---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk FORKOT BANTAH TUDUHAN MILITER JAKARTA (SiaR,14/5/99), Beberapa kelompok aksi mahasiswa di Jakarta kemarin menolak tuduhan bahwa ada rekayasa bentrok dalam peringatan 1 tahun Penembakan Trisakti yang diinformasikan pada prajurit PHH oleh para komandannya. Menurut informasi yang diterima para prajurit itu para provokator akan menyusup dengan istilah Koordinator lapangan (Korlap) yang diberi perintah oleh Jendral Lapangan (Jenlap) serta dibayar uang sebesar Rp 100 ribu. Info yang diterima para tentara tersebut menyebutkan bahwa mereka melakukan koordinasi di daerah Bendungan Hilir. Menanggapi tuduhan itu Elly Salomo dari Forkot menegaskan, "Tuduhan itu jelas memperlihatkan fakta bahwa petinggi militer tetap memanipulasi informasi agar para prajuritnya ganas di lapangan." Rekayasa bentrok itu itu dibantah Elly. "Kami berangkat dengan motivasi memperingati peristiwa penembakan teman-teman Trisakti. Tidak mungkin ada rekayasa begitu," ujarnya. Ia bahkan balik menuduh, "Selama ini yang selalu gemar menembak dan menggunakan pendekatan kekerasan itu siapa? Justru tentara kan?" ujar jendral lapangan Forkot saat aksi 12 Mei itu. Pemutar-balikan informasi itu juga ditanggapi M Syafiq dari Famred. "Tuduhan itu jelas menunjukkan TNI ingin menimbulkan kebencian dari kalangan prajurit bawahnya pada gerakan mahasiswa. Mungkin mereka tidak ingin prajuritnya menjadi lebih manusiawi atau bisa jadi mereka sedang mengalami demoralisasi," ujar Syafiq. Pendapat senada juga dilontarkan Indra dari FKSMJ. "TNI jelas ingin memukul aksi Forkot dengan menyebarkan berita bohong tersebut." Kasak-kusuk bahwa Forkot akan disikat saat aksi 12 Mei kemarin juga didengar olehnya. "Saya dan teman-teman FKSMJ juga mendengar bahwa Forkot akan disikat tentara," ujar mahasiswa Ekonomi perguruan tinggi swasta itu. Tampaknya tuduhan provokator mulai dialamatkan TNI pada mahasiswa. Lantas bagaimana dengan temuan fakta bahwa di Aceh ternyata pihak kepolisian justru menangkap oknum intel dari kesatuan elit Koppasus?*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 May 1999 jam 20:30:01 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
