IV. LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran I

NABI MUSA MENUBUATKAN KADATANGAN
NABI MUHAMMA S.A.W


NUBUAT I

(15) Bahwa seorang Nabi dari tengah-tengah kamu, dari antara saudaramu, dan yang
seperti aku ini, yaitu akan dijadikan oleh Tuhan Allahmu bagi kamu, maka dia
patutlah kamu dengar.
(16) Setuju dengan segala yang kamu pinta kepada Tuhan Allahmu di Horeb, pada
masa orang banyak itu ada berhimpun, katamu : Jangan kiranya lagi kami mendengar
pula bunyi suara Tuhan Allah kami dan api yang besar ini jangan kiranya kami
melihat lagi, supaya jangan kami mati!
(17) Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepada ku :
Benarkah kata mereka itu :
             (18) Bahwa aku akan menyadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari
antara segala saudaranya, yang seperti engkau, dan Aku akan memberi segala
firmanku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala, yang kusuruh
akan dia.
 (19) Bahwa sesungguhnya barangsiapa yang tiada mau dengar akan segala firmanku,
yang dikatakan olehnya dengan Namaku, niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang
itu.
(20) Tetapi adanya Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan
firman dengan Namaku, Yang tiada ku suruh katakan, atau yang berkata nama
dewa-dewaniscaya orang nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.
(21) Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian : Dengan apakah
boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adnya ?
(22) Bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuhan, lalu barang yang
dikatakannya itu tiada jadi atau datang, yaitulah perkataan yang bukan firman
Tuhan adanya, maka nabi itupun telah berkata dengan sombongnya, janganlah kamu
takut akan dia.

      (Ulangan 18:15 - 22).

Keterangan :

Ayat-ayat diatas ini adalah perkataan Nabi Musa yang diucapkannya di Bani Israil,
tersebut dalam kitab Ulangan atau Taurat. Menurut keterangan Nabi Musa itu, Tuhan
telah berjanyi pada Bani Israil akan menjadikan seorang Nabi antara segala
saudaranya yang seperti Musa. Penulis-penulis dari kalangan umat Islam telah
menyatakan bahwa Nabi yang dijanyikan Tuhan ialah Nabi Muhammad S.A.W.
Keterangannya sebagai berikut :
Setelah Nabi Musa menyampaikan janyi itu, Bani Israil telah menunggu-nuggu
kedatangannya Nabi tersebut. Hingga berapa lama mereka menunggu kedatangannya,
dapat diketahui dari penjelasan injil Yohannes pasal I yang berikut:
(19) Maka inilah kesaksian Yohannes itu, tatkala orang yahudi menyuruhkan
beberapa imam dan Lewi darri Yerozalem akan bertanya kepadanya demikian :
Siapakah engkau ?
(20) Maka mengakulah ia, dan tiada ia bersangkal; maka mengakulah ia demikian : "
Aku ini bukannya Kristuas ".
(21) Maka bertanyalah mereka itu kepadanya : " Kalau begitu, siapakah engkau ?
Engkaukah Elias ? " Maka katanya : " Bukan ". " Engkaukah Nabi itu ?" Maka
diyawabnya : "Bukan".
Soal jawab diatas ini terjadi ketika nabi Yohannes datang sebagia utusan Tuhan.
Orang-orang yahudi menyuruh utusanya datang menemui Nabi Yohannes hendak
bertanyakan, siapakah dia. Dari tanya jawab itu ternyata bahwa orang-orang Yahudi
iti waktu kedatangan Nabi Yohannes itu masih menunggu-nunggu kedatangan tiga
orang yang telah dijanjikan Tuhan, yaitu : Kristus, Elias, dan Nabi itu.

Dalam injil Yohannes pasal 1 tersebut lagi :

(24) Adapun orang yang disuruh itu orang Parisi.
(25) Maka mereka itu menanya dia, serta berkata kepadanya: "Jikalau engkau itu
bukan Kristus, dan bukan Elias, dan bukan nabi itu, apakah sebabnya engkau
membaptiskan orang?"
Pertanyaan orang Parisi kepada Nabi Yohannes diatas ini menunjukan juga bahwa
orang yahudi dizaman Yohannes masih menunggu kedatangan ketiga orang tersebut
tadi, Kristus, Elias, dan Nabi itu. Dinatara pertanyaan yang dimajukan utusan itu
masih disebut: "Engkaukah Nabi itu?" Pertanyaan ini menunjukan bahwa nabi, "Itu",
yakni nabi yang ditunggu-tunggu orang Yahudi kedatangannya karena telah
dinubuatkan Nabi Musa, masih belum datang hingga zaman Nabi Yohannes, karena
mereka masih menanyakan kepadanya. Nabi Musa hidup semasa dengan Yesus.
Menurut kercayaan orang Kristen, Kristen telah datang yaitu Nabi Isa dan Yesus.
Dan menurut injil, Elias itu telah datang juga, yaitu Nabi Yohannes itu sendiri.
Yesus memberi keterangan kepada injil sebagai berikut: "Dan jikalau kamu menerima
itu: ia inilah Elias, yang akan datang itu: (Matius 11:14).
Dalam injil Matius tersebut:
(10) Maka murid-muridnyapun bertanya kepadanya sambil berkata: "Apakah sebabnya
segala ahli Torat mengatakan, bahwa tak dapat tiada Elias akan datang dahulu?"
(11) Maka jawab Yesus katanya: memang Elias itu datang, maka tiada dikenal orang
akan dia, melainkan mereka itu melainkan keatasnya sekehendak hatinya. Demikian
juga anak manusiapun akan dianiayakan orang".
(13) Maka barulah murid-murid itu mengerti, bahwa ia mengatakan kepadanya tentang
hal Yohannes Pembaptis.
Dari pada keterangan diatas ini bahwa menurut injil dua orang diantara tiga orang
yang ditunggu-tunggu mereka kedatangannya itu telah datang, yaitu Yesus dan
Elias, yang masih belun datang seorang lagi yaitu, "Nabi itu". Dengan demikian
diketahui Nabi itu masih belum datang hingga zaman Nabi Yohannes dan Yesus. Dan
kedatangannya itu diketahui dari keterangan diatas sesudah zaman Nabi Yohannes
dan Yesus. Hal ini sesuai kepada Nabi Muhammad S.A.W karena ia datang sesuda
zaman mereka yang tersebut.
Apakah tanda Nabi itu? Dalam keterangan yang telah dikemukakan diatas,
disebutkan: "Bahwa aku akan menjadikan bagi mereka seorang Nabi dari antara
saudaranya, yang seperti engkau". Keterangan ini menyatakan bahwa Nabi yang akan
dijadikan itu, ialah: "Dari antara saudaranya", yaitu dari antara segala saudara
Bani Israil, Dan "Yang seperti engkau", yaitu yang seperti Nabi Musa.
Dari pada keterangan itu diketahui bahwa Nabi yang akan dibangkitkan adalah dari
antara saudara Bani Israil, tidak dari Bani Israil. Bani Ismail adalah bersaudara
dengan Bani Israil. Dalam kitab Kejadian pasal 16 dan pasal 17 diterangkan bahwa
Nabi Ibrahim untuk mendapat seorang anak dari Hagar, dinamai Ismail. Kemudian
Nabi Ibrahim mendaoat anak lagi dari Sarah, dinamai Ishak. Seterusnya Ishak
mendapat anak dari isterinya Ribkah, dinamai Yakub. (Lihat Kejadian 25:26).
Kemudian Tuhan mengganti nama Yakub dengan Israil. (Lihat: Kejadian 35:10).
Turunan Nabi Ibrahim dari anaknya Ismail disebut Bani Ismail. Dan turunanya dari
cucunya Israil (Yakub) disebut Bani Israil. Dengan demikian nyatalah tanda ini
telah sesuai dengan Nabi Muhammad S.A.W, karena ia adalah turunan Bani Ismail
yang bersaudara dengan Bani Israil dan seterusnya hal ini sesuai lagi dengan
janyi Tuhan yang menyatakan bahwa Ia akan menjadikan Ismail "Suatu bangsa yang
besar". (Lihat Kejadian 17:20 dan 21:18).
Tanda yang kedua ialah Nabi seperti Nabi Musa. Tanda ini telah sesuai kepada Nabi
Muhammad s.a.w. karena ia serupa dengan Nabi Musa. Mereka sama-sama ber-ibu dan
ber-bapa. Saama-sama beristri dan beranak. Sama-sama menjadi Nabi dan Rasul.
Saama-sama mempunyai kitab suci, yaitu Tauraat dan Al Qur'an. Sama-sama wafat dan
tidak terbunuh. Sama-sama dikuburka di bumi. Dan banyak lagi keserupannya.
Sama-sama.........

Firman Tuhan dalam Al Qur'an :



Artinya : Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul (Nabi
Muhammad) yang menjadi saksi atas kamu, seperti Kami telah mengutus kepada
Fir'aun seorang Rasul (Nabi Musa). (Surah Al Muzammil 15).

Keterangan lanjutan :

1. Dalam ayat 15 tersebut bahwa Nabi itu akan dijadikan Tuhan "dari tengah-tengah
kamu". Yaitu dari tengah-tengah Bani Israil atau bangsa yahudi. Hal itu sesuai
kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena negeri Medinah tempat Nabi Muhammad s.a.w.
adalh terletak di-tengah� kampung� orang yahudi, yaitu suku Bani Nadlir, suku
Bani Quraizhah dan suku Bani Qainuqa'.
2. Dalam ayat 18 tersebut " Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya".
Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Firman itu diberikan kepadanya
hanya merupakan bacaan yang dihafalkan pada mulutnya, karena ia tidak tahu
membaca. Kemudian barulah orang disuruhnya menuliskannya.
3. Dalam ayat 19 tersebut "segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan
Namaku." Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Kitab suci Al Qur'an
sebagai firman Tuhan telah dikataknya dan dimulainya surah� nya sebanyak 113
surah dengan nama Tuhan yaitu :



Artinya : Dengan nama Allah yang Pengasih yang Penyayang.

4. Dalam ayat 20 tersebut "Nabi yang melakukan dirinya sombong dan mengatakan
firman dengan Namaku, yang tiada kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama
dewa-dewa, niscaya orang Nabi itu akan mati dibunuh hukumnya". Menurut keterangan
ini Nabi yang tidak benar akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak
mati dibunuh. maka nyatalah bahwa ia seorang Nabi yang benar. Bahkan Al Qur'an
telah memberikan jaminan bahwa ia tidak akan mati dibunuh manusia. Firmannya.


Artinya : Dan Allah, memeliharakan engkau dari pada manusia.
(Surah Al Maidah 70).

Dalam sejarah telah dinyatakan bahwa musuh� Islam telah berkali-kali mencoba
hendak membunuh Nabi s.a.w., baik pada waktu aman maupun pada waktu perang,
tetapi semuanya itu tidak berhasil. Tuhan telah memenuhi janjiNya, Nabi Muhammad
s.a.w. diselamatkanya dari pembunuhan manusia, sesuai dengan janji yang telah
tersebut di dalam Al Qur'an dan kitab Ulangan tadi.
5. Dalam ayat 22 diterangkan tanda Nabi yang dusta "bahwa jikalau nabi itu
berkata dengan Nama Tuhan, lalu barang yang dikataknnya itu tiada jadi atau tiada
datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya".
Tanda Nabi dusta ini amat jauh daripada Nabi Muhammad s.a.w. Segala sesuatu yang
dikatakannya atas Nama Tuhan, semuanya telah datang dan telah jadi, kecuali yang
waktunya belum tiba, seperti terjadinya hari kiamat. Hal� yang akan datang yang
disabdakan Nabi Muhammad s.a.w. atau yang tersebut di dalam Al Qur'an yang telah
jadi amat banyak. Sebagai contoh akan dikemukakan sebagian diantaranya pada
Lampiran  II pasal XIII ini.

Penolakan pendapat pihak Kristen.
Pihak Kristen menyebut Nabi yang dijanjikan Tuhan dalam kitab Ulangan itu ialah
Yesus Kristus. Dr. D. Bakker menulis : "Hal Tuhan Yesus menjadi nabi itu
disebutkan dalam kitab Ulangan 18:15- 18 dan Kitab Rasul� 3 : 22".  ) Pendapat
pihak Kristen ini tidak benar.
Diatas telah diterangkan, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah : "dari
antara segala saudara Bani Israil" dan "yang seperti Musa'.
Menurut Injil, Yesus Kristus adalah turunan Bani Israil. Lihat silsilah turunanya
dalam Injil Matius pasal 1 dan Injil Lukas pasal 3. Dalam Injil Matius 1 : 1
tersebut : "Maka inilah silsilah Yesus Kristus, yaitu anak Daud". Daud adalah
Bani Israil, sebab itu Yesus Kristus adalah Bani Israil juga. Sedang Nabi yang
akan dijadikan Tuhan itu bukan dari Bani Israil, tetapi dari antara segala
saudara Bani Israil. Dengan demikian diketahui bahwa Nabi yang akan dijadikan itu
bukan Yesus Kristus.
Seterusnya, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah : "yang seperti Musa."
Menurut Alkitab, diantara Bani Israil tidak akan dibangkitkan lagi seorang nabi
yang seperti Musa. Dalam kitab Ulangan tersebut :
" Maka diantara orang Israil tiada berbangkit pula seorang nabi yang seperti
Musa, yang dikenal Tuhan muka dengan muka". (Ulangan 34 : 10).
Oleh karena Yesus dari Bani Israil, maka nyatalah bahwa Nabi yang akan dijadikan
Tuhan itu bukan Yesus.
Seterusnya lagi, berdasarkan kepercayaan orang Kristen Yesus tidak seperti Nabi
Musa. menurut kepercayaan orang Kristen Yesus adalah Tuhan, mati tersalib dan
terkutuk. (Lihat Galatia 3 : 13). Sedang Musa tidak demikian. Nabi Musa hanya
seorang hamba Allah, tidak mati tersalib dan tidak terkutuk. Nabi Musa adalah
berbapa, sedang Yesus sebagai manusia tidak berbapa. Dan banyak perbedannya yang
lain� lagi.
Menurut ayat 20 dinyatakan Nabi yang mengatakan firman dengan Nama Tuhan yang
tidak disuruhNya katakan akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak
mati dibunuh, sedang Yesus menurut kepercayaan orang Kristen mati dibunuh. Jika
nubuat tersebut digunakan untuk Yesus, maka jadilah ia Nabi yang tidak benar
karena ia telah mati dibunuh.
Dr. Mr. D.C. Mulder menulis : "Perlu diperhatikan disini peraturan tentang nabi
dalam ps 18 : 15-22. Ayat� ini sering ditafsirkan oleh penafsir� Kristen sebagai
nubuat tentang Messias dan oleh ahli� pikir agama Islam sebagai nubuat tentang
nabi Muhammad. akan tetapi bagian ini tidak membicarakan seorang nabi yang
khusus, melainkan jabatan nabi pada umumnya; diterangkan dari pada seorang nabi
palsu".  )
Apabila uraian yang telah dikemukakan diatas diperhatikan, nyatalah apa yang
dikemukakan oleh Dr. Mulder itu tidak benar. Ayat� kitab Ulangan tersebut adalah
menubuatkan kedatangan seorang Nabi yang khusus dengan menerangkan sifat� dan
tanda�nyaa. Orang Yahudi sendiri telah menunggu-nunggu kedatangannya hingga
ber-abad� lamanya sesudah Nabi Musa seperti yang dinyatakan oleh ayat� Injil yang
telah dikemukakan diatas. Nubuatan itu tidak diragukan lagi adalah mengenai
kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.
Dengan keterangan di atas nyatalah bahwa Nabi yang dinubuatkan Nabi Musa dalam
kitab Ulangan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w., bukan Yesus.

NUBUAT II

NABI MUSA MENUBUATKAN NAMA TEMPAT KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W.


(1) Bermula, maka inilah berkat yang telah diberi oleh Musa, khalil Allah, kepada
segala Bani Israil dahulu dari pada matinya :
(2) Maka Katanya : Bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi
mereka itu dari Seir; kelihatanlah ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung
Paran, lalu datang hampir dari bukit Kedes; maka pada kanannya tiang api bagi
mereka itu.

(Ulangan 33 : 1  -  2).

Keterangan :

Syekh Rahamatullah menerangkan dalam Izhhar-ul Haqq 2 : 137 bahwa yang
dimaksudkan dengan " Tuhan telah datang dari Torsina", ialah Tuhan telah
memberikan Taurat kepada Nabi Musa. Dan yang dimaksudkan dengan " Telah terbit
bagi mereka itu dari Seir", ialah Tuhan telah memberi Injil kepada Isa. Dan yang
dimaksudkan dengan "Kelihatanlah Ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran
", ialah Tuhan menurunkan Al Quran kepada Nabi Muhammad s.a.w. Jadi "Torsina",
"Seir", dan "Paran", adalah nama tempat-tempat Nabi-nabi tersebut menerima ajaran
dari Tuhan.
Gunung Paran ialah sebuah gunung di negeri Mekah. Dalam kitab Kejadian
diceritakan tentang hal Hagar dengan anaknya Ismail sebagai berikut :
(19) Maka dicelikkan Allah akan mata Hagar, sehingga terlihatlah ia akan suatu
mata air, lalu pergilah ia mengisikan kirbat itu dengan air, diberinya minum akan
budak itu.
(20) Maka disertai Allah budak itu sehingga besarlah ia, lalu iapun duduklah
dalam padang belantara dan menjadi seorang pemanah.
(21) Maka duduklah ia dalam padang belantara Paran dan diambil oleh ibunya akan
dia seorang perempuan dari tanah Mesir akan isterinya.

      (Kejadian 21:19-21)

Dalam ayat-ayat yang tersebut diatas ini diceritaka tentang hal Hagar dan
anaknya, yaitu Nabi Ismail. Dalam ayat 21 diterangkan bahwa Ismail duduk dipadang
belantara Paran. Menurut sejarah, Ismail tinggal duduk dinegeri Mekah. Mata air
yang dilihat Hagar itu ialah "Mata air Zamzam" yang hingga kini terus menerus
mengeluarkan airnya sebagai sebuah telaga didekat Bait Allah didalam mesjid
Mekah, George Zaidan, seorang pengarang Krisen Katolik di Mesir, menerangkan
diadalam bukunya "Al Arab qabl-al Islam" (Arab sebelum Islam),bahwa Paran itu
nama gunung di Mekah. Dengan demikian diketahui bahwa padang belantara Paran itu
negeri Mekah. Dan gunung Paran itu nama gunung Mekah.
Seterusnya kitab Habakuk tersebut lagi sebagai berikut :
(3) Bahwa Allah datang dari Teman dan Yang Maha Suci dari pegunungan Paran. Selah
! Maka kemuliaanya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan
puyinya. ( Habakuk 3 : 3).
Dalam ayat ini dinyatakan lagi bahwa Yang Maha Suci datang dari pergunungan
Paran. Dan bumipun penuh dengan pucinya, Nabi Muhammad s.a.w. telah datang dari
pergunungan Paran ditanah Mekah dan umat Islam telah memenuhi seluruh permukaan
bumi dengan pucinya, sesuai dengan apa yang telah diterangkan dalam kitab
Perjanjian. Lama diatas.

NUBUAT III :

YESUS MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI
 MUHAMMAD S.A.W. DALAM INJIL  YOHANNES.

1.Dalam Injil Yohannes pasal 14 tersebut :
(15) Jikalau kamu mengasihi Aku turutlah segala hukum-ku.
(16) Dan Aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia akan mengaruniakan kepadamu
Penolong yang lain , supaya ia menyertai kamu selama-lamanya.
(17) Yaitu Roh kebenaran, yang dunia ini tiada dapat menyambut oleh sebab tiada
ia nampak Dia, dan tidak kenal Dia; tetapi kamu ini kenal Dia, karena Ia tinggal
beserta dengan kamu, dan Ia ada didalam kamu.
(26) Tetapi Penolong itu, yaitu Rohulkudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa atas
Namaku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu, dan akan mengingatkan
kamu segala sesuatu yang Aku sudah katakan kepadamu.
II. dalam Injil Yohannes pasal 15 tersebut :
(26)Akan tetapi apabila datang Penolong yang akan suruhkan kepadamu dari Bapa,
yaitu Roh kebenaran yang keluar dari pada Bapa itu, ialah akan menyaksikan dari
halku.
(27) Dan kamupun akan menjadi saksiku, oleh sebab itu kamu telah ada bersama-sama
denagn Aku dari mulanya.

III. Dalam Injil Yohannes pasal 16 tersebut :
(7) Tetapi Aku ini mengatkan yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu
jikalau Aku ini pergi, karena jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu akan
datang kepadamu; tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan menyuruhkan Dia kepadamu.
(8) Apabila Ia datang maka Ialah akan menerangkan kepada isi dunia ini dari hal
dosa dan keadilan dan hukuman.
(9) Dari hal dosa, sebab tiada mereka itu percaya akan Daku.
(10) dari hal keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa dan tiada lagi kamu kelihat
Aku.
(11) dari hal hukuman, sebab itu penghulu dunia ini sudah dihukumkan.
(12) Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini
tiada  dapat kamu menaggung dia.
(13) Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan
membawa kamu kepada segala kebenaran, karena tiada Ia berkata-kata dengan
kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan
dikatakannya; dan dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang.
(14) Maka Ia akan memuliakan Aku, karena Ia akan mengambil dari pada hak Aku,
lalu mengabarkanya kepada kamu.
(15) Segala sesuatu yang hak Bapa itu juga hak Aku, oleh sebab itu Aku berkata,
bahwa diambilnya dari pada hak Aku, lalu dikhabarkannya kepadamu.

KETERANGAN :

 Menurut keterangan Injil Yohannes yang tersebut diatas ini, Yesus telah
menubuatkan kedatangan "Penolong yang lain". Penulis� yang lain itu ialah Nabi
Muhammad s.a.w. )
Penterjemah� Injil dari golongan Kristen telah mengobah-obah terjemahan kata
"Penolong' itu. Dalam Alkitab (Bibel) bahasa Melayu hurup Laten yang dicetak oleh
Nederlandskh Biybelgenotskhap di Amsterdam tahun 1927 dan disiarkan di Indonesia
sebelum perang dunia yang lalu, kata "Penolong" itu diterjemahkan dengan
"Penghibur". Dalam Wasiat yang Baharu'" bahasa Melayu hurup Arab yang diterbitkan
oleh Nederlanskh Biybelgenotskhap tahun 1889 diterjemahkan dengan "Penghibur"
juga. Dalam Injil Yohannes bahasa Arab yang ada saya kini, perkataan itu
diterjemahkan dengan "Al Mu-'azzi" ( Penghibur). Dalam terjemahan bahasa Arab
yang lain disebutnya dengan "Faraqlieth". Dr. G.C. Niftrik/Ds. B.Y. Boland dalam
Dogmatika Masakini menyebutnya dengan "Penghibur". ) Dalam  Alkitab yang
diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia di Jakarta tahub 1958 menyebutnya dengan
"Penolong". Prof. Dr. Y.H. Bavinck dalam Sejarah Kerajaan Allah II menerangkan
bahwa kata "Penolong" itu dalam bahasa Yunani ialah parakletos"  ). Seterusnya
katanya : "Orang Islam sering menafsirkan ayat itu pada Muhammad. Mereka itu
katakan, buakan Parakletos = (Penolong) yang tertulis disana, tetapi periklutus
(= yang termasyhur, yang terpuji). Dalam bahasa Arab periklutus dapat disalin
dengan Ahmed."
Dr. Y. Verkuyl menulis dalam Tafsiran Injil Yohannes : "Yesus akan meminta kepada
Allah Bapa supaya menyuruh Parakletos". itu ? Dalam bahasa Indonesia
diterjemahkan dengan kata "Penolong". Arti yang sebenarnya dari perkataan itu
ialah : seorang yang jadi pembela dalam suatu perkara dihadapan hakim". )
Seterusnya Dr. Y. Verkuyl menulis lagi : "Kata Ahmad dalam bahasa Yunani ialah
Perikletos". )
Mengenai nama-nama dalam Alkitab, selalu orang berhadapan dengan kesulitan,
karena penulis� Injil acap kali menterjemahkan nama-nama yang seharusnya ditulis
dalam bahasa asli dan tidak diterjemahkan : Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani,
tidak dalam bahasa Yunani. Hal itu dapat dibuktikan dengan beberapa perkataan
yang disebut atas nama Yesus yang masih tercantum dalam Injil menurut bahasa
aslinya. Misalnya Matius 27:46 menyebut perkatan Yesus : "Eli, Eli lama
sabakhtani', yaitu dalam bahasa Ibrani.
Penterjemah� Injil menterjemahkan nama� yang seharusnya dituliskan menurut
aslinya, sehingga menjadikan suatu nama yang benar� tidak pernah dikenal dizaman
Yesus. Misalnya nama Simon yang disebut Yesus dengan Kepas (Yohannes 1 : 42) yang
berarti "karang" atau "batu". Kemudian nama "Kepas" itu diterjemahkan kedalam
bahasa Yunani denagn kata "Peterus" yang berarti "batu". Seterusnya disebut dalam
Alkitab dan dalam kalangan kaum Kristen dengan sebutan "Peterus". Yesus sendiri
dan orang� dizaman Yesus tidak pernah mengenal seorang yang bernama Peterus
sebagai murid Yesus, karena Yesus hanya menyebutnya dengan "Kepas", tidak dengan
"Peterus".

Demikian pula mengenai Yesus sendiri. Ia tidak pernah menyebut dirinya "Kristus".
Dan orang� yang hidup pada zamannya tidak mengenal juga seorang yang disebut
Kristus. Kata Kristus itu adalah terjemahan dari perkataan Ibrani Messias
(Almasih) yang dalam bahasa Yunani disebut "Kristus". Maka nama� yang asli itu
telah ditinggalkan, lalu diganti dengan terjemahan�nya belaka.
Diantara nama-nama yang telah ditinggalkan itu ialah kata "Penolong" atau
"Penghibur", yang tersebut dalam Injil Yohannes pasal 14, 15, dan 16. Menurut
pihak Kristen kata "Penolong" itu dalam bahasa Yunani "Parakletos". Disamping itu
ada pendapat yang menyebut bahwa kata asalnya dalam bahasa Yunani "Perikletos",
yang artinya dalam bahasa Arab " Ahmad", yaitu sa di antara nama Nabi Muhammad
s.a.w. Sedang bunyi kata yang asli dalam bahasa Ibrani yang diucapkan Yesus dan
kini diganti dengan sebutan "Parakletos" atau "Perikletos", tidak dapat diketahui
lagi, karena inyil Yohannes yang menuliskannya dalam bahasa Ibrani.  ) Adapun
kemungkinan teryadi perobahan dalam membacakan bunyi beberapa hurup sehingga
"Perikletos" (Ahmad) menyadi "Parakletos", tidaklah suatu hal yang mengherankan
dalam Alkitab. Barang siapa suka membanding-banding nama-nama yang tercantum
dalam Alkitab, ia akan menjumpai sejumlah besar perobahan dalam menyebutkan
sesuatu nama. Sebagai misal, dapatlah dilihat pada nama-nama yang tercantum dalam
silsilah Yesus. (Lihat Lampiran II pasal IX)

Selanjutnya mungkin pula penyelewengan dalam penterjemahan telah terjadi. Sebagai
misal, kata "almah" dalam bahasa Ibrani yang tersebut dalam kitab Yesaya pasal 7
ayat 14 yang dihubungkan dengan Matius 1 : 23. Penulis Injil itu telah
menterjemahkannya dengan "anak dara" supaya dapat disesuaikan kepada Maryam yang
disebut melahirkan Yesus sebagai anak dara. Sedang arti yang sebenarnya "wanita
muda" atau "anak perempuan yang dewasa", baik ia sudah kawin maupun tidak. Maka
disini tela terjadi penyelewengan yang dilakukan penulis injil itu dalam
penterjemahan. Keterangan lebih lanyut mengenai penyelewengan ini  dapat dibaca
dalam lampiran IV pasal IX.
Selanjutnya, andaia kata asal perkataan tersebut dalam bahasa Yunani Parakletos
dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan "Penolong" atau "Penghibur" atau
"seorang yang jadi pembela dalam suatu perkara dihadapan hakim", seperti yang
disebutkan oleh Dr. Y. Verkuyl, nubuatan itu sesuai juga kepada Nabi Muhammad
s.a.w sebab dalam nubutan tersebut telah diterangkan berbagai sipat yang  yang
harus menyertai Penolong atau Penghibur itu. Sipat-sipat itu sesuai kepada Nabi
Muhammad s.a.w.
Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah
seorang Penolong yang lain yang diutus Tuhan untuk memberikan pertolongan bagi
manusia dalam jalan menyelamatkan diri mereka dari berbagai bahaya yang akan
menyesatkannya. Agama Islam yang disampaikan Nabi Muhammad s.a.w adalah
mengandung berbagai ajaran yang memberikan pertolongan kepada mereka.
Nabi Muhammad s.a.w sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah
seorang Penghibur yang datang untuk menghiburkan manusia dalam berbagai kesukaran
dan penderitaan yang dihadapi mereka dalam melaksanaka ajaran-ajaran Tuhan. Kitab
suci Al Qur'an yang disampaikan Nabi Muhammad s.a.w, penuh dengan bermacam-macam
penghiburan itu.
Nabi Muhammad s.a.w sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah
seorang pembela dalam suatu perkara dihadapan hakim. Nabi Muhammad s.a.w akan
menjadi pembela bagi manusia dihari akhirat dalam pengadilan di Mahkamah Ilahi.
Pembelaan itu disebut dengan "syafa'at". Dalam ajara agama Islam disebutkan satu
diantara tugas Nabi Muhammad s.a.w adalah Pemberi syafa'at dan Pembelaan bagi
manusia dihadapan Pengadlan Ilahi dihari akhirat.
Seterusnya sipat-sipat yang tersebut dalam nubutan itu telah sesuai juga kepada
Nabi Muhammad s.a.w . Keterangannya sebagai berikut:
1. Yesus menyebutkan Penolong yang lain itu, "menyertai kamu selama-lamanya"
(14:16). Ini menyatakan bahwa Penolong itu adalah Nabi yang terakhir, tidak ada
Nabi lagi yang akan datang kemudiannya. Dengan demikian jadilah agama dan ajaran
yang disampaikannya menjadi petunyuk yang menyertai manusia selama-lamanya, yaitu
hingga hari kiamat. Sipat ini sesuai dengan Nabi Muhammad s.a.w, karena ia adalah
Nabi yang terakhir. Firman Tuhan :


      Artinya : Dan (Muhammad) Nabi penghabisan Nabi-Nabi. (Al Ahzab 40).

Oleh karena yang dimaksudkan dengan kedatangan nabi-nabi itu ialah agama dan
ajaran yang dibawanya, maka dapatlah dianggap bahwa Nabi Muhammad s.a.w adalah
menyertai manusia selama-lamanya, karena agama dan ajarannya itu menyertai mereka
selama-lamanya.
2. Penolong itu disebutnya: "Roh kebenaran" dan "Roh Kudus" (14:17). Dalam pasal
IV telah terangkan bahwa menurut Al Qur'an surah Al Baqarah ayat 27 dan 253, Nabi
Isa telah diberi Tuhan kekuatan  dengan Roh Kudus, artinya Roh Suci. Menurut
tafsiran kaum muslimin Roh Kudus itu ialah malaekat Jibril. Maka Penolong itu
disebut Roh Kudus artinya Ia disertai malaekat Jibril yang senantiasa
menyampaikan wahyu kepadanya. Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w
karena Ia disertai malaekat Jibril yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya.
      Seterusnya telah diterangkan lagi bahwa sebagian ahli tafsir menyatakan
bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus itu ialah "Roh Suci". Kepada Nabi-Nabi
telah diberikan Tuhan kekuatan dengan mensucikan "Rohnya". Sebagian ahli tafsir
menyatakan lagi bahwa Roh Kudus itu ialah kitab Injil yang diwahyukan Tuhan
kepada Nabi Isa, karena dengan ajaran kitab itu roh manusia dapat disucikan.
Penafsiran Roh Kudus seperti yang tersebut adalah sesuai dengan Nabi Muhammad
s.a.w. Ia sebagai Nabi telah dikarniakan Tuhan kepadanya "Roh yang suci" dan
telah diwahyukan kepadanya kitab Al Qur'an yang dapat mensucikan roh dan jiwa
manusia. Jadi Penolong itu disebut Roh Kudus, karena ia mempunyai yang suci atau
mempunyai kitab yang ajarannya dapat mensucikan roh manusia. Penolong itu disebut
lagi roh kebenaran, karena ia membawa manusia kepada segala kebenaran. Sipat ini
sesuai dengan Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi adalah bertugas untuk membawa
manusia kepada segala kebenaran itu. Adapun mengenai penafsiran orang Kristen
adalah yang dimaksudkan Roh Kudus dalam injil itu ialah oknum Tuhan yang ketiga,
maka mengenai hal ini akan diberikan penjelasan lebih lanyut lagi.
3. Yesus menerangkan Penolong itu : "ialah akan menyaksikan dari halku" (15:26).
Sipat ini sesuai dengan Nabi Muahmmad s.a.w. Ia telah memberikan kesaksian yang
sebenar-benarnya tentang hal Yesus dan telah mengkoreksi berbagai ajaran yang
tidak benar yang disebut orang mengenai Yesus. Ia telah menyaksikan bahwa Yesus
hanya seorang Rasul kepada Bani Israil, bukan Tuhan, bukan anak Tuhan dan tidak
mati disalibkan.
4. Yesus menerangkan bahwa Penolong itu : "ialah akan menerangkan kepada isi
dunia ini dari hal dosa dan keadilan dan hukuman" (16:8). Ini menunjukan bahwa
Penolong itu akan menjadi utusan Tuhan  kepada seluruh bangsa-bangsa didunia.
Dalam ajarannya akan dinyatakan tentang hal dosa, keadilan dan hukuman.
Sipat-sipat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah diutus Tuhan menjadi
Nabi dan Rasul kepada seluruh manusia didunia. Firman Tuhan didalam Al Qur'an :



Artinya : Dan tidak kami utus engkau (Muhammad) melainkan kepada manusia semuanya
untuk memberi kabar gembira dan peringatan tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui. (Surah Saba' 28).

Sabda Nabi Muhammad s.a.w. :


 Artinya : Dan aku diutus kepada manusia semuanya. (Riwayay Al Bukhari).

Seterusnya dalam agama yang diajarkannya, Nabi Muhammad s.a.w telah menerangkan
kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.
5. Yesus menerangkan : "banyak lagi perkara yang hendak Aku katakan kepadamu,
tetapi sekarang ini tidak dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila ia sudah
datang, yaitu Roh kebenaran, maka iapun akan membawa kamu kepda segala
kebenaran". (16:12 - 13).
 Keterangan ini menyatakan bahwa ajaran yang akan dibawa Penolong itu lebih
banyak dari pada yang telah diajarkan Yesus. Ajaran-ajaran itu belum dapat mereka
menanggungnya pada zaman Yesus. Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w.
Ia telah datang membawa ajaran yang amat banyak yang belum pernah diajarkan Yesus
sendiri. Ia telah datang membawa manusia kepada segala kebenaran mengenai
keimanan, ibadat, hukum-hukum yang berhubung dengan kenegaraan, hal menanggungnya
pada zaman Yesus.
6. Seterusnya Yesus menyebut Penolong itu : "tiada ia berkata-kata dengan
kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakanya"
(16:13). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia tidak berkata-kata
dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya sebagai wahyu dari
Tuhan, itulah yang dikatakannya, Firman Tuhan :



 Artinya : Ia (Muhammad) tidak berkata-kata dengan kehendak hatinya. Tidak ada
yang dikatakannya itu kecuali wahyu yang diwahyukan kepadanya. (Surah An Najmi 3
- 4).

7. Yesus menyebut lagi : "dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan
datang". (16:15). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah
mengabarkan kepada manusia segala perkara yang akan datang. Huzaifah r.a. telah
menerangkan sebgai berikut :







 Artinya : Ia (Muhammad) telah berdiri kepada kami disuatu tempat. Tidak ada yang
ditinggalkannya suatu jua yang ada pada tempatnya itu hingga hari kiamat
melainkan telah diceritakannya. Mengingat akan dia orang yang masih mengingatnya
dan lupa akan dia oleh orang telah lupa. (Riwayat aAl Bukhari dan muslim).

Diantara perkara yang akan datang yang dikhabarkan Nabi Muhammad s.a.w dapat
dibaca pada lampran II pasal XIII ini.
Dari pada keterangan yang telah diuraikan diatas dapatlah diketahui dengan jelas
bahwa nubuatan itu telah sesuai benar-benar kepada Nabi Muhammad s.a.w.





BEBERAPA PENJELASAN.

 Disamping keterangan yang telah dikemukakan diatas, perlu lagi diberika
beberapa penjelasan mengenai hal-hal yang mungkin menimbulkan kesulitan dala
memahamkan ayat nubuatan tersebut.

1. Pada pasal 14 ayat 17 dan padal 15 ayat 6 dijelaskan bahwa Penolong itu ialah
Roh kebenaran. Dan pada pasal 14 ayat 26 dijelaskan lagi bahwa Penolong itu ialah
Roh Kudus. Menurut pengertian orang Kristen Roh kebenaran atau Roh Kudus  itu
adalah satu diantara oknum Tuhan yang dianggap sebagai Tuhan. Dengan demikian
nyatalah dengan kedatangan Penolong itu bukan kedatangan seorang Nabi, tetapi
kedatangan Roh Kudus yang menjadi oknum Tuhan.

Mengenai hal ini hendaklah diketahui bahwa menurut orang Kristen Roh Kudus itu
disebut juga dalam Alkitab dengan Roh Allah. K. Riedel menafsirkan  Roh Allh yang
tersebut dalam Matius 3:16 dan Markus 1:10 dengan Roh Kudus. Jadi Roh Allah itu
ialah Roh Kudus. Menurut Alkitab Roh Allh itu tidak selamanya ditafsirkan orang
Kristen dengan oknum Tuhan. Misalnya perkataan "Roh Allah melayang-layang diatas
permukaan air" yang tersebut dalam kitab kejadian 1:2, oleh sekelompok penafsir,
umpamanya G.V. Rad, mengartikan "Roh Allah" seperti angin ribut yang merupakan
sebagian dari kekacauan. ?) Demikian yuga ayat-ayat yang berikut menyatakan bahwa
Roh Allah atau Roh Kudus tidak selamanya ditafsirkan orang Kristen dengan oknu
Tuhan.
Dalam Yehezkiel 37:14 diterangkan beribu-ribu orang yang telah dihidupkan Tuhan
lagi dengan nubuat Yehezkiel. Diberinya urat dan daging, kemudian nyawa,.
Seterusnya firmannya : "Karena Aku akan memberikan Rohku didalam kamu, supaya
hiduplah pula kamu". Yang dimaksudkan dengan "Rohku" disini ialah "nyawa", bukan
oknum Tuhan.
 Dalam  1 Yohannes 4:1 - 2 tersebut :
(1)  Hal segala kekasihku, janganlah percaya akan sembarang roh, melainkan ujilah
segala roh itu, kalau-kalau dari pada Allah datangnya; karena banyak nabi palsu
sudah keluar keseluruh dunia.
(2) Dengan yang demikian maka dapatlah kamu mengenal Roh Allah, yaitu tiap-tiap
roh, yang mengaku bahwa Yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia, itu
daro pada Allah.
(6) Kita ini dari pada Allah; dan orang mengenal Allah ialah mendengarkan kita,
maka orang bukan dari pada Allah tiadalah ia mendengarkan kita. Dengan yang
demikian dapatlah kita mengenal roh yang benar dan roh yang sesat itu.
Ds. Th. B.W.G. Gramberg menafsirkan ayat-ayat tersebut, katanya: "Nasihat
Yohannes ialah supaya jangan jemaat Kristen menganggap setiap wahyu ialah
pernyataan dari pada Allah, yang harus dipercayai. Jangan-jangan dalam jemaat
Kristen ada orang yang memakai bahasa gaib, janganlah orang-orang Kristen terus
bersedia menerima orang itu sebagai seorang utusan dari Tuhan Allah karena si
Iblis gampang merusakan sesuatu percakapan, sehingga dianggap menjadi wahyu. Jadi
jemaat Kristen diajar megajuk dan mengira segala wahyu dan nubuat yang akan
terbit dalam kumpulannya". ?)

Dr.Th.B.W.G Gramberg telah menafsirkan bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Allah
disini ialah "wahyu" yag disampaikan oleh "seorang utusan dari pada Allah".
Dengan penafsiran ini nyatalah bahwa nubuatan itu telah sesuai kepada Nabi
Muhammad s.a.w. Ia seabagai utusan Tuhan datang membawa whyu dari pada Allah
yang disampaikan kepada malaekat Jibril. Wahyu itu adalah "keluar dari pada
Allah", sesuai dengan keterangan yang tersebut dalam nubuatan itu, pasal 15 ayat
26.
2. Dalam pasal 14:16 disebutkan : 'ia akan mengurniakan kepada kamu Penolong yang
lain" dan seterusnya. Menurut ayat ini Penolong itu akan dikurniakan kepada
"kamu". Yaitu kepada murid-murid Yesus. Jadi bukan akan dikurniakan kepada
orang-orang yang akan datang kemudian dari pada mereka. Dengan demikian nyatalah
bahwa nubuat itu tidak dapat disesuaikan kepada  kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.
Mengenai hal ini haruslah diketahui bahwa perkataan "kamu" dalam ayat itu tidak
dimaksudkan khusus kepada mereka yang hidup dizamamn Yesus. Perkataan "kamu" yang
demikian dapat diyumpai pada tempat- tempat yang lain dalam injil dan dimaksudkan
dengan dia orang-orang yang akan datang kembali itu. Misalnya keterangan injil
Matius 24:64 yang berikut :
(64) Maka kata Yesus kepadanya : "Seperti kata tuan. tetapi Aku berkata kepadamu,
dari pada sekarang ini kamu akan nampak Anak manusia uduk disebelah kanan Kodrat,
serta datang diatas awan dari langit".

Pernyataan ini dihadapkan Yesusu kepada orang-orang yang adam pada zamannya itu
dengan menggunakan kata "kamu". Mereka yang diajak Yesus berbicara itu semuanya
sudah mati. Sudah hampir dua puluh abad lamanya. Sedang mereka tidak melihat
Yesus datang diatas awan dari langit> Maka perkataan "kamu" pada ayat tadi
dimaksudkan orang-orang yang akan datang pada zaman Yesus datang kelak. Jadi arti
perkataan: "Ia akan mengurniakan kepada kamu", yaitu kepada manusia atau kepada
Bani Israil.
3. Dalam pasal 14:17 diterangkan : "Dunia tiada dapat menyambut oleh sebab tiada
ia nampak Dia". Keterangan ini menyatakan bahwa nubuat itu tidak dapat
disesuaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w, karena orang nampak dan mengenal dia".
Mengenai keterangan ini harus diketahui bahwa yang dimaksudkan dengan katanya
"Tidak mengenal dia", yaitu tidak mengenal dia dengan sebenar-benar dan
sesempurna-sempurnanya. Perkataan yang seperti ini banyak dijumpai dalam ucapan
Yesus. Dalam Matius 11:27 tersebut :
(27) Segala sesuatu telah diserahkan kepadaku oleh Bapaku, dan seorangpun tiaa
mengenal Anak itu, hanyalah Bapa sahaja, dan seorangpu tiada mengenal Bapa itu,
hanya Anak sahaja, dan lagi orang, yang hendak dinyatakan kepadanya oleh Anak
itu.
dalam Yohannes 7:28 tersebut
(28) ............ Ia menyuruhkan Aku itu ada benar, yaitu yang tiada kamu kenal.
(19) ............ Kamu tidak kenal Aku,  dan Bapakupun tidak. Jikalu kamu kenal
Aku, niscaya kamu kenal Bapaku juga.
Dalam Yohannes 8:190 tersebut :
(9) Kata Yesus kepadanya : "Hai Pelipus, sekian lamanya Aku bersama-sama dengan
kamu, dan tiadalah engkau kenal Aku? Siapa yang sudah nampak Aku, ia sudah nampak
Bapa. Bagaimanakah katamu : "Tunjukanlah Bapa itu kepada kami?
Dalam ayat-ayat yang diatas ini telah disebutkan berulang-ulang perkataan "kenal"
, yang dimaksudkan  dengan kenal disini ialah kenal yang sempurna. Jika artinya
ditafsirkan tidak demikian, jadilah semua perkataan yang tersebut pada ayat-ayat
tadi tidak benar. Karena orang banyak adalah mengenal Yesus  terutama
pemimpin-pemimpin Yahudi, Imam-imam dan murid-murid Yesus sendiri.
Demikian juga yang dimaksudkan dengan perkataan "tiada ia nampak juga", yaitu
tiada nampak dengan sebenar-benarnya sehingga dapat mengenalinya sungguh-sungguh.
Arti yang demikan telah dijelaskan dalam Matius 13:13  - 14 yang berikut :
(13) Oleh sebab itu Aku bertutur kepada mereka itu dengan perumpamaan, karena
mereka itu melihat dengan tiada melihat, dan mendengar dengan tiada mendengar
atau mengerti.
(14) Demikian disampaikan bagi mereka itu sabda Nabi Yesaya, bunyinya : "Bahwa
dengan pendengar kamu akan mendengar, tetapi sekali-kali kamu tiada akan
mengerti. Dan dengan penglihatan kamu akan melihat tetapi sekali-kali tiada kamu
nampak.
Dengan penjelasan ini nyatalah bahwa nubuatan itu sesuai kepada Nabi Muhammad
s.a.w. Dunia tidak mengenal dan nampak dia dengan sebenar-benarnya dan
sesungguh-sungguhnya.
4. Dalam pasal 14 ayat 17 tersebut :"Ia tinggal bersama denagn kamu, dan Ia akan
ada didalam kamu". Keterangan ini tidak dapat disesuaikan kepada Nabi Muhammad
s.a.w.
Mengenai keterangan ini hendaklah diketahui bahwa yang dimaksudkan dengan "ia
tinggal bersama denagn kamu", ialah pada masa yang akan datang; bukan pada ketika
itu. Diatas diterangkan bahwa perkataan "kamu" itu dapat dimaksudkan untuk orang�
yang akan datang, tidak seharusnya untuk orang� yang hadir pada ketika Yesus
berkata itu saja. Hal ini dibenarkan lagi oleh keterangan selanjutnya yang
menyebutkan "ia AKAN ada didalam kamu", yaitu pada waktu yang akan datang. Dan
keterangan "Aku AKAN mintakan kepada Bapa" (14 : 16) dan jikalau tiada Aku pergi,
tiadalah Penolong itu AKAN datang kepada kamu" (16 : 7) dan keterangan yang lain�
yang menyatakan bahwa Penolong itu belum ada lagi ketika itu, tetapi ia akan
datang kemudian.
5. Dalam Kisah Rasul-Rasul 1 :  4-5 tersebut :
(4) Tatkala Yesus berhimpun dengan rasul-rasul, maka dipesankannya kepada mereka
itu jangan meninggalkan Yerusalem, melainkan menantikan Perjanjian Bapa"yang kamu
dengar dari Padaku itu".
(5) karena Yohannes membaptiskan orang dengan air, tetapi kamu ini akan
dibaptiskan denagn Rohulkudus didalam sedikit hari lagi.
Ayat� diatas ini menyatakan bahwa  Yesus memesankan kepada murid�nya jangan
meninggalkan Yerusalem karena menunggu Perjanjian Bapa yang akan membaptiskan
mereka dengan Rohulkudus didalam sedikit hari lagi. Dengan demikian diketahui
bahwa Perjanjian Bapa itu akan datang dizaman murid� Yesus, tidak akan datang
dikemudian itu. Seterusnya diketahui bahwa Perjanjian Bapa itu telah dilaksanakan
dengan kedatangan Rohulkudus kepada murid� Yesus pada hari Pantekosta, seperti
yang diterangkan dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2. Dengan demikian nyatalah
nubuatan itu tidak sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w.

Keterangan diatas ini tidak benar. Kedatangan Penolong itu tidak dapat
dihubungkan dengan roh yang turun merupakan lidah� api  pada hari Pantekosta yang
tersebut dalam Kisah Rasul� pasal 2 itu. Keterangan mengenai ini akan dibicarakan
lebih lanyut lagi.
Dalam hal ini hendaklah diketahi bahwa disini terdapat dua perjanjian yang
berbeda, yaitu kedatangan Penolong dan kedatangan Perjanjian Bapa. Kedua�
perjanjian itu akan dipenuhi. Injil Yohannes menjanjikan akan kedatangan penolong
yang lain. Janji ini dipenuhi dengan kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Kisah Rasul�
pasal 2 menjanjikan kedatangan Perjanjian Bapa yang tersebut juga dalam Lukas 24
: 49.Perjanjian Bapa itu telah dipenuhi dengan kedatangan roh kepada murid� Yesus
pada hari Pantekosta.

PENDAPAT PIHAK KRISTEN DAN PENOLAKANNYA.

Dalam Izhhar-ul Haqq disebutkan bahwa menurut orang Kristen Penolong itu telah
datang pada zaman murid� Yesus. Hal kedatangannya itu telah diterangkan dalam
Kisah Rasul� pasal 2,  yaitu setelah Yesus dinaikkan kelangit. Dalam Kisah
Rasul�, tersebut sebagai berikut :
(1) Apabila sampai hari Pantekosta, maka mereka itu sekalianpun berhimpun
bersama-sama.
(2) Maka sekonyong-konyong turunlah dari langit suatu bunyi seolah-olah serbu
angin yang besar, yang menumpatkan segenap rumah tempat mereka itu duduk.
(3) Maka kelihatanlah kepada mereka itu beberapa lidah seperti api rupanya yang
berbelah-belah, dan hinggap diatas tiap� orang itu.
(4) Maka mereka itu sekalianpun penuh dengan Rohulkudus, sehingga mereka itu
mulai berkata-kata dengan berbagai bahasa, sebagaimana yang diilhamkan oleh Roh
kepadanya akan bertutur.

PENOLAKANNYA :

1. Apabila Penolong itu ialah Rohulkudus yang turun memenuhi murid� Yesus pada
hari Pantekosta, maka ia tidak dapat disesuaikan dengan keterangan nubuatan yang
menyebutnya dengan "Penolong yang lain" (14 : 16), Menurut orang Kristen
Rohulkudus itu adalah oknum Tuhan yang satu zatnya dengan Allah Bapa dan Anak
Allah. Dengan demikian ternyata bahwa ia bukan Penolong "yang lain".
2. Yesus menyebut : "akan mengingatkan kamu segala sesuatau yang Aku katakan
kepadamu" (14:16). Apabila yang dimaksudkan dengan Penolong yang lain itu roh
yang turun pada hari Pantekosta, maka keterangan ini tidak sesuai kepadanya.
Karena tidak ada suatu jua keterangan dalam surat� Perjanjian Baru yang
menyatakan bahwa murid� Yesus itu telah lupa apa yang diajarkan Yesus kepada
mereka lalu roh itu datang mengingatkannya.
3. Yesus mengatakan : "ia akan menyaksikan akan halku" (15:16). Keterangan ini
tidak sesuai kepada roh yang turun pada hari Pantekosta itu, karena ia tidak
pernah memberikan kesaksian mengenai Yesus dihadapan seorang jua. Dan murid� yang
dituruni roh itu tidak pula memerlukan panyaksian mengenai hal Yesus karena
mereka lebih dahulu telah mengenalnya/ sebelum roh itu turun kepada mereka.
Seterusnya roh itu tidak pula datang memberi kesaksian kepada orang banyak yang
tidak mengenal Yesus. Adapun Nabi Muhammad s.a.w. maka ia telah memberikan
kesaksian yang selengkapnya tentang hal Yesus.
4. Yesus menerangkan : "jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu akan
datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan menyuruhkan dia kepadamu"
(16:7). Keterangan ini menyatakan bahwa kedatangan Penolong itu dihubungkan
dengan kepergian Yesus. Apabila yang dimaksudkan dengan dengan Penolong itu ialah
Roh Kudus seperti yang ditafsirkan orang Kristen. Maka roh itu telah pernah
datang kepada rasul� dihadapan Yesus ketika ia menyuruhkan mereka kenegeri-negeri
Israil (Matius 10 : 20). Dengan demikian ternyata bahwa kedatangan roh itu tidak
memerlukan Yesus harus pergi dahulu. Maka nyatalah bahwa Penolong itu bukan roh
yang turun pada hari Pantekosta tersebut.
5. Yesus berkata : " Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi
sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia"(16:12). Keterangan ini menolak
bahwa yang dimaksudkan dengan Penolong itu ialah roh yang turun pada hari
Pantekosta tersebut, karena roh itu tidak ada menambah suatu jua ajaran yang
tidak dapat ditanggung mereka pada zaman Yesus. Bahkan sesudah turun roh itu,
telah dihapuskan berbagi-bagai hukum Torat dan dihalalkan berbagi-bagai makanan
yang haram.
Dari pada keterangan diatas jelaslah bahwa nubuatan itu tidak dapat disesuaikan
kepada roh yang turun pada hari Pantekosta seperti yang diceritakan dalam Kisah
Rasul� pasal 2 yang telah disalinkan diatas.
Perhatian : Nubuatan mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. selain dari pada
yang tersebut diatas masih banyak lagi dijumpai didalam Inyil dan kitab�
Perjanjian Lama. Keterangan mengenai itu dapat dibaca dalam Izhharul Haqq
2:131-166, Al Jawabus Shahih 3 : 299-322; 4 : 1-22 dan lain�.




NUBUAT IV :

YESUS MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI
MUHAMMAD S.A.W. DALAM INJIL BARNABA.

I. Dalam Injil Barnaba pasal 43 tersebut :
(13) Sebenarnya aku berkata kepada kamu : Bahwa apabila tiap� Nabi datang, maka
ia membawa tanda rahmat Allah hanya kepada satu bangsa.
(14) Karena itu ucapan mereka tidak melampaui bangas yang diutus mereka
kepadanya.
(15) Akan tetapi apabila utusan Allah datang, Allah akan mengurniakan kepadanya
sebagai cincin tangannya.
(16) Maka ia akan membawa keselamatan dan rahmat bagi bangsa� di bumi yang
menerima ajarannya.
(17) Dan ia akan datang dengan kekuatan terhadap orang� yang zalim.
(18) Dan ia menghapuskan penyembahan kepada berhala sehingga setan menjadi
terhina.
(19) Karena seperti inilah janji Allah kepada Ibrahim, firmanNya : Lihatlah
sesungguhnya Aku akan memberkati segala suku� bangsa dibumi dengan turunanmu.
Sebagaimana engkau, hai Ibrahim, telah menghancurkan akan berhala�, demikianlah
turunanmu akan melakukannya.
(20) Sahut Yakub : "Ya Guru, katakanlah kepada kami, dengan siapakah perjanjian
ini dilakukan ?
(21) Sebab orang Yahudi berkata : "Dengan Ishak".
(22) Dan orang Ismail berkata : "Dengan Ismail".
(23) Sahut Yesus : "Daud itu anak siapa, dan dari keturunan siapa ?"
(24) Sahut Yakub : "Dari Ishak, karena Ishak adalah bapa Yakub dan Yakub adalah
bapa Yahuda yang Daud dari keturunannya.
(25) Tatkala itu Yesus berkata : "Apabila utusan Allah itu datang, dari turunan
siapakah dia?
(26) Sahut murid� itu : "Dari pada Daud"
(27) Sahut Yesus : "Kamu jangan menipu diri kamu,
(28) karena Daud memanggilnya dalam roh rabbi, katanya begini : "Firman Allah
kepada rabbkui, duduklah disebelah kananKu supaya Kujadikan musuh�mu tempat
berpijak kedua belah kakimu.
(29) Tuhan akan mengirimkan tongkatmu yang akan mempunyai kekuatan ke-tengah�
musuhmu"
(30) Apabila utusan Allah yang kamu namakan Messia adalah anak Daud, maka apakah
sebabnya Daud menamaknnya rabbi.
(31) Berkata benarlah kepadaku, karena aku mengatakan kebenaran kepada kamu,
sesungguhnya janji itu diperbuat dengan Ismail, tidak dengan Ishak.

II. Dalam Injil Barnaba pasal 72 tersebut :
(7) Ketika itu menangislah rasul�, sambil kata mereka : Ya Guru, apakah sebabnya
tuan meninggalkan kami, karena lebih baik kami mati dari pada tuan meningglakan
kami.
(8) Sahut Yesus : Janganlah goncang hati kamu dan janganlah takut.
(9) Karena bukan aku yang menjadikan kamu, tetapi Allah yang telah menjadikan
kamu akan melindungi kamu.
(10) Adapun mengenai diriku, maka kedatanganku adalah untuk menjadikan jalan bagi
utusan Allah yang akan datang membawa keselamatan bagi dunia.
(11) Akan tetapi awaslah kamu ditipu orang, karena akan datang banyak nabi�
palsu, mereka mengambil perkataan ku dan mengori Injilku.
(12) Ketika itu berkatalah Andreas : Ya Guru, sebutkanlah kepada kami suatu tanda
supaya kami mengenal dia.
(13) Sahut Yesus : Sesungguhnya ia tidak datang dalam masa kamu, tetapi ia akan
datang beberapa tahun kemudian kamu, ketika Injilku dirusakkan dan hampir tidak
dijumpai lagi tiga puluh oarang yang beriman.

(14) Pada waktu itu Allah mengasihani akan dunia. Ia lalu mengutus rasulNya yang
awan putih akan menetapi di atas kepalanya, mengenal akan dia seorang pilihan
Allah. Dan Ia akan melahirkannya ke dunia ini.
(15) Ia akan datang membawa kekuatan yang besar mengalahkan orang-orang dan
menghancurkan penyembahan dari dunia.
(16) Dan aku akan bergembira dengan yang demikian karena dengan perantaraannya
akan diberi tahukan dan dimuliakan Allah dan akan dinyatakan kebenaranku.
(17) Dan Ia akan menghukum orang yang mengatakan bahwa aku lebih besar dari
seorang manusia
(18) ...............................................
(19) Apabila orang telah mempersaksikan penyembahan berhala telah berguguran ke
bumi dan telah daiakui orang bahwa aku adalah manusia seperti manusia yang lain,
maka sesungguhnya aku berkata kepada kamu bahwa pada ketika itu Nabi Allah itu
datang.

III. Dalam Injil Barnaba pasal 96 tersebut :

(1) Tatkala telah selesai mendoa, berkatalah imam itu dengan kuat suaranya :
"Berhentilah, hai Yesus, karena kami perlu hendak mengetahui engkau, untuk
menentramkan bangsa kami".
(2) Sahut Yesus :"Aku Yesus anak Maryam dari keturunan Daud, seorang manusia yang
akan mati yang takut kepada Allah; dan aku meminta supaya penghormatan dan
pemuliaan tidak diberikan melainkan kepada Allah".
(3) Sahut imam itu : Sesungguhnya tertulis dalam kitab Musa bahwa Tuhan kita akan
menyuruhkan Messias yang akan datang kepada kita supaya ia mengabarkan kepada
kita apa yang dikehendaki Allah dan ia akan datang ke dunia membawa rahmat Allah.

(4) Karena itu aku mengharapkan supaya engkau sebutkan kepada kami yang
sebenar-benarnya, apakah engkau Messias Allah yang kami tunggu-tunggu
kedatangannya?"
(5) Sahut Yesus :"Sesungguhnya Allah berjanji demikian tetapi aku bukanlah dia.
Karena ia dijadikan lebih dahulu dari padaku dan akan datang kemudianku.
(6) Sahut imam itu : Bagaimanapun jua kami percaya dari perkataanmu dan
tanda-tandamu, bahwa engkau adalah nabi dan orang suci Allah.
(7) Oleh karena itu aku mengharapkan kepadamu atas nama semua orang Yahudi dan
Israil, hendaklah engkau jelaskan kepada kami karena kecintaan kepada Allah,
dengan cara bagaimanaka Messias akan datang.
(8) Sahut Yesus : "Demi Allah yang hidup, yang aku berdiri dihadapanNya,
sesungguhnya aku bukanlah Messias yang ditunggu-tunggu oleh semua suku-suku
bangsa di bumi seperti yangtelah dijanjikan Allah kepada bapa kita Ibrahim,
katanya : Dengan keturunanmuakan Kuberkati segala suku-suku bangsa di bumi.
(9) Akan tetapi ketika aku diambil Allah dari dunia, setan akan membangunkan
sekali lagi percobaan yang terkutuk ini, yaitu ia akan membawa orang yang tidak
takut kepada Tuhan mempercayai bahwa aku Allah dan anak Allah.
(10) Maka sebab itu dikotorilah perkataanku dan ajaranku hingga hampir tidak ada
tinggal lagi tiga puluh orang yang beriman.
(11) Pada ketika itu Tuhan mengasihani akan dunia dan diutusnya rasulNya yang
karenanya, Dia telah menjadikan segala sesuatu.
(12) Ia akan datang dari sebelah selatan dengan kekuatan dan ia akan
menghancurkan berhala-berhala dan penyembah-penyembah berhala.
(13) Ia akan mencabut kekuasaan setan atas manuisa.
(14)Ia akan datang membawa rahmat Allah untuk menyelamatkan orang-orang yang
beriman.
(15) Dan orang-orang yang beriman kepada perkataannya akan diberkati.


IV. Dalam Injil Barnaba pasal 97 tersebut :

(13) Maka pada ketika itu imam itupun berkata :"Apakah yangdinamakan Messias dan
apakah tanda yang memberi tahukan kedatangannya?
(14) Sahut Yesus : Sesungguhnka nama Messias itu ajaib, karena Allah sendiri yang
memberikan nama itu tatkala telah dijadikanNya dirinya dan diletakkanNya dia di
tempat yang indah di langit.
(15) Firman Allah : Sabarlah hai Muhammad, sesungguhnya karena engkaulah aku
hendak menjadikan surga dan dunia  dan makhluk yang banyak yang akan kuberikan
kepadamu sehingga siapapun yang memberkati engkau adalah ia mendapat berkat dan
siapa yang mengutuk engkau adalah ia terkutuk.
(16) Dan apabila Aku mengutus engkau kepada dunia, Aku akan menjadikan engkau
utusanKu untuk memberi keselamatan dan jadikan ucapanmu itu benar sehingga
langitdan bumi bisa lemah tetapi imanmu tidak akan lemah selama-lamanya.
(17) Bahwa namanya yang diberkati itu ialah Muhammad.
(18) Pada ketika itu orang banyak itu mengangkatkan suaranya, katanya : Ya Allah,
utuslah kepada kami rasulMu; Ya Muhammad, datanglah segera untuk menyelamatkan
dunia

V. Dalam Injil Barnaba pasal 163 tersebut :

(7) Sahut murid-murid itu : Ya Guru, siapakan gerangan laki-laki yang tuan
katakan tentang halnya, yang akan datang ke duina ini ?
(8) Sahut Yesus dengan hati yang gembira : Sesungguhnya ia Muhammad utusan Allah.

(9) Dan apabila ia datang ke dunia, maka ia akan menjadi sebab terwuyudnya
perbuatan-perbuatan yang baik di antara sesama manusiadengan sebab banyak kasih
sayang yang dilakukannya.
(10) Seperti hujan menjadikan bumi mengeluarkan buah setelah hujan lama terputus.

(11) Maka ialah awan putih yang penuh dengan rahmat Allah, yaitu rahmat yang
ditaburkan Allah mencucuri orang-orang yang beriman sebagai hujan.

VI. Dalam Injil Barnaba pasal 212 tersebut :

(17) Ya Rabb, Tuhan yang dengan pertolonganMu diperoleh segala keperluan yang
menjadi hajat bagi bangsamu Israil, ingatlah semua suku-suku bangsa di bumi
yangtelah Engkau berjanji akan memberkatinya dengan utusanMu yang telah Engkau
jadikan dunia ini karenanya.
(18) Kasihanilah dunia ini, dan segerakanlah mengutus rasulMu supaya ia
menghapuskan kerajaan setan, musuhMu.
(19) Setelah selesai Yesus dari padanya, iapun berkata tiga kali : "Hendaklah
jadi seperti ini, ya Tuhan yang maha besar, yang pengasih".
(20) Mereka semuanya menyahut dengan menangis : " Hendaklah jadiseperti ini! ",
hemdaklah jadi seperti ini ! kecuali Yudas karena ia tidak percaya sedikit jua.
VII. Dalam Injil Barnaba pasal 220 terebut :

(14) Ketika itu penulis lalu bertanya : Ya Guru, apabila Allah itu pengasih, maka
apakah sebabnya kami disiksaNya hingga seperti ini, sehingga kami mempercayai
tuan telah mati.
(15) dan ibu tuan telahmenangisi tuan sehingga ia hampir mati.
(16) Dan Allah membiarkan tuan mendapat malu terbunuh di antara pencuri-pncuri di
atas bukit Tengkorak sedang tuan orang suci Allah.
(17) Sahut Yesus : Percayalah kepadaku, hai Barnaba, sesungguhnya Allah menyiksa
atas tiap-tiap kesalahan meskipun bagaimana kecilnya dengan siksa yang besar,
karena Allah benci kepada kesalahan.
(18) Maka karena itu, tatkala ibuku dan murid-muridku yang dipercayai dan
bersama-sama dengan aku ama sedikit kecintaannya kepadaku sebagai cita dunia,
Tuhan yang maha Baik hendak menyiksa sabab cinta ini dengan mendatangkan duka
cita sekarang supaya Ia nanti tidak menyiksanya dengan nyalaan api neraka.
(19) Tatkala orang sudah memanggil aku Allah dan anak Allah sedang aku di dunia
tidak demikian, Tuhan berkehendak supaya orang memperolok-olokan aku di dunia ini
dengan kematian Yudas yang dipercayai mereka sesungguhnya aki yangtelah mati
diatas salib agar setan tidak memperolok-olokkan aku pada hari penghukuman kelak.

(20) Dan ini akan tinggal tetap hingga datang Muhammad, utusan Allah, yang jika
ia datang akan membukakan penipuan ini kepada orang-orang yang beriman kepada
hukum-hukum Tuhan.
(21) Sesudah Yesus mengucapkan ini, lalu katanya : Sesungguhnya Engkau adil, ya
Rabbi, Tuhan kami, karena bagiMu sendiri kehormatan dan kemuliaan yang tidak
berkesudahan.

Demikianlah sebagian dari nubuatan tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. yang
tersebut dalam Injil Barnaba. Seterusnya nubuatan yang lain-lain yang tersebut
dalam Injil itu dapat dibaca dalam pasal 34, 41, 42, 54, 55, 82, 112, 136, dan
206. Oleh karena nubuatan-nubuatan yang tersebut di atas sudah cukup jelas, tidak
memerlukan keterangan lagi.

---------------------------------------------------------------------------------------------







[EMAIL PROTECTED] wrote:

> 4. Isa � Nabi seperti Musa
> Sekarang mari kita timbangkan adakah Isa nabi yang diramalkan oleh Musa. Kita
> bermula dengan menjawab beberapa bantahan yang dikemukakan oleh kaum Muslim.
> Pertama, sekiranya Isa adalah Al-Masih, kaum Muslim berkata bahawa dia bukan
> nabi yang Musa ramalkan kerana orang Yahudi membezakan di antara Elia,
> Al-Masih dan nabi yang diramalkan itu (Injil Yohanes 1:19-21). Perbahasan
> bermula dengan menyatakan bahawa kaum Kristian percaya bahawa John Pembaptis
> telah datang dalam Roh Elia, Isa adalah Al-Masih dan oleh itu, Muhammadlah
> nabi yang disebutkan. Kami telah menunjukkan bahawa ianya mustahil bagi
> Muhammad untuk menjadi sebagai nabi itu. Walau bagaimanapun, tiada hal
> muktamad yang dapat di terjemahkan daripada khabar angin orang Yahudi itu.
> Mereka pernah berkata mengenai Isa: "Dia ini benar-benar nabi yang akan
> datang" (Injil Yohanes 7:40). Pada suatu masa lagi mereka berkata mengenai
> Isa sebagai "salah seorang dari para nabi" (Injil Matius 16:14), dan satu
> ketika sebagai "seorang nabi" (Injil Markus 6:15) dan lebih teruk lagi,
> memanggilnya sebagai kedua-dua Elia (Injil Markus 6:15) dan Yohanes Pembaptis
> (Injil Matius 16:14).
>
> Perlu diterangkan bahawa Al-Kitab tidak menjagar bahawa Elia, Al-Masih dan
> nabi itu akan datang mengikut susunan sebegini. Soalan yang dikemukakan oleh
> orang Yahudi kepada Yohanes, sama ada dia Elia, Al-Masih atau nabi itu, cuma
> meluahkan harapan mereka mengenai rupa orang-orang penting yang akan datang.
> Oleh kerana kekeliruan mereka, kita tidak boleh mengambil berat tentang
> perbezaan yang mereka buat mengenai Al-Masih dan nabi itu. Perhatikan bahawa
> ramalan mengenai nabi itu di buat dahulu di dalam Perjanjian Lama (nabi itu
> dijanjikan oleh Musa) sebelum ramalan mengenai Al-Masih oleh para nabi lain,
> dan berakhiri dengan ramalan mengenai Elia (Maleakhi 4:5). Lebih-lebih lagi,
> ramalan-ramalan itu tidak membezakan nabi itu dengan Al-Masih. Malah, orang
> Yahudi juga, dalam satu nafas pernah menggelar Isa sebagai nabi dan Al-Masih
> (Injil Yohanes 7:40-41).
>
> Satu lagi bantahan yang suka digunakan oleh kaum Muslim adalah orang Yahudi
> telah membunuh Isa dan mengikut firman Allah di Ulangan 18:20, hanya orang
> yang mengatakan dirinya sebagai nabi tanpa perintah Allah harus mati. Akan
> tetapi setiap nabi telah mati, dan kebanyakan mereka mati dengan dashyat
> sepertimana dikatakan oleh Al-Quran dan Al-Kitab, sehingga kematian seseorang
> nabi tidak dapat digunakan sebagai bukti menentang keilahian misinya. Allah
> sememangnya tidak bermaksud yang setiap nabi benar tidak akan mati! Apa yang
> Allah maksudkan adalah semua nabi palsu harus dibunuh dan akan mati
> selamanya. Kita akan tahu mengenai semua nabi palsu yang telah lalu pada hari
> kiamat kelak.
>
> Apa yang menjadi tumpuan perhatian kita adalah Allah telah berjanji yang Dia
> akan membangkitkan seorang nabi seperti Musa yang akan menjadi orang
> pengantara perjanjian yang baru, dan tanda-tanda akan menyertai perjanjian
> ini dan membuktikan asal sorgawinya. Al-Kitab yang mengandungi ramalan ini
> mengenai nabi itu menetapkan dengan jelas bahawa Isa adalah nabi itu. Rasul
> Petrus berkata bahawa Allah telah meramalkan kedatangan Isa melalui semua
> nabi, merujuk dengan khusus kepada Ulangan 18:18 sebagai bukti yang Musa
> telah meramalkannya (Kisah Para Rasul 3:22). Isa sendiri berkata mengenai
> Musa, "ia telah menulis tentang Aku" (Injil Yohanes 5:46). Amat susah untuk
> kita mencari dalam kesemua lima kitab Musa, ramalan yang begitu nyata
> mengenai kedatangan Isa melainkan ramalan itu. Petrus memilih Ulangan 18:18
> daripada tulisan Musa yang lain, sebagai satu ramalan yang jelas mengenai
> kedatangan Isa Al-Masih.
>
> Juga dalam Kisah Para Rasul 7:37 Stefanus merujuk kepada Ulangan 18:18
> sebagai bukti bahawa Musa adalah seorang dari pada mereka yang "memberitakan
> tentang kedatangan Orang Benar", iaitu Isa, orang yang kaum Yahudi khianati
> dan salibkan.
>
> Selepas menjadi saksi kedapa tanda-tanda yang Isa lakukan dan selepas
> mengambil bahagian dalam Perjanjian Baru di mana Isa telah bersua muka Allah
> dan menjadi orang pengantara dengan Allah dan umat-Nya, kaum Kristian awal
> tahu bahawa Isa adalah nabi yang diramal dalam Ulangan 18:18. Mereka juga
> tahu bahawa ramalan mengenai nabi seperti Musa, telah ditambahkan dengan
> janji Allah kepada nabi Yeremia bahawa Dia akan mengantarakan Perjanjian Baru
> pada masa akan datang diantara-Nya dengan umat-Nya. Mengenai Perjanjian Baru
> ini, Allah dengan jelas membezakannya dengan Perjanjian Lama yang Allah telah
> buat dengan Musa. Jadi memang nyata bahawa orang yang akan menjadi pengantara
> adalah seorang nabi yang kedatangannya telah Musa ramalkan. Allah berkata:
>
> "Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan
> mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti
> perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku
> memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir;
> perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang
> berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian
> Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku
> akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati
> mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
> Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan
> mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal
> Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan
> tidak lagi mengingat dosa mereka." (Yeremia 31: 31-34.)
>
> "Aku akan mengadakan perjanjian baru", Allah firmankan, dengan itu menetapkan
> janji-Nya dalam Ulangan 18 bahawa seorang nabi seperti Musa akan datang untuk
> menjadi orang pengantara di antara Allah dengan umat-Nya. Perjanjian baru itu
> dibandingkan dengan perjanjian yang Allah buat dengan Musa. Perjanjian baru
> tidak sama dengan perjanjian yang diberikan kepada Musa tetapi nabi yang akan
> menyampaikan perjanjian baru itu akan seperti Musa. Oleh itu jelaslah bahawa
> kedatangan nabi yang diramalkan dalam Ulangan 18:18 adalah nabi pengantara
> perjanjian baru di antara Allah dengan umat-Nya. Kita baca mengenai Isa:
> "Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru" (Ibrani
> 9:15). Untuk meneguhkan perjanjian pertama kita baca bahawa:
>
> Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta
> berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu,
> berdasarkan segala firman ini." (Keluaran 24:8.)
>
> Seperti perjanjian pertama yang disahkan oleh darah korban binatang, maka
> nabi itu akan buat seperti Musa dan juga akan mensahkan perjanjian baru Allah
> dengan darah. Isa lalu berkata:
>
> "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku" (1
> Korintus 11:25)
>
> Janji Allah mengenai kedatangan seorang nabi seperti Musa yang akan
> mengantarakan perjanjian baru adalah satu berkat yang besar pada zaman
> sebelum Isa. Walaupun Allah mengantarakan perjanjian lama melalui Musa, api
> membara yang dilihat oleh kaum Israel, bersama dengan ribut dan tanda-tanda,
> membuat mereka "memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, sebab
> mereka tidak tahan mendengar perintah ini," (Ibrani 12:19-20). Mereka semua
> ingkari perjanjian (Yeremia 31:31) dan mati di kawasan belantara seperti
> lalat (1 Korintus 10:5). Mereka gagal menerima kehidupan yang dijanjikan
> kepada mereka yang berpegang kepada perjanjian lama.
>
> Oleh itu Allah berjanji kepada waris benih mereka bahawa Dia akan
> membangkitkan seorang nabi seperti Musa dan akan mengantarakan perjanjian
> baru melaluinya di mana umat Allah akan berpegang kepadanya dan mendapat
> janji berkat, iaitu pengetahuan sebenar mengenai Allah, pengampunan dosa,
> kebolehan berpegang kepada hukum Allah, dan kurnia Allah (Yeremia 31:33-34).
>
> Tidak seperti kaum Israel di bawah Perjanjian Lama yang keluar dari jalan
> Allah, umat Allah melalui Perjanjian Baru ini adalah "jemaat anak-anak
> sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi
> semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi
> sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah
> pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel" (Ibrani
> 12:23-24). Isa yang membawa perjanjian ini.
>
> Oleh itu Isa adalah nabi seperti Musa yang dijanjikan kerana Isa
> mengantarakan perjanjian baru di antara Allah dan umat-Nya. Seperti Musa (dan
> dengan cara yang lebih unggul dibandingkan nabi-nabi lain), Isa mengenali
> muka Allah dan menjadi pengantara diantara Allah dan umat-Nya. "Aku kenal
> Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku," kata Isa (Injil
> Yohanes 7:29). Sekali lagi Isa katakan: "tidak seorang pun mengenal Bapa
> selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan," (Injil
> Matius 11:27). Sekali lagi Isa berkata: "Hanya dia yang datang dari Allah,
> Dialah yang telah melihat Bapa," (Injil Yohanes 6:46). Apakah bukti lanjut
> yang menunjukkan bahawa Isa mengenali muka Allah dan adalah orang pengantara
> diantara Allah dan umat-Nya selain daripada ayat ini: "Akulah jalan dan
> kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau
> tidak melalui Aku�.Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa."
> (Injil Yohanes 14:6,9.)
>
> Apabila Musa berhadapan dengan Allah. "tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya
> bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN" (Keluaran 34:29-30).
> Semasa Isa di atas gunung, dia menunjukkan imej Allah: "wajah-Nya bercahaya
> seperti matahari" (Injil Matius 17:2). Tiada nabi lain yang dapat buat
> seperti ini � tiada siapa yang dapat berbual dengan Allah secara bersua muka
> sehingga mukanya bercahaya.
>
> Bukan sahaja Isa mengantarakan perjanjian baru ini seperti Musa, dengan
> bersua muka Allah, Dia juga melakukan tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang
> hebat untuk membuktikan kerja pengantara-Nya. Salah satu tanda hebat yang
> Musa lakukan adalah mengendalikan laut: "Lalu Musa mengulurkan tangannya ke
> atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan
> perantaraan angin, timur yang keras" (Keluaran 14:21). Walaupun nabi lain
> mempunyai kuasa ke atas sungai (Yosua 3:13, 2 Raja-raja 2:14), tiada nabi
> lain yang seperti Musa, mengendalikan laut, sehinggalah Isa datang. Kita baca
> mengenai sebutan pengikut-pengikut-Nya "Orang apakah Dia ini, sehingga angin
> dan danaupun taat kepada-Nya?" (Injil Matius 8:27). Dia menghentikan ribut
> yang bermaharaja-lela di lautan Galilea dengan berucap: "Diam! Tenanglah!"
> (Injil Markus 4:39).
>
> Satu lagi tanda hebat yang Musa lakukan adalah memberi makanan kepada kaum
> Israel dengan roti dari syurga. Apabila kaum Israel melihat Isa melakukan
> mujizat yang sebegini dengan memberi makanan kepada lebih kurang lima ribu
> orang dengan beberapa buku roti sahaja, mereka yakin bahawa dialah nabi yang
> dijanjikan.
>
> Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka
> berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia."
> (Injil Yohanes 6:14.)
>
> Apabila mereka melihat tanda itu, mereka berkata "Inilah nabi itu." Mereka
> mengetahui dengan jelas bahawa nabi yang dijanjikan akan dikenali dengan
> tanda-tanda dilakukan-Nya, seperti yang Musa lakukan. Apabila Isa enggan
> mengulangi tanda itu, kaum Israel mengingati bahawa Musa melakukan tanda itu
> selama 40 tahun tanpa berhenti. Dengan merujuk kepada tanda Musa, mereka
> bertanya kepada Isa, "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami
> melihatnya dan percaya kepada-Mu?" (Injil Yohanes 6:30). Isa menjawab:
>
> "Akulah roti hidup. Nenek moyangmu makan manna di padang gurun dan mereka
> telah mati. Inilah roti yang turun dari syurga: Barangsiapa makan dari
> padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari syurga.
> Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti
> yang Ku berikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."
> (Injil Yohanes 6:48-51.)
>
> Di dalam setiap cara, Isa menunjukkan yang dia adalah nabi itu, iaitu seorang
> pengantara perjanjian seperti Musa � seorang yang mengenali muka Allah �
> seorang yang melakukan tanda-tanda mujizat seperti Musa. Kaum Israel berkata
> dengan tepat apabila mereka berkata mengenai Isa "Dia ini benar-benar nabi
> yang akan datang." (Injil Yohanes 7:40.)
>
> Jadi terbuktilah bahawa Muhammad tidak diramalkan oleh Ulangan 18:18 tetapi
> nabi Isa yang diramalkan. Jika Muhammad tidak diramalkan dalam Perjanjian
> Lama, tentu sekali dia tidak diramalkan dalam Perjanjian Baru.
>
> Isa Al-Masih adalah puncak semua ramalan yang diwahyukan di dalam Kitab-kitab
> Allah. Semua perjanjian, wahyu dan berkat Allah ada pada-Nya � yang merupakan
> puncak kasih sayang dan budi Allah terhadap manusia.
>
> Sebab Al-Masih(Kristus) adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya
> oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah. (2 Korintus 1:20.)
>
> Kita akan melihat dengan jelas sekali bahawa di dalam Taurat dan Injil, hanya
> ada seorang penyelamat, seorang sahaja di mana budi Allah didapati. Walaupun
> banyak nabi pada zaman dahulu � yang benar dan yang palsu � tetapi hanya ada
> seorang Tuhan dan Penyelamat, iaitu Isa Al-Masih. Allah ingin menekankan
> kebenaran ini kepada semua manusia supaya mereka akan bertaubat dan mengikut
> Isa Al-Masih ke dalam Kerajaan Syurga.
>
> Sesiapa yang tidak percaya kepada firman-Nya maupun tidak percaya akan Dia
> dengan seluruh hati, maka tunggulah akan "penghakiman dan api yang dashyat"
> (Ibrani 10:27) apabila Allah memenuhi amaran-Nya pada Ulangan 18:19 dengan
> membuang keluar mereka yang tidak percaya kepada Penyelamat, dari hadapan-Nya
> buat selama-lamanya.
>
> "Percayalah kepada Tuhan Isa Al-Masih(Yesus Kristus) dan engkau akan selamat,
> engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:31.)
>
> ------------------------------------------------------------------------
> Shop.theglobe.com * One-Stop Shopping * Free Shipping in U.S.!
> Live Personal Shopper * Satisfaction Guaranteed * No Hassle Returns!
> Accessories, Apparel, Jewelry, Kids, Sporting Goods, Apparel, More!!
> http://clickhere.egroups.com/click/145
>
> eGroup home: http://www.eGroups.com/group/sabili
> http://www.eGroups.com - Simplifying group communications


------------------------------------------------------------------------
eGroups Spotlight:
"Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia.
http://offers.egroups.com/click/252/0

eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

begin:vcard 
n:Adrian Dharma Wijaya;Adri
x-mozilla-html:TRUE
org:666 (Triple Six)/Christian and Jew Destroyer Co.;the Bottom of the Hades Hell Dept.
adr:;;;;;;
version:2.1
email;internet:[EMAIL PROTECTED]
fn:Adrian Dharma Wijaya
end:vcard

Kirim email ke