> > > > > hi...... mau duit...... klik saja........
> > > > > http://xtracash.webjump.com/000340.html
> > > > > 
> > > > > ada yang baru nih......penghasilan tanpa batas dan dijamin pasti
> > > > dapat.....
> > > > > end .....syaratnya mudah
> > > > > dan mendapatkan bonus terus-terus....dan terus........
> > > > > hanya mengklik......   http://xtracash.webjump.com/000340.html
> > > > > 
> > > > > ayoooooo segera...... 
> > > > > 
> > > > > ##################
> > > > > ingin bonus abadi silakan klik :
> > > > > http://xtracash.webjump.com/000340.html
> > > > > http://www.ratesaver.com.au/index.htm?$i5nk 
> > > > > =================================================
> 


----------
> From: Nadjmuddin Oemar <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Grifa Libran <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [mimbarbebas] Re: [acehnet] YOK MERDEKA RAME-RAME!
> Date: 15 Maret 1999 11:15
> 
> Cocok, lanjut terus......
> Bagaimana pendapat orang-orang Indonesia lain di Qatar?
> 
> Wassalam,
> 
> 
> Nadjmuddin
> [EMAIL PROTECTED]
> Jkt
> 
> 
> 
> At 15:06 11/03/99 -0000, Grifa Libran wrote:
> >Perjuangan demi mencapai kemerdekaan seperti sekarang yang lagi tumbuh
> subur seperti jamur di musim hujan. Kita mengenal Aceh, Timor Timur,
Papua
> Barat, Maluku (dengan RMS-nya?), belakangan Riau sudah mulai dan sebagai
> urutan berikut yang ingin merdeka. Bukan mustahil daftar daerah yang mau
> merdeka di masa akan datang akan semakin panjang. Ada Tapanuli, Dayak,
> Minahasa, Palembang, Bali dan seterusnya. 
> >
> >
> >Tidak tertutup kemungkinan semua daerah tersebut di atas akan memperoleh
> kemerdekaannya kelak. Namun yang pasti Allah SWT sajalah yang maha tahu
> jawabannya. Bila itu memang terjadi, samalah kita menghadapi nasib
seperti
> negara-negara Teluk Balkan sana, atau lebih luas lagi kita hanya
mengulang
> sejarah dunia muslim yang pernah ada. Dunia Islam pernah bersatu demikian
> lamanya di bawah beberapa daulah, mulai dari pesisir barat benua Afrika
> hingga negeri jamrud khatulistiwa, kesemua itu ada dalam bersatu di
tengah
> perbedaan geografis dan warna kulit. Tapi karena watak dasar manuisa di
> wilayah yang luas ini mudah dipecah belah, jadilah kondisi seperti
sekarang
> ini, bersatu dalam kepalsuan persaudaraan muslim. 
> >
> >
> >Negara-negara di pantai utara Afrika dan kawasan Timur Tengah,
kesemuanya
> adalah negara muslim [minus Israel]. Yang satu dengan sikap ultra
> sekulernya, yang satu ortodoksinya, yang satunya lagi dengan
moderatismenya,
> masing-masing menampilkan keegosentrisannya sebagai negara atas dasar
nama
> suatu bangsa. Ada yang bercumbu asyik masuk dengan si Jahudi, sementara
yang
> lainnya bercinta dengan si kapitalistik Amerika, dan ada pula lupa dunia
> dengan berpeluk mesra dengan si komunis Rusia. Kesemua mereka mengaku
Islam,
> berkoar-koar tentang mimpi persaudaraan atas dasar seiman, namun di saat
> yang bersamaan mereka secara sadar merelakan diri dijepit ketiak si
Barat.
> Menurut patuh dengan apa saja yang didiktekan Barat. Demi perkara
sejengkal
> [antara hati dan perut sejengkal jaraknya], mereka telah mempertuhankan
> Barat sebagai dewa pelindung. Untuk memuaskan nafsu perut [baca: ekonomi]
> maka mereka lupa segala tentang yang namanya persaudaraan kecuali
mengemis
> dengan Barat. Dan karena rusaknya hati, maka persaudaraan sesama iman
hanya
> menjadi utopia belaka. Selanjutnya mudahlah dilihat, Barat menikmati
kondisi
> maha buruk yang terjadi di negara2 muslim ini. 
> >
> >
> >Fenomena ini selalu berulang-ulang dalam sejarah dunia muslim. Inilah
yang
> juga sedang berlangsung di negara kita.
> >
> >Pada awalnya ya itu tadi, perkara sejengkal. Soal perut yang tidak
> terpuaskan. Memang benarlah adagium yang mengatakan : perut tidak bisa
> menantikan!
> >
> >
> >Karena perlakuan jatah perut yang tidak fair dan curang2 amat oleh
> segelintir [seratusan] manusia berkelamin iblis selama setengah abad,
maka
> apa boleh buat kesabaran toh akan ada batasnya. Wujudnya ialah dengan apa
> yang kita kenal dengan kehendak ingin memisahkan diri. Merdeka!
> >
> >
> >Ini suatu hal yang wajar meski untuk itu harus menggunakan istilah
> kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Karena aku X dan bukan Z, maka aku
> ingin pisah dengan kamu sekalian. Padahal inti dasarnya cuma soal
sejengkal!
> Sejengkal antara perut dan hati. Perut tak terpenuhi dengan kemewahan dan
> hati yang beragam keinginan!
> >
> >
> >Kalau itu memang pokok pangkalnya, MENGAPA PERJUANGAN/JIHAD TIDAK
DIARAHKAN
> PADA PERGESERAN/PERGANTIAN/PENDEPAKAN/PENYINGKIRAN MANUSIA2 YANG BERLAKU
> KEJAM DAN CURANG ITU? Mengapa mesti mengedepankan alasan keunggulan ras
dan
> hak kepemilikan satu wilayah yang menjadi dasar pendirian suatu negara
> merdeka? Lupakah kita dengan berpijak pada kesombongan warna darah dan
> merasa si pemilik suatu wilayah kita dengan sendirinya telah memulai
> mengoyak-ngoyak persaudaraan seiman dengan yang lainnya kemudian bercerai
> berai? 
> >
> >
> >Karena aku X dan bukan sepertimu yang Z, maka selamanyalah aku X dan di
> bumi yang menjadi milik kami X. Aku X dan negaraku X belaka, maka aku
hanya
> mau sebagai X! Hei bung, engkau Z dan negaramu Z, jangan coba-coba
> mencampuri urusan negaraku X! Engkau Z maka tetaplah negkau dengan
> ke-Z-tanmu itu.    Sekali lagi,   engkau  Z  tak  serupa denganku  yang
X,
> uruslah dirimu sendiri  sana!       
> >
> >
> >Di sini hilanglah konteks persaudaraan seiman itu, sebab siapakah aku
dan
> di bumi manakah aku berpijak menjadi utama dan segala-galanya. Kalau mau
> melihat contoh, lihatlah kawasan Timur Tengah. Cuma ada satu negara
Jahudi,
> tetapi negara muslim lainnya hanya jadi pecundang. Sebab tak adanya
> persatuan dan makna persaudaraan itu menguap di awang2. Negara2 di
kawasan
> ini memang perutnya penuh dengan kenikmatan dan merdeka kalau itu dilihat
> dari sudut peta wilayah. Namun sayang, hanya sebatas itulah yang mereka
> punyai sementara mereka tumbuh dalam asuhan negara yang tak pernah ingin
> melihat muslim itu bersatu.
> >
> >
> >Maha benarlah Allah SWT dengan segala firmannya : "Dan sebagian orang
kafir
> membantu sebahagian lainnya [mereka bersatu]. Jika kamu [hai kaum mukmin]
> tidak berbuat demikian [bersatu padu menghadapi mereka], niscaya akan
> terjadi kekacauan dan kerusakan yang besar di muka bumi". [Al Anfaal
:73].
> >
> >
> >Kerusakan yang besar itu sudah terjadi dari dulu dan hingga sekarang.
Dan
> akan ada lagi yang bakal terjadi dengan bercerai berainya Indonesia,
menjadi
> negara2 X, Y, Z dan seterusnya. 
> >
> >
> >Semakin kecil suatu negara, semakin besar ketergantungannya akan
> pertolongan negara lain. Sedang negara besar saja masih bergantung, konon
> pula yang kecil-kecil. Contoh ini ada banyak di muka bumi. Sayangnya,
pada
> siapa negara2 muslim minta bantuan, adalah negara yang memang getol2nya
> membuat perpecahan dunia dengan segala kemunafikan dan kehipokritannya. 
> >
> >
> >Kembali ke tujuan mencapai kemerdekaan, bila alasan pokoknya adalah
> perlakuan segelintir manusia yang zalim dalam memutar negara ini
> [Indonesia], adalah lebih baik usaha maksimal diarahkan pada penggantian
> penguasa yang ada. Caranya dan motivasinya boleh kita menggunakan
berbagai
> istilah, apakah itu jihad, perjuangan suci, dan atau lainnya. Pada
> hakekatnya semua itu untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Setahu saya
> jihad itu bukan bertujuan penguasaan satu wilayah, tetapi penegakan
keadilan
> dan kebenaran itu semata. Sebaliknya atas dasar mempertahankan wilayahlah
> kita harus berjihad, jadi bukan malah mencabik-cabiknya ke bentuk
> keping-keping negara X, Y, Z dan seterusnya. Apakah kita memang telah tak
> bisa lagi menganggap siapa saja manusia seiman di muka bumi adalah bagian
> dari diri kita? 
> >
> >
> >Bila segelintir orang Jawa [dan non Jawa] adalah dajjal, tidak
sepatutnya
> kita memetakan seluruh Jawa sebagai manusia dajjal yang penjajah. Lalu
> bagaimana dengan ratusan jiwa Jawa lainnya yang tidak lain adalah saudara
> kita itu? Kita bercerai dari kesatuan? Tidakkah kita sebaiknya berjihad
> menggusur manusia2 dajjal yang menguasai negeri ini? 
> >
> >
> >Mestinya kita tidak perlu terjebak dengan pemujaan pengertian bahwa
> kemerdekaan adalah hak asasi segala bangsa kalau kita tak ingin disebut
> hipokrit nantinya. Atau bila demikian memang pilihan yang tak bisa
ditawar,
> suatu saat juga kita harus bisa antara kata dan perbuatan sejalan. Misal,
> kalau Aceh sudah merdeka Aceh harus juga bisa memerdekakan Gayo, Tamiang
> dst. Begitu juga Sumatera Utara merdeka, harus mau melepas Karo merdeka,
> Deli merdeka, Tapanuli merdeka, Pakpak merdeka. Begitu seterusnya dengan
> wilayah lain di nusantara ini. Masalahnya setiap orang memang punya
haknya
> untuk mengatakan aku bukan bangsa Aceh, aku bukan bangsa Deli, aku bukan
> bangsa Dayak, aku bukan bangsa Lorosae.    Semua kita lupa akan apa yang
> Allah SWT sitir di Al Quran : "Hei kamu orang Arab, tidak ada
keunggulanmu
> sebagai Arab yang muslim, kecuali kualitas imanmu yang kupandang!".
> >
> >
> >
> >
> >GriFA    LibrAn
> >
> >
> >
> >
> >
> ><!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD W3 HTML//EN">
> ><HTML>
> ><HEAD>
> >
> ><META content=text/html;charset=iso-8859-1 http-equiv=Content-Type>
> ><META content='"MSHTML 4.72.3509.100"' name=GENERATOR>
> ></HEAD>
> ><BODY bgColor=#ffffff>
> ><DIV><FONT size=5>
> ><P align=justify><FONT size=3>Perjuangan demi mencapai kemerdekaan
seperti 
> >sekarang yang lagi tumbuh subur seperti jamur di musim hujan. Kita
mengenal 
> >Aceh, Timor Timur, Papua Barat, Maluku (dengan RMS-nya?), belakangan
Riau
> sudah 
> >mulai dan sebagai urutan berikut yang ingin merdeka. Bukan mustahil
daftar 
> >daerah yang mau merdeka di masa akan datang akan semakin panjang. Ada
> Tapanuli, 
> >Dayak, Minahasa, Palembang, Bali dan seterusnya. </FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Tidak tertutup kemungkinan semua daerah
tersebut 
> >di atas akan memperoleh kemerdekaannya kelak. Namun yang pasti Allah SWT
> sajalah 
> >yang maha tahu jawabannya. Bila itu memang terjadi, samalah kita
menghadapi 
> >nasib seperti negara-negara Teluk Balkan sana, atau lebih luas lagi kita
hanya 
> >mengulang sejarah dunia muslim yang pernah ada. Dunia Islam pernah
bersatu 
> >demikian lamanya di bawah beberapa daulah, mulai dari pesisir barat
benua
> Afrika 
> >hingga negeri jamrud khatulistiwa, kesemua itu ada dalam bersatu di
tengah 
> >perbedaan geografis dan warna kulit. Tapi karena watak dasar manuisa di
> wilayah 
> >yang luas ini mudah dipecah belah, jadilah kondisi seperti sekarang ini,
> bersatu 
> >dalam kepalsuan persaudaraan muslim. </FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Negara-negara di pantai utara Afrika dan
kawasan 
> >Timur Tengah, kesemuanya adalah negara muslim [minus Israel]. Yang satu
dengan 
> >sikap ultra sekulernya, yang satu ortodoksinya, yang satunya lagi dengan

> >moderatismenya, masing-masing menampilkan keegosentrisannya sebagai
negara
> atas 
> >dasar nama suatu bangsa. Ada yang bercumbu asyik masuk dengan si Jahudi,

> >sementara yang lainnya bercinta dengan si kapitalistik Amerika, dan ada
pula 
> >lupa dunia dengan berpeluk mesra dengan si komunis Rusia. Kesemua mereka
> mengaku 
> >Islam, berkoar-koar tentang mimpi persaudaraan atas dasar seiman, namun
di
> saat 
> >yang bersamaan mereka secara sadar merelakan diri dijepit ketiak si
Barat. 
> >Menurut patuh dengan apa saja yang didiktekan Barat. Demi perkara
sejengkal 
> >[antara hati dan perut sejengkal jaraknya], mereka telah mempertuhankan
Barat 
> >sebagai dewa pelindung. Untuk memuaskan nafsu perut [baca: ekonomi] maka
> mereka 
> >lupa segala tentang yang namanya persaudaraan kecuali mengemis dengan
> Barat. Dan 
> >karena rusaknya hati, maka persaudaraan sesama iman hanya menjadi utopia
> belaka. 
> >Selanjutnya mudahlah dilihat, Barat menikmati kondisi maha buruk yang
> terjadi di 
> >negara2 muslim ini. </FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Fenomena ini selalu berulang-ulang dalam
sejarah 
> >dunia muslim. Inilah yang juga sedang berlangsung di negara
kita.</FONT><FONT 
> >size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Pada awalnya ya itu tadi, perkara
sejengkal.
> Soal 
> >perut yang tidak terpuaskan. Memang benarlah adagium yang mengatakan :
perut 
> >tidak bisa menantikan!</FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Karena perlakuan jatah perut yang tidak
fair dan 
> >curang2 amat oleh segelintir [seratusan] manusia berkelamin iblis selama

> >setengah abad, maka apa boleh buat kesabaran toh akan ada batasnya.
Wujudnya 
> >ialah dengan apa yang kita kenal dengan kehendak ingin memisahkan diri. 
> >Merdeka!</FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Ini suatu hal yang wajar meski untuk itu
harus 
> >menggunakan istilah kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Karena aku X
dan
> bukan 
> >Z, maka aku ingin pisah dengan kamu sekalian. Padahal inti dasarnya cuma
soal 
> >sejengkal! Sejengkal antara perut dan hati. Perut tak terpenuhi dengan
> kemewahan 
> >dan hati yang beragam keinginan!</FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Kalau itu memang pokok pangkalnya, MENGAPA

> >PERJUANGAN/JIHAD TIDAK DIARAHKAN PADA 
> >PERGESERAN/PERGANTIAN/PENDEPAKAN/PENYINGKIRAN MANUSIA2 YANG BERLAKU
KEJAM DAN 
> >CURANG ITU? Mengapa mesti mengedepankan alasan keunggulan ras dan hak 
> >kepemilikan satu wilayah yang menjadi dasar pendirian suatu negara
merdeka? 
> >Lupakah kita dengan berpijak pada kesombongan warna darah dan merasa si
> pemilik 
> >suatu wilayah kita dengan sendirinya telah memulai mengoyak-ngoyak
> persaudaraan 
> >seiman dengan yang lainnya kemudian bercerai berai? </FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Karena aku X dan bukan sepertimu yang Z,
maka 
> >selamanyalah aku X dan di bumi yang menjadi milik kami X. Aku X dan
negaraku X 
> >belaka, maka aku hanya mau sebagai X! Hei bung, engkau Z dan negaramu Z,
> jangan 
> >coba-coba mencampuri urusan negaraku X! Engkau Z maka tetaplah negkau
dengan 
> >ke-Z-tanmu itu.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sekali lagi,&nbsp;&nbsp; engkau&nbsp;
> Z&nbsp; 
> >tak&nbsp; serupa denganku&nbsp; yang X,&nbsp;&nbsp; uruslah dirimu
> sendiri&nbsp; 
> >sana!&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Di sini hilanglah konteks persaudaraan
seiman
> itu, 
> >sebab siapakah aku dan di bumi manakah aku berpijak menjadi utama dan 
> >segala-galanya. Kalau mau melihat contoh, lihatlah kawasan Timur Tengah.
Cuma 
> >ada satu negara Jahudi, tetapi negara muslim lainnya hanya jadi
pecundang.
> Sebab 
> >tak adanya persatuan dan makna persaudaraan itu menguap di awang2.
Negara2 di 
> >kawasan ini memang perutnya penuh dengan kenikmatan dan merdeka kalau
itu 
> >dilihat dari sudut peta wilayah. Namun sayang, hanya sebatas itulah yang
> mereka 
> >punyai sementara mereka tumbuh dalam asuhan negara yang tak pernah ingin
> melihat 
> >muslim itu bersatu.</FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Maha benarlah Allah SWT dengan segala
> firmannya : 
> >&quot;Dan sebagian orang kafir membantu sebahagian lainnya [mereka
bersatu]. 
> >Jika kamu [hai kaum mukmin] tidak berbuat demikian [bersatu padu
menghadapi 
> >mereka], niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan yang besar di muka

> >bumi&quot;. [Al Anfaal :73].</FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Kerusakan yang besar itu sudah terjadi
dari dulu 
> >dan hingga sekarang. Dan akan ada lagi yang bakal terjadi dengan
bercerai 
> >berainya Indonesia, menjadi negara2 X, Y, Z dan seterusnya. </FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Semakin kecil suatu negara, semakin besar 
> >ketergantungannya akan pertolongan negara lain. Sedang negara besar saja
masih 
> >bergantung, konon pula yang kecil-kecil. Contoh ini ada banyak di muka
bumi. 
> >Sayangnya, pada siapa negara2 muslim minta bantuan, adalah negara yang
memang 
> >getol2nya membuat perpecahan dunia dengan segala kemunafikan dan 
> >kehipokritannya. </FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Kembali ke tujuan mencapai kemerdekaan,
bila 
> >alasan pokoknya adalah perlakuan segelintir manusia yang zalim dalam
memutar 
> >negara ini [Indonesia], adalah lebih baik usaha maksimal diarahkan pada 
> >penggantian penguasa yang ada. Caranya dan motivasinya boleh kita
menggunakan 
> >berbagai istilah, apakah itu jihad, perjuangan suci, dan atau lainnya.
Pada 
> >hakekatnya semua itu untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Setahu
saya
> jihad 
> >itu bukan bertujuan penguasaan satu wilayah, tetapi penegakan keadilan
dan 
> >kebenaran itu semata. Sebaliknya atas dasar mempertahankan wilayahlah
kita
> harus 
> >berjihad, jadi bukan malah mencabik-cabiknya ke bentuk keping-keping
negara X, 
> >Y, Z dan seterusnya. Apakah kita memang telah tak bisa lagi menganggap
siapa 
> >saja manusia seiman di muka bumi adalah bagian dari diri kita?
</FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Bila segelintir orang Jawa [dan non Jawa]
adalah 
> >dajjal, tidak sepatutnya kita memetakan seluruh Jawa sebagai manusia
dajjal
> yang 
> >penjajah. Lalu bagaimana dengan ratusan jiwa Jawa lainnya yang tidak
lain
> adalah 
> >saudara kita itu? Kita bercerai dari kesatuan? Tidakkah kita sebaiknya
> berjihad 
> >menggusur manusia2 dajjal yang menguasai negeri ini? </FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3>Mestinya kita tidak perlu terjebak dengan
> pemujaan 
> >pengertian bahwa kemerdekaan adalah hak asasi segala bangsa kalau kita
tak
> ingin 
> >disebut hipokrit nantinya. Atau bila demikian memang pilihan yang tak
bisa 
> >ditawar, suatu saat juga kita harus bisa antara kata dan perbuatan
sejalan. 
> >Misal, kalau Aceh sudah merdeka Aceh harus juga bisa memerdekakan Gayo,
> Tamiang 
> >dst. Begitu juga Sumatera Utara merdeka, harus mau melepas Karo merdeka,
Deli 
> >merdeka, Tapanuli merdeka, Pakpak merdeka. Begitu seterusnya dengan
wilayah
> lain 
> >di nusantara ini. Masalahnya setiap orang memang punya haknya untuk
mengatakan 
> >aku bukan bangsa Aceh, aku bukan bangsa Deli, aku bukan bangsa Dayak,
aku
> bukan 
> >bangsa Lorosae.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Semua kita lupa akan apa yang Allah
SWT
> sitir 
> >di Al Quran : &quot;Hei kamu orang Arab, tidak ada keunggulanmu sebagai
Arab 
> >yang muslim, kecuali kualitas imanmu yang kupandang!&quot;.</FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT></P>
> ><P align=justify><FONT size=3></FONT>&nbsp;</P>
> ><P align=justify><FONT size=3>GriFA&nbsp;&nbsp;&nbsp; LibrAn</FONT></P>
> ><P align=justify>&nbsp;</P>
> ><P align=justify></P>
> ><P align=justify></P></FONT></DIV></BODY></HTML>
> >
> 
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> Internet FileZone: Always FREE!
> Instantly store & access your valuable PC files on the net, 
> from any Web browser.
> SIGN UP NOW - http://offers.egroups.com/click/235/0
> 
> eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
> Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
> 

------------------------------------------------------------------------
eGroups Spotlight:
"Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia.
http://offers.egroups.com/click/252/0

eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

Kirim email ke