--- Abunawar Basyeban <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Jester...
> tidak seorangpun suka berperang, apalagi soal
> keimanan.
Ya, termasuk saya dan Anda.
> saya cuma mau ikut nimbrung, itupun kalau masih
> boleh ?
Kalau saya diperbolehkan, maka Anda punya hak yang sama dengan saya.
> tidak seorang pun yang berakrobat disini tidak juga
> bung adrian
Jadi...menggunakan ayat-ayat bibel untuk 'menyatakan kebenaran' logika
kamu dkk yang ngaku moslem itu apakah suatu usaha yang berdasarkan
'Metodologi Ilmiah Modern' atas suatu iman yang diyakini oleh yang
mengimaninya sebagai suatu hal yang pembuktiannya adalah sangat
terbatas dan banyak hal yang diluar batas kemanusiaannya untuk
membuktikannya?
Boleh tanya mas, emangnya kamu dapat buktikan bahwa Tuhan kamu itu ada
dan berkuasa? Lha wong untuk mengconvertkan manusia saja memakai
manusia lainnya, kenapa nggak Dia sendiri? Emangnya dia itu berkuasa?
Kalau iya, mana buktinya? Kenapa nggak sekalian saja dia yang katamu
berkuasa itu membunuh musuh-musuhmu? Apa dia itu benar sang pencipta,
atau hanya kamu-kamu saja yang menciptakan dia dalam otakmu yang penuh
misteri itu?
Oh iya, masalah WANGSIT, ketika seorang nabi bisa tiba-tiba mendirikan
sebuah agama yang besar seperti Islam itu, proses pertamanya apakah
bukan dari WANGSIT?
> situasi memanas ini bukan tanpa sebab, coba anda
> renungkan segala
> daya upaya dilakukan untuk melunturkan keyakinan
> islami di indonesia
> rumah ibadat dibangun sah-sah saja, tapi kok mesti
> di dekat markas ABRI
> biar aman ?.
Sebelum saya menjelenterehkan pemandangan yang saya dapatkan, saya
ingin mengatakan pada Anda suatu pandangan subjektif saya terhadap
orang-orang yang sering menggunakan cara pandang seperti kalimat Anda
diatas yaitu PHOBIA.
Nah, Anda minta jawaban yang serius atau ngaco?
Yang serius dulu ya:
1. Saya tidak pernah merasakan halangan dalam beribadah seperti yang
Anda jelenterehkan. Mungkin dalam hal ini saya selalu adalah orang yang
optimis dalam memandang. Misalkan: Penangkapan tokoh-tokoh muslim -->
itu tidak mungkin membuat dunia Islam Indonesia mandeg dan saya percaya
bahwa itu tidak dilakukan dengan tujuan menindas ISLAM sebagai agama,
itu hanyalah upaya-upaya yang dilakukan oleh rejim yang lalim dan zalim
sebagai upaya pengokohan kekuasaan karena selama ini memang terbukti
masyarakat Islam adalah powerful untuk meruntuhkan kuasanya. Saya juga
tidak berpikir bahwa itu dilakukan oleh tokoh-tokoh kristen/katolik.
Kenapa?
Kalo mas tanya kepada para pemeluk kristen/katolik angkatan babe gue,
mereka pasti ngomong bahwa Islam ingin melaksanakan ISLAMISASI. Dan
kalo mas tanya kepada pemeluk Islam angkatan babe gue, jawabannya juga
sama. Kalo dulu saya masih percaya adalanya primordialisme yang seperti
itu adalah benar dilakukan oleh masing-masing pemeluk. Tetapi setelah
melihat bagaimana taktik si ular Soeharto dalam usaha pengkokohan
kekuasaannya, kesimpulanku jadi lain, yaitu bahwa itu semua,
ISLAMISASI-KRISTENISASI, adalah sebuah trik canggih yang sengaja
dipropagandakan dan diternakkan oleh rejim itu dan terbukti sangat
manjur.
Nah, sayangnya sekarang ini, masih saja ada dogol-dogol dari keduabelah
pihak yang masih terkontaminasi dengan phobi tersebut, dan yang lebih
payah adalah bukannya mereka ingin memperbaiki diri masing-masing,
tetapi tampaknya ada pihak-pihak yang terus-menerus mengakrobatikkan
kita semua dalam situasi PHOBIA itu.
Sayangnya lagi, beberapa dogol berani-beraninya menggunakan nama besar
Islam demi 'menunaikan ibadah' dengan cara-cara yang justru akan makin
'mewujudkan ramalan' bahwa sedang dan akan terjadi ISLAMISASI.
Nah, masalah rumah ibadah kok dekat dengan ABRI? Saya baru tahu
sekarang ini bahwa ada aturan seperti itu. Adapun aturan seperti itu,
tetapi kenyataannya tidak seperti itu.
Yang aku tahu bahwa ada aturan tentang pembangunan rumah ibadat agama
selain Islam, yaitu 1 rumah ibadat agama lain harus paling tidak dekat
jaraknya (berapa saya lupa) harus ada (beberapa saya juga lupa) tempat
ibadat Muslim. Saya pikir aturan inpun wajar jika dilihat dari
komposisi pemeluk agama, tetapi dari segi efektifitas dan efisiensi
biaya saya pikir peraturan seperti ini harus ditinjau ulang.
Oh iya, pernah pikir, kenapa rumahibadat kristen selalu jadi korban
massa terang-terangan tetapi nggak pernah terungkap siapa dalangnya?
Kenapa kyai diburu untuk dibantai dan aparat hanya bisa menjelaskan
dengan case-close 'KRIMINAL MURNI'?
2.yang ngaco:
Kenapa rumah ibadah kok dekat dengan ABRI?
- Jawaban ABRI baik: Supaya ABRI bisa bertobat
- Jawab ABRI malas: Supaya ABRI punya tempat berteduh
- Jawab politikus: Supaya ABRI jadi 'hijau'
- Oportunis Muslim: Siapa tahu dapat mantu ABRI
- Kyai Madura: Senternya bisa dipinjem
- Muslim Ambon: Bantu ngungsi dan jaga mesjid
- Kristen Ambon: supaya bisa beri informasi kalau ada muslim yang
nyerang
- Preman Ambon: Pinjem senapannya
- Aceh: saya kira dia suka sama anak wanitaku eh gak taunya...
- terakhir: mencegah menjalarnya primordialis seperti kamu
> Anda pun yang sudah merasa tua,
> pantaslah bila berbicara yang
> sejuk di negeri yang panas ini.
Bukan yang tua saja dek. Yang muda justru yang harus lebih berhati-hati
dan harus lebih sejuk berbicara di negeri yang panas ini.
Kalau dari muda sudah terbiasa buruk, maka negri ini mau jadi rusak
seperti apa nantinya.
> Jika Adrian
> mengemukan pertanyaan jawab
> dengan
> jawaban yang pantasdan argumen yang masuk akal.
Tolong deh Anda jelaskan barometer PANTAS.
Selama ini saya pikir masalahnya terletak pada persepsi tentang
ke-PANTAS-an berbicara.
Yang menurut Anda PANTAS, tidak menurut saya. Begitu sebaliknya, jadi
akan lebih baik jika Anda menjelaskan tingkat KEPANTASAN Anda.
> Terlalu banyak yang
> menghina Islam
> tidak perlu satu per satu di sebut. Upaya
> Kristenisasi terus menggejala
> termasuk merambah media
> Internet. Apa ini bukan bukti.
Apa bisa dan boleh orang kristen berpikir seperti Anda berpikir. Kalau
bisa dan boleh, maka yang akan kita dapatkan adalah tulisan-tulisan
yang menurut mereka pantas dan tidak menurut Anda, siapkah Anda? Baca
ini ya:
> Terlalu banyak yang
> menghina kristen
> tidak perlu satu per satu di sebut. Upaya
> Islamisasi terus menggejala
> termasuk merambah media
> Internet. Apa ini bukan bukti:
> Adrian hanya
> membuktikan bahwa Ada beberapa
> ketentuan dalam
> Bible yang stu sama lain bertentangan, anda tidak
> perlu sewot, justru
> kesempatan anda untuk
> menjawabnya dengan dalil yang masuk akal.
Bagaimana dengan kasus HAMBRAN AMBRIE -nya si ALEXSALAM? Khan banyak
dari kalangan muslim jadi sewot sehingga itu yang membuat kita berdua
sendiri saling berhadapan dalam diskusi ini.
HAMBRAN AMBRIE hanya menuliskan apa yang menjadi keyakinan dia, kalau
saya boleh berpikir begitu. ALEXSALAM hanya membuktikan bahwa ada
beberapa ketentuan dalam Bible yang satu sama lain berhubungan yang,
menurut keyakinannya, menunjuk pada ramalan tentang muhammad. Anda dan
teman-teman lainnya sebenarnya justru harus lebih tidak sewot lagi, lha
wong dia kan menggunakan kitabsucinya untuk mengakrobatikkan islam,
tetapi kan orang seperti ADW menggunakan kitabsuci orang lain dan
mengakrobatikkannya.
Justru kesempatan teman-teman untuk menjawabnya dengan dalil yang lebih
masuk akal, tidak emosi dan sewot.
> Coba kita renungkan! jawaban anda justru memancing
> jawaban netters lain yang
> nonton pertarungan
> ini, yang selama ini tidak bunyi.
> hak anda untuk mengatakan saya tolol dsbnya tidak
> apa...orang justru tau
> siapa-siapa saja yang
> tolol dan tidak tolol.
Bagaimana dengan kalimat-kalimat Anda seperti: "KEIMANAN ANDA YANG
MIRING" yang ditujukan buat ALEXSALAM yang meyakini kristen sebagai
imannya?
> jika ada kelompok penyebar agama, masa adrian tidak
> boleh mendirikan sendiri
> organisasinya.
Anda setuju dengan NAZI yang membantai 6juta umat yahudi? Tahukah Anda
motto organisasi ADW?
> Setiap kita mempunyai hak yang sama baik untuk
> berbuat maupun untuk tidak
> berbuat.
Setiap kita mempunyai kewajiban yang sama baik sewaktu berbuat maupun
sewaktu tidak berbuat.
Saya usulkan supaya kita nggak selalu bisanya merengek minta hak saja,
perhatikan juga kewajiban kita.
> Abunawar al Basyeban.
>
PEACE be with YOU,
Jester
> Jester for Peace wrote:
>
> > Dik ADRIAN DHARMA WIJAYA,
> > Makanya jangan emosi, makin emosi makin salah,
> makin emosi makin nggak
> > stabil, nanti makin kelihatan nggak beresnya kerja
> gumpalan benda lunak
> > yang tumpul dikepalamu gara-gara suka berakrobat
> itu.
> >
> > Mas ADRIAN, sudah berkali-kali saya ajak Anda dan
> kawan-kawan untuk
> > kilas balik dan mengaca, kalo belum tau caranya,
> masuk saja ke
> > archive-files milis ini. Dan Anda akan menemukan
> bahwa yang memulai
> > akrobatik ini ya setan gundul yang inisialnya ADW.
> >
> > Tetapi sudah biasa bila oknum yang mengaku anggota
> organisasi 666 yang
> > bermotto anti kristen dan yahudi yang satu ini
> senang mengadudomba
> > antar agama. Sudah biasa bila setan gundul ini
> mengkonfrontasi langsung
> > ISLAM-KRISTEN dalam umbar-umbaran nafsu birahi
> agar yang lain
> > memperkosa yang lainnya lagi. Sudah biasa bila si
> otaktumpul ini
> > mengakrobatikkan ayat-ayat kitab suci agama
> kristen. Sudah biasa bila
> > si pendekar silat lidah ini mencemarkan nama baik
> muslim lewat dakwah
> > akrobatiknya yang justru akan menggambarkan
> keadaan keislaman pada
> > orang-orang yang tidak mengenalnya.
> >
> > Bodohnya kamu karena tuhan kamu yang nggak kamu
> buktikan kebenarannya
> > yang kamu sembah-sembah yang kamu jilat-jilat
> pantatnya lewat
> > menendang-nendang pantat kepercayaan lain itu
> tidak dapat kamu buktikan
> > keberadaanmu. Kamu justru sedang membuktikan bahwa
> ada kekuatan besar
> > yang jahat dan sangat powerful untuk menghancurkan
> manusia-manusia
> > ciptaan tuhan dan sosiosistimnya. Orang-orang
> seperti kamu ini yang
> > makin menjadikan komunisme yang atheis itu tampak
> seperti kebenaran
> > yang asli. Anak setan seperti kamu ini yang
> membuat orang
> > bertanya-tanya 'pengikutnya aja seperti gini,
> apalagi Tuhannya'.
> >
> > Menyedihkan dan menyakitkan sekali kaca yang aku
> pampangkan
> > dihadapanmu. Itulah dakwah hidupmu nak. Itulah
> yang akan tampak
> > terpampang jelas dihadapanmu tentang potret dirimu
> sendiri seandainya
> > kamu mau mengaca.
> >
> > Makanya, tidak heran bahwa orang-orang seperti
> kamu tidak pernah maju
> > dalam kancah persaingan ilmu dan teknologi
> meskipun pada kenyataannya
> > kamu suka memakai jargon 'gunakan Metodologi
> Ilmiah Modern'.
> >
> > Kamu lupa dik, bahwa untuk menggunakan MIM itu
> salah satu syaratnya
> > adalah kamu harus punya open minded dan wawasan
> yang luas. Lah
> > bagaimana kamu bisa maju kalau yang ada dalam
> dirikamu senantiasa
> > adalah MEP (metodologi emosi phobia)?
> >
> > Ayo dik, kamu pasti mau maju, jangan salah
> langkah, berdoa dan kembali
> > pada yang kamu percayai bisa mengentas kamu dari
> kemiskinan rohani dan
> > ketidakpercayaan diri demi membangun masa depanmu
> yang makin cerah dan
> > membagi-bagi berkah yang kamu terima kepada orang
> lain supaya tuhanmu
> > juga dikagumi sama orang lain.
> >
> > Ayo ADW, kamu bisa!
> >
> > Jester -for PEACE-
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Adrian Dharma Wijaya
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: 26 April 1999 20:
> >
> > Sorry saya salah bahas topik, ini yang benar
> > Sudah biasa bila Kristen/Yahudi/Israel
> bila kejepit malah
> > 'berakrobat logika' atau mencoba membalik-balik
> perkataan atau
> > mengembalikan perkataan yang menyerangnya kepada
> penyerang, itu sudah
> > biasa bagi saya bila berhadapan dengan
> Kristen/Yahudi/Israel!!! Memang,
> > Kristen/Yahudi/Israel mengajarkan umatnya untuk
> menjadi bodoh, coba
> > lihat ayat Injil tentang turunnya Adam ke dunia,
> pasti karena 'memakan
> > buah ilmu pengetahuan', dan untuk menebus
> kesalahan tersebut,
> > dikorbankanlah anak kesayangan tuhan, maka dengan
> demikian berapa anak
> > tuhan yang harus dikorbankan lagi mengingat
> Kristen/Yahudi/Israel kini
> > menguasai ilmu dan tehnologi, padahal ilmu
> pengetahuan adalah Haram
> > sehingga harus anak tuhan menebusnya, maka tidak
> heran bila umat
> > Kristen/Yahudi/Israel bego-bego, tidak bisa
> berdiskusi tentang apapun
> > dengan menggunakan Metodologi Ilmiah Modern.
> > Injil Kitab Kejadian 3: 5 - 7, 15 - 17.
> (Taurat/Zabur/Injil Perjanjian
> > Lama)
> > 5. tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu
> memakannya matamu
> > akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah,
> tahu tentang yang
> > baik dan yang jahat (dalam catatan lain adalah
> yang benar dan salah,
> > dalam catatan lain adalah buah pengetahuan;
> peny.).
> > Jester for Peace wrote:
> > ABUNAWAR BASYEBAN!
> > hi..hi..hi..semakin jelas Anda memang berotak TK
> sehingga tidak perlu
> > dijawab, sebagai penanya yang kritis, otak dan
> kemampuan berpikir Anda
> > tidak lebih dari setingkat anak TK.
> > Pertanyaan Anda soal Apakah Jesus orang kulit
> putih atau kulit
> > hitam/neger saja anda tanyakan, itu semakin
> memperjelas bahwa anda
> > adalah penanya yang tidak mau cari dulu jawabannya
> tapi bisanya cuman
> > mau enaknya saja, manja banget, keimanan andapun
> ngalor-ngidul, seolah
> > ahli kitab tapi batas pengetahuan anda hanya
> sebatas otak muda yang
> > rusak yang anda bolak-balik demi sebuah pertanyaan
> yang
=== message truncated ===
------------------------------------------------------------------------
eGroups Spotlight:
"Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia.
http://offers.egroups.com/click/252/0
eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com