----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Pernahkah anda merasa tersiksa seperti saya
sekarang ini? Bukan saja demam dan semua engsel
tubuh terasa ngilu  setiap kali digerakan , tapi di belakang
pantat saya, persisny di pinggiran tulang ekor sebelah kiri
terdapat bengkak besar yang benar benar membikin nyeri,
gilanya bukan cuma posisi duduk saja yang membuat saya
menderita, tapi ketika berjalanpun itu selangkangan terasa
perih.

Sekelebat saya berpikiran jangan jangan ini adalah hukuman
kecil dari Tuhan karena akhir akhir ini saya sering meledek
" kekasihnya " Tapi rasanya bukan..Karena jika Tuhan itu
maha tahu, dia jelas bakalan mengerti bahwa saya sebenarnya cuma
melemparkan fakta dan opini tentang agama dan rasul rasulnya.

Ini adalah neraka, dan neraka yang begini jelas neraka
yang membingungkan. Duduk sakit, berjalan sakit. Satu satunya
posisi yang cukup nyaman cuma berdiri ngangkang ditempat
tanpa bergerak persis seperti Paswalpres bego yang menjaga
pos kecil didepan Istana diktatur di jalan merdeka .

Untuk melengkapi neraka ini, Tuhan juga membuat tubuh saya meriang.
Lidah saya mulai menghitam, tadi ketika makan di Thai Restaurant,
Makanan saya sentuh sedikit untuk saya buang, dan uang 10 dollarpun
melayang. Semua benda  benda kecil yang dikunyah dalam mulut terasa
pahit dan hambar.This is a living hell..

Seperti layaknya para munafik, ketika saya senang jelas saya lupa
dengan Tuhan, ketika sedang susah ahh,,,saya mulai memikirkan Dia lagi,
walaupun sebenarnya terus terang dalam kondisi begini seorang dokter
lebih banyak berperan dari segala doa. Tapi jelas saya berdoa:

" Ya Allah, sembuhkan bengkak di pantat dan
demam ini, juga sehatkan saya kembali seperti semula
AMIN "

Tapi karena ada yang kurang jelas saya menambahkan:

" Ya Allah, mudah mudahan medical asuransi bisa
mencover biaya semua obat besok ketika saya check up
AMIN.."

Dan karena manusia itu sebenarnya memang punya nurani serakah
Saya hampir saja berdoa " Opss jangan lupa, Ya Allah tolong
menangi 3 lembar Missoury lotto yang diundi semalam..AMIN "

Bagusnya saya tidak jadi berdoa realistis macam begitu.
Sayakan juga takut kalau Tuhan malah makin marah lantaran
dianggap sebagai  jockey judi.

4 Hari sudah saya berada dalam neraka, Tadi malam saya menemukan
Surga. Jelas living heaven ini adalah hal yang relatif. Surganya orang
Bapenas dan para mentri itu misalnya duit JPS yang bisa diembat,
surganya ABRI itu nabokin, membunuh dan memperkosa orang kecil.
Sorganya Atun adalah jika dia dapat Visa di kedutaan Amerika.
Surganya Akim adalah bila dia dapat pekerjaan di perusahaan
adevertising di New York. Dan surga orang sakit adalah ketika dia
menjadi sembuh.

Ada tulisan seorang netter di "Indonesian Daily News " yang menganggap
saya ini sebenarnya bukan seorang yang percaya agama, tapi lebih
condong seorang agnostik . Memang walalupun saya mengakui orang
religious itu kebanyakan otak kanannya mati, dan orang agnostik kebanyakan
lebih rasional dan toleran, saya masih sulit untuk mengannggap diri saya
sebagai penganut agnostik.

Sebab bagi saya, agnotik adalah "seorang Atheist yang sedang bersembunyi"
Artinya walaupun mereka percaya Tuhan, mereka tidak pernah mau memikir
kannya lagi, tidak butuh ritualisme , tidak butuh doa , bahkan malah merasa
Tuhan memang tidak berguna, karena selain eksistensinya tidak kelihatan,
mereka percaya Tuhan dalam kepercayaan agama adalah mitos yg susah
dipercaya.

So, karena saya masih percaya pada hakekatnya universe ini tidak
mungkin tercipta secara kebetulan, dan  saya juga masih percaya
saya ini " eksis" oleh sebab itu " Tuhan jelas eksis" saya menaruh
diri saya dalam katagori " Troubled Believers" atau orang beragama
yang banyak bertanya tanya..

Walapun kadang kadang saya setuju juga beberapa pikiran
orang agnostik seperti :

" Men create gods after their own image, not only with regard
to their form but with regard to their mode of Life"
- Aristoteles..

"The world holds two classes of men-- Intelegent men withot religion
and religious men without intelegence"
-Abu Al-Ala Ahmad ibn Abd Allah al- Marri ( Penyair kuno Syria )

Tapi persetanlah dengan agnostik dan religi, yang saya
butuhkan sekarang ini adalah sembuh dan bisa cari duit lagi.

Seperti seorang Budhist yang tidak mempercayai Tuhan itu ada,
Tapi Sorga pasti ada, kadang ketika sedang jengkel saya juga
sering tidak percaya Tuhan itu barangkali tidak ada...

Tapi ketika melihat tarikan napas terakhir Ibu saya di rumah
sakit Fatwamati beberapa tahun yang lalu, saya sukar memikirkan
bahwa Tuhan itu tidak ada. Seperti proses terjadinya bayi yang memulai
hidupnya hidupnya di dunia luar dengan tangisan, saya sangat apatis
untuk mempercayai " Kita ini lahir dari kebetulan, untuk hidup dalam
universe kebetulan dan akhirnya mati untuk pudar selama lamanya "

So, Jika saya ini adalah seorang believer sedang tergelincir
dan bergantungan di Jurang agonistik, Orang religious di banyak
milis berusaha mati matiian untuk menjatuhkan saya pada jurang
itu dengan menginjak injak jari jemari saya yang perih, sementara
di dasar jurang , sekelompok agnostik juga berusaha menarik narik
kaki saya dengan tambang supaya saya benar benar jatuh..

Tapi tidak kawan, tangan saya tetap kuat mencengkeram akar akaran,
Saya akan bangkit kembali dan berdiri. Tapi jelas setelah itu saya
tidak akan pergi ke kuil kuil palsu dan pemimpin pemimpin rohani
palsu yang menyesatkan, saya akan berjalan sendirian...

Tadi sore saya menemukan Nirvana, ternyata nirvana kecil
itu bukan berada di langit yang berlapis lapis seperti kue lapis.
Tapi di bath tub, Ya ketika saya memenuhi itu bath tub dengan
air panas, saya ambil buku dan pensil, begitu juga  saya menyiapkan
makanan kecil dan segelas besar orange juice,

Lalu saya berbaring didalam air yang merenggangkan poro pori
kulit ini dengan rileksnya, saya taruh kepala saya di floating pillow
dan saya merasa begitu nikmat..

Rasa nyeri saya hilang, badan saya seperti terapung
dan pantat saya berhenti menyiksa. Lampu kamar mandi
yang menderang, sabun ,shampo dan sikat gigi tiba tiba
seperti bidadari yang meyambut kehadiran saya dan
siap untuk menghibur dan melayani segala keperluan..

Seluruh tubuh saya berkeringat segar,
Saya tahu, sekarang ini saya sedang berada di Surga.
Anda boleh saja tertawa, tapi saat itu sebenarnya tidak jauh
dari Tuhan.

Tanpa saya suruh, saya menoleh noleh kesana kemari
mencari sosoknya,sayang yang bergantungan diatas itu
ternyata cuma handuk mens nya si Vikcy....



Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 May 1999 jam 22:58:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke