---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk EURICO PERINTAHKAN AKSI PEMBERSIHAN Dili (MateBEAN, 18/4/99), Pada Sabtu 17 April 1999 di halaman Kantor Gubernur Timtim diadakan upacara akbar pengukuhan milisi Komando pro-otonomi AITARAK (dianggap sejenis dengan Kopassus) pimpinan Eurico Guterres. Dalam upacara itu, Panglima Perang Pro-Integrasi, Joao Tavares memberikan sambutan yang intinya mengatakan bahwa kehadiran pasukan pro integrasi ini bukan dimulai sekarang, tetapi sudah ada sebelum integrasi Timtim ke Indonesia pada 1975. Kehadiran pasukan ini untuk melawan Fretilin. Sedangkan Eurico Guterres, pada sambutannya membakar emosi para milisi untuk melakukan penangkapan dan pembunuhan terhadap para penghianat integrasi. "Mulai hari ini, 17 April 1999, saya perintahkan semua milisi pro integrasi untuk melakukan pembersihan terhadap penghianat integrasi. Tangkap dan bunuh mereka bila perlu. Saya Eurico Guterres akan bertangungjawab," seru Eurico Guterres berapi-api. Selain memerintahkan para milisi untuk melakukan pembantaian, Eurico juga mengecam Mario Carrascalao dan menyuruh para milisi untuk membakar rumah mantan gubernur Timor Timur itu. Ikut bergabung dalam upacara akbar ini adalah pasukan milisi pro-otonomi dari beberapa daerah seperti Halilintar (Atabae), Dadurus (Maliana), AHI (Aileu), Ablai (Same), Mahidi (Ainaro), Laksaur Merah Putih (Suai), Besi Merah Putih (Maubara), Makikit (Viqueque), Saka (Baucau), Jati Merah Putih (Lospalos) dll. Turut hadir pada upacara itu semua pejabat sipil dan militer mulai dari Gubernur, Danrem, Kapolda sampai Dandim dan Bupati. Upacara dimulai sekitar pk 10.00 Wita. Selain dihadiri para milisi dan para pejabat tersebut, juga dihadiri sebagian warga masyarakat Kota Dili. Para warga masyarakat Kota Dili pada pagi hari sekitar pk 06.00 Wita telah dipaksa untuk pergi ke upacara tersebut oleh para Babinsa beserta pimpinan desa. Sama seperti upacara pengukuhan milisi di daerah lain, maka di Dili pun masyarakat dipaksa aparat untuk menghadiri upacara. Warga masyarakat yang dipaksa itu terdiri dari para orang tua Timtim dan warga pendatang yang berasal dari Propinsi NTT. Sedangkan warga pendatang yang berambut lurus tidak dipaksa untuk mengikuti upacara. Menurut seorang sumber yang tinggal di Perumahan Surik Mas, Dili Barat menceritakan bahwa tadi pagi (Sabtu, 17/4) sekitar jam 06.00 Wita, ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya yang kebetulan adalah seorang anggota ABRI, datang membangunkan dan memaksa masyarakat - khususnya orang Timtim dan orang NTT untuk pergi ke upacara di kantor gubernur. Ketika tulisan ini diturunkan para milisi yang usai mengikuti apel siaga mengadakan pawai keliling Kota Dili. Saat melewati Jl Balide, mereka mengeluarkan tembakan ke arah masyarakat yang sedang menonton pawai tersebut. Belum diketahui apakah ada korban yang terkena tembakan tersebut. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Apr 1999 jam 11:49:50 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
