----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Merdeka, 6 April 1999

CARTER BAWA TUGAS OBOK-OBOK INDONESIA

Beberapa hari lalu, bekas Presiden AS Jimmy Carter tiba di
Indonesia. Kedatangan ini merupakan awal keterlibatan
pimpinan LSM Carter Center itu untuk turut mengawasi
jalannya pemilu di Indonesia. Meski langkah tokoh AS ini
dinilai baik, ada juga yang curiga AS sedang meng'obok-obok'
Indonesia. Caranya dengan mendatangkan tokoh-tokoh dan
membuat prokontra. Dan Carter datang setelah Jefrey A Winters
dalam rangkaian demikian. Benarkah?

Berikut wawancara dengan salah seorang ketua Partai Amanat
Nasional, Prof Dawam Rahardjo dan Waksekjen Partai Keadilan
Suswono. Petikannya.

Suwono : Mereka Memang Punya Interest

SEJAUH INI BAGAIMANA ANDA MELIHAT SEPAK TERJANG TOKOH
AMERIKA JEFFREY WINTERS DAN JIMMY CARTER DI INDONESIA.
TAMPAKNYA, KEDUA-DUANYA SUDAH MENYINGGUNG HAL-HAL YANG
BERKAITAN LANGSUNG DENGAN KEPEMIMPINAN NASIONAL?

Saya pikir apa yang mereka ungkapkan, banyak yang tidak pada
tempatnya. Karena, bagaimanapun juga negara kita memiliki
otoritas. Sehingga seharusnya tidak dapat diintervensi seperti
itu.

CARTER SEMPAT BERTANYA PADA PRESIDEN HABIBIE TENTANG SIAPA
CAPRES MENDATANG. PADAHAL SEBAGAI SALAH SEORANG TOKOH
DEMOKRAT IA PASTI MENGETAHUI PERTANYAAN DEMIKIAN HARUSNYA
DIALAMATKAN KEPADA MPR. MENURUT ANDA BAGAIMANA?

Memang ada kesan pura-pura tidak tahu dalam peristiwa
tersebut. Dan saya yakin, sebenarnya Carter sudah tahu
prosedurnya. Tapi memang mereka (AS) punya maksud-maksud
tertentu yang bermuatan politik dibalik itu.

APA ANDA TERMASUK YANG KHAWATIR TERHADAP CAMPUR TANGAN
AMERIKA DALAM PEMILU MAUPUN PEMILIHAN PRESIDEN YANG
MENDATANG?

Kalau soal itu, saya rasa tinggal bagaimana kitanya saja
mensikapi. Artinya dalam rangka mewujudkan demokrasi,
negara luar boleh saja punya keinginan untuk intervensi. Tetapi
kalau kita tidak bersedia dicampuri, mereka juga nggak akan
bisa berbuat apa-apa atau memaksa. Sebab pada dasarnya kita
memiliki otoritas untuk mengatur.

Dan juga kalau pernyataan-pernyataan yang dikemukakan oleh
pihak luar itu hanya sebatas masukan atau saran, boleh saja
ditampung. Tetapi tentunya keputusan yang akan diambil ada di
tangan kita, sebagai negara yang mempunyai kedaulatan.
Misalnya, itikad untuk melaksanakan pemilu yang demokratis
serta jurdil.

SEJAUH INI, DIBALIK LANGKAH DAN PERNYATAAN-PERNYATAAN  KEDUA
TOKOH AS TERSEBUT, APAKAH TIDAK ADA KEPENTINGAN-KEPENTINGAN
LAIN?

Secara kasar mata memang saya belum melihatnya. Paling-
paling sekadar harapan yang sifatnya masih dapat ditolerir. Ya..
dalam rangka mewujudkan demokrasi. Namun, saya tidak tahu
kalau ternyata ada kepentingan-kepentingan lain dibalik
pertanyaan itu.

BERDASARKAN PENGAMATAN ANDA SELAMA INI, SUDAH SEBERAPA
JAUHKAH INTERVENSI AMERIKA TERHADAP INDONESIA?

Ya kalau masih dalam batasan statement yang dikeluarkan,
itubisa digolongkan dalam bentuk tekanan moral semata.
Karena tujuan mereka, untuk membangun suatu Indonesia Baru
yang demokratis.

Meskipun memang kita tidak dapat menutup mata apabila ada
interest tertentu dibalik itu. Namun, kalau saya lebih
berpandangan bahwa harus dikembalikan pada diri kita sendiri.
Artinya, apa kita memang mau diatur-atur oleh pihak luar atau
tidak?

ADA YANG BERPENDAPAT, SIKAP AMERIKA HANYA DIMAKSUDKAN
UNTUK MENG'OBOK-OBOK' AGENDA POLITIK SERTA KEPENTINGAN
NASIONAL INDONESIA?

Itu mungkin saja. Makanya, kita pun harus mengetahui bahwa
Amerika mempunyai agenda dan kepentingan politik tertentu
untuk negaranya. Tetapi, persoalannya terserah kepada kita
sendiri apa memang mau didikter atau tidak.

Dengan begitu, kita harus kembali pada aturan main yang
berlaku. Walaupun kita tidak hendak memungkiri adanya
bantuan AS terhadap Indonesia. Tetapi, sejauh mana bantuan
yang diberikan itu dapat mengintervensi atau mengikat kita.

Seperti, bantuan UNDP maupun yang berbentuk dana sudah
semestinya tidak mengikat. Tetapi, kalau memang sudah
mengikat atau ya berarti menyimpang dong.

Meskipun demikian, kita tidak mungkin manafikan pengaruh
bangsa asing terhadap perkembangan negara kita sampai
sekarang.

MENURUT ANDA APAKAH AMERIKA MAU DAN MAMPU MENYELESAIKAN
KRISIS EKONOMI YANG TENGAH TERJADI DI NEGARA KITA?

Harusnya mau dan mampu. Tetapi soalnya, bukan Amerika.
Melainkan kita. Yang penting bagaimana itikad baik dalam
upaya mengatasi krisis ini. sudah barang tentu harus dilandasi
dengan moral dari pemimpin-pemimpin bangsa ini.

Misalnya, kalau ada bantuan dari luar harus benar-benar
dipergunakan untuk mengembangkan rakyat. Jangan
diselewengkan kemana-mana. Dengan demikian, hal ini juga
menyangkut moralitas dari para penyelenggaraan negara kita.
Saya yakin sekali, kalau memang ada komitmen seperti itu,
masalah apapun akan selesai.

ADA YANG KHAWATIR, MEREKA BERMAKSUD MEMECAH BELAH BANGSA
INI. APA ADA KESAN ITU?

Kesan tidak terlalu nampak. Tapi niat itu bisa saja ada. Tapi
sejauh ini, semua persoalan kembali pada diri kita sendiri.
Kalau kita sendiri punya komitmen untuk tetap pada negara
kesatuan RI, tak ada masalah. Karena itu, yang penting
pertahanan ke depan harus benar-benar kuat. Hingga intervensi
apapun harus mampu diatasi.

BELAJAR DARI PENGALAMAN NEGARA KITA DULU, KETIKA SOEKARNO
DIGULINGKAN. BANYAK YANG BERPANDANGAN, PROSES ITU TIDAK LEPAS
DARI INTERVENSI AMERIKA MELALUI AGEN RAHASIANYA, CIA. DENGAN
DALIH INGIN MENGHANCURKAN KOMUNISME. BAGAIMANA DENGAN
KONDISI SEKARANG?

Sekali lagi, niat-niat semacam itu bukan mustahil. Karena kita
tidak bisa menafikan bahwa memang selalu ada kepentingan-
kepentingan terselubung dibalik suatu langkah. Lumrah saja.
Jadi, munculnya upaya untuk menimbulkan disintegrasi juga
bisa saja merupakan agenda Amerika.

Hanya saja, ini kan merupakan persoalan integritas. Jadi harus
kita sendiri sebagai pihak yang berotoritas, yang mampu
menyelesaikannya.

Kecuali jika kita sendiri tidak memiliki kekuatan moral dalam
mengatasinya. Jadi, dalam hal ini dikembalikan lagi kepada
para pemimpin bangsa kita.

BENARKAH AS KHAWATIR TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM
FUNDAMENTALIS?

Tentunya yang tahu kondisi sebenarnya adalah pihak yang
punya anggapan seperti itu. Tetapi apabila itu terjadi, saya pikir
disebabkan karena Amerika sendiri yang tidak mampu
berinteraksi secara baik dengan umat Islam yang ada di dunia.

Lagipula buat saya alasan seperti itu hanya seperti bayangan
yang tidak riil saja. Saya sebagai umat Islam malah melihat
sikap kami sangatlah toleran. (EP)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Apr 1999 jam 10:16:46 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke