---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Aliansi Jurnalis Independen (The Alliance of Independent Journalists) Jl. PAM Baru Raya No.16, Pejompongan, Jakarta 10210 Telp/fax: (62-21) 572-7018, E-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------- Nomor: 039/AJI/L/II/99 AJI MENUNTUT PEMBUBARAN MILISI DI TIMOR TIMUR Merebaknya aksi kekerasan yang dilakukan "pasukan" milisi bersenjata di Timor Timur (Timtim) akhirnya menjawab kekhawatiran kami selama ini. Selain mengakibatkan tewasnya puluhan warga tak berdosa, aksi kekerasan milisi bersenjata ini ternyata juga menyerang para wartawan dan kantor pers yang ada di Timor Timur. Pada Sabtu, 17 April 1998 lalu, kantor harian Suara Timor Timur (STT) telah menjadi korban kebrutalan gerombolan milisi yang menamakan diri Besi Merah Putih (BMP). Berbagai peralatan kantor redaksi seperti komputer, telepon, dan mesin faksimili dihancurkan "pasukan" yang dipimpin Joao da Silva Tavares ini. Akibatnya, harian yang selama ini mencoba jujur dengan profesinya -- meliput secara cover both sides -- tidak bisa terbit dan menyebarkan informasi kepada masyarakat pembaca. Di samping menderita kerugian sekitar Rp 1,5 milyar, banyak wartawan STT yang sekarang merasa diteror akhirnya memilih bersembunyi. Para saksi mata menyatakan, gerombolan BMP yang menumpang beberapa truk begitu tiba di kantor STT langsung memberondongkan peluru ke udara yang membuat panik orang-orang di sekitarnya, termasuk para tamu Hotel Mahkota yang letaknya bersebelahan dengan kantor harian STT. Mereka kemudian merusak pintu-pintu gedung sambil menghancurkan segala peralatan kantor (komputer dan mesin faksimili), termasuk meja dan kursi, dengan menggunakan tongkat dan pentungan. Menurut Pemimpin Redaksi STT, Salvador Ximenes Soares, "Mereka memang ingin menghancurkan seluruh koran di Timor Timur karena mereka tidak ingin rakyat mengetahui tentang situasi yang sedang terjadi." Sungguh tragis, karena saat terjadi aksi penghancuran itu, koran STT merupakan satu-satunya koran yang masih bisa terbit di Timtim. Koran Novas, yang juga terbit di Dili, telah "mati" sekitar satu minggu sebelumnya. Sebelumnya, sebagaimana tertuang dalam pernyataan AJI No.038/AJI/L/II/99 tertanggal 26 Maret, sekitar 20 orang anggota gerombolan milisi lain yang menamakan diri Mati Hidup Integrasi dengan Indonesia (Mahidi) pimpinan Canciao Lopez da Carvalho juga mendatangi kantor STT dan mengancam akan membakar kantor harian ini. Saat itu, menanggapi kejadian pada 26 Maret tersebut, AJI sudah menuntut ABRI segera melucuti senjata para milisi yang selain mengganggu ketenteraman hidup masyarakat, juga mengancam keamanan kerja para jurnalis di Timtim, baik jurnalis dalam maupun luar negeri. Penyerangan dan penganiayaan terhadap jurnalis dalam dan luar negeri ketika mereka mengikuti kunjungan Uskup Belo pasca Peristiwa Licuica awal April lalu, dengan jelas menunjukkan betapa berbahayanya tindakan para milisi tersebut. Sekadar mengingatkan kembali, atas nama panglima milisi pro integrasi Timtim, Canciao Carvalho dan pimpinan gerombolan milisi Aitarak, Eurico Gutteres, pernah secara langsung mengancam jiwa para jurnalis Australia, melalui surat mereka kepada Menlu Australia Alexander Downer tertanggal 5 Pebruari 1999. Sehubungan dengan berbagai peristiwa kekerasan yang sudah tidak dapat ditolerir lagi tersebut, Aliansi Jurnalis Independen, menyatakan: 1. Menuntut TNI, sekali lagi, untuk segera membubarkan dan melucuti senjata para milisi tanpa syarat. 2. Menuntut polisi segera melakukan penangkapan terhadap para tokoh dan anggota gerombolan milisi yang jelas-jelas sudah melakukan tindak kejahatan. 3. Mengutuk tindakan para milisi yang sudah melakukan kejahatan terencana melalui tindakan penghancuran institusi pers. Tindakan ini jelas bermotif menutup saluran informasi yang bebas dan jujur, yang merupakan hak masyarakat Timor Timur sendiri. 4. Mendukung sepenuhnya upaya jurnalis di Timor Timur untuk terus melakukan kegiatan jurnalistik demi terciptanya masyarakat yang terbuka dan demokratis. 5. Menyerukan kepada semua pihak yang bertikai untuk menahan diri dan menghindari penggunaan kekerasan dalam penyelesaian masalah di Timtim. Jakarta, 22 April 1999 Ketua, Lukas Luwarso Kord. Divisi Advokasi, Ging Ginanjar Sekretaris Dadang RHs. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Apr 1999 jam 11:37:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
