---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KRONOLGI PEMBANTAIAN LIQUICA Sejak 4 April 1999 di Liqui=E7a, Timor Timur milisi Besi Merah Putih (kemudian juga milisi-milisi lain) bersama ABRI melakukan kekerasan terhadap penduduk sipil. Kekerasan ini meningkat menjadi pembantaian di Gereja Paroki Liqui=E7a pada 6 April 1999 terhadap orang-orang yang meninggalkan rumah= untuk menghindari kekerasan mereka. Dalam peristiwa ini 56 orang meninggal (sebagian identitasnya belum diketahui) dan 20 orang luka-luka. Dalam penyerangan 6 April, para penyerang merusak gereja, merobek-robek baju pastor, menghancurkan patung-patung suci. Komandan Korem Dili Kolonel Tono Suratman mengatakan bahwa korban meninggal 5 orang. Sedang Uskup Dili Mgr. Belo, seusai kunjungan bersama Kol. Tono Suratman dan Kapolda Timor Timur Kolonel Timbul Silaen ke Liqui=E7a, mengatakan jumlah korban meninggal adalah 25 orang. Keterangan-keterangan ini harus dianggap sebagai bersifat sementara karena setelah terjadinya peristiwa banyak warga yang mengungsi dan banyak yang keberadaannya belum diketahui sampai= sekarang.=20 Berikut adalah kronologi berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh Yayasan Hak dengan para saksi mata.=20 Minggu, 4 April 1999 Sekitar pukul 16.00 WITA sejumlah 18 orang anggota milisi Besi Merah Putih mendatangi Desa Dato (kurang lebih 3 km di sebelah barat kota Liqui=E7a). Tanpa alasan yang jelas mereka merusak dan menghancurkan rumah milik Felisberto dos Santos yang bekerja sebagai Bendahara Dinas Peternakan Tingkat II Liqui=E7a. Penduduk sekitar bereaksi dengan mengejar mereka,= tetapi mereka melarikan diri memasuki Markas Koramil Liqui=E7a Kota.=20 Senin, 5 April 1999 Sekitar pukul 07.00, sekelompok anggota Besi Merah Putih yang membawa bermacam-macam senjata tajam seperti panah, parang, pisau, senjata api otomatis, tiba-tiba menyerang Desa Dato dari dua arah yang berlawanan. Dalam penyerangan ini para anggota Besi Merah Putih "dikawal" oleh pasukun ABRI bersenjata M-16 dan AK-47. Penduduk berusaha mempertahankan diri dengan melempari batu. Pasukan ABRI melepaskan tembakan senjata api. Gabungan milisi-ABRI ini membakar 13 rumah penduduk. Mereka juga melukai sembilan (9) orang, dan membunuh lebih dari lima orang penduduk. Tiga orang penduduk: Francisco, Mateus Hula Muda, dan Maugunda, yang berlindung di Polres Liqui= =E7a diambil oleh gabungan milisi-ABRI dan hingga sekarang tidak diketahui keberadaannya. Penduduk desa menyelamatkan diri lari ke kota, meminta perlindungan di Gereja Liqui=E7a. Selasa, 6 April 1999 Sekitar pukul 06.00 kembali sekelompok anggota Besi Merah Putih dengan dukungan sejumlah personil TNI-AD dan Brimob mengepung gereja dan kediaman pastor Paroki Liqui=E7a, tempat lebih dari 2.000 orang berlindung. Anggota milisi berteriak: "Kami akan mempertahankan merah putih dan memilih otonomi!" Mendengar teriakan bernada provokasi itu, pastor paroki Padre Rafael dos Santos mendekati personil militer dan berusaha menjelaskan bahwa yang berada di dalam gereja adalah perempuan dan anak-anak. Eurico Guterres, komandan milisi Aitarak menjawab bahwa kelompoknya tidak bermaksud melakukan kekerasan terhadap orang-orang yang berada dalam gereja. Padre Rafael membalas dengan menanyakan siapa yang telah melakukan aksi kekerasan dan meminta mereka mendatangkan Bupati Liqui=E7a Leneto Martins untuk menyelesaikan masalah. Tetapi Bupati menolak dengan mengatakan bahwa, "Saya sedang emosi dan naik darah." Eurico Guterres kembali ke Kodim. Suasana semakin memanas. Sekitar pukul 13.00 personil ABRI secara paksa mengambil Padre Rafael dan Pastor Yoseph Daslan, membawa mereka ke Markas Kodim. Setelah kedua pastor tidak ada di gereja, milisi dan ABRI menyerbu dengan tembakan sporadis dan lemparan batu. Mereka menyeret anak-anak dan perempuan keluar ruangan gereja, sambil memukuli dengan kepalan tangan dan popor senjata, serta berteriak memaki-maki. Sedangkan laki-laki dipukuli dengan tongkat, popor senjata, dibacok dengan sabit dan samurai, dan ada yang ditembak. Akibat penyerbuan ini 52 orang meninggal dunia (identitas lengkap belum diperoleh), 7 orang mengalami luka-luka.=20 Sekitar pukul 19.00 orang-orang yang masih hidup dan sudah meninggal dibawa pergi dengan truk Hino milik ABRI, ke tempat yang hingga kini tidak diketahui. Menurut Padre Rafael dos Santos para penyerang merusak kediaman pastor, menghancurkan patung-patung suci, merobek-robek baju pastor, mengambil uang kolekte yang berjumlah sekitar Rp 8 juta dan barang-barang lainnya. Akibat lain penyerangan ini, seorang ibu muda yang hamil tua karena terkejut yang luar biasa melahirkan bayinya di kamar mandi tempat tinggal pastor. Korban yang mengalami luka-luka tembakan, tusukan, dan bacokan dirawat di Rumah Sakit Umum Dili, Klinik Gereja Motael Dili, dan RS Wira Husada Dili (milik ABRI). Korban dari pihak penyerang belum diketahui, namun menurut beberapa sumber mereka dirawat di Puskesmas Maubara. Sebagian personil militer yang terlibat penyerbuan sempat diidentifikasi oleh saksi-saksi korban. Mereka adalah: 1. Kopral Satu (TNI AD) Abilio Martins 2. Prajurit Satu (TNI-AD) Domingos Askopas 3. Sersan Dua (TNI-AD) Yakobus 4. Kopral Satu (TNI-AD) Tobias 5. Kopral Satu (TNI-AD) Antonio Gomes 6. Jacinto (pangkat belum diketahui) 7. Alberto (pangkat belum diketahui) 8. Teofilo (pangkat belum diketahui) Mereka semua berasal dari Kodim Liqui=E7a.=20 KORBAN PEMABNTAIAN LIQUICA Korban Luka-Luka -------------------------------------------------- No Nama Keterangan -------------------------------------------------- 1. Jose Serilo dos Santos (17 th) Terkena tembakan pada paha kiri 2. Manuel Caldeira (27) Terkena tembakan pada tangan kiri 3. Paulina de Jesus (23) Terkena bacokan pada bahu kanan dan pelipis kiri 4. Francisco Xavier (31) Terkena bacokan pedang samurai 5. Tomas de Jesus (27) 6. Jaime dos Santos (20) 7. Crisanto Oliveira (23) Dianiaya oleh anggota Kodim 1638= Liqui=E7a 8. Manuel Flores (23) Terkena tembakan pada bagian= simpesis (sekarang dalam keadaan kritis) 9. Lucas Soares (36) Dibacok pada bagian muka dan kepala 6 April 10. Mateus Alves (30) Ditembak pada perut bagian kiri 11. Jose Meneses Nunes (38) Dibacok pada punggung bagian kanan 12. Miguel Pereira dos Santos 13. Manuel da Costa (25) Dibacok pada lengan bagian kiri dan kanan, dan kepala 14. Mau Busa (40) Ditikam pada punggung 15. Jose Fernando da Silva Ramos (27) Dibacok pada punggung, tangan kanan, dan rusuk kiri 16. Adao 17. Leoneto de Jesus (20) 18. Seorang ibu hamil Melahirkan mendadak di kamar mandi tempat kediaman Pastor Paroki= Liqui=E7a -------------------------------------------------- Korban Meninggal Dunia -------------------------------------------------- No Nama Keterangan -------------------------------------------------- 1. Julio (25 th) 2. Laurindo da Costa Gon=E7alves (42) Kepala Dinas Peternakan Tk II= Liqui=E7a, bersama Herminio (17 tahun, siswa SMP) ditangkap anggota Besi Merah Putih dan ABRI di rumahnya. Kepala dipenggal oleh mereka. 3. Felisberto (27) 4. Francisco (25) 5. Herminio (34) Pegawai Perusahaan Air Minum 6 April 6. Tiago dos Santos (17) Pelajar SMPK Liqui=E7a=09 7. Manuel Lisboa Pegawai Dinas P&K Liqui=E7a=09 8. Agustinho dos Santos =09 9. Afonso (35) 10. Hermenio (17) Pelajar SMPK Liqui=E7a=09 11. Rita (36) 12. Cesario (25) 13. Custori (31) 14. Alsino (25) 15. A. Fernandes (28) 16. Jacinto da Concei=E7ao Pereira Kepala Desa Dato=09 17. Felisberto dos Santos Bendahara Dinas Peternakan Tk II Liqui=E7a=09 18. Leovilgildo Pelajar SMU 3=09 19. Victor =09 20. Lucio =09 21. Abrao Anak asuh Padre Rafael dos Santos 22. Antonio Gon=E7alves =09 -------------------------------------------------- Orang Hilang -------------------------------------------------- No Nama Alamat Keterangan -------------------------------------------------- 1. Francisco Desa Dato Pada saat penyerbuan milisi dan ABRI pada 5 April, berlindung di Polres Liqui=E7a. Tetapi pada 7 April sekitar pukul= 21.00 diambil oleh milisi Besi Merah Putih dan ABRI. Belum diketahui keberadaannya hingga sekarang. 2. Mateus Hula Muda Desa Dato Idem 3. Maugunda Desa Dato Idem 4. Mario da Costa (22 th) Desa Dato Tidak diketahui keberadaannya setelah serangan 6 April=20 5. Paulo Mendes (27) Desa Dato Idem 6. Francisco (19) Desa Dato Idem 7. Americo de Carvalho (22) Desa Dato Idem=20 8. Casmerio (17) Desa Dato Idem=20 -------------------------------------------------- Kerusakan/Kerugian Yang Ditimbulkan oleh Milisi/ABRI -------------------------------------------------- No Keterangan -------------------------------------------------- 1 Rumah milik Amadeo 2 Rumah milik Calistro 3 Rumah milik Ernesto 4 Rumah milik Felisberto dos Santos 5 Rumah milik Fernando da Costa 6 Rumah milik Filomeno Paixo 7 Rumah milik Gregorio M. dos Santos 8 Rumah milik Jacinto da Costa 9 Rumah milik Jorge 10 Rumah milik Mateus Hula Muda 11 Rumah milik Maugunda 12 Rumah milik Saulustino 13 Rumah milik Vicente 14 Rumah tempat tinggal Pastor Paroki Liqui=E7a (rusak berat) 15 Gereja Paroki Liqui=E7a=20 16 Uang kolekte umat sejumlah Rp 8 juta=20 17 Barang-barang lain milik Paroki Liqui=E7a -------------------------------------------------- ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Apr 1999 jam 07:59:55 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
