >perut yang tidak terpuaskan. Memang benarlah adagium yang mengatakan : perut > >tidak bisa menantikan!</FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Karena perlakuan jatah perut yang tidak fair dan > >curang2 amat oleh segelintir [seratusan] manusia berkelamin iblis selama > >setengah abad, maka apa boleh buat kesabaran toh akan ada batasnya. Wujudnya > >ialah dengan apa yang kita kenal dengan kehendak ingin memisahkan diri. > >Merdeka!</FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Ini suatu hal yang wajar meski untuk itu harus > >menggunakan istilah kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Karena aku X dan > bukan > >Z, maka aku ingin pisah dengan kamu sekalian. Padahal inti dasarnya cuma soal > >sejengkal! Sejengkal antara perut dan hati. Perut tak terpenuhi dengan > kemewahan > >dan hati yang beragam keinginan!</FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Kalau itu memang pokok pangkalnya, MENGAPA > >PERJUANGAN/JIHAD TIDAK DIARAHKAN PADA > >PERGESERAN/PERGANTIAN/PENDEPAKAN/PENYINGKIRAN MANUSIA2 YANG BERLAKU KEJAM DAN > >CURANG ITU? Mengapa mesti mengedepankan alasan keunggulan ras dan hak > >kepemilikan satu wilayah yang menjadi dasar pendirian suatu negara merdeka? > >Lupakah kita dengan berpijak pada kesombongan warna darah dan merasa si > pemilik > >suatu wilayah kita dengan sendirinya telah memulai mengoyak-ngoyak > persaudaraan > >seiman dengan yang lainnya kemudian bercerai berai? </FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Karena aku X dan bukan sepertimu yang Z, maka > >selamanyalah aku X dan di bumi yang menjadi milik kami X. Aku X dan negaraku X > >belaka, maka aku hanya mau sebagai X! Hei bung, engkau Z dan negaramu Z, > jangan > >coba-coba mencampuri urusan negaraku X! Engkau Z maka tetaplah negkau dengan > >ke-Z-tanmu itu. Sekali lagi, engkau > Z > >tak serupa denganku yang X, uruslah dirimu > sendiri > >sana! </FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Di sini hilanglah konteks persaudaraan seiman > itu, > >sebab siapakah aku dan di bumi manakah aku berpijak menjadi utama dan > >segala-galanya. Kalau mau melihat contoh, lihatlah kawasan Timur Tengah. Cuma > >ada satu negara Jahudi, tetapi negara muslim lainnya hanya jadi pecundang. > Sebab > >tak adanya persatuan dan makna persaudaraan itu menguap di awang2. Negara2 di > >kawasan ini memang perutnya penuh dengan kenikmatan dan merdeka kalau itu > >dilihat dari sudut peta wilayah. Namun sayang, hanya sebatas itulah yang > mereka > >punyai sementara mereka tumbuh dalam asuhan negara yang tak pernah ingin > melihat > >muslim itu bersatu.</FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Maha benarlah Allah SWT dengan segala > firmannya : > >"Dan sebagian orang kafir membantu sebahagian lainnya [mereka bersatu]. > >Jika kamu [hai kaum mukmin] tidak berbuat demikian [bersatu padu menghadapi > >mereka], niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan yang besar di muka > >bumi". [Al Anfaal :73].</FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Kerusakan yang besar itu sudah terjadi dari dulu > >dan hingga sekarang. Dan akan ada lagi yang bakal terjadi dengan bercerai > >berainya Indonesia, menjadi negara2 X, Y, Z dan seterusnya. </FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Semakin kecil suatu negara, semakin besar > >ketergantungannya akan pertolongan negara lain. Sedang negara besar saja masih > >bergantung, konon pula yang kecil-kecil. Contoh ini ada banyak di muka bumi. > >Sayangnya, pada siapa negara2 muslim minta bantuan, adalah negara yang memang > >getol2nya membuat perpecahan dunia dengan segala kemunafikan dan > >kehipokritannya. </FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Kembali ke tujuan mencapai kemerdekaan, bila > >alasan pokoknya adalah perlakuan segelintir manusia yang zalim dalam memutar > >negara ini [Indonesia], adalah lebih baik usaha maksimal diarahkan pada > >penggantian penguasa yang ada. Caranya dan motivasinya boleh kita menggunakan > >berbagai istilah, apakah itu jihad, perjuangan suci, dan atau lainnya. Pada > >hakekatnya semua itu untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Setahu saya > jihad > >itu bukan bertujuan penguasaan satu wilayah, tetapi penegakan keadilan dan > >kebenaran itu semata. Sebaliknya atas dasar mempertahankan wilayahlah kita > harus > >berjihad, jadi bukan malah mencabik-cabiknya ke bentuk keping-keping negara X, > >Y, Z dan seterusnya. Apakah kita memang telah tak bisa lagi menganggap siapa > >saja manusia seiman di muka bumi adalah bagian dari diri kita? </FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Bila segelintir orang Jawa [dan non Jawa] adalah > >dajjal, tidak sepatutnya kita memetakan seluruh Jawa sebagai manusia dajjal > yang > >penjajah. Lalu bagaimana dengan ratusan jiwa Jawa lainnya yang tidak lain > adalah > >saudara kita itu? Kita bercerai dari kesatuan? Tidakkah kita sebaiknya > berjihad > >menggusur manusia2 dajjal yang menguasai negeri ini? </FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3>Mestinya kita tidak perlu terjebak dengan > pemujaan > >pengertian bahwa kemerdekaan adalah hak asasi segala bangsa kalau kita tak > ingin > >disebut hipokrit nantinya. Atau bila demikian memang pilihan yang tak bisa > >ditawar, suatu saat juga kita harus bisa antara kata dan perbuatan sejalan. > >Misal, kalau Aceh sudah merdeka Aceh harus juga bisa memerdekakan Gayo, > Tamiang > >dst. Begitu juga Sumatera Utara merdeka, harus mau melepas Karo merdeka, Deli > >merdeka, Tapanuli merdeka, Pakpak merdeka. Begitu seterusnya dengan wilayah > lain > >di nusantara ini. Masalahnya setiap orang memang punya haknya untuk mengatakan > >aku bukan bangsa Aceh, aku bukan bangsa Deli, aku bukan bangsa Dayak, aku > bukan > >bangsa Lorosae. Semua kita lupa akan apa yang Allah SWT > sitir > >di Al Quran : "Hei kamu orang Arab, tidak ada keunggulanmu sebagai Arab > >yang muslim, kecuali kualitas imanmu yang kupandang!".</FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P> > ><P align=justify><FONT size=3></FONT> </P> > ><P align=justify><FONT size=3>GriFA LibrAn</FONT></P> > ><P align=justify> </P> > ><P align=justify></P> > ><P align=justify></P></FONT></DIV></BODY></HTML> > > > > > ------------------------------------------------------------------------ > Internet FileZone: Always FREE! > Instantly store & access your valuable PC files on the net, > from any Web browser. > SIGN UP NOW - http://offers.egroups.com/click/235/0 > > eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas > Free Web-based e-mail groups by eGroups.com > ------------------------------------------------------------------------ eGroups Spotlight: "Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia. http://offers.egroups.com/click/252/0 eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
