---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk ACHMAD TIRTOSUDIRO ANCAM PECAT MARIO CARRASCALAO DARI DPA JAKARTA (MateBEAN, 28/4/99), Mantan gubernur Timor Timur (Timtim) dan anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) Ir Mario Viegas Carrascalao yang mengungsi ke Macao sejak Kamis (22/4) minggu lalu diancam akan dipecat dari keanggotaan DPA. Ancaman ini dilontarkan Wakil Ketua DPA Achmad Tirtosudiro kepada para wartawan di Jakarta Selasa (27/4) kemarin seusai berkonsultasi dengan Mendagri Syarwan Hamid. "Kami akan ambil tindakan terhadap Mario Carrascalao. Jika satu-dua hari ini masalah administratifnya selesai, tentu akan diumumkan secara terbuka," ujar Achmad Tirtosudiro yang juga adalah Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Pimpinan DPA menilai kepergian Mario Viegas Carrascalao ke Macao merupakan tindakan yang menjelekkan nama pemerintah. Paling tidak mencoreng nama baik Kepolisian Indonesia dan DPA sendiri yang seolah oleh tak bisa memberikan jaminan keselamatan pada pajabat tinggi negara. "Kalau dia percaya pada polisi dan DPA tentunya dia minta perlindungan pada mereka, tapi nyatanya Mario lebih percaya pada isu yang berkembang," ujar Achmad Tirtosudiro. Mario Cararascalao sendiri beserta keluarganya sebelum memutuskan berangkat ke Macao, selama di Jakarta, sempat tinggal berpindah-pindah dan tak pernah pulang ke rumah. Hal ini dilakukan untuk menghindari ancaman pembunuhan yang akan dilakukan 150 anggota milisi Timtim dukungan TNI yang mendarat di Jawa khusus untuk memburu para tokoh Timtim yang dianggap anti-integrasi. Bagi Mario, ancaman ini menjadi nyata ketika keponakannya, anak Manuel Carrascalao, dibunuh di depan keluarganya di Dili. Sementara aparat polisi dan TNI yang dilapori Manuel tak bertindak sama sekali, malah sengaja membiarkan rumah Manuel diobrak-abrik para milisi bersenjata. Sebuah narasumber yang dihubungi MateBEAN menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan pimpinan DPA. "Tentu saja yang dilakukan Mario Carrascalao sangat masuk akal. Bisa saja Achmad Tirtosudiro mengatakan sebaiknya Mario melapor dan minta perlindungan pada aparat keamanan. Kan ia bukan jadi pihak yang diburu. Kan sudah terbukti bahwa untuk urusan Timtim, aparat keamanan justru memainkan peran penting dalam operasi perburuan itu," ujarnya. Ia juga menyayangkan pernyataan-pernyataan pimpinan DPA yang selama ini sama sekali tak mnencerminkan tugas-tugas DPA. "Barangkali DPA itu perlu dibubarkan saja. Coba kita lihat pernyataan pimpinannnya yang kadang lebih mementingkan nasionalisme sempit ketimbang memberikan pertimbangan berdasar akal sehat pada presiden. Kita juga bisa melihat bagaimana Ketua DPA AA Baramuli lebih kerap mensubordinasikan diri jadi jurubicara Habibie. Selama ini, pimpinan DPA cuma memposisikan diri jadi bulu ketiak Presiden Habibie saja," lanjutnya dengan nada jengkel.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Apr 1999 jam 14:00:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
