---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk DUA PULUH ORANG HILANG DICULIK SEMARANG (SiaR, 14/5/99) Dua puluh orang di dua tempat yang berbeda hilang diculik aparat keamanan. Ke duapuluh orang tersebut adalah 11 warga Cianjur Jawa Barat dan 9 orang warga Kutai, Kalimantan Timur. Menurut informasi yang diperoleh, 11 warga desa Sukamana, Warnasari, Pusakasari dan Neglasari, Cianjur dinyatakan hilang menyusul unjuk rasa yang dilakukan para petani di empat desa tersebut beberapa waktu lalu. Menurut keterangan yang diperoleh dari LBH Bandung, setelah para petani unjuk rasa minta dikembalikannya hak atas tanah mereka itu, aparat keamanan menangkap 85 petani. Bahkan setelah aksi itu, aparat keamanan setiap hari melakukan patroli di desa-desa sambil menggeledah rumah-rumah penduduk. Sebagian masyarakat yang ditangkap sudah bisa pulang dengan uang tebusan antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Tapi untuk yang 11 orang itu tidak diketahui tempat penahanannya. Kamis (13/5) kemarin, beberapa ibu rumah tangga mendatangi LBH Bandung dan mengadukan peristiwa penculikan yang menimpa suami dan anak-anak mereka. Sementara itu, sedikitnya sembilan warga Kecamatan Jempang di pedalaman Kabupaten Kutai Kalimantan Timur diculik oleh sejumlah oknum aparat keamanan dan dua orang diantaranya dinyatakan hilang. Menurut informasi yang diperoleh SiaR disebutkan, penculikan terjadi pada 7 Mei 1999 dan berlangsung dua kali. Penculikan pertama terjadi sekitar pukul 06.00 dan penculikan kedua pukul 12.00. Para penculiknya berjumlah 24 orang dengan berpakaian serba hitam lengkap dengan senjata siap tembak dan dibantu empat orang sipil. Empat orang sipil itu berjalan mendahului dengan membawa pedang dan senjata tajam lainnya. Mereka menculik Sampong, Asludin, Nyokol, Semon, Asma, Goda dan Semeo. Aksi penculikan terjadi saat warga setempat melakukan upacara adat. Semua peralatan upacara adat (Ruyaq Beliatn) diporakporandakan oleh oknum-oknum tersebut. Menurut sumber ini, sepanjang sejarah, baru ini kali upacara adat diporakporandakan. Bahkan oknum aparat Brimob, melakukan penangkapan tanpa ada surat perintah. Dua orang Kutai lainnya, yaitu Petrus Dukung dan Yohanes Jentra diculik pada 24 April 1999 di daerah Muara Naya. Konoon, sekarang mereka berada dalam tahanan Polresta Kutai di Tenggarong. Sedangkan dua rekannya, Gina warga Muara Tae, dan Asuy warga Perigig, raib tidak ada kabar beritanya. Penculikan itu diduga berkaitan dengan protes warga atas keberadaan PT London Sumatera (Lonsum) Internasional di wilayah Jempang yang ditolak oleh masyarakat setempat. Beberapa waktu silam telah terjadi pembakaran dua unit kantor, satu unit gudang pupuk dan satu unit perumahan karyawan milik PT Lonsum Internasional itu. Perlu diketahui, di wilayah tersbeut terdapat Grup Lonsum yang terdiri atas PT Lonsum Internasional, PT Lonsum Indonesia dan PT Gelora Mahapala. Mereka memperoleh konsensi pengelolaan lahan seluas 18.000 hektare, dari permintaan lahan seluas 56.000 ha. Dan hingga akhir 1998, luas lahan yang telah ditanami kelapa sawit seluas sekitar 16,500 ribu hektare.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 May 1999 jam 21:23:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
