---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PARTAI PRO-STATUS QUO MULAI GABUNG SUARA JAKARTA (SiaR,14/5/99), Partai-partai gurem yang selama ini dituduh bentukan kelompok Cendana seperti Partai Indonesia Baru (PIB), Partai Islam Demokrat (PID), Partai Rakyat Indonesia (PARI) serta Partai Republik bahkan PDI Budi Hardjono ikut serta menawarkan penggabungan sisa suara (stembus accord). Konon Partai Golkar mulai didekati partai-partai tersebut. Agaknya partai partai gurem yang sering dituduh bentukan Cendana selalu menarik perhatian. Setelah tuduhan menghambatnya jalannya sidang di KPU dialamatkan pada Agus Miftah dari PARI. Kali ini giliran tuduhan melakukan penggabungan sisa suara ditujukan pada PIB, PID, Partai Republik dan PDI Budi Hardjono. Beberapa sumber SiaR di KPU mengungkapkan, ada upaya dari beberapa partai gurem untuk menggabungkan sisa suara saat Pemilu nanti. Menurutnya, "Ada kecemasan dari beberapa partai kecil yang membuat mereka mulai tawar-menawar untuk menggabungkan sisa suara.". Partai Golkar Baru yang dilansir adalah pihak yang ditawarkan sisa suara tersebut. Informasi ini makin jelas setelah Syarifudin Harahap dari Partai Republik menyatakan pada sejumlah wartaqan bahwa, Partai Republik akan mendukung kelompok status-quo. Konon usulan capres dari partai tersebut adalah BJ Habibie. Dukungan pada partai pro-statusquo itu juga mengalir dari Partai Islam Demokrat (PID). Menurut Syaiful Anwar, sang Ketua Umum, "Kami bisa mencalonkan BJ Habibie, dengan syarat ia harus keluar dari Golkar." Menurut sumber SiaR di KPU, proses kimia politik di KPU makin menampakkan kejelasan. "Mana partai yang dibentuk untuk mendukung status-quo, mana partai sekadar cari uang dan mana partai reformis sejati," ujar sumber yang juga ketua partai tersebut. Manuver lain dilakukan Partai Indonesia Baru (PIB) dan PDI Budi Hardjono. Kedua partai kecil itu ditengarai akan melakukan penggabungan sisa suara saat Pemilu nanti dengan partai besar, konon Golkar. Yang menghebohkan, menurut sumber SiaR, adalah adanya indikasi money politics berupa tawaran pada partai Golkar untuk membeli sisa suara dari partai-partai gurem tersebut. "Ide ini adalah ide Agus Miftah ketua Umum PARI, kebetulan juga Ketua Kongres Nasional Partai Politik (KNPP)," jelas sumber tersebut. Menurut sumber itu, saat 48 Parpol diterima Habibie di Cendana terlihat bagaimana Agus Miftah sangat kuasa memanggil Ketua Partai PID, Syaiful Anwar. Ceritanya Agus mengoreksi dan memperingatkan dengan kata-kata 'Eh, elu di wawancara apa sama SCTV. Jangan kejeblos, kalo omong yang bener'," cerita sumber SiaR menirukan ucapan Agus. Beberapa sumber menilai, tuduhan yang sering dilontarkan pada PID, PIB, PARI dan Partai Republik tampaknya mendekati kebenaran. Selain masalah pencalonan Habibie soal penawaran sisa suara ini belakangan memang berangkat dari kecemasan partai pro status-quo melihat kemungkinan koalisi partai besar anti-statusquo seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 May 1999 jam 20:39:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
