---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk STT TERBIT KEMBALI 3 MEI MENDATANG Harian Umum Suara Timor Timur (STT) menurut rencana akan terbit kembali pada 3 Mei 1999 mendatang. Untuk menunjang hal itu, pihak STT sudah melakukan sejumlah persiapan seperti pembelian 5 unit komputer dan 1 printer. Perangkat komputer dimaksud 3 unit khusus untuk redaksi serta 2 lainnya untuk composing. Menurut Pemimpin Perusahaan STT, Drs Domingos Saldanha, pengadaan 5 unit komputer dan 1 unit printer ini adalah persiapan secara darurat, sedangkan perencanaan untuk dua bulan mendatang, adalah bagaimana STT bisa membeli perangkat baru untuk menggantikan semua perangkat komputer yang dirusak kelompok milisi pro-otonomi itu. "Lima komputer ini hanya darurat sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa STT punya komitmen yang kuat untuk hadir kembali di Timtim. Selain itu STT hadir dan menunjukkan bahwa STT adalah saluran informasi yang sangat netral," Domingos. Selain itu Domingos juga mengimbau wartawan STT yang saat ini tidak berada di Dili untuk segera kembali dan bertugas seperti biasa dan menerbitkan STT. Namun, kata Domingos, perusahaan tidak bisa menjamin 100 persen untuk keselamatan wartawannya. "Kami tak bisa menjamin keselamatan seorang reporter, dan upaya yang sedang kami lakukan adalah menjajaki untuk berdialog dengan Danrem serta Kapolda supaya ada jaminan keselamatan bagi reporter. Saya juga mengimbau beberapa wartawan yang keluar dari Timtim untuk segera bergabung dengan wartawan di Dili guna menerbitkan kembali STT. Saya tekankan di sini bahwa jika antara 3 hingga 12 Mei mendatang wartawan yang mengungsi belum kembali maka saya anggap yang bersangkutan mengundurkan diri secara sukarela," katanya. Sedangkan Wakil Pemimpin Redaksi Otelio Ote mengatakan, bahwa persoalan penerbitan itu memang sudah disepakati bersama, namun dia mengatakan bahwa kalau dalam penerbitan nanti wartawan tidak terjamin keselamatannya, maka upaya harus dilakukan format penerbitan dari harian pagi diubah menjadi harian sore. "Alasannya karena malam semua wartawan bisa tidur di rumahnya masing-masing. Batas waktu deadline adalah pukul 12.00 siang. Jalan tengah yang kita tempuh, tapi kalau hal itu tidak disetujui oleh perusahaan, maka kita berhenti terbit, sambil melihat situasinya reda dulu," katanya. Otelio Ote menambahkan saat ini perusahaan juga berinisiatif untuk terus melobi Danrem dan Kapolda supaya aparat keamanan bisa memberikan jaminan dan perlindungan wartawan dalam melakukan tugas jurnalistiknya. Namun sebaliknya Otelio membantah STT akan melakukan perubahan pola pemberitaannya. "Saya tidak mengatakan bahwa dalam melakukan perubahan pola pemberitaan itu STT akan koordinasi dengan kelompok pro-otonomi dan kelompok pro-kemerdekaan. Itu tidak benar, yang saya maksud adalah melobi Danrem dan Kapolda supaya memberikan perlindungan keamanan kepada wartawan STT. Dan Kapolda sudah bersedia untuk menempatkan anggotanya di kantor STT," katanya. Perkembangan terakhir dari Dili dilaporkan bahwa keluarga Manuel Carrascalao saat ini sudah berada di Australia. Pengungsian itu dilakukan setelah tidak adanya jaminan keselamatan bagi keluarganya Carrascalao itu, setelah adanya perjanjian perdamaian bersama antara kelompok pro-otonomi dengan kelompok pro-kemerdekaan. "Walau sudah ada kesepakatan, tapi mereka tetap diburu oleh kelompok pro-otonomi. Sehingga langkah terakhir adalah menyelamatkan diri dulu," kata sebuah sumber di Dili yang dekat Manuel.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Apr 1999 jam 11:16:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
