----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Di steam boat " Branson Belle " yang ternyata bermesin diesel,
saya berjalan tertatih tatih menuju  show hall, udara teramat cerah,
cahaya matahari seperti bermain di permukaan Table Rock Lake
yang keperakan berkilauan dengan ombak ombak kecilnya menerjang
beberapa sailing boat dengan suka cita membuat beberapa pemancing
didalamnya duduk bergoyangan sambil menggenggam kail dan bir.

Vikcy menjadi penuntun, saya merasa seperti seorang kakek renta
berjalan menyusur bangku demi bangku menuju kursi no 77 dan
terbenam dengan leganya dibangku diantara 300 pengjunjung dinner
show ini.Kepala masih berdenyut denyut, demam lantaran abses di
pantat ini belum juga usai mendera dan menyiksa. Interior show hall
sangat menawan dengan ruangan terbuka ber lobby 3 lantai. Gelas
gelas mulai terisi.Dan Jerry satu satunya waiter laki laki diantara 7
waitres bergerak sangat cekatan melayani 25 pengunjung dideretan
bangku kami.

Makanan dan MC yang bertubuh tegap dan berkumis lebat muncul
berbarengan. Big band mulai memakainkan lagu " Take  A Train"
ketika kepala saya berputaran bagai komidi puter saat menyantap
Salad kering yang rasanya seperti rumput laut.Lagu " Route 66"
menemani main menu yang muncul diantara secara cepat.

Saya menatap dengan pandangan hambar itu beef dan ayam.
Dan sebelum menelan makanan sampah itu, lagu route 66
sedang mendengungkan,

" Go to St Louis, down to Missouri, all those cities  looks so
pretty you ll see..."

Saya menggeram " To hell with those cities .." Saya cuma
ingin sehat dan makan enak.

Oke, oke saya mengakui walaupun rada puyeng acaranya
memang bolehlah. Band dan tari tarian memang cukup
menghibur, dan comedian yang ditemani boneka dan
anjing itu cukup lucu. Tapi saya pening dan lapar, dan
bagi orang sakit seperti yg kehilangan apettite lantaran
makanan karet seperti di Amerika adalah siksaan yg
tidak tertahankan.

Oke,oke pemandangan memang cantik, show juga
cantik, dan cewe muda yang duduk disebrang meja juga
dadanya menonjol cantik, well I dont care..

Jujur saja semua itu tidak ada nikmatnya.
Ketika steam boat ini melaju perlahan memutari lake,
membelah air dan bayangan perbukitan,
yang saya ingat adalah Kebon Kacang, oh Pepen..
dimanakau dikau...aku ingin pete gorengmu dan
tahu setengah matang..makan nasi campur semur
jengkol dan sambel kacang..oh.Pepen..oh Pepen..

Anda yang berada di tanah air merasa orang yang
tinggal di luar negeri itu nikmat dan banyak senang
senang, tapi ketahuilah..semua itu cuma fiksi belaka.

Anda merasa " oh betapa enaknya megang duit dollar,
kerja dapet gaji dollar, bisa kemana mana dengan
gampang, mobil dan komuter bisa tidak suli dibeli "
tapi semua itu nonsense..

Anda yg gagal mendapatakan visa untuk kabur ke Amerika
barangkali juga menyesali keberengkatan. Anda merasa
tinggal di luar negeri itu seperti sorga. Ketahuilah..thats not
true...

tunggulah sampai anda benar benar berada disini,
tunggulah sampai anda sakit, tunggulah sampai anda
muak dengan segala makanan di luar negeri ini, dan
ketika saat itu tiba, anda bakalan merasa bahwa tinggal
di luar negeri itu tidak ada enaknya.

Saya melolong ingin pulang dan bertemu si Pepen.
Itu menandakan bahwa hidup saya ada yg kurang..

Dalam hidup ini selalu terdapat rutan prioritas.
Bukan bukan uang kawan, bukan juga perempuan.
Nahhh...sama sekali bukan kekuasaan yg menempati
urutan utama..

Tapi SEHAT...

Bila anda sehat, anda bisa makan enak , tidur enak
dan main sex secara halal dengan enak.

Bila anda tidak sehat, semua makanan tidak lezat.
Susah tidur dan boro boro mikirin sex..

Kekayaan, duit dan kekuasaan adalah pernik pernik
yang tidak primer..

Dan saya sekarang ini sudah berhenti mikirin duit
dan utang utang credit card..

Saya ingin sehat, pulang ke tanah air dan makan enak..
Satu kenikmatan telah tercabut dan saya melolong
lolong seperti srigala bego....

Oh pete oh Jengkol
Oh soto babat Oh soto Betawi
Oh soto kikil oh soto Madura
Oh warteg oh warung Padang..

Betapa miskin dan menderitanya aku disini.
Dibandingkan dengan kalian yang berada di Indonesia
sekarang, saya cuma seorang gembel luntang lantung yg tak berguna.

Dan anda semua adalah jutawan kaya raya...


Hasan Basri
Email:[EMAIL PROTECTED]

Merindukan Pepen...

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 May 1999 jam 22:29:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke