> > > > > hi...... mau duit...... klik saja........ > > > > > http://xtracash.webjump.com/000340.html > > > > > > > > > > ada yang baru nih......penghasilan tanpa batas dan dijamin pasti > > > > dapat..... > > > > > end .....syaratnya mudah > > > > > dan mendapatkan bonus terus-terus....dan terus........ > > > > > hanya mengklik...... http://xtracash.webjump.com/000340.html > > > > > > > > > > ayoooooo segera...... > > > > > > > > > > ################## > > > > > ingin bonus abadi silakan klik : > > > > > http://xtracash.webjump.com/000340.html > > > > > http://www.ratesaver.com.au/index.htm?$i5nk > > > > > ================================================= > ---------- > From: ParaHyangan Stop Press <[EMAIL PROTECTED]> > To: Adolf Simon Partogi Lumban Tobing <[EMAIL PROTECTED]>; Samiaji Sarosa <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Ingrid <[EMAIL PROTECTED]>; Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>; BULAKSUMUR <[EMAIL PROTECTED]>; Balairung <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Gita Kelana <[EMAIL PROTECTED]>; PPI <[EMAIL PROTECTED]>; Antari Ardianti <[EMAIL PROTECTED]>; Bima Arya Sugiarto <[EMAIL PROTECTED]>; Darel Ariadi <[EMAIL PROTECTED]>; Julius Kusuma <[EMAIL PROTECTED]>; Banyu Perwita <[EMAIL PROTECTED]>; PERMIAS <[EMAIL PROTECTED]>; Evi <[EMAIL PROTECTED]>; Arman <[EMAIL PROTECTED]>; Xpos <[EMAIL PROTECTED]>; GEMA <[EMAIL PROTECTED]>; AJInews <[EMAIL PROTECTED]>; Arsitektur ITB <[EMAIL PROTECTED]>; DR-BDG <[EMAIL PROTECTED]>; Fisip Unpad <[EMAIL PROTECTED]>; Fridiawati Sulungbudi <[EMAIL PROTECTED]>; Hanzo "The Ghost" Hattori <[EMAIL PROTECTED]>; Indonesian Development Studies <[EMAIL PROTECTED]>; IPB Students <[EMAIL PROTECTED]>; Rani Elsanti Ambyo <[EMAIL PROTECTED]>; Teknik Fisika ITB <[EMAIL PROTECTED]>; UGM <[EMAIL PROTECTED]>; Unair <[EMAIL PROTECTED]>; Unisba <[EMAIL PROTECTED]>; Universitas Islam Indonesia <[EMAIL PROTECTED]>; Universitas Mataram Network <[EMAIL PROTECTED]>; Unpad <[EMAIL PROTECTED]>; Wimar Witoelar <[EMAIL PROTECTED]>; PERMIAS-Denver <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; RCTI <[EMAIL PROTECTED]>; Kompas <[EMAIL PROTECTED]>; Samin <[EMAIL PROTECTED]>; GATRA <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; FORDEMIAS <[EMAIL PROTECTED]>; Indonesia List <[EMAIL PROTECTED]>; IndoProtest Maintainer <[EMAIL PROTECTED]>; Liputan 6 <[EMAIL PROTECTED]>; Gerakan Sarjana Jakarta <[EMAIL PROTECTED]>; Ali Hao <[EMAIL PROTECTED]>; Forum <[EMAIL PROTECTED]>; Surabaya Post <[EMAIL PROTECTED]>; SCTV <[EMAIL PROTECTED]>; Tempo Interaktif <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Yulius <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; V. Ivan Yohan <[EMAIL PROTECTED]>; Pipit <[EMAIL PROTECTED]>; Maysan <[EMAIL PROTECTED]>; Ko Deny <[EMAIL PROTECTED]>; Dheasy <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Flora <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Palwijaya Palanara <[EMAIL PROTECTED]>; A Rusli <[EMAIL PROTECTED]>; UKPKM TEKNOKRA <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Bertha <[EMAIL PROTECTED]>; Majalah Tempo <[EMAIL PROTECTED]>; Majalah Pilar <[EMAIL PROTECTED]>; LP3ES <[EMAIL PROTECTED]>; SIAR <[EMAIL PROTECTED]>; MAJALAH TAJUK <[EMAIL PROTECTED]>; MAJALAH SINAR <[EMAIL PROTECTED]>; MAJALAH REM <[EMAIL PROTECTED]>; DETAK <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] edu > Subject: [mimbarbebas] Aksi Mahasiswa Bandung, 14 November 1998 > Date: 15 Nopember 1998 13:24 > > =========================================================================== > Majalah ParaHyangan - Komunikasi Intelektualitas Mahasiswa > http://student.unpar.ac.id/parahyangan-online/ > =========================================================================== > > ParaHyangan Stop Press, 15 November 1998 > =========================================================================== > Aksi Mahasiswa Bandung, 14 November 1998 > MENUNTUT PENGUSUTAN, KEMBALI DUDUKI DPRD > =========================================================================== > =========================================================================== > Bendera setengah tiang dikibarkan di Unpar, sebagai tanda keprihatinan akan > tragedi selama Sidang Istimewa (SI) MPR. Sedangkan ratusan mahasiswa Unpar > bergabung dengan puluhan ribu massa Bandung lainnya, menduduki DPRD Jawa > Barat 12 jam lebih pada Sabtu (14/11). > =========================================================================== > > Tanggapan-tanggapan akan tragedi yang terjadi selama SI MPR berdatangan di > kalangan mahasiswa, seperti dari Senat Mahasiswa Teknik Unpar, serta > Himpunan Mahasiswa Jurusan Arsitektur Unpar, yang intinya menyatakan duka > cita dan keprihatinan. Bahkan Forum Mahasiswa Pasca Sarjana Unpar > mengeluarkan "Manifesto Jum'at Berdarah 13 November 1998", berisikan 11 > butir pernyataan, diantaranya meminta kepada Menkopolkan dan > Menhankam/Pangab untuk segera turun dari jabatannya, dan mempertanggung > jawabkan secara yuridis tindakan brutal aparat keamanan yang mengakibatkan > jatuhnya korban selama SI MPR. > > Sedangkan Senat Mahasiswa (SEMA) Unpar dalam pernyataan sikapnya, turut > berduka cita atas gugurnya rakyat yang tak berdosa, dan menuntut pengusutan > segera kekerasan yang terjadi belakangan ini karena telah menimbulkan > banyak korban. Ketika ditanya mengenai sikap SEMA Unpar terhadap hasil SI > MPR, Wenix Wangge selaku Ketua SEMA Unpar belum mau berkomentar banyak, > karena mengaku belum mengetahui secara pasti hasil/substansi yang telah > dihasilkan dari SI MPR tersebut. "Yang pasti, kalau hasil SI MPR tidak > mengakomodasi kepentingan Rakyat, maka kita akan menentang!", tegas Wenix. > > Selain orasi dan pembacaan pernyataan sikap, turut hadir sejumlah mahasiswa > Fakultas Filsafat Unpar, yang mempersembahkan pentas seputar tindakan > brutal aparat keamanan selama SI MPR. Yang menarik, adalah penggambaran > aparat yang memberikan hormat kepada mahasiswa seraya berteriak "Kepada > Hati Nurani, Hormat Gerak!", sebelum memukuli dengan pentungan. Seakan, > adegan tersebut hendak menggambarkan keterpaksaan aparat yang harus menurut > kepada perintah penguasa, untuk memukuli mahasiswa. > > Pentas tersebut akhirnya dilanjutkan dengan pernyataan dari Johannes > Gunawan, SH,LL.M selaku Pembantu Rektor I Unpar, yang mengecam tindakan > yang terjadi di Jakarta ,dan menegaskan komitmen Unpar untuk tetap membela > mahasiswa. "Jika ada mahasiswa Unpar menjadi korban, maka kami siap lakukan > gugatan secara pidana. Teruskan Perjuangan!" tegasnya. > > Sedangkan Rektor Unpar, Prof Dr. B.Suprapto B.,� tidak hadir dalam > pembacaan pernyataan sikap SEMA Unpar, karena menghadiri Forum Rektor > penandatangan "Deklarasi Bandung 7 November". Pertemuan tersebut > menghasilkan penyataan tentang Peristiwa 12 -13 November 1998, diantaranya > menuntut pertanggungjawaban Menteri Pertahanan Keamanan / Panglima ABRI > atas jatuhnya korban jiwa dalam bentrokan fisik dengan militer, 12-13 > November 1998. > > Dua belas jam lebih menduduki DPRD > > Jam 15:00, ratusan mahasiswa Unpar dengan beberapa angkutan umum dan > kendaraan pribadi meluncur ke Gasibu untuk bergabung dengan puluhan ribu > massa mahasiswa lainnya menduduki DPRD. Malamnya massa konvoi mengelilingi > pusat kota Bandung selama sejam lebih dengan beberapa bis Damri dan > kendaraan pribadi, dan kembali lagi ke halaman DPRD. > > Sama seperti dua hari kemarin, mahasiswa mencoba lagi menuntut agar > diperbolehkan menginap di halaman DPRD. Jam 19:00 lewat beberapa wakilnya, > mereka mencoba bernegosiasi dengan Kapolwiltabes Bandung, Kol. Pol. Doddy. > S - disaksikan oleh Dandim Bandung 0816/BS, Letkol. Anwar, dan Ketua PW NU > Jabar, KH. Habib Syarif Muhammad. Namun - seperti kemarin - negosiasi yang > memakan waktu hampir satu jam itu tidak memuaskan mahasiswa. Mereka tidak > diperkenankan bermalam dan diberi ultimatum untuk meninggalkan halaman DPRD > paling lambat jam 24:00. > > Benar saja, tepat pada jam itu, sudah saling berhadapan dan akhirnya > berdesak-desakan antara massa mahasiswa dengan pasukan anti huru-hara > Dalmas Brimob. Selama setengah jam kemudian terjadi "jual-beli" langkah dan > dorong-dorongan antara kedua pihak. "Rekan-rekan kita mundur tiga langkah. > Hoi aparat! Mundur juga tiga langkah," seru komando dari mahasiswa. > "(Mundur) satu langkah saja," perintah Kapolres Bandung Tengah - yang > memimpin operasi - dan diteruskan oleh seorang aparat yang memegang mega > phone. "Lho pak, kita udah mundur segini, kok aparat cuma (mundur) > selangkah," protes beberapa mahasiswa di barisan depan. "Ya, (mundur) > selangkah lagi," ujar Kapolres yang diikuti langkah mundur oleh anak-anak > buahnya. > > Namun pukul 00:45 aparat keamanan sudah berdesakkan kembali dan berhasil > memaksa massa mahasiswa untuk mundur perlahan. Sekitar lima menit kemudian, > barisan massa mulai mengendur dan ini dimanfaatkan oleh aparat keamanan > untuk merangsek mereka dengan tamengnya hingga ke pagar. Jam 01:10 aparat > keamanan berhasil mengusir keluar massa mahasiswa dari halaman DPRD. Namun > massa sempat berhasil mengambil setidaknya dua helm dan tameng milik > aparat, untuk selanjutnya dikembalikan. > > Tidak ada korban yang mengalami luka parah, kecuali beberapa mahasiswa yang > perlu dirawat karena kecapaian akibat berdesakan dengan aparat keamanan. > "Kita memang tidak berhasil menginap, tapi kita berhasil menduduki DPRD 12 > jam lebih," tutur seorang mahasiswa. (Renee, Erwin/rra,e) > > =========================================================================== > > PERNYATAAN SIKAP SENAT MAHASISWA UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN ATAS > SITUASI DAN KONDISI TERAKHIR REPUBLIK INDONESIA > > Kami, Senat Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan menyesalkan jatuhnya > korban pada bentrokan dalam pengamanan Sidang Istimewa. > > Kami menyatakan duka cita yang mendalam atas gugurnya rakyat yang tak > berdosa. > > Demi penegakan hukum, kami menuntut pengusutan segera kasus-kasus kekerasan > yang terjadi belakangan ini karena telah menimbulkan banyak korban. > > Kami menghimbau kepada semua pihak agar dapat menahan diri untuk > menghindari jatuhnya korban lebih banyak lagi. > > Akhirnya, kami meminta agar semua elemen konsisten pada demokratisasi, > penegakan keadilan dan kebenaran untuk terwujudnya cita-cita reformasi > total. > > Bandung, 14 November 1998 > Senat Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan > > Wenix Wangge > (Ketua SEMA Unpar) > > =========================================================================== > > "MANIFESTO JUM'AT BERDARAH 13 NOVEMBER 1998" > FORUM MAHASISWA PASCA SARJANA UNPAR > > Dengan rasa duka yang sangat mendalam, kami mahasiswa Program Pasca Sarjana > Universitas Katolik Parahyangan yang merasa prihatin, simpati, dan penduli > terhadap kejadian-kejadian selama Sidang Istimewa MPR 10-13 November 1998, > dengan semangat Nasionalisme dan Kemanusiaan menyatakan. > > 1. Mengucapkan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya > atas bergelimangnya korban, selama berlangsung Sidang Istimewa MPR 1998, > dan semoga perjuangan mereka untuk menegakkan demokrasi dan kebenaran akan > terus abadi. > > 2. Menentang dan mengecam semua tindakan kekerasan, penganiayaan, > intimidasi dan provokasi gerakan moral mahasiswa beserta simpatisannya pada > saat SI MPR 1998 terutama tindakan yang telah dilakukan oleh pihak ABRI dan > POLRI, dimana cara penanganan keamanan yang di langsungkan justru bersifat > Brutalisme, Vandalisme dan Barbarisme dari tindakan pihak ABRI dan POLRI > itu sendiri. > > 3. Memohon dengan hormat pertanggung jawaban secara yuridis kepada > Pemerintah c.q. Menkopolkam c.q. Menhankam/Pangab atas tindakan brutal pada > point 2 yang mengakibatkan jatuhnya korban terutama tragedi 'Jum'at > Berdarah 13 November 1998' dan memohon dengan segala kerendahan hati agar > Bapak Menkopolkam dan Bapak Menhankam/Pangab sebagai pihak yang paling > bertanggung jawab atas kejadian-kejadian tersebut untuk segera turun dari > jabatannya. > > 4. Menolak Tap MPR hasil SI MPR 1998 dan seluruh peraturan > perundang-undangan di bawahnya yang memuat tentang masih adanya keberadaan > ABRI di DPR, karena hal tersebut bertentangan dengan Azas Kedaulatan Rakyat > yang dianut oleh UUD 1945. > > 5. Menerima peran sosial ABRI, menolak peran politik ABRI, menyerukan agar > ABRI kembali ke barak sebelumn di'barak'-kan dan merekomendasikan kepada > Pemerintah agar juga memperhatikan kesejahteraan sosial prajurit ABRI agar > mereka tidak menjadi singa ompong yang lapar, yang hanya menindas > perjuangan kaum yang lemah dan menjadi mesin 'pemangsa'. > > 6. Mengajak semua pihak untuk mengusut dan mengumpulkan data dari 'Dalang' > penggerak Pam SWAKARSA pada SI MPR 1998, yang ternyata merupakan salah satu > biang aksi provokasi yang menodai gerakan moral mahasiswa, agar dapat > diproses secara hukum. > > 7. Mengecam seluruh gerakan yang mengatasnamakan Agama tertentu ataupun > Golongan-golongan yang tidak jelas 'identitasnya' dan tidak dapat di > pertanggungjawabkan secara moral, sehingga memicu kerusuhan yang berbau > 'SARA' (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan). > > 8. Menolak berlakunya Undang-Undang No. 9 tahun 1998 Tentang Kemerdekaan > Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, dan menggantikannya dengan pemberlakuan > pasal-pasal yang berlandaskan asas-asas Hukum Pidana Positif serta > penegakan azas-azas Hak Asasi Manusia yang berlaku Universal, dalam aksi > Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum. > > 9. Mempertanyakan legitimasi status anggota MPR yang bersidang pada SI MPR > 1998 dengan mengatasnamakan rakyat dan terpilih dari hasil pemilihan yang > demokratis. Serta menyatakan bahwa SI MPR 1998 yang legal tetapi tidak > legitim adalah wujud dari aksi arogansi berdarah dan juga pemaksaan > kehendak dari pihak-pihak tertentu, yang hanya memikirkan kepentingan > politiknya dan hanya amat sangat sedikit sekali menampung aspirasi > masyarakat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta orang. Sehingga > citra MPR sebagai simbol Lembaga Kedaulatan dan Demokrasi Rakyat > berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 mulai bergeser menjadi simbol > Totaliterisme dan Diktatorisme yang mengangkat Pancasila dan UUD 1945. > > 10. Merekomendasikan kepada KOMNAS HAM, Komisi Hak Asasi Manusia PBB dan > menyerukan kepada seluruh instrumen penegak HAM baik di dalam ataupun > diluar negeri, agar ikut bersama-sama kami mengecam pelanggaran dan > pembantaian HAM yang terjadi pada saat SI MPR 1998 terutama pada tanggal 13 > November 1998 di Jakarta. > > 11. Merekomendasikan agar pasal-pasal tentang pembagian kekuasaan > lembaga-lembaga negara dalam UUD 1945 di 'amandemen' agar berubah menjadi > pasal-pasal tentang pemisahan kekuasaan yang jelas dan tegas dari > lembaga-lembaga negara tersebut. > > Demikian 11 butir pernyataan kami ini yang tertuang dalam 'Manifesto Jum'at > Berdarah 13 November 1998', agar dapat menjadi perhatian dan 'ketukan' > moral bagi hati nurani semua pihak yang merasa terkait serta demi tegaknya > Nasionalisme bangsa Indonesia yang ber-Kedaulatan Rakyat serta ber asaskan > penghormatan Hak-Hak Asasi Manusia. > > Bandung, 14 November 1998 > > Atas Nama Mahasiswa Pasca Sarjana Unpar > yang Prihatin, Simpati, Peduli dan para Pendukungnya > > ANDREA HYNAN POELOENGAN, SH > NRP: 82977009 > > =========================================================================== > > PERNYATAAN TENTANG PERISTIWA 12-13 November 1998 > Nomer : 2523/K.01/LL/1998 > > Menanggapi peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tanggal 12 dan 13 November > 1998 , berkaitan dengan pelaksanaan Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan > Rakyat 1998 , Forum Rektor " Deklarasi Bandung 7 November 1998 " merasa > perlu menyampaikan hal hal sebagai berikut : > > 1. Menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas telah jatuhnya > korban mahasiswa, anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia > (ABRI), wartawan dan anggota masyarakat lainnya dalam peristiwa > bentrokan fisik pada tanggal 12 - 13 November 1998. Semoga arwah > mereka yang meninggal diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa sesuai > dengan amalnya. > Menyatakan hari berkabung bagi kampus Perguruan Tinggi selama > 7 hari dimulai tanggal 14 November 1998 dengan mengibarkan bendera > setengah tiang > > 2. Menyesalkan terjadinya peristiwa bentrokan fisik antara para pengunjuk > rasa dengan ABRI yang telah menelan banyak sekali korban. Menganjurkan > agar semua pihak mengendalikan diri agar pemasalahan tidak berkembang > ke arah anarkis yang dapat menimbulkan dintegrasi > > 3. Menyesalkan terjadinya penembakan dan kekerasan dalam penanganan > unjuk rasa tersebut akibat kesalahan kebijakan pengamanan > > 4. Menuntut pertanggungjawaban Menteri Pertahanan Keamanan / Panglima > ABRI atas terjadinya peristiwa tersebut > > 5. Meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama Menteri Pertahanan > dan Keamanan / Panglima ABRI segera mengambil kebijakan-kebijakan > yang lebih inovatif dan efektif untuk : > > a. menangani secepat mungkin segala akibat dari peristiwa tersebut > b. menangani tatanan yang berkaitan dengan unjuk rasa mahasiswa > dalam rangka penyampaian aspirasi agar untuk selanjutnya tidak > terjadi korban jiwa dan kekerasan > > 6. Rektor Perguruan Tinggi tetap mendukung aspirasi murni mahasiswa > dan berpendirian bahwa aspirasi murni tersebut tidak dapat > dimenangkan dengan cara kekerasan oleh karenanya harus berjiwa > damai dan betul betul murni dari kampus perguruan tinggi. > Penanganan terhadap penyampaian aspirasi murni dengan kekerasan > melanggar hak asasi manusia > > 7. Menyerukan kepada para Rektor Perguruan Tinggi untuk : > > i. menghindarkan terjadinya tindak kekerasan dari semua pihak > dalam kaitan penyampaian aspirasi > > ii.memberikan bantuan dalam meringankan biaya para mahasiswa > yang terkena musibah dalam penyampaian aspirasi > > iii.mengupayakan bantuan hukum > > iv. membantu upaya pencarian fakta tentang bentrokan dan kekerasan > yang terjadi > > v. mengupayakan langkah langkah damai, komprehensif dan berhasil > menurut tatanan hukum, nalar, kebenaran intelektual dan keteraturan > yang ada, sesuai dengan situasi dan kondisi masing masing > Perguruan Tinggi. > > vi.dengan semangat "Deklarasi Bandung 7 November 1998" memanfaatkan > Forum Rektor untuk hal hal yang lebih efektif jika dilaksanakan > bersama > > > > Ditetapkan di Bandung > 14 November 1998 > a.n Panitia Pengarah > Forum Rektor se Indonesia > > > > Prof.Ir. Lilik Hendrajaya, M.Sc.,Ph.D > Rektor ITB > > -------------------------------------------------------------------------- > Dari redaksi: > > Redaksi menerima dengan senang hati segala sumbangan berita dan foto > mengenai segala kegiatan yang telah/akan berlangsung di Unpar. Apabila > berkenan, Anda dapat mengirimkannya ke sekretariat kami, atau melalui > [EMAIL PROTECTED] . > > Apabila ada di antara Anda yang hendak menawarkan kerja sama dengan kami, > dapat menghubungi kami melalui alamat yang tertulis di bawah ini: > > 1. Sekretariat ParaHyangan > Jl. Ciumbuleuit 94 Bandung (dekat Lapangan Parkir Hukum Unpar) > Telepon (022)2042390. > > 2. Melalui e-mail, ke alamat: > [EMAIL PROTECTED] > > Terima kasih > -------------------------------------------------------------------------- > > ========================================================== > ParaHyangan Stop Press diterbitkan oleh > Majalah ParaHyangan - Komunikasi Intelektualitas Mahasiswa > ========================================================== > > > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------ > > > Free Web-based e-mail groups -- http://www.eGroups.com > ------------------------------------------------------------------------ eGroups Spotlight: "Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia. http://offers.egroups.com/click/252/0 eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
