---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk APARAT LURAH BANTU GOLKAR BAGIKAN SEMBAKO JAKARTA (SiaR, 12/4/99), Belum sehari dikejutkan dengan kasus pembagian paket sembako yang disisipi selebaran Partai Golkar di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, maka Selasa (11/4) kemarin, aparat Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara secara demonstratif terlibat membantu Partai Golkar untuk membagi-bagikan paket sembako pada warga kelurahan setempat. Meski sudah ada peraturan yang secara tegas melarang aparat birokrasi untuk terlibat dalam aktivitas suatu partai politik (parpol), tapi Lurah Papanggo Machtum Nahgi dan aparatnya secara terang-terangan memberikan dukungannya dengan menyediakan segala keperluan Partai Golkar, meliputi fasilitas, sarana/prasarana fisik, gedung, dan lapangan tempat pertemuan, hingga mendata warga yang akan memperoleh pembagian sembako. Acara pembagian sembako yang dilakukan DPC Partai Golkar Jakarta Utara tersebut menimbulkan ketidakpuasan sejumlah warga yang merupakan kader parpol lainnya di luar Partai Golkar. Menurut beberapa warga kepada SiaR, aparat kelurahan secara diskriminatif mendata warganya dengan memilah-milah, apakah orang tersebut merupakan kader dari parpol tertentu atau tidak. Jika orang tersebut dikenal sebagai simpatisan atau kader dari parpol non-Golkar, maka mereka tak akan diberi tanda penukaran sembako. Warga yang tak puas coba mengkonfrontir Lurah Machtum Nahgi mengenai kriteria pemilihan warga yang memperoleh jatah sembako, dan asal usul paket sembako, apakah berasal dari program jaring pengaman sosial (JPS) atau bukan. Warga pun sempat mempertanyakan, keterlibatan aparat kelurahan dalam pembagian sembako versi Partai Golkar tersebut. Sempat terjadi perdebatan antara Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara Stefanus Surachmat SH, yang menerima laporan kader PDI Perjuangan tentang acara bagi-bagi sembako tersebut dengan aparat Kelurahan Papanggo. Stefanus mengancam akan membuat laporan tertulis tentang keterlibatan aparat Kelurahan Papanggo ke Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Tingkat I dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu). "Peraturannya sudah jelas, bahwa aparat birokrasi tak diperkenankan membantu kegiatan acara parpol tertentu. Itu ada sanksi pidananya," ucapnya pada aparat kelurahan. Stefanus Surachmat sendiri yang sudah meluncur ke tempat acara, gagal menemui Lurah Machtum Nahgi yang sudah meninggalkan tempat dimana acara bagi-bagi sembako dilakukan. Menurut catatan SiaR, acara-acara yang berdalih pembagian sembako oleh Partai Golkar kerap kali dilakukan di Jakarta Utara. Hingga kini di wilayah Jakarta Utara belum terdapat satu lembaga pemantau pemilu pun. Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jakarta Utara menurut rencana baru resmi dibuka Sekjen KIPP Mulyana Kusumah pada 16 Mei 1999.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 May 1999 jam 18:03:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
