---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk AITARAK BUNUH WARGA SIPIL LAGI DILI (MateBEAN, 11/5/99), Sejak Senin (10/5) hingga hari ini situasi Dili terasa mencekam, karena milisi bersenajata Aitarak terus melakukan patroli di seputar kota. Senin (10/11) milisi Aitarak kembali membunuh satu warga sipil di Dili setelah sebelumnya terjadi bentrokkan di Mercado (pasar) Lama, Dili. Mayat korban saat ini masih disemayamkan di Poliklinik Gereja Motael, Dili, dan belum diambil oleh keluarganya karena situasi yang tidak memungkinkan. Menurut beberapa orang yang dihubungi MateBEAN para milisi tersebut dengan berbagai peralatan senjata, yakni tombak, samurai, serta senjata api seperti SKS, M-16, G-3 terus melakukan patroli dan mengancam setiap warga untuk dibunuh. Dengan kendaraan roda dua dan empat para milisi itu berkeliling kota Dili untuk mencari orang-orang yang diduga sebagai pro-kemerdekaan. Menurut beberapa saksi mata bentrokan terjadi setelah terjadinya perkelahian itu antara beberapa anggota milisi yang bertindak sebagai bandar judi dengan beberapa orang yang ikut bermain judi di situ. Perkelahian ini sempat membuat kekacauan di pasar, kemudian petugas polisi dari markas Polres yang berada di samping pasar Mercado Lama, datang ke tempat perkelahian. Polisi mengeluarkan beberapa kali tembakan ke udara. Akibat tembakan itu, pasar makin kacau. Orang-orang yang berada di pasar berusaha lari meninggalkan tempat kejadian. Dua wartawan asing yang berada di lokasi bentrokan mengancam dan mengejar kedua itu. Para wartawan itu pun kabur dari amukan milisi. Keduanya berlari menuju ke arah Timur, ke Jl. 15 Oktober namun para milisi terus mengejar kedua wartawan itu. Seorang wartawan lolos dari kejaran milisi karena dilindungi penduduk sekitar, namun wartawan satunya, tertangkap dan dipukuli. Namun massa yang melindungi wartawan tadi malah menjadi sasaran tembakan polisi. Tembakan ke arah massa itu tak mengenai sasaran. Namun tembakan ke dua ke arah kerumunan massa itu merobohkan Jose Agusto Pinto Laranjinha (32), warga setempat. Korban adalah suami, Octavinha, staf Yayasan HAK. Korban mengalami luka parah di perut dan tangan. Polisi memblokir semua jalan menuju Mercado Lama. Para saksi mata menuturkan para polisi dan para milisi nampak berbincang-bincang dengan akrab, seperti layaknya kawan. Mereka bersama-sama menyerang kelompok pemuda pro kemerdekaan. Sebuah mobil penuh wartawan yang mencoba masuk ke tempat kejadian diusir para milisi. Di Jl 15 Oktober, di depan rumah makan Padang Puti Bungsu, massa pro kemerdekaan balik memblokade jalan dengan batu-batu ban-ban mobil yang dibakar. Korban meninggal yang sempat dilihat oleh masyarakat yang dijumpai baru tiga orang. Yakni Abeto, anak Celina dan Pai Ju, Ze Maria, seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya. Ketiga korban tewas itu, satu sempat dibawa ke Klinik Gereja Motael, dan dua orang mayat dibawa ke Rumah Sakit Wira Husada Dili. Sedangkan korban luka yang sedang dirawat di Klinik Gereja Motael bernama adalah: Amano Coco, korban tertembak dibagian perut, Lucio Alves dan Francisco de Jesus Amado, Mantan Kepala Desa Bemori Kecamatan Dili Timur. Selain itu, ada beberapa orang yang dilaporkan diculik milisi yaitu Cesaltina, Zelia, Olandina Maria Caetano, Elda Maria Caetano, Lita, Julia, Afonso, dan Maria Julia. Kalangan pekerja HAM di Dili mengkuatirkan keselamatan orang-orang yang diculik ini.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 May 1999 jam 02:39:34 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
