---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KEDUBES ASING DAN PENGUSAHA WAS-WAS. JAKARTA (SiaR, 28/4/99), Teror bom dan bayangan kerusuhan menjelang masa kampanye mencemaskan berbagai kalangan warga Jakarta. Para pengusaha toko kebutuhan barang sehari-hari dan sejumlah kedubes asing terlihat sudah mengantisipasi kemungkinan terburuk. Sedangkan sejumlah media dibanjiri iklan yang seharusnya kontrak untuk jatah bulan Mei-Juni-Juli. Sebagian toko yang menjual kebutuhan sehari-hari di kawasan Jakarta Barat tutup. Toko yang tutup itu berlokasi di daerah yang biasanya ramai pengunjung misalnya di Jl Pangeran Tubagus Angke, Jl Lingkar Luar Barat, Jl Masjid Al-Jihad, Jl Jembatan Besi, Jl Moch Mansyur, Jl Pintu Besar Selatan, Jl Jembatan Dua, Jl Gunung Sahari, Jl Hayam Wuruk, Jl Gajah Mada, Jl Cideng Barat dan Timur serta Kramat Jati Indah. Kawasan ini saat Perusuhan Mei 98 lalu mengalami kerusakan ekonomi paling parah, hingga berakibat terhentinya lalu lintas transaksi sampai saat ini yang belum pulih sepenuhnya. Lalu lintas di daerah tersebut agak sepi dibanding saat sebelumnya. Terutama kegiatan bongkar-muat barang kebutuhan sehari-hari tak seramai sebelumnya. Bahkan beberapa toko tampak tidak dibuka sepenuhnya. Sejumlah toko emas tampak tak berani memajang dagangannya di etalase. Saat ada pembeli, baru dagangannya dikeluarkan. Namun di sektor perolehan iklan ternyata beberapa account executive (AE) mengatakan, "Banyak iklan yang seharusnya dikontrak untuk 3 bulan ke depan minta dimajukan pemuatannya." Menurut sumber SiaR di sebuah agen periklanan, membanjirnya keinginan untuk pemuatan iklan di beberapa tabloid dan mingguan itu berkaitan dengan isu akan munculnya kerusuhan yang akan terjadi sekitar Mei- Juni-Juli 1999 berkaitan dengan pelaksaanan Pemilu 99. Seorang AE dari sebuah mingguan tabloid ekonomi mengatakan, "Banyak perusahaan pemasang iklan yang meminta pada kami agar iklan produknya dipasang sebelum Mei 99". Agaknya ketakutan para pemasang iklan tersebut berkaitan dengan maraknya teror bom, setelah pemboman pertokoan Hayam Wuruk dan Mesjid Istiqlal beberapa saat lalu. Memang situasi banjir iklan yang ingin dimuat sebelum kampanye Pemilu tidak melanda seluruh media cetak. "Tampaknya hanya untuk tabloid dan majalah mingguan saja," ujar seorang AE harian Kompas pada SiaR. Menurutnya, pada media harian terutama Kelompok Kompas Gramedia tak tampak perubahan pola muat iklan yang dipercepat sebelum Mei-Juni-Juli 99. "Memang beberapa pengiklan besar lebih mengutamakan mempercepat jadwal pemuatan iklan di media mingguan agar Juni nanti bisa lebih kosong," ujar sumber tersebut. Kekuatiran warga ibukota tampaknya tidak hanya timbul di kalangan pemilik toko seperti di Jakarta Barat, namun merembet juga pada warga asing dan pihak kedubes asing. Seperti halnya Kedubes Amerika Serikat, sejak akhir Maret lalu merenovasi pagar gedung kedutaannya. Tidak cukup dengan itu bahkan kedubes AS mengganti pagar barikade sepanjang sekitar 50 m yang semula dari balok kayu dipasangi kawat berduri menjadi batangan baja. Barikade yang dipasang di ruas Jl Merdeka Selatan itu dipasang tanpa memberitahu pihak yang berwenang. Atase Pers Kedutaan AS Craig J Stromme mengatakan, pemasangan barikade dari baja berkawat duri itu sebagai tindakan pengamanan. Ia menyatakan upaya pemasangan tersebut demi keamanan dan itu sesuai kondisi yang dihadapi. Informasi yang diterima SiaR mengungkapkan bahwa ada penambahan personil keamanan dan intelejen untuk menjaga warga AS di Indonesia sehubungan dengan maraknya teror bom belakangan ini. Tampaknya pemerintah Bill Clinton sudah tidak percaya pada ABRI yang sudah berubah rupa jadi TNI dalam kemampuannya menjaga keamanan.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Apr 1999 jam 12:54:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
