---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PERTAMINA RUGI Rp 2,5 TRILYUN, ANNUAL REPORT DITARIK JAKARTA (SiaR, 11/5/99), Pertamina dikabarkan merugi hingga Rp 2,5 trilyun pada tahun operasi 1997/1998. Angka ini jelas-jelas tercantum dalam Laporan Tahunan 1998 yang dibuat Pertamina sendiri. Sejauh ini belum ada pengakuan resmi dari pihak Pemerintah ihwal kerugian ini. Namun belakangan -- yang mengherankan -- menurut sumber-sumber SiaR, Laporan Tahunan yang sudah beredar selama empat bulan ditarik kembali dari peredaran. Tak jelas, mengapa Laporan Tahunan itu ditarik, namun nampaknya memang berkaitan dengan laporan kerugian yang besar itu. Kalangan pengamat ekonomi yang dihubungi SiaR mengatakan keherannya kalau Pertamina masih merugi kendati berbagai perusahaan Keluarga Soeharto dan kawan-kawannya sudah dipotong dari Pertamina. "Jadi tak ada artinya dong pengapusan 159 perusahaan kontraktor berbau KKN di lingkungan Pertamina yang telah dipangkas Pertamina," ujar seorang pengamat. Diperkirakan, korupsi internal yang masih berlangsung di tubuh Pertamina sendiri merupakan salah satu penyebab kerugian perusahaan minyak negara itu. Namun, spekulasi di kalangan pengamat mengatakan, Pertamina mungkin diwajibkan menyetor dana untuk membiayai upaya-upaya Pemerintah yang sekarang mempertahankan kekuasaan. Pada jaman reformasi ini, korupsi bukannya mereda malah makin menggila. Ini karena lemahnya pengawasan dari Pemerintah karena tengah sibuk mempertahankan kekuasaannya. Diketahui misalnya Rp 7 trilyun bocor dalam satu semester pemerintahan "Kabinet Reformasi BJ Habibie". Pertamina sendiri kini tengah menghadapi persoalan pelik. Dengan jumlah karyawan mencapai 28 ribu orang, jelas perusahaan itu tidak efisien. Kendati begitu, sebenarnya, dengan monopoli distribusi bahan bakar minyak (BBM), Pertamina tak mungkin rugi. Apalagi sampai trilyunan rupiah.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 May 1999 jam 02:41:52 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
