> > > > > hi...... mau duit...... klik saja........
> > > > > http://xtracash.webjump.com/000340.html
> > > > > 
> > > > > ada yang baru nih......penghasilan tanpa batas dan dijamin pasti
> > > > dapat.....
> > > > > end .....syaratnya mudah
> > > > > dan mendapatkan bonus terus-terus....dan terus........
> > > > > hanya mengklik......   http://xtracash.webjump.com/000340.html
> > > > > 
> > > > > ayoooooo segera...... 
> > > > > 
> > > > > ##################
> > > > > ingin bonus abadi silakan klik :
> > > > > http://xtracash.webjump.com/000340.html
> > > > > http://www.ratesaver.com.au/index.htm?$i5nk 
> > > > > =================================================
> 


----------
> From: ParaHyangan Stop Press <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Adolf Simon Partogi Lumban Tobing <[EMAIL PROTECTED]>; Samiaji Sarosa
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Ingrid <[EMAIL PROTECTED]>; Indonesia Daily News
Online <[EMAIL PROTECTED]>; BULAKSUMUR <[EMAIL PROTECTED]>;
Balairung <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Gita Kelana
<[EMAIL PROTECTED]>; PPI <[EMAIL PROTECTED]>; Antari
Ardianti <[EMAIL PROTECTED]>; Bima Arya Sugiarto
<[EMAIL PROTECTED]>; Darel Ariadi <[EMAIL PROTECTED]>; Julius
Kusuma <[EMAIL PROTECTED]>; Banyu Perwita <[EMAIL PROTECTED]>; PERMIAS
<[EMAIL PROTECTED]>; Evi <[EMAIL PROTECTED]>; Arman
<[EMAIL PROTECTED]>; Xpos <[EMAIL PROTECTED]>; GEMA
<[EMAIL PROTECTED]>; AJInews <[EMAIL PROTECTED]>; Arsitektur ITB
<[EMAIL PROTECTED]>; DR-BDG <[EMAIL PROTECTED]>; Fisip Unpad
<[EMAIL PROTECTED]>; Fridiawati Sulungbudi
<[EMAIL PROTECTED]>; Hanzo "The Ghost" Hattori
<[EMAIL PROTECTED]>; Indonesian Development Studies <[EMAIL PROTECTED]>;
IPB Students <[EMAIL PROTECTED]>; Rani Elsanti Ambyo
<[EMAIL PROTECTED]>; Teknik Fisika ITB <[EMAIL PROTECTED]>; UGM
<[EMAIL PROTECTED]>; Unair <[EMAIL PROTECTED]>; Unisba
<[EMAIL PROTECTED]>; Universitas Islam Indonesia <[EMAIL PROTECTED]>;
Universitas Mataram Network <[EMAIL PROTECTED]>; Unpad
<[EMAIL PROTECTED]>; Wimar Witoelar <[EMAIL PROTECTED]>; PERMIAS-Denver
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
RCTI <[EMAIL PROTECTED]>; Kompas <[EMAIL PROTECTED]>; Samin
<[EMAIL PROTECTED]>; GATRA <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; FORDEMIAS
<[EMAIL PROTECTED]>; Indonesia List <[EMAIL PROTECTED]>; IndoProtest
Maintainer <[EMAIL PROTECTED]>; Liputan 6 <[EMAIL PROTECTED]>;
Gerakan Sarjana Jakarta <[EMAIL PROTECTED]>; Ali Hao
<[EMAIL PROTECTED]>; Forum <[EMAIL PROTECTED]>; Surabaya Post
<[EMAIL PROTECTED]>; SCTV <[EMAIL PROTECTED]>; Tempo Interaktif
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Yulius
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; V. Ivan Yohan
<[EMAIL PROTECTED]>; Pipit <[EMAIL PROTECTED]>; Maysan
<[EMAIL PROTECTED]>; Ko Deny <[EMAIL PROTECTED]>; Dheasy
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Flora
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Palwijaya Palanara <[EMAIL PROTECTED]>;
A Rusli <[EMAIL PROTECTED]>; UKPKM TEKNOKRA
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Bertha <[EMAIL PROTECTED]>; Majalah
Tempo <[EMAIL PROTECTED]>; Majalah Pilar <[EMAIL PROTECTED]>; LP3ES
<[EMAIL PROTECTED]>; SIAR <[EMAIL PROTECTED]>; MAJALAH TAJUK
<[EMAIL PROTECTED]>; MAJALAH SINAR <[EMAIL PROTECTED]>; MAJALAH REM
<[EMAIL PROTECTED]>; DETAK <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED]
edu
> Subject: [mimbarbebas] Aksi Mahasiswa Bandung, 14 November 1998
> Date: 15 Nopember 1998 13:24
> 
>
===========================================================================
> Majalah ParaHyangan - Komunikasi Intelektualitas Mahasiswa 
> http://student.unpar.ac.id/parahyangan-online/
>
===========================================================================
> 
> ParaHyangan Stop Press, 15 November 1998
>
===========================================================================
> Aksi Mahasiswa Bandung, 14 November 1998
> MENUNTUT PENGUSUTAN, KEMBALI DUDUKI DPRD
>
===========================================================================
>
===========================================================================
> Bendera setengah tiang dikibarkan di Unpar, sebagai tanda keprihatinan
akan
> tragedi selama Sidang Istimewa (SI) MPR. Sedangkan ratusan mahasiswa
Unpar
> bergabung dengan puluhan ribu massa Bandung lainnya, menduduki DPRD Jawa
> Barat 12 jam lebih pada Sabtu (14/11).
>
===========================================================================
> 
> Tanggapan-tanggapan akan tragedi yang terjadi selama SI MPR berdatangan
di
> kalangan mahasiswa,  seperti dari Senat Mahasiswa Teknik Unpar, serta
> Himpunan Mahasiswa Jurusan Arsitektur Unpar, yang intinya menyatakan duka
> cita dan keprihatinan. Bahkan Forum Mahasiswa Pasca Sarjana Unpar
> mengeluarkan "Manifesto Jum'at Berdarah 13 November 1998", berisikan 11
> butir pernyataan, diantaranya meminta kepada Menkopolkan dan
> Menhankam/Pangab untuk segera turun dari jabatannya, dan mempertanggung
> jawabkan secara yuridis tindakan brutal aparat keamanan yang
mengakibatkan
> jatuhnya korban selama SI MPR. 
> 
> Sedangkan Senat Mahasiswa (SEMA) Unpar dalam pernyataan sikapnya, turut
> berduka cita atas gugurnya rakyat yang tak berdosa, dan menuntut
pengusutan
> segera kekerasan yang terjadi belakangan ini karena telah menimbulkan
> banyak korban. Ketika ditanya mengenai sikap SEMA Unpar terhadap hasil SI
> MPR, Wenix Wangge selaku Ketua SEMA Unpar belum mau berkomentar banyak,
> karena mengaku belum mengetahui secara pasti hasil/substansi yang telah
> dihasilkan dari SI MPR tersebut. "Yang pasti, kalau hasil SI MPR tidak
> mengakomodasi kepentingan Rakyat, maka kita akan menentang!", tegas
Wenix.
> 
> Selain orasi dan pembacaan pernyataan sikap, turut hadir sejumlah
mahasiswa
> Fakultas Filsafat Unpar, yang mempersembahkan pentas seputar tindakan
> brutal aparat keamanan selama SI MPR. Yang menarik, adalah penggambaran
> aparat yang memberikan hormat kepada mahasiswa seraya berteriak "Kepada
> Hati Nurani, Hormat Gerak!", sebelum memukuli dengan pentungan. Seakan,
> adegan tersebut hendak menggambarkan keterpaksaan aparat yang harus
menurut
> kepada perintah penguasa, untuk memukuli mahasiswa.
> 
> Pentas tersebut akhirnya dilanjutkan dengan pernyataan dari Johannes
> Gunawan, SH,LL.M selaku Pembantu Rektor I Unpar, yang mengecam tindakan
> yang terjadi di Jakarta ,dan menegaskan komitmen Unpar untuk tetap
membela
> mahasiswa. "Jika ada mahasiswa Unpar menjadi korban, maka kami siap
lakukan
> gugatan secara pidana. Teruskan Perjuangan!" tegasnya. 
> 
> Sedangkan Rektor Unpar,  Prof Dr. B.Suprapto B.,� tidak hadir dalam
> pembacaan pernyataan sikap SEMA Unpar, karena menghadiri Forum Rektor
> penandatangan "Deklarasi Bandung 7 November". Pertemuan tersebut
> menghasilkan penyataan tentang Peristiwa 12 -13 November 1998,
diantaranya
> menuntut pertanggungjawaban Menteri Pertahanan Keamanan / Panglima ABRI
> atas jatuhnya korban jiwa dalam bentrokan fisik dengan militer, 12-13
> November 1998. 
> 
> Dua belas jam lebih menduduki DPRD
> 
> Jam 15:00, ratusan mahasiswa Unpar dengan beberapa angkutan umum dan
> kendaraan pribadi meluncur ke Gasibu untuk bergabung dengan puluhan ribu
> massa mahasiswa lainnya menduduki DPRD. Malamnya massa konvoi
mengelilingi
> pusat kota Bandung selama sejam lebih dengan beberapa bis Damri dan
> kendaraan pribadi, dan kembali lagi ke halaman DPRD. 
> 
> Sama seperti dua hari kemarin, mahasiswa mencoba lagi menuntut agar
> diperbolehkan menginap di halaman DPRD. Jam 19:00 lewat beberapa
wakilnya,
> mereka mencoba bernegosiasi dengan Kapolwiltabes Bandung, Kol. Pol.
Doddy.
> S -  disaksikan oleh Dandim Bandung 0816/BS, Letkol. Anwar, dan Ketua PW
NU
> Jabar, KH. Habib Syarif Muhammad. Namun - seperti kemarin - negosiasi
yang
> memakan waktu hampir satu jam itu tidak memuaskan mahasiswa. Mereka tidak
> diperkenankan bermalam dan diberi ultimatum untuk meninggalkan halaman
DPRD
> paling lambat jam 24:00.
> 
> Benar saja, tepat pada jam itu,  sudah saling berhadapan dan akhirnya
> berdesak-desakan antara massa mahasiswa dengan pasukan anti huru-hara
> Dalmas Brimob. Selama setengah jam kemudian terjadi "jual-beli" langkah
dan
> dorong-dorongan antara kedua pihak. "Rekan-rekan kita mundur tiga
langkah.
> Hoi aparat! Mundur juga tiga langkah," seru komando dari mahasiswa.
> "(Mundur) satu langkah saja," perintah Kapolres Bandung Tengah - yang
> memimpin operasi - dan diteruskan oleh seorang aparat yang memegang mega
> phone. "Lho pak, kita udah mundur segini, kok aparat cuma (mundur)
> selangkah," protes beberapa mahasiswa di barisan depan. "Ya, (mundur)
> selangkah lagi," ujar Kapolres yang diikuti langkah mundur oleh anak-anak
> buahnya.
> 
> Namun pukul 00:45 aparat keamanan sudah berdesakkan kembali dan berhasil
> memaksa massa mahasiswa untuk mundur perlahan. Sekitar lima menit
kemudian,
> barisan massa mulai mengendur dan ini dimanfaatkan oleh aparat keamanan
> untuk merangsek mereka dengan tamengnya hingga ke pagar. Jam 01:10 aparat
> keamanan berhasil mengusir keluar massa mahasiswa dari halaman DPRD.
Namun
> massa sempat berhasil mengambil setidaknya dua helm dan tameng milik
> aparat, untuk selanjutnya dikembalikan. 
> 
> Tidak ada korban yang mengalami luka parah, kecuali beberapa mahasiswa
yang
> perlu dirawat karena kecapaian akibat berdesakan dengan aparat keamanan.
> "Kita memang tidak berhasil menginap, tapi kita berhasil menduduki DPRD
12
> jam lebih," tutur seorang mahasiswa.  (Renee, Erwin/rra,e)
> 
>
===========================================================================
> 
> PERNYATAAN SIKAP SENAT MAHASISWA UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN ATAS
> SITUASI DAN KONDISI TERAKHIR REPUBLIK INDONESIA
> 
> Kami, Senat Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan menyesalkan
jatuhnya
> korban pada bentrokan dalam pengamanan Sidang Istimewa.
> 
> Kami menyatakan duka cita yang mendalam atas gugurnya rakyat yang tak
> berdosa.
> 
> Demi penegakan hukum, kami menuntut pengusutan segera kasus-kasus
kekerasan
> yang terjadi belakangan ini karena telah menimbulkan banyak korban.
> 
> Kami menghimbau kepada semua pihak agar dapat menahan diri untuk
> menghindari jatuhnya korban lebih banyak lagi.
> 
> Akhirnya, kami meminta agar semua elemen konsisten pada demokratisasi,
> penegakan keadilan dan kebenaran untuk terwujudnya cita-cita reformasi
> total.
> 
> Bandung, 14 November 1998
> Senat Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan
> 
> Wenix Wangge
> (Ketua SEMA Unpar)
> 
>
===========================================================================
> 
> "MANIFESTO JUM'AT BERDARAH 13 NOVEMBER 1998"
> FORUM MAHASISWA PASCA SARJANA UNPAR
> 
> Dengan rasa duka yang sangat mendalam, kami mahasiswa Program Pasca
Sarjana
> Universitas Katolik Parahyangan yang merasa prihatin, simpati, dan
penduli
> terhadap kejadian-kejadian selama Sidang Istimewa MPR 10-13 November
1998,
> dengan semangat Nasionalisme dan Kemanusiaan menyatakan.
> 
> 1. Mengucapkan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya
> atas bergelimangnya korban, selama berlangsung Sidang Istimewa MPR 1998,
> dan semoga perjuangan mereka untuk menegakkan demokrasi dan kebenaran
akan
> terus abadi.
> 
> 2. Menentang dan mengecam semua tindakan kekerasan, penganiayaan,
> intimidasi dan provokasi gerakan moral mahasiswa beserta simpatisannya
pada
> saat SI MPR 1998 terutama tindakan yang telah dilakukan oleh pihak ABRI
dan
> POLRI, dimana cara penanganan keamanan yang di langsungkan justru
bersifat
> Brutalisme, Vandalisme dan Barbarisme dari tindakan pihak ABRI dan POLRI
> itu sendiri.
> 
> 3. Memohon dengan hormat pertanggung jawaban secara yuridis kepada
> Pemerintah c.q. Menkopolkam c.q. Menhankam/Pangab atas tindakan brutal
pada
> point 2 yang mengakibatkan jatuhnya korban terutama tragedi 'Jum'at
> Berdarah 13 November 1998' dan memohon dengan segala kerendahan hati agar
> Bapak Menkopolkam dan Bapak Menhankam/Pangab sebagai pihak yang paling
> bertanggung jawab atas kejadian-kejadian tersebut untuk segera turun dari
> jabatannya.
> 
> 4. Menolak Tap MPR hasil SI MPR 1998 dan seluruh peraturan
> perundang-undangan di bawahnya yang memuat tentang masih adanya
keberadaan
> ABRI di DPR, karena hal tersebut bertentangan dengan Azas Kedaulatan
Rakyat
> yang dianut oleh UUD 1945.
> 
> 5. Menerima peran sosial ABRI, menolak peran politik ABRI, menyerukan
agar
> ABRI kembali ke barak sebelumn di'barak'-kan dan merekomendasikan kepada
> Pemerintah agar juga memperhatikan kesejahteraan sosial prajurit ABRI
agar
> mereka tidak menjadi singa ompong yang lapar, yang hanya menindas
> perjuangan kaum yang lemah dan menjadi mesin 'pemangsa'.
> 
> 6. Mengajak semua pihak untuk mengusut dan mengumpulkan data dari
'Dalang'
> penggerak Pam SWAKARSA pada SI MPR 1998, yang ternyata merupakan salah
satu
> biang aksi provokasi yang menodai gerakan moral mahasiswa, agar dapat
> diproses secara hukum.
> 
> 7. Mengecam seluruh gerakan yang mengatasnamakan Agama tertentu ataupun
> Golongan-golongan yang tidak jelas 'identitasnya' dan tidak dapat di
> pertanggungjawabkan secara moral, sehingga memicu kerusuhan yang berbau
> 'SARA' (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan).
> 
> 8. Menolak berlakunya Undang-Undang No. 9 tahun 1998 Tentang Kemerdekaan
> Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, dan menggantikannya dengan
pemberlakuan
> pasal-pasal yang berlandaskan asas-asas Hukum Pidana Positif serta
> penegakan azas-azas Hak Asasi Manusia yang berlaku Universal, dalam aksi
> Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum.
> 
> 9. Mempertanyakan legitimasi status anggota MPR yang bersidang pada SI
MPR
> 1998 dengan mengatasnamakan rakyat dan terpilih dari hasil pemilihan yang
> demokratis. Serta menyatakan bahwa SI MPR 1998 yang legal tetapi tidak
> legitim adalah wujud dari aksi arogansi berdarah dan juga pemaksaan
> kehendak dari pihak-pihak tertentu, yang hanya memikirkan kepentingan
> politiknya dan hanya amat sangat sedikit sekali menampung aspirasi
> masyarakat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta orang. Sehingga
> citra MPR sebagai simbol Lembaga Kedaulatan dan Demokrasi Rakyat
> berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 mulai bergeser menjadi simbol
> Totaliterisme dan Diktatorisme yang mengangkat Pancasila dan UUD 1945.
> 
> 10. Merekomendasikan kepada KOMNAS HAM, Komisi Hak Asasi Manusia PBB dan
> menyerukan kepada seluruh instrumen penegak HAM baik di dalam ataupun
> diluar negeri, agar ikut bersama-sama kami mengecam pelanggaran dan
> pembantaian HAM yang terjadi pada saat SI MPR 1998 terutama pada tanggal
13
> November 1998 di Jakarta.
> 
> 11. Merekomendasikan agar pasal-pasal tentang pembagian kekuasaan
> lembaga-lembaga negara dalam UUD 1945 di 'amandemen' agar berubah menjadi
> pasal-pasal tentang pemisahan kekuasaan yang jelas dan tegas dari
> lembaga-lembaga negara tersebut.
> 
> Demikian 11 butir pernyataan kami ini yang tertuang dalam 'Manifesto
Jum'at
> Berdarah 13 November 1998', agar dapat menjadi perhatian dan 'ketukan'
> moral bagi hati nurani semua pihak yang merasa terkait serta demi
tegaknya
> Nasionalisme bangsa Indonesia yang ber-Kedaulatan Rakyat serta ber
asaskan
> penghormatan Hak-Hak Asasi Manusia.
> 
> Bandung, 14 November 1998
> 
> Atas Nama Mahasiswa Pasca Sarjana Unpar
> yang Prihatin, Simpati, Peduli dan para Pendukungnya
> 
> ANDREA HYNAN POELOENGAN, SH
> NRP:  82977009
> 
>
===========================================================================
> 
> PERNYATAAN TENTANG PERISTIWA 12-13 November 1998
> Nomer : 2523/K.01/LL/1998
> 
> Menanggapi peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tanggal 12 dan 13
November
> 1998 , berkaitan dengan pelaksanaan Sidang Istimewa Majelis
Permusyawaratan
> Rakyat 1998 , Forum Rektor " Deklarasi Bandung 7 November 1998 " merasa
> perlu menyampaikan hal hal sebagai berikut :
> 
> 1. Menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas telah jatuhnya
>    korban mahasiswa, anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
>    (ABRI), wartawan dan anggota masyarakat lainnya dalam peristiwa
>    bentrokan fisik pada tanggal 12 - 13 November 1998. Semoga arwah
>    mereka yang meninggal diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa sesuai
>    dengan amalnya.
>    Menyatakan hari berkabung bagi kampus Perguruan Tinggi selama
>    7 hari dimulai tanggal 14 November 1998 dengan mengibarkan bendera
>    setengah tiang
> 
> 2. Menyesalkan terjadinya peristiwa bentrokan fisik antara para pengunjuk
>    rasa dengan ABRI yang telah menelan banyak sekali korban. Menganjurkan
>    agar semua pihak mengendalikan diri agar pemasalahan tidak berkembang
>    ke arah anarkis yang dapat menimbulkan dintegrasi
> 
> 3. Menyesalkan terjadinya penembakan dan kekerasan dalam penanganan
>    unjuk rasa tersebut akibat kesalahan kebijakan pengamanan
> 
> 4. Menuntut pertanggungjawaban Menteri Pertahanan Keamanan / Panglima
>    ABRI atas terjadinya peristiwa tersebut
> 
> 5. Meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama Menteri Pertahanan
>    dan Keamanan / Panglima ABRI segera mengambil kebijakan-kebijakan
>    yang lebih inovatif dan efektif untuk :
> 
>    a. menangani secepat mungkin segala akibat dari peristiwa tersebut
>    b. menangani tatanan yang berkaitan dengan unjuk rasa mahasiswa
>       dalam rangka penyampaian aspirasi agar untuk selanjutnya tidak
>       terjadi korban jiwa dan kekerasan
> 
> 6. Rektor Perguruan Tinggi tetap mendukung aspirasi murni mahasiswa
>    dan berpendirian bahwa aspirasi murni tersebut tidak dapat
>    dimenangkan dengan cara kekerasan oleh karenanya harus berjiwa
>    damai dan betul betul murni dari kampus perguruan tinggi.
>    Penanganan terhadap penyampaian aspirasi murni dengan kekerasan
>    melanggar hak asasi manusia
> 
> 7. Menyerukan kepada para Rektor Perguruan Tinggi untuk :
> 
>   i. menghindarkan terjadinya tindak kekerasan dari semua pihak
>      dalam kaitan penyampaian aspirasi
> 
>   ii.memberikan bantuan dalam meringankan biaya para mahasiswa
>      yang terkena musibah dalam penyampaian aspirasi
> 
>  iii.mengupayakan bantuan hukum
> 
>  iv. membantu upaya pencarian fakta tentang bentrokan dan kekerasan
>      yang terjadi
> 
>  v. mengupayakan langkah langkah damai, komprehensif dan berhasil
>     menurut tatanan hukum, nalar, kebenaran intelektual dan keteraturan
>     yang ada, sesuai dengan situasi dan kondisi masing masing
>     Perguruan Tinggi.
> 
>  vi.dengan semangat "Deklarasi Bandung 7 November 1998" memanfaatkan
>     Forum Rektor untuk hal hal yang lebih efektif jika dilaksanakan
>     bersama
> 
> 
> 
>     Ditetapkan di Bandung
>     14 November 1998
>     a.n Panitia Pengarah
>     Forum Rektor se Indonesia
> 
> 
> 
>     Prof.Ir. Lilik Hendrajaya, M.Sc.,Ph.D
>     Rektor ITB
> 
>
--------------------------------------------------------------------------
> Dari redaksi:
> 
> Redaksi menerima dengan senang hati segala sumbangan berita dan foto
> mengenai segala kegiatan yang telah/akan berlangsung di Unpar. Apabila
> berkenan, Anda dapat mengirimkannya ke sekretariat kami, atau melalui
> [EMAIL PROTECTED] . 
> 
> Apabila ada di antara Anda yang hendak menawarkan kerja sama dengan kami,
> dapat menghubungi kami melalui alamat yang tertulis di bawah ini:
> 
> 1. Sekretariat ParaHyangan 
>    Jl. Ciumbuleuit 94 Bandung (dekat Lapangan Parkir Hukum Unpar) 
>    Telepon (022)2042390. 
> 
> 2. Melalui e-mail, ke alamat: 
>    [EMAIL PROTECTED]
> 
> Terima kasih
>
--------------------------------------------------------------------------
> 
> ==========================================================
> ParaHyangan Stop Press diterbitkan oleh
> Majalah ParaHyangan - Komunikasi Intelektualitas Mahasiswa
> ==========================================================
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> 
> 
> Free Web-based e-mail groups -- http://www.eGroups.com
> 

------------------------------------------------------------------------
eGroups Spotlight:
"Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia.
http://offers.egroups.com/click/252/0

eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

Kirim email ke